Friday, 12 June 2026

Prabowo Jangan Tersinggung Disebut Sering Main ke Luar Negeri

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Presiden Republik Indonesia Prabowo harus tenang-tenang saja bekerja meskipun disebut presiden yang terlalu sering jalan-jalan ke luar negeri. Kalau memang pekerjaan menuntut harus ke luar negeri, ya harus dilakukan. Tidak perlu mendengarkan omongan orang-orang yang tidak paham situasi.


Presiden ke-8 Indonesia Prabowo Subianto


            Saya masih ingat Presiden Abdurahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur juga sama disebut presiden yang gemar jalan-jalan ke luar negeri. Dia malah disebut “Gus Tour”. Orang-orang yang nyinyir itu jelas tidak paham situasi. Gus Dur memang ketika baru saja menjadi presiden, segera menemui teman-temannya di luar negeri, para pemimpin negara asing. Itu sangat sering dilakukan. Orang-orang melihatnya hanya seperti pergi ke sana ke mari. Padahal, situasi saat itu lumayan genting bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ada Gerakan Aceh Merdeka (GAM), ada Republik Maluku Selatan (RMS), ada Organisasi Prapua Merdeka (OPM), dan gerakan lain dari berbagai daerah yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Gerakan-gerakan yang ingin memisahkan dari NKRI itu banyak mendapat perhatian dan dukungan dari pihak asing. Banyak negara asing yang mendukung beberapa gerakan untuk memisahkan diri dari NKRI. Oleh sebab itu, Gus Dur mendatangi negara-negara itu untuk memastikan bahwa Negara Indonesia tetap berada dalam kendali dirinya dan negara lain harus menghormati kedaulatan Negara Indonesia dalam menyelesaikan masalahnya sendiri. Hasilnya, kita lihat sekarang, perjalanan Gus Dur ke seluruh dunia itu telah menetapkan bahwa NKRI tetap utuh, artinya dukungan negara lain atau pihak asing untuk pemisahan diri dari NKRI sudah jauh lebih lemah dan dukungannya menjadi tidak mengganggu NKRI.

            Melihat pengalaman Gus Dur seperti itu, Prabowo tidak perlu tersinggung atau terlalu menanggapi komentar orang-orang yang nyinyir terhadap perjalanannya ke luar negeri. Saat ini memang situasi mengharuskan Indonesia banyak berhubungan dengan pihak luar negeri untuk mengamankan dalam negeri di tengah konflik antara Barat dan Timur Tengah. Konflik itu menyeret negara-negara besar lainnya yang juga sedang berbisnis dengan Indonesia. Di samping itu, keadaan ekonomi Indonesia pun banyak dipengaruhi situasi dunia. Hal itu mengharuskan Prabowo untuk banyak berhubungan dengan pihak asing agar goncangan-goncangan itu tidak membuat kerusakan di dalam negeri Indonesia.


Presiden ke-4 Indonesia Abdurahman Wahid (Gus Dur)


            Prabowo juga tampaknya sangat mengerti itu. Dia sekarang dinyinyiri sering jalan-jalan ke luar negeri. Jokowi yang sangat jarang ke luar negeri dinyinyiri juga sebagai presiden yang tidak pernah hadir di pergaulan internasional karena lebih suka di dalam negeri. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa mendengarkan ocehan orang-orang bodoh yang penuh kedengkian adalah sangat tidak berguna karena mereka tidak tahu apa-apa dan sok tahu. Prabowo tenang saja bekerja. Soal jalan ke luar negeri, Gus Dur juga disebut Gus Tour, Jokowi juga disebut kurang gaul. Susah memang kalau sudah tidak suka, apa pun yang dilakukan pasti dinyinyiri. Suara orang dengki itu tidak berguna.


Presiden ke-7 Indonesia Jokowi


            Jauhi orang toxic, sebaiknya Markisu, mari kita minum susu.

            Foto Prabowo adalah milik Gerindra, foto Gus Dur dari Pergunu DIY, adapun Jokowi dari Beritajakarta id.

            Sampurasun

No comments:

Post a Comment