oleh
Tom Finaldin
Bandung,
Putera Sang Surya
Presiden Republik Indonesia Prabowo harus tenang-tenang
saja bekerja meskipun disebut presiden yang terlalu sering jalan-jalan ke luar
negeri. Kalau memang pekerjaan menuntut harus ke luar negeri, ya harus
dilakukan. Tidak perlu mendengarkan omongan orang-orang yang tidak paham
situasi.
![]() |
| Presiden ke-8 Indonesia Prabowo Subianto |
Saya masih
ingat Presiden Abdurahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur juga sama disebut
presiden yang gemar jalan-jalan ke luar negeri. Dia malah disebut “Gus Tour”.
Orang-orang yang nyinyir itu jelas tidak paham situasi. Gus Dur memang ketika
baru saja menjadi presiden, segera menemui teman-temannya di luar negeri, para
pemimpin negara asing. Itu sangat sering dilakukan. Orang-orang melihatnya
hanya seperti pergi ke sana ke mari. Padahal, situasi saat itu lumayan genting
bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ada Gerakan Aceh
Merdeka (GAM), ada Republik Maluku Selatan (RMS), ada Organisasi Prapua Merdeka
(OPM), dan gerakan lain dari berbagai daerah yang ingin memisahkan diri dari
NKRI. Gerakan-gerakan yang ingin memisahkan dari NKRI itu banyak mendapat
perhatian dan dukungan dari pihak asing. Banyak negara asing yang mendukung
beberapa gerakan untuk memisahkan diri dari NKRI. Oleh sebab itu, Gus Dur
mendatangi negara-negara itu untuk memastikan bahwa Negara Indonesia tetap
berada dalam kendali dirinya dan negara lain harus menghormati kedaulatan
Negara Indonesia dalam menyelesaikan masalahnya sendiri. Hasilnya, kita lihat
sekarang, perjalanan Gus Dur ke seluruh dunia itu telah menetapkan bahwa NKRI
tetap utuh, artinya dukungan negara lain atau pihak asing untuk pemisahan diri
dari NKRI sudah jauh lebih lemah dan dukungannya menjadi tidak mengganggu NKRI.
Melihat
pengalaman Gus Dur seperti itu, Prabowo tidak perlu tersinggung atau terlalu
menanggapi komentar orang-orang yang nyinyir terhadap perjalanannya ke luar
negeri. Saat ini memang situasi mengharuskan Indonesia banyak berhubungan
dengan pihak luar negeri untuk mengamankan dalam negeri di tengah konflik
antara Barat dan Timur Tengah. Konflik itu menyeret negara-negara besar lainnya
yang juga sedang berbisnis dengan Indonesia. Di samping itu, keadaan ekonomi
Indonesia pun banyak dipengaruhi situasi dunia. Hal itu mengharuskan Prabowo
untuk banyak berhubungan dengan pihak asing agar goncangan-goncangan itu tidak
membuat kerusakan di dalam negeri Indonesia.
![]() |
| Presiden ke-4 Indonesia Abdurahman Wahid (Gus Dur) |
Prabowo
juga tampaknya sangat mengerti itu. Dia sekarang dinyinyiri sering jalan-jalan
ke luar negeri. Jokowi yang sangat jarang ke luar negeri dinyinyiri juga
sebagai presiden yang tidak pernah hadir di pergaulan internasional karena
lebih suka di dalam negeri. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa mendengarkan
ocehan orang-orang bodoh yang penuh kedengkian adalah sangat tidak berguna
karena mereka tidak tahu apa-apa dan sok tahu. Prabowo tenang saja bekerja.
Soal jalan ke luar negeri, Gus Dur juga disebut Gus Tour, Jokowi juga disebut
kurang gaul. Susah memang kalau sudah tidak suka, apa pun yang dilakukan pasti
dinyinyiri. Suara orang dengki itu tidak berguna.
![]() |
| Presiden ke-7 Indonesia Jokowi |
Jauhi
orang toxic, sebaiknya Markisu, mari kita minum susu.
Foto
Prabowo adalah milik Gerindra, foto Gus Dur dari Pergunu DIY, adapun Jokowi dari
Beritajakarta id.
Sampurasun



No comments:
Post a Comment