Showing posts with label Prabowo. Show all posts
Showing posts with label Prabowo. Show all posts

Friday, 31 July 2026

Anjloknya Kepercayaan kepada Prabowo

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Hasil survey  yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa kepuasan rakyat terhadap Presiden RI Prabowo Subianto turun drastis sebanyak 30,1%. Sembilan bulan lalu kepuasannya sangat tinggi, yaitu 81,2%. Data kepuasan terakhir adalah 51,1%. Hal ini berbeda dengan kepuasan rakyat terhadap Jokowi. Meskipun sudah tidak menjadi presiden, angkanya tetap tinggi, yaitu dari sekitar 82% menjadi 77%. Memang turun, tetapi tetap tinggi.

            Di samping itu, jika pemilihan presiden dilaksanakan pada tanggal ini, Prabowo akan kalah oleh Dedi Mulyadi yang sekarang menjadi gubernur Jawa Barat. Rakyat lebih memilih Dedi dibandingkan Prabowo dan calon lain. Dedi menempati posisi puncak dengan angka yang sangat tinggi. Adapun Anis Baswedan dan AHY jauh di bawah Prabowo. Artinya, jauh lebih rendah dibandingkan Dedi Mulyadi.


Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (Foto: Kantor Staf Presiden)


            Pihak istana tampaknya tidak terlalu pusing dengan hasil survey itu. Mereka menjelaskan bahwa mereka tidak mengejar hasil survey, tetapi bekerja untuk menjalankan berbagai program untuk rakyat. Hasil survey itu hanya menjadi pengingat untuk istana.

            Menurut saya, ada dua hal yang membuat kepercayaan rakyat kepada Prabowo menurun. Pertama, Prabowo itu sering sekali pergi ke luar negeri untuk melakukan serangkaian diplomasi. Hal itu mengakibatkan dia lebih sedikit berada bersama rakyat. Berbeda dengan Jokowi yang kerap blusukan ke tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, interaksi Prabowo dengan masyarakat kurang intens.

Memang Prabowo harus sangat sering bergaul dengan pihak asing untuk menjaga negara dan memanfaatkan energi internasional untuk kepentingan dalam negeri. Untuk urusan dalam negeri, sebaiknya lebih banyak ditugaskan kepada Wakil Presiden Gibran, para menteri, dan Dedi Mulyadi untuk di Jawa Barat. Dengan demikian, terjadi sinergi positif antara Prabowo, Gibran, dan Dedi Mulyadi. Tiga orang ini adalah orang kuat yang kekuatannya sulit untuk dibendung dalam memuncaki kepemimpinan nasional. Ketiganya tidak boleh adu kuat atau bersaing untuk saling mengalahkan atau tergoda untuk rebutan pengaruh dan posisi. Mereka harus saling bahu untuk masa depan negeri yang lebih baik. Soal hasil survey, tidak perlu menjadi pijakan untuk rebutan kepemimpinan. Sekarang adalah waktunya bekerja bersama-sama. Tidak harus mudah diadu domba. Perhatikan isu Fufufafa yang sudah menjadi sangat basi itu, kini tak punya pengaruh. Isu itu tadinya digunakan untuk mengadu domba antara Prabowo dan Gibran. Akan tetapi, karena dicuekin, mati sendiri.

Kedua, rakyat Indonesia itu mayoritas terlalu simpel, sederhana, pengen mudah saja dalam berpikir, tidak mau yang rumit-rumit, atau menelaah isu hingga ke dalam. Misalnya, ketika program makan bergizi gratis (MBG) bermasalah, rakyat menilainya gagal dan harus dihentikan karena memboroskan anggaran. Padahal, MBG itu menyerap hasil tani, ternak, industri rakyat sehingga rakyat punya pasar tetap untuk hasil produksinya. Di samping itu, MBG bisa menstabilkan harga sembako. Ketika produksi telur terlalu banyak, bisa diserap MBG sehingga harganya tidak jatuh. Sebaliknya, ketika produksi telur berkurang, tidak perlu diserap MBG sehingga harganya tidak melambung. Demikian pula soal Koperasi Merah Putih, ketika ada masalah, rakyat menilainya gagal dan harus dihentikan. Padahal, koperasi itu membebaskan rakyat dari rentenir dan memperpendek rantai distribusi sehingga harga sembako bisa lebih murah. Akan tetapi, rakyat kita tidak mau berpikir lebih dalam dan lebih sophisticated. Bahkan, bisa pusing jika diajak berpikir lebih ke intinya. Ketika Jokowi tidak memperlihatkan ijazah aslinya, rakyat menyimpulkan palsu atau tidak ada ijazah. Itulah masyarakat kita. Padahal lembaga tempat Jokowi belajar sudah menyatakan bahwa ijazahnya asli.

Kedua hal itulah yang menyebabkan anjloknya kepercayaan rakyat kepada Presiden Prabowo; bekerja sangat sering dalam bidang hubungan internasional kurang dekat pada rakyat dan kebiasaan rakyat yang terlalu sederhana dalam berpikir.

 Agar pemerintahan lebih kuat, syaratnya seperti yang saya jelaskan tadi, yaitu pertama, ketiga orang itu: Prabowo, Gibran, dan Dedi Mulyadi harus sinergi tidak mudah diadu domba untuk rebutan posisi.  Kedua, pemerintah harus memperbanyak orang yang bisa menjadi juru bicara kepada rakyat yang cara berpikirnya sederhana. Sekarang memang ada juru bicara yang pintar-pintar, seperti, Hasan Nasbi, Qodari, dan Ulta, tetapi itu masih kurang dan masih berbicara di level orang-orang pintar, belum mampu menyentuh ke alam pikiran rakyat yang berbicara sederhana dan berpikir sederhana.

Mudah-mudahan yang saya sampaikan ini bisa dipahami. Kalau belum paham, segera minum susu supaya bisa lebih lancar berpikir dan runut dalam berbicara.

Foto Prabowo adalah milik Kantor Staf Presiden.

Sampurasun.

Sunday, 26 July 2026

Begal dan Politik

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Aksi-aksi begal, penodongan, dan kekerasan gank motor akhir-akhir ini marak serta mendapatkan perhatian luar biasa dari masyarakat sehingga membuat kota, khususnya Bandung menjadi sangat mencekam. Hal ini bisa dilihat dari beberapa tayangan video netizen yang memperlihatkan situasi Bandung malam yang sangat sepi, tidak seperti biasanya.


Para begal ditangkap di Bandung (Foto: Metro TV)

            Banyak orang yang berpendapat bahwa maraknya aksi-aksi itu berawal dari masalah ekonomi. Kesusahan hidup membuat banyak kejahatan yang terjadi. Akan tetapi, saya melihatnya dari sisi politik. Maraknya aksi kejahatan tersebut sangat erat kaitannya dengan politik. Tujuannya adalah adanya huru-hara atau kegoncangan sosial. Pada zaman Presiden Jokowi juga terjadi huru-hara dan demonstrasi yang merebak serentak meskipun dengan isu-isu yang aneh, misalnya, soal pembatasan jam malam bagi perempuan dan hewan peliharaan yang masuk ke rumah tetangga.

Jauh ke masa lalu, para perusuh memang biasa digunakan oleh para politisi. Para wali di Indonesia kerap menggunakan mereka untuk menjatuhkan para raja yang dianggap zalim terhadap rakyat atau menentang Islam. Dalam banyak kisah upaya menyebarkan Islam di tanah Jawa sering disebut bahwa saking saktinya para wali bisa memerintahkan cacing, tikus, ular, atau kalajengking untuk menghancurkan istana para raja. Hewan-hewan itu sebenarnya adalah sebutan kiasan bagi para perusuh, preman, para jagoan jalanan yang merasakan kezaliman penguasa saat itu. Mereka berada dalam barisan para wali.

Kondisi ini sama dengan situasi ketika kerusuhan terjadi dalam setiap masa. Intinya adalah adanya orang-orang yang dirugikan dan tidak puas oleh kebijakan pemerintahnya, lalu membuat keguncangan di dalam negeri. Sejak Presiden Jokowi sudah terlihat situasi seperti ini, misalnya, dengan adanya hilirasisi yang membuat bangkrut banyak pabrik di Eropa dan menutup pintu rezeki banyak eksportir dan importir komoditas yang terkena program hilirisasi. Zaman Prabowo lebih-lebih lagi karena hilirisasi diperluas, swasembada pangan, berhasilnya B50, Danantara, pengawasan ekspor satu pintu yang lebih ketat, MBG, penangkapan koruptor yang lebih masif, dan lain sebagainya. Hal-hal itu membuat banyak orang, baik di luar negeri maupun di dalam negeri mengalami kerugian dan kesusahan rezeki. Orang-orang itu pasti marah luar biasa. Sopir Angkot saja marah kalau rezekinya disalip atau trayeknya dihentikan. Orang yang rugi miliaran atau triliunan pasti sangat marah. Mereka inilah yang saya duga menggerakkan para begal dan pelaku kejahatan lainnya untuk membuat kekacauan dan ketakutan di masyarakat.

Jokowi terlalu kuat untuk dijatuhkan, hingga kasus recehan saja seperti ijazah palsu digunakan untuk menjatuhkannya, tetapi tidak pernah jatuh meskipun Jokowi sudah tidak lagi menjadi pejabat negara. Prabowo lebih sulit dijatuhkan dengan berbagai serangan media luar dan dalam negeri, LSM luar dalam negeri, hingga hinaan di Medsos tidak mempengaruhinya. Prabowo malah membuatnya seperti candaan. Orang-orang yang telah dirugikannya kayaknya kehilangan arah sekaligus kehilangan akal sehingga membuat kekacauan dan instabilitas melalui para begal dan pelaku kejahatan lainnya. Harapannya kekacauan akan menimbulkan ketidakstabilan politik yang berujung pada lemahnya pemerintahan. Dengan demikian, pemerintahan berganti sesuai yang diinginkan orang-orang itu.

Kalau masalahnya hanya ekonomi, kejahatan yang terjadi tidak akan serentak dan marak bersamaan. Kesusahan karena masalah ekonomi memang kerap terjadi, tetapi tidak seragam dalam waktu bersamaan secara masif. Kalau serentak, berarti terjadi pengorganisasian atau diorkestra oleh pihak-pihak kuat yang membekingi mereka.

Belum lagi jika diperhatikan dari pengakuan para penjahat yang sempat tertangkap dan diinterogasi warga. Banyak dari mereka yang mengaku hanya diajak orang lain. Bukan mereka sendiri yang berinisiatif melakukan kejahatan, melainkan “diajak”, digerakan orang lain. Pihak-pihak yang mengajaknya ini harus segera ditangkap karena merugikan keamanan warga.

Ini semua hanya politik yang bersaudara dengan ekonomi. Seperti itu yang saya lihat. Kalau belum paham, sebaiknya minum susu. Mau susu kambing atau susu sapi, boleh.

Kalau minum susu sambil “susulumputan”. Kalau susulumputan, kemungkinan susunya tidak halal. Jangan minum susu susulumputan karena susu itu halal.

Foto para begal yang ditangkap di Bandung adalah milik Metro TV.

Sampurasun

Wednesday, 22 July 2026

Prabowo Jangan Kurangi Anggaran Militer dan Polisi

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Entah serius atau bercanda, Presiden Indonesia Prabowo dalam suatu pidato meminta kerelaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk dipotong anggarannya. Hal itu disebabkan Prabowo ingin lebih banyak lagi uang untuk menjalankan program-program yang langsung dirasakan rakyat, misalnya, menyediakan bahan makanan dengan harga terjangkau dan memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan rakyat Indonesia.

            Program-program yang menyentuh masyarakat memang penting, tetapi tidak perlu memotong anggaran TNI dan Polri. Prabowo justru harus mencari atau menciptakan situasi yang memungkinkan untuk memperbanyak uang Indonesia agar dapat membiayai seluruh kegiatannya.

            Sangatlah berisiko jika mengurangi atau memotong anggaran TNI-Polri. Ketika Prabowo sangat aktif menjaga sumber daya alam Indonesia, menghentikan kecurangan-kecurangan pebisnis asing di Indonesia, membasmi korupsi, dan membuat ekonomi rakyat meningkat, banyak negara lain dan para pengusaha dunia menjadi rugi. Hal ini membuat kegelisahan dan kemarahan negara lain karena merasa terganggu mengalami penurunan keuntungan yang sangat besar. Bukan tak mungkin mereka mencari gara-gara untuk membuat ketidakamanan di Indonesia, bahkan melakukan penyerangan fisik jika terbuka celah untuk itu. Kita malahan sudah melihat banyak tandanya, mulai kegoncangan ekonomi yang anomali; pertumbuhan ekonomi meningkat, tetapi dollar AS juga meningkat meskipun pengaruhnya kecil di tengah masyarakat; para investor sempat kabur meskipun bertahap kembali lagi; sangat banyak hoaks yang beredar; bermunculan narasi tanpa data; gangguan keamanan yang terjadi secara serentak. Jika anggaran TNI-Polri dipotong, kemampuan negara dalam menciptakan kestabilan akan berkurang atau paling tidak, tidak terjadi peningkatan yang diharapkan.


Gabungan TNI dan Polri (Foto: Panara Course)

            Hal yang harus dilakukan adalah TNI-Polri diperkuat agar lebih percaya diri dan masyarakat mendapatkan keamanan dalam menjalankan ekonominya. Di samping itu, kekuatan Prabowo akan bertambah ketika terjadi negosiasi dengan pihak asing. Pada gilirannya Indonesia memiliki daya tawar yang lebih besar dalam berhubungan dengan asing untuk meningkatkan ekonomi dan status politik di dunia.

            Prabowo orang cerdas, pasti paham ini. Jangan sampai terlena karena asyik menjalankan program-program untuk rakyat dan mulai berhasil, tetapi melupakan bahwa orang lain sedang menunggu Indonesia lengah, bahkan menyusun strategi dan kekuatan untuk menguasai sumber daya Indonesia. Kita harus ingat bahwa tak ada satu pun negara di dunia ini yang bahagia jika Indonesia maju. Mereka terus berupaya agar rakyat Indonesia tetap bodoh, mudah ditipu, lemah, mudah dikuasai, dan tetap menjadi kuli di tananhnya sendiri.

            Hal yang harus dilakukan setiap hari adalah beribadat dan minum susu. Kalau susu lebih mahal dibandingkan kopi, insyaallah akan ada rezeki untuk membelinya. Itulah pentingnya berdoa.

            Foto TNI dan Polri adalah milik Panara Course.

            Sampurasun.

Saturday, 18 July 2026

 

Indonesia Harus Siap Berperang Satu Kali Lagi

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Indonesia dulu dijajah secara fisik karena banyak sumber daya alamnya. Mereka datang berbondong-bondong beratus-ratus tahun untuk mengambil sumber daya alam kita. Membiarkan kita miskin dan berfoya-foya di atas penderitaan rakyat Indonesia. Seperti itu penjelasan teramat singkat tentang penjajahan di Indonesia.

            Setelah Indonesia melakukan revolusi dan mengusir penjajah sehingga merdeka, berhentikah penjajahan?

            Tidak! Sama sekali tidak!


Revolusi Indonesia (Foto: Radar Mukomuko - Disway id)


            Pemimpin Besar Revolusi Ir. Soekarno mengatakannya masih ada penjajahan dengan mengistilahkannya sebagai “Nekolim”, ‘neo kolonialisme imperialisme’. Maksudnya, “penjajahan gaya baru”. Penjajah itu fisiknya sudah tidak ada lagi di Indonesia, tetapi cengkeramannya masih menguasai Indonesia. Mereka terusir dari negeri ini, tetapi masih mengeruk dan mengambil sumber daya alam Indonesia dari tempat yang jauh di negerinya sendiri. Mereka bekerja sama dengan para pejabat korup, perusahaan-perusahaan korup, para penipu, para pemeras, dengan memanfaatkan kebodohan rakyat. Itulah Nekolim, penjajahan gaya baru. Rakyat masih tetap miskin dan tertindas.

            Setiap upaya untuk memperbaiki kondisi rakyat selalu mendapatkan halangan, baik melalui diplomasi langsung yang dilakukan pihak asing, maupun membuat gangguan di tengah rakyat dengan menggunakan kaki tangan dan antek-anteknya di dalam negeri. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampaknya menyadarinya dan disiplin dalam membayar hutang ke International Monetary Fund (IMF) hingga lunas dan tidak mau menerima pinjaman dari IMF lagi hingga hari ini. Itu sudah merupakan upaya yang bagus setahap demi setahap membebaskan diri dari cengkeraman asing.

Presiden Jokowi melancarkan program “hilirisasi” yang melindungi sumber daya alam Indonesia. Dia tidak ingin bahan mentah Indonesia dijual murah ke luar negeri. Dia ingin produk olahannya hingga bahan setengah jadi dan barang jadi diproduksi di Indonesia. Dengan demikian, kita mendapatkan nilai tambah, uang tambah banyak, pajak lebih besar, dan mendapatkan keuntungan alih teknologi. Itu terbukti keuntungan Indonesia menjadi puluhan kali lipat dibandingkan jika menjual barang mentah. Akan tetapi, tantangan menjadi lebih besar hingga Indonesia harus bertengkar dengan Unieropa dalam sidang WTO. Negara-negara Eropa sangat dirugikan dengan program hilirisasi Jokowi karena sangat banyak perusahaan Eropa yang bangkrut akibat tak mendapatkan lagi bahan mentah dari Indonesia.

Presiden Prabowo lebih keras lagi menghentikan penjajahan gaya baru. Dia memperkuat hilirisasi dan kalau ada negara yang tidak mau bekerja sama dengannya, Prabowo memilih untuk membiarkan sumber daya alam kita ada di perut Bumi untuk dikelola anak cucu Indonesia pada masa mendatang. Di samping itu, dia benar-benar menghabisi koruptor meskipun itu terjadi di kalangan orang-orang dekatnya. Hal yang membuat para koruptor dan penipu itu lebih sulit bergerak lagi adalah dioperasikannya Danantara yang membuat kegiatan ekspor satu pintu sehingga pengawasan ekspor sumber daya alam diawasi lebih ketat untuk menghindari kecurangan. Negara memonopoli ekspor nikel, batu bara, kelapa sawit, dsb. sehingga hasilnya benar-benar untuk rakyat. Harga sawit ditentukan sendiri dan tidak peduli dengan harga yang ditentukan dunia. Kebocoran-kebocoran uang yang menguntungkan negara lain selama puluhan tahun dihentikan tiba-tiba.

Hal lain yang membuat orang lain atau negara lain rugi adalah penghentian pinjaman hutang ke IMF serta menolak pembatasan pengembangan Iptek dan kedirgantaraan. Indonesia harus berkembang tanpa halangan. Prabowo sudah tidak peduli lagi dengan perdagangan bebas yang menguntungkan asing, tetapi lebih peduli pada nasionalisme.

Hal yang sangat kentara adalah dengan swasembada beras, kita sudah menjatuhkan harga beras di luar negeri karena beras mereka menjadi terlalu banyak yang biasanya kita beli, tak lagi kita beli. Penghentian pembelian solar karena sudah bisa membuat B50 sendiri jelas merugikan para penjual solar.

Ada banyak lagi sebetulnya gerakan-gerakan Prabowo yang merugikan negara lain berikut antek-anteknya di dalam negeri. Hal itu jelas membuat marah banyak orang. Hari ini orang-orang yang dirugikan itu menunggu dan sekaligus menciptakan momen yang tepat untuk menjatuhkan Indonesia agar kepentingan bisnisnya tidak terganggu. Tidak menutup kemungkinan mereka mencari cara masuk untuk membuat keributan, bahkan mengalahkan Indonesia secara militer.

Kerugian mereka itu berarti membuat mereka tidak untung bahkan bisa miskin dan kelaparan. Sejarah dunia mencatat bahwa perang-perang di dunia ini diakibatkan oleh ketakutan sengsara dan kelaparan. Jika Indonesia semakin mampu menguasai alamnya sendiri, akan ada banyak negara yang harus menurunkan taraf hidupnya karena selama ini bergantung hidup pada kekayaan alam Indonesia. Itu akan membuat mereka marah dan tidak tahu apa yang mereka lakukan selanjutnya.

Kerugian dan kemarahan mereka membuat Indonesia harus bersiap berperang satu kali lagi jika tidak ingin kembali dijajah bangsa asing. Keberanian Prabowo akan membuat banyak orang rugi karena lebih mementingkan kepentingan rakyat sendiri. Risiko akibat gerakan ini harus ditanggung oleh rakyat Indonesia secara keseluruhan agar dapat menikmati kekayaan alam sendiri secara lebih adil dan membahagiakan.

Ilustrasi revolusi Indonesia dari Radar Mukomuko – Disway id.

Sampurasun.

Friday, 12 June 2026

Prabowo Jangan Tersinggung Disebut Sering Main ke Luar Negeri

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Presiden Republik Indonesia Prabowo harus tenang-tenang saja bekerja meskipun disebut presiden yang terlalu sering jalan-jalan ke luar negeri. Kalau memang pekerjaan menuntut harus ke luar negeri, ya harus dilakukan. Tidak perlu mendengarkan omongan orang-orang yang tidak paham situasi.


Presiden ke-8 Indonesia Prabowo Subianto


            Saya masih ingat Presiden Abdurahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur juga sama disebut presiden yang gemar jalan-jalan ke luar negeri. Dia malah disebut “Gus Tour”. Orang-orang yang nyinyir itu jelas tidak paham situasi. Gus Dur memang ketika baru saja menjadi presiden, segera menemui teman-temannya di luar negeri, para pemimpin negara asing. Itu sangat sering dilakukan. Orang-orang melihatnya hanya seperti pergi ke sana ke mari. Padahal, situasi saat itu lumayan genting bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ada Gerakan Aceh Merdeka (GAM), ada Republik Maluku Selatan (RMS), ada Organisasi Prapua Merdeka (OPM), dan gerakan lain dari berbagai daerah yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Gerakan-gerakan yang ingin memisahkan dari NKRI itu banyak mendapat perhatian dan dukungan dari pihak asing. Banyak negara asing yang mendukung beberapa gerakan untuk memisahkan diri dari NKRI. Oleh sebab itu, Gus Dur mendatangi negara-negara itu untuk memastikan bahwa Negara Indonesia tetap berada dalam kendali dirinya dan negara lain harus menghormati kedaulatan Negara Indonesia dalam menyelesaikan masalahnya sendiri. Hasilnya, kita lihat sekarang, perjalanan Gus Dur ke seluruh dunia itu telah menetapkan bahwa NKRI tetap utuh, artinya dukungan negara lain atau pihak asing untuk pemisahan diri dari NKRI sudah jauh lebih lemah dan dukungannya menjadi tidak mengganggu NKRI.

            Melihat pengalaman Gus Dur seperti itu, Prabowo tidak perlu tersinggung atau terlalu menanggapi komentar orang-orang yang nyinyir terhadap perjalanannya ke luar negeri. Saat ini memang situasi mengharuskan Indonesia banyak berhubungan dengan pihak luar negeri untuk mengamankan dalam negeri di tengah konflik antara Barat dan Timur Tengah. Konflik itu menyeret negara-negara besar lainnya yang juga sedang berbisnis dengan Indonesia. Di samping itu, keadaan ekonomi Indonesia pun banyak dipengaruhi situasi dunia. Hal itu mengharuskan Prabowo untuk banyak berhubungan dengan pihak asing agar goncangan-goncangan itu tidak membuat kerusakan di dalam negeri Indonesia.


Presiden ke-4 Indonesia Abdurahman Wahid (Gus Dur)


            Prabowo juga tampaknya sangat mengerti itu. Dia sekarang dinyinyiri sering jalan-jalan ke luar negeri. Jokowi yang sangat jarang ke luar negeri dinyinyiri juga sebagai presiden yang tidak pernah hadir di pergaulan internasional karena lebih suka di dalam negeri. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa mendengarkan ocehan orang-orang bodoh yang penuh kedengkian adalah sangat tidak berguna karena mereka tidak tahu apa-apa dan sok tahu. Prabowo tenang saja bekerja. Soal jalan ke luar negeri, Gus Dur juga disebut Gus Tour, Jokowi juga disebut kurang gaul. Susah memang kalau sudah tidak suka, apa pun yang dilakukan pasti dinyinyiri. Suara orang dengki itu tidak berguna.


Presiden ke-7 Indonesia Jokowi


            Jauhi orang toxic, sebaiknya Markisu, mari kita minum susu.

            Foto Prabowo adalah milik Gerindra, foto Gus Dur dari Pergunu DIY, adapun Jokowi dari Beritajakarta id.

            Sampurasun

Thursday, 23 April 2026

Prabowo-Purbaya Jangan Terlalu Terbuka pada Asing

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Baru-baru ini Indonesia telah menganggetkan dunia karena dianggap telah mampu bertahan dari gejolak politik dan ekonomi internasional. Pada saat negara-negara lain tampak rapuh dan goncang akibat perang AS-Israel Vs Iran yang ditandai dengan naik tajamnya harga BBM dan naiknya harga-harga barang, Indonesia tetap bertahan dengan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi untuk rakyat. Hal itu membuat Indonesia tidak mengalami goncangan yang berarti. Rakyat merasakannya biasa-biasa saja seperti hidup sebelum terjadinya perang Iran Vs AS-Israel. Berbeda dengan di negara-negara lain yang sangat merasakan goncangan itu hingga ke kehidupan mereka sehari-hari.

            Kondisi Indonesia yang relatif stabil secara politik dan ekonomi membuat lembaga-lembaga keuangan dunia heran dan mencari tahu tentang strategi Indonesia. Tak kurang dari lembaga keuangan dunia “International Monetary Fund” (IMF) mendatangi Indonesia untuk belajar sekaligus tentu saja menawarkan bantuan keuangan. Untuk bantuan keuangan, Indonesia sudah benar menolaknya. Indonesia sudah tidak membutuhkannya sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berhasil melunasi hutang pada IMF. Sekarang pun demikian, menolak lagi bantuan itu. Meskipun demikian, IMF tetap merayu agar bisa bekerja sama dengan Indonesia. Untuk keinginan mereka mempelajari tentang kebijakan Indonesia, tentu ini harus disikapi dengan hati-hati.


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Managing Director IMF Kritalina Georgieva (Foto: Facebook)


            Kita boleh berbangga dan mensyukuri keadaan Indonesia yang biasa-biasa saja, mampu bertahan, bahkan menunjukkan optimisme untuk melangkah maju. Akan tetapi, tetap harus waspada terhadap pihak asing. Mereka ingin belajar dari Indonesia, tetapi jangan sampai memberikan pengetahuan terlalu terbuka. Hal itu disebabkan bisa saja terjadi mereka sesungguhnya sedang belajar mencari tahu tentang kelemahan Indonesia. Ketika tahu kelemahan Indonesia, mereka bisa masuk melalui jalan itu dan membuat berbagai kesulitan bagi Indonesia. Para ahli sudah banyak yang paham bahwa banyak masukan dan pandangan mereka bisa merugikan Indonesia.

            Kita boleh bergembira dengan penilaian dunia bahwa Indonesia dicatat sebagai cahaya di tengah kegelapan situasi ekonomi akibat perang. Akan tetapi, jangan terlalu bergembira karena tidak ada satu negara pun di dunia ini yang ingin melihat Indonesia maju. Mereka hanya ingin mereka yang maju dan Indonesia tetap berada di bawah mereka. Oleh sebab itu, baik Presiden Prabowo maupun Menteri Purbaya jangan terlalu terbuka mengenai ekonomi Indonesia. Cukup gambaran umum dan optimisme Indonesia saja yang boleh dishare. Adapun untuk kebijakan, teknis, dan hal-hal mendetail lainnya, tidak perlu seluruhnya dibuka karena tidak perlu seluruhnya transparan. Toh, kita berpakaian pun tidak boleh transparan, tetap harus ada yang ditutupi untuk melindungi diri.

            Kita tidak boleh transparan dalam berpakaian meskipun mungkin ada yang menyukai kain transparan. Kalau membayangkan orang lain dengan pakaian transparan sehingga kelihatan seluruh tubuhnya, segera berhenti, lalu minum susu murni supaya sehat.

            Foto Menteri Keuangan Purbaya dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva ada di Facebook.

            Sampurasun.

Wednesday, 1 April 2026

Prabowo Bakal Terkenal Sedunia

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Presiden Indonesia Prabowo memang sudah dikenal, tetapi kalau diibaratkan lampu, masih sebatas lampu petromak yang nyala dengan cara dipompa. Lampu itu bersinar kelap-kelip di antara lampu-lampu LED yang besar-besar, seperti, Donald Trump, Vladimir Putin, Xi Jin Ping, Charles, Emanuel Macron, Muhammad bin Salman Al Saud (MBS), dan Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Demikian pula Negara Indonesia, cahayanya masih mirip petromak. Bahkan, baru ada yang mengenalinya dan merasa kaget, kok ada negara seindah dan seramah Indonesia. Mulai dikenalnya Indonesia banyak disebabkan aktivitas para seniman, terutama musisi semisal Putri Ariani, VoB, Alfy Rev, Chakra Khan, Iwan Fals, Ahmad Dhani, dan Rhoma Irama.

            Presiden Prabowo akan lebih dikenal dunia jika melakukan hal yang mengagetkan, yaitu menarik pasukan TNI sebagai penjaga perdamaian di tempat-tempat yang ada Israel di dalamnya serta keluar dari “Board of Peace” (BoP). Dia akan lebih dipertimbangkan dunia jika mampu menjelaskan alasan-alasan logis penarikan pasukannya.

            Sekarang ini situasi dunia sudah sangat buruk sehingga harus melindungi diri masing-masing. Keinginan kita untuk menciptakan perdamaian semakin sulit karena negara-negara yang harus didamaikan tidak memiliki kehendak untuk berdamai, terutama Israel.

            Beberapa tahun belakangan Israel masih menghormati Indonesia yang ditandai dengan keinginan untuk berhubungan yang selalu ditolak Indonesia. Akan tetapi, saat ini bukan saja tidak menghormati, melainkan sudah menjadikan pasukan TNI yang menjaga perdamaian menjadi sasaran tembak. Meskipun belum ada investigasi resmi dari PBB, kita bisa memastikan bahwa Israel memang sengaja menembak pasukan Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari pernyataan Israel sendiri bahwa pasukan Indonesia terkena serpihan Rudal Israel di Libanon karena tidak berada pada tempat yang aman. Itu artinya mereka tahu pasukan TNI, tetapi tetap menembak. Sementara itu, TNI tidak diperbolehkan membalas, bahkan terlarang untuk meletuskan senjata. Kita sudah lama memang menyaksikan Israel tidak lagi menghormati hukum-hukum internasional karena merasa punya kekuatan didukung Amerika Serikat (AS).


Pasukan TNI Penjaga Perdamaian yang gugur di tangan Israel (Foto: suaraislam.id)


            Kita tidak bisa mengatakan bahwa TNI yang mati kan hanya 4 orang, 1 di Kongo dan 3 di Libanon, sementara pasukan Indonesia yang menjaga perdamaian di seluruh dunia ada lebih dari 2.000 orang, itu hanya sedikit. Salah besar berpendapat seperti itu. Satu orang saja yang terluka atau mati, baik TNI atau bukan, itu harus dilindungi dan kewajiban negara untuk melakukannya, begitu aturannya dalam berinteraksi secara internasional.

            Indonesia sudah punya cukup alasan untuk menarik tentaranya dari dunia dan berkonsentrasi di dalam negeri, termasuk keluar dari BoP. Hal itu disebabkan Israel sudah sangat membahayakan dan Amerika Serikat tidak bisa diharapkan untuk menciptakan perdamaian, malah merusakkan kedamaian yang sedang menuju stabil.

            Prabowo tak perlu takut jika Donald Trump mengancam Indonesia dengan soal tarif karena menarik pasukan TNI dari dunia. Donald Trump itu hanya dewa mabuk yang tidak bisa dipegang omongannya, sekarang dan lima menit kemudian bisa tiba-tiba berubah.

            Jika berani, Prabowo akan lebih dikenal dunia. Orang yang beberapa waktu lalu sangat ramah, tegas, dan cerdas dipuji Donald Trump, tetapi mengundurkan diri dari BoP serta menarik pasukannya sebagai bentuk protes kepada PBB yang sudah harus dirombak itu. Indonesia layak protes, itu sikap yang lembut dibandingkan Presiden Pertama Indonesia Soekarno yang menyatakan keluar dari PBB. Prabowo akan menjadi sorotan dunia jika melakukan itu dan meningkat dari sekedar petromak menjadi LED yang besar mulai sejajar dengan pemimpin dunia lainnya saat ini.

            Foto prajurit TNI yang gugur dalam tugas negara sebagai penjaga perdamaian saya dapatkan dari suaraislam id.

            Prabowo cerdas dan gemoy pertanda sering minum susu. Tinggal keberaniannya untuk menarik TNI dari wilayah konflik sebagai bentuk protes pada dunia yang tampak gagal menyelesaikan konflik di antara manusia.

            Sampurasun.

Sunday, 29 March 2026

Terima Kasih Prabowo, Terima Kasih Purbaya, Terima Kasih Bahlil

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Kenapa kalian?

            Kalian lupa kalau sejak kecil kita disuruh orangtua untuk mengucapkan “terima kasih” jika ada orang yang memberikan sesuatu kepada kita?

            Masa kecil adalah masa yang bahagia ketika ayah, ibu, kakek, nenek, uwak, paman, atau kerabat meminta kita berterima kasih kepada orang yang baik kepada kita.

            Kalian lupa?

            Kalau lupa, kalian harus banyak minum susu. Makanya, minta makanan bergizi gratis (MBG) supaya tidak mudah lupa. Sayang sekali memori indah kalian semasa kecil dirampas kebencian dan hoaks akibat dari kegemaran kalian mengikuti konten-konten nggak jelas di Medsos.

            Kita harus berterima kasih kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dan pejabat lainnya yang telah menjaga energi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tetap stabil, tidak terjadi lonjakan harga dan kelangkaan yang luar biasa. Minimal sampai tulisan ini dibuat, BBM tetap terkendali. Di negara-negara lain sudah mengalami kesulitan yang parah akibat adanya perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran ini.


Presiden Indonesia Prabowo Subianto (Foto: fraksi gerindra dpr-ri) 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: CNBC Indonesia)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Foto: JPNN com)

            Amerika Serikat, Amerika Selatan, Jerman, Afrika, Brazil, Afrika Selatan, dan Inggris mengalami kenaikan harga. Jepang dan Korea Selatan terpaksa mengeluarkan cadangan strategis BBM untuk mengatasi hal ini. India mengalami panic buying dengan antrean mengular untuk membeli BBM. Filipina memberlakukan darurat energi. Vietnam membatasi penerbangan. Laos memotong pajak bensin untuk mengurangi mahalnya harga.   Kamboja melakukan penghematan energi, terutama LPG. Thailand melarang ekspor BBM. Bangladesh menutup universitas dan mengalami antrean panjang untuk BBM. Pakistan memberlakukan WFH dan empat hari kerja. Sri Lanka mengalami penurunan persediaan BBM dengan harga yang tinggi. Sebetulnya ada lebih dari 95 negara yang mengalami kesulitan akibat perang dengan penutupan Selat Hormuz ini. Terlalu banyak jika ditulis di sini.

            Indonesia juga sebenarnya terdampak parah, tetapi pemerintah Prabowo Subianto memiliki tim yang bekerja keras untuk mengatasinya. Hasilnya, seperti hari ini, rakyat masih bisa membeli energi dengan harga yang lama. Mudah-mudahan tetap seperti itu. Meskipun sulit untuk menurunkan harga, mudah-mudahan penghasilan masyarakat meningkat dan terjadi kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan.

            Mengatasi hantaman akibat perang adalah pekerjaan yang sulit, tetapi pemerintah Indonesia bisa mengatasinya hingga hari ini. Kalau pemerintah tidak bekerja dengan baik, sudah pasti terjadi kesusahan juga seperti negara lain. Kita pernah berkali-kali mengalaminya, mengantre panjang dan lama, dengan harga yang meningkat. Akan tetapi, saat ini kita mampu bertahan dan itu bagus.

            Apakah kalian tidak mau berterima kasih kepada pemimpin kita yang sudah bekerja dengan baik?

            Mengucapkan terima kasih adalah kalimat yang mengundang energi positif lainnya ke seputar diri kita sehingga mengundang pula hal-hal positif lainnya. Semakin tebal energi positif kita, semakin berkurang energi negatif dari diri kita. Itu pasti.

            Kalau pemerintah melakukan kebaikan, dukunglah dengan baik. Jika mereka melakukan kesalahan dan kekurangan, kritik dengan baik pula. Begitulah caranya hidup menjadi manusia yang punya adab.

            Jangan lupa ajaran nenek moyang kita untuk selalu mengucapkan terima kasih.

            Jangan lupa juga minum susu.

            Foto Prabowo adalah milik fraksi gerindra dpr-ri, Purbaya milik CNBC Indonesia, Bahlil milik JPNN com.

            Sampurasun.

Friday, 13 March 2026

Stop MBG untuk Seluruh Siswa, Sebagian Saja

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Keinginan Presiden RI Prabowo untuk memberikan makanan bergizi gratis (MBG) adalah keinginan yang baik, positif, dan sudah pasti dicatat sebagai kebaikan oleh malaikat. Dalam Islam, baru niat berbuat baik saja sudah dicatat sebagai kebaikan. Jika niat itu terwujud nyata, pahala kebaikannya berlipat-lipat. Kalaupun tidak terwujud, pahala kebaikan niatnya sudah didapat. Prabowo menginginkan bahwa dengan makanan yang bergizi itu para pemuda Indonesia berotak cerdas dan memiliki keahlian yang bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara. Orang-orang cerdas pasti sudah paham bahwa makanan yang bergizi itu akan memudahkan kerja-kerja otak dan memberikan kesehatan pada tubuh.

            Foto Prabowo dan MBG berasal dari detikFinance – detikcom.

            Awalnya, saya pikir MBG itu hanya untuk siswa dari kalangan keluarga tidak mampu yang biasanya melengkapi diri dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), para penerima Bansos, PKH, atau pemburu istilah-istilah …kin, seperti, Raskin, Gaskin, Rumkin, atau istilah-istilah kemiskinan lainnya. Adapun siswa dari keluarga mampu, tidak dikasih karena keluarganya mampu menyediakan gizi yang cukup. Kenyataannya, pemerintah memberikan MBG untuk seluruh siswa, baik dari kalangan tidak mampu ataupun mampu. Cukup mengagetkan karena itu pasti membutuhkan uang yang sangat banyak. Tampaknya pemerintah ingin memastikan generasi muda dari seluruh kalangan terjamin gizinya dan itu bagus. Kalaupun ada kekurangan-kekurangan, bisa segera diatasi agar tujuan pemberian MBG ini bisa tercapai dengan baik.


Prabowo dan makanan bergizi gratis (Foto: detikFinance - detikcom)


            Pada perjalanannya, MBG ini mendapatkan banyak kritikan dan itu bagus karena mendapatkan perhatian dari masyarakat untuk perbaikan pada masa depan. Akan tetapi, bukan hanya kritikan yang beredar, melainkan pula cibiran, nyinyiran, hoaks, kebencian, penyesatan informasi yang nilainya sampah ikut mengganggu pelaksanaan MBG. Hal-hal sampah ini mempengaruhi siswa, orangtua, sekolah, dan berbagai kalangan masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah perlu mendapat informasi siapa saja yang tidak setuju MBG, sekolah mana saja yang tidak menghormati program MBG, lembaga mana saja yang tidak berterima kasih atas MBG, termasuk sampai catatan perorangan yang dianggap mempersulit MBG. Pemerintah harus secepatnya menghentikan pemberian MBG itu kepada sekolah-sekolah, siswa, keluarga, ataupun lembaga yang dianggap mengganggu program MBG. Pemerintah hanya harus berkonsentrasi kepada mereka yang memang pandai bersyukur, berterima kasih, dan membutuhkan MBG itu. Tidak perlu semua siswa dari semua keluarga dan semua sekolah diberi MBG. Mereka yang dianggap butuh saja yang harus diperhatikan. Mereka yang rewel, sebaiknya menyediakan makanannya sendiri.

            Dengan membatasi pemberian MBG, pemerintah dapat menghemat uang sehingga bisa menggunakan uang itu untuk kesejahteraan guru honorer ataupun bantuan tenaga kependidikan lainnya. Prabowo harus menerima kenyataan bahwa tidak seluruh rakyat Indonesia bisa bekerja sama dan memahami program-program yang dianggapnya baik. Dengan demikian, Prabowo harus merelakan bahwa mereka yang tidak mau berjalan seiringan dengan pemerintah, sebaiknya dikesampingkan saja dan fokus kepada mereka yang membutuhan program-program pemerintah. Dengan cara seperti ini, keuangan bisa lebih hemat.

            Biarin yang rewel mah dengan kerewelannya, kerja sama saja dengan mereka yang mau bekerja sama.

            Sampurasun.

Thursday, 12 March 2026

Amerika Serikat Korban Hoaks

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Terkait dengan perang AS-Israel Vs Iran, tampak sekali Amerika Serikat telah menjadi korban hoaks. Entah hoaks itu diciptakan presidennya sendiri, Donald Trump, atau mendapatkan banyak masukan yang tidak berdasar di lingkarannya. Bisa juga karena mendapatkan desakan dari Israel melalui Perdana Menteri (PM) Netanyahu untuk segera menyerang karena Iran adalah ancaman bagi Israel.

            Dunia sedikit terkejut dengan perang ini yang sesungguhnya dimulai oleh Israel yang kemudian diikuti Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, sesungguhnya hanya terjadi keributan kecil soal perjanjian nuklir yang telah bertahun-tahun itu. Biasa saja, soal kesepakatan. Di samping itu, ada peristiwa unik dengan munculnya “Board of Peace” (BoP) atau Dewan Perdamaian yang pasukan Indonesia menjadi pemain kunci di jalur Gaza, Palestina. BoP ini menjadi semacam kebanggaan bagi Trump jika berhasil mengamankan jalur Gaza dan membangunnya menjadi kawasan modern yang menyenangkan bagi rakyat Gaza di bawah perlindungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ketika dunia, khususnya Indonesia sedang asyik-asyiknya memberikan saran dan masukan bagi Prabowo jika menjadi pemain inti perdamaian di Palestina, tiba-tiba terjadi perang yang sangat dahsyat hingga saat ini.

            Akibat dari perang ini, rencana BoP menjadi tertahan. Indonesia harus berpikir ulang bolak-balik untuk rencana perdamaian versi BoP ini. Memang sulit jadi Prabowo dalam pergaulan dunia dewasa ini. Jika berada dalam BoP, banyak keuntungan ekonomi yang didapat Indonesia, tetapi akan sibuk mengatasi gejolak politik di dalam negeri. Jika ke luar BoP, gejolak politik dalam negeri bisa diredam, tetapi akan mendapatkan serangan dari negara anggota BoP lainnya yang berpotensi mengancam ekonomi Indonesia. Intinya, Prabowo harus memikirkan yang terbaik bagi negara sendiri terlebih dahulu karena itu adalah hal yang paling utama.

            Soal AS menjadi korban Hoaks, mudah sekali dilihatnya. Diisukan Iran punya senjata nuklir, padahal tidak. Digosipkan rakyat Iran sudah membenci para mullah, padahal tidak. Dikabarkan kalau pemimpinnya tewas bakal ganti rezim, padahal tidak. Disebutkan Iran negaranya hampir bangkrut, padahal tidak. Disebutkan teknologi senjatanya rendah dan terbatas, padahal tidak. Diyakini perang bakal berhenti dalam empat hari, padahal bisa berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

            Itu adalah hoaks-hoaks yang telah menjerat AS hingga sulit keluar dari perang melawan Iran. Sebetulnya, rakyat AS sendiri tidak mau perang. Dari survey, hanya 27% rakyat AS yang setuju perang, sejumlah 73% tidak setuju dan tidak tahu. Dari dukungan politik rakyat saja sudah rendah, belum lagi soal keuangan yang menguras keuangan AS sejumlah 15 T per hari. Hal itu diperparah dengan kematian ratusan prajurit AS yang tidak mengerti kenapa mereka harus perang dengan Iran. Donald Trump menyatakan bahwa tentaranya sedang membela negeri AS, tetapi rakyatnya merasakan bahwa anak-anak muda mereka mati adalah untuk kepentingan Israel. AS memang sedang menangguk kerugian yang sangat banyak.


Tentara AS yang dikirimkan untuk perang (Foto: Suara.com)


            Ilustrasi tantara AS yang tampak bingung berbaris untuk perang saya dapatkan dari Suara com.

            Meskipun demikian, dapat kita pahami bahwa hoaks itu dapat menjerat manusia jika di dalam dirinya ada rasa iri, kebencian, ketakutan, arogan, dan kebodohan sehingga melakukan tindakan-tindakan idiot yang merugikan dirinya sendiri. Hal ini bisa dilihat dari apa yang terjadi pada AS dan para pemimpinnya yang saat ini panik, kalang kabut, sok tenang, tetapi bingung karena jalan keluar dari perang semakin sulit. Iran sudah tidak mau lagi diajak diskusi. Iran hanya mau perang dan menentukan sendiri kapan harus berakhir.

            Begitulah hoaks bisa menjerat manusia ke dalam kebingungan dan kebodohan yang mempermalukan diri. Di Indonesia sendiri sudah bisa dilihat bahwa para pejuang hoaks itu berguguran dan menghilang satu per satu secara lucu meskipun membuat hoaks baru karena sakit hati hoaks yang lama sudah tak lagi laku.

            Sampurasun.

Friday, 27 February 2026

Israel Ternyata Lemah

 


 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu ternyata penakut. Dia tidak hadir pada rapat perdana “Board of Peace” (BoP) untuk bertemu Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Normalnya, pada rapat lobi-lobi BoP Netanyahu dan Prabowo berdebat untuk menyelesaikan masalah gencatan senjata di Gaza, Palestina. Akan tetapi, Netanyahu tidak datang, titip pesan ke menterinya, penakut memang.

            Lebih dari itu, ternyata Israel adalah negara lemah. Hal ini bisa diperhatikan dalam pidato Netanyahu sendiri di depan para pendukungnya. Dia menjelaskan bahwa Hamas harus dilucuti senjatanya. Dia tidak ingin ada senjata berat di tangan Hamas yang berkeliaran di Gaza. Selanjutnya, dia sendiri menjelaskan bahwa senjata AK 47 adalah senjata berat. Dia tidak ingin ada AK 47 di Gaza.

            Cukup mengagetkan kalau AK 47 dikategorikan senjata berat karena itu termasuk senjata ringan. AK 47 adalah senapan serbu yang dibuat Mikhael Kalashnikov warga Unisoviet. Itu adalah senapan yang awalnya dibuat tahun 1947, senapan lama yang beken ketika perang di Afghanistan.


AK 47 (Foto: Skillset Magazine)


            Pernyataan Netanyahu tersebut menunjukkan dua hal. Pertama, Israel itu ternyata lemah sehingga sangat takut dengan AK 47, padahal mereka punya Tank Merkava, Rudal, roket, patriot, bom, dan senjata berat lainnya. Adapun Hamas, hanya dengan bermodalkan AK 47, ternyata membuat Israel kewalahan puluhan tahun.

            Kedua, sekarang semakin jelas bahwa Israel adalah pihak yang membuat banyak sekali kerusakan di Gaza. Bangunan-bangunan hancur, sekolah menjadi puing-puing, pasar berantakan, fasilitas kesehatan rusak berat, orang-orang mati adalah akibat senjata berat Israel. Di seputar Rumah Sakit Indonesia yang berada di Gaza, sudah tidak ada lagi bangunan utuh yang berdiri, rata berantakan. Tinggal RS Indonesia yang masih berdiri meski dalam kondisi rusak.


Bangunan di Gaza hancur akibat senjata Israel (Foto: detikNews-detikcom)


Tidak mungkin AK 47 Hamas dapat meruntuhkan bangunan sepuluh lantai atau rumah rakyat biasa. Kehancuran rumah dan gedung adalah akibat dari senjata-senjata berat Israel. Jadi yang membuat teror dan kerusakan di sana-sini adalah senjata milik Israel, bukan Hamas.

Kurang jelas apalagi dengan kenyataan seperti itu?

Kerusakannya adalah ditimbulkan Israel berdasarkan isi pidato PM Netanyahu sendiri, bukan Hamas.

Foto AK 47 saya dapatkan dari Skillset Magazine dan foto Gaza berantakan dari detikNews-detikcom.

Sampurasun.

Tuesday, 17 February 2026

Netanyahu Takut pada Prabowo

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tampaknya takut kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Hal ini bisa dilihat dari tidak bersedia hadir untuk bertemu Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC besok, Kamis, 19 Februari 2026. Netanyahu mewakilkannya kepada Menlu Israel Gideon Saar untuk bertemu Prabowo dalam rapat itu. Demikian pula sebelumnya, Netanyahu mendaftarkan Israel untuk bergabung BoP sendirian lewat ngumpet di jalur belakang melalui Menlu Amerika Serikat (AS) Marco Rubio.


PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: ANTARA News Kalteng)


            Berbeda dengan Prabowo yang ketika bergabung terbuka di depan publik dan di depan para pemimpin dunia lainnya. Bahkan, berkali-kali Presiden AS Donald Trump menyalami Prabowo dengan lama sambil mengguncang-guncang dan menepuk-nepuk punggung Prabowo dengan hangatnya. Demikian pula Prabowo menjadi sorotan dunia sejak sebelum berangkat ke Washington untuk rapat perdana BoP, saat berangkat, ketika sampai, dan saya yakin ketika berlangsung rapat serta setelahnya, tetap menjadi sorotan dunia dan bersedia berdebat serta berdiskusi soal perdamaian dengan siapa saja.


Presiden RI Prabowo Subianto berjoget (Foto: Tempo co)


            Netanyahu dan Israel memang sedang terpojok. Dia dimusuhi banyak orang. Di dunia Islam sudah jelas dibenci, di Eropa pun dikutuk, di AS dimaki-maki. Bahkan, di Israel sendiri menghadapi penentangan yang sangat hebat dan kutukan luar biasa. Para rabi Yahudi berteriak bahwa mereka merasa lebih baik mati sebagai Yahudi dibandingkan mati sebagai zionis seperti Netanyahu.

            Kalaulah Netanyahu menganggap tidak penting pertemuan perdana BoP, itu sangatlah aneh karena dalam rapat itu akan diputuskan kehadiran pasukan Prabowo untuk menjaga perdamaian serta membuat mundur pasukan Israel dari Gaza, Palestina. Artinya, dia akan kehilangan kesempatan berdebat dengan Prabowo soal Gaza dan mengalami kerugian karena harus menyingkir dari sana. Prabowo sendiri akan menjalankan pasukannya dengan cara Indonesia dan berdasarkan kepentingan Indonesia, bukan untuk kepentingan yang lain. Kalaulah Netanyahu berani berdebat dan memaksa pasukan Indonesia tunduk pada keinginan Israel, Prabowo punya tombol “eject” untuk segera keluar dari BoP dan membiarkan mereka terus saling bunuh dengan Hamas serta membuat rencana Donald Trump berantakan, mangkrak sebelum dimulai.

            Ini cara cerdas Indonesia untuk menekan AS agar Israel mundur dari Gaza. Kalau tidak, persilakan AS cari pasukan lain yang bersedia dan diterima di Gaza. Faktanya, hari ini hanya Prabowo yang lantang sambil memukul meja PBB menyediakan putera-puterinya sejumlah 20 ribu, bahkan lebih untuk menjaga perdamaian dunia.

            Netanyahu takut pada Prabowo. Kalau dia berani datang berdebat dengan Prabowo besok dalam rapat BoP, tulisan saya ini berarti salah dan akan saya hapus selamanya.

            Foto Prabowo joget saya dapatkan dari Tempo co dan Netanyahu dari ANTARA News Kalteng.

            Sampurasun.