Monday, 15 June 2026

Penyebab Kemiskinan

 


 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Salah seorang murid saya bertanya, “Pak, kapan Indonesia maju?”

            Saya jawab, “Indonesia sudah maju dan akan maju terus.”

            Dia kaget dan hanya memandang datar. Saya paham dia seperti itu karena dia adalah korban Medsos atau grup WA yang selalu menarasikan kesusahan dan kesulitan di Indonesia. Saya perlu meluruskan otaknya agar yang harus dilihat adalah bukan narasi Medsos, melainkan kenyataan sehari-hari.

            Saya jelaskan, “Indonesia bergerak maju kok. Kamu lihat kan di jalan-jalan orang-orang punya mobil Pajero, Alphard, dan orang-orang kompleks rumahnya lebih rapi? Itu artinya orang-orang punya uang.”

            “Enggak, Pak. Ini kok saya enggak merasa maju,” katanya.

            “Itu masalah kamu, bukan masalah Indonesia. Orangtua kamu dan kamu sendiri yang salah.”

            Sedikit kasar saya menjelaskannya, tetapi itu harus dilakukan agar dia tersadar.


Kemiskinan di Burundi (Foto: Solotrust)


            Pada hari itu saya jelaskan penyebab kemiskinan dalam kelas.  Sebetulnya, tidak cukup satu hari menjelaskannya, tetapi saya tulis beberapa hal saja supaya ada gambaran besar.

            Penyebab kemiskinan itu ada tiga faktor, yaitu diri pribadi, geografis, dan kebijakan pemerintah. Penyebab kemiskinan yang berasal dari diri pribadi adalah kemalasan, sakit, usia tua, fisik yang tidak sempurna, tidak punya keahlian, tidak punya keterampilan, lemah otak, bermasalah secara hukum, dsb. Jadi, jangan dulu menyalahkan orang lain kalau miskin atau menyalahkan pemerintah karena bisa jadi yang bermasalah itu adalah diri sendiri.

            Penyebab kedua adalah yang berasal dari geografis, misalnya, tinggal di tempat yang terisolasi di tengah hutan, jauh dari fasilitas publik, infrastruktur jalan yang tidak memadai, sering terkena bencana banjir dan gempa, terhalang oleh alam untuk berhubungan dengan dunia ramai, dan lain sebagainya. Ini jelas pasti menjadi penyebab kurangnya komunikasi dan hubungan dengan sumber-sumber kemakmuran.

            Penyebab kemiskinan yang ketiga adalah kebijakan pemerintah yang salah. Jika kebijakannya tidak berdasar pada kemakmuran rakyat dan hanya mementingkan sedikit golongan, sudah pasti rakyat dan negaranya miskin.

            Tiga faktor itulah yang menyebabkan kemiskinan. Dengan demikian, kita bisa menganalisis faktor mana yang menyebabkan kemiskinan agar didapat langkah yang tepat untuk mengatasi kemiskinan. Orang bisa menyalahkan pemerintah, tetapi sebenarnya dirinya yang salah. Kalau itu terjadi, meskipun pemerintahan berganti, presiden dan wakilnya diganti, Prabowo-Gibran jatuh, tetapi masalah kemiskinan sebenarnya  adalah dari dalam diri sendiri, akan tetap miskin selamanya dan tidak akan pernah berubah.

            Jika dirinya sudah berkualitas, secara geografis tinggal di tempat yang mudah komunikasi, tetapi mayoritas rakyatnya miskin, bisa jadi kebijakan pemerintah yang salah. Artinya, harus ada perbaikan kebijakan atau bergantinya pemerintahan.

            Foto anak-anak miskin itu berasal dari Negara Burundi, negara paling miskin di dunia, sumber Solotrust.

            Markisu, mari kita minum susu.

            Sampurasun.

Friday, 12 June 2026

Prabowo Jangan Tersinggung Disebut Sering Main ke Luar Negeri

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Presiden Republik Indonesia Prabowo harus tenang-tenang saja bekerja meskipun disebut presiden yang terlalu sering jalan-jalan ke luar negeri. Kalau memang pekerjaan menuntut harus ke luar negeri, ya harus dilakukan. Tidak perlu mendengarkan omongan orang-orang yang tidak paham situasi.


Presiden ke-8 Indonesia Prabowo Subianto


            Saya masih ingat Presiden Abdurahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur juga sama disebut presiden yang gemar jalan-jalan ke luar negeri. Dia malah disebut “Gus Tour”. Orang-orang yang nyinyir itu jelas tidak paham situasi. Gus Dur memang ketika baru saja menjadi presiden, segera menemui teman-temannya di luar negeri, para pemimpin negara asing. Itu sangat sering dilakukan. Orang-orang melihatnya hanya seperti pergi ke sana ke mari. Padahal, situasi saat itu lumayan genting bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ada Gerakan Aceh Merdeka (GAM), ada Republik Maluku Selatan (RMS), ada Organisasi Prapua Merdeka (OPM), dan gerakan lain dari berbagai daerah yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Gerakan-gerakan yang ingin memisahkan dari NKRI itu banyak mendapat perhatian dan dukungan dari pihak asing. Banyak negara asing yang mendukung beberapa gerakan untuk memisahkan diri dari NKRI. Oleh sebab itu, Gus Dur mendatangi negara-negara itu untuk memastikan bahwa Negara Indonesia tetap berada dalam kendali dirinya dan negara lain harus menghormati kedaulatan Negara Indonesia dalam menyelesaikan masalahnya sendiri. Hasilnya, kita lihat sekarang, perjalanan Gus Dur ke seluruh dunia itu telah menetapkan bahwa NKRI tetap utuh, artinya dukungan negara lain atau pihak asing untuk pemisahan diri dari NKRI sudah jauh lebih lemah dan dukungannya menjadi tidak mengganggu NKRI.

            Melihat pengalaman Gus Dur seperti itu, Prabowo tidak perlu tersinggung atau terlalu menanggapi komentar orang-orang yang nyinyir terhadap perjalanannya ke luar negeri. Saat ini memang situasi mengharuskan Indonesia banyak berhubungan dengan pihak luar negeri untuk mengamankan dalam negeri di tengah konflik antara Barat dan Timur Tengah. Konflik itu menyeret negara-negara besar lainnya yang juga sedang berbisnis dengan Indonesia. Di samping itu, keadaan ekonomi Indonesia pun banyak dipengaruhi situasi dunia. Hal itu mengharuskan Prabowo untuk banyak berhubungan dengan pihak asing agar goncangan-goncangan itu tidak membuat kerusakan di dalam negeri Indonesia.


Presiden ke-4 Indonesia Abdurahman Wahid (Gus Dur)


            Prabowo juga tampaknya sangat mengerti itu. Dia sekarang dinyinyiri sering jalan-jalan ke luar negeri. Jokowi yang sangat jarang ke luar negeri dinyinyiri juga sebagai presiden yang tidak pernah hadir di pergaulan internasional karena lebih suka di dalam negeri. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa mendengarkan ocehan orang-orang bodoh yang penuh kedengkian adalah sangat tidak berguna karena mereka tidak tahu apa-apa dan sok tahu. Prabowo tenang saja bekerja. Soal jalan ke luar negeri, Gus Dur juga disebut Gus Tour, Jokowi juga disebut kurang gaul. Susah memang kalau sudah tidak suka, apa pun yang dilakukan pasti dinyinyiri. Suara orang dengki itu tidak berguna.


Presiden ke-7 Indonesia Jokowi


            Jauhi orang toxic, sebaiknya Markisu, mari kita minum susu.

            Foto Prabowo adalah milik Gerindra, foto Gus Dur dari Pergunu DIY, adapun Jokowi dari Beritajakarta id.

            Sampurasun

Monday, 1 June 2026

Serunya Ngajarin “Paguneman” ke Mahasiswa

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Paguneman adalah bahasa Sunda yang artinya dialog. Saya mencoba mengajarkan bahasa Sunda kepada mahasiswa Hubungan Internasional, Fisip, Universitas Al Ghifari dengan materi paguneman atau dialog, bisa antarsesama, atasan-bawahan, guru-murid, atau yang lainnya. Untuk lebih memahami paguneman, mahasiswa saya wajibkan untuk melakukan praktik. Tentunya, sebisa mereka karena bukan mahasiswa Sastra Sunda. Mereka adalah mahasiswa HI. Target saya adalah mahasiswa yang berasal dari Sunda tidak melupakan, bahkan bangga bisa berbahasa Sunda. Adapun mahasiswa yang bukan Sunda, misalnya, dari Jawa atau NTT dapat mengenal bahasa Sunda dan mampu lebih baik lagi berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Sunda.

                   Ketika melakukan praktik paguneman, banyak kelucuan yang dilakukan mahasiswa karena saya bebaskan mereka untuk membuat tema sendiri, menjadi sutradara sendiri, dan memperbaikinya sendiri. Praktik tersebut berlangsung dengan suasana hangat dan banyak lucunya karena kesalahan-kesalahan yang mereka buat. Akan tetapi, tujuan saya tetap tercapai, yaitu lebih memperkenalkan bahasa Sunda.

                   Keseruan itu direkam oleh mahasiswa sendiri, lalu dikirimkan kepada saya. Saya tayangkan di youtube supaya ada kenangan dan setiap saat bisa melakukan perbaikan agar praktik paguneman bisa lebih baik lagi.

                   https://www.youtube.com/watch?v=8CqJNqSa1Og




            Sampurasun.