oleh
Tom Finaldin
Bandung,
Putera Sang Surya
Perdana Menteri (PM) Israel
Benjamin Netanyahu tampaknya takut kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Hal ini
bisa dilihat dari tidak bersedia hadir untuk bertemu Prabowo Subianto dalam Konferensi
Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC besok, Kamis,
19 Februari 2026. Netanyahu mewakilkannya kepada Menlu Israel Gideon Saar untuk
bertemu Prabowo dalam rapat itu. Demikian pula sebelumnya, Netanyahu
mendaftarkan Israel untuk bergabung BoP sendirian lewat ngumpet di jalur
belakang melalui Menlu Amerika Serikat (AS) Marco Rubio.
![]() |
| PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: ANTARA News Kalteng) |
Berbeda dengan Prabowo yang ketika bergabung terbuka di
depan publik dan di depan para pemimpin dunia lainnya. Bahkan, berkali-kali
Presiden AS Donald Trump menyalami Prabowo dengan lama sambil mengguncang-guncang
dan menepuk-nepuk punggung Prabowo dengan hangatnya. Demikian pula Prabowo
menjadi sorotan dunia sejak sebelum berangkat ke Washington untuk rapat perdana
BoP, saat berangkat, ketika sampai, dan saya yakin ketika berlangsung rapat
serta setelahnya, tetap menjadi sorotan dunia dan bersedia berdebat serta berdiskusi
soal perdamaian dengan siapa saja.
![]() |
| Presiden RI Prabowo Subianto berjoget (Foto: Tempo co) |
Netanyahu dan Israel memang sedang terpojok. Dia dimusuhi
banyak orang. Di dunia Islam sudah jelas dibenci, di Eropa pun dikutuk, di AS
dimaki-maki. Bahkan, di Israel sendiri menghadapi penentangan yang sangat hebat
dan kutukan luar biasa. Para rabi Yahudi berteriak bahwa mereka merasa lebih
baik mati sebagai Yahudi dibandingkan mati sebagai zionis seperti Netanyahu.
Kalaulah Netanyahu menganggap tidak penting pertemuan
perdana BoP, itu sangatlah aneh karena dalam rapat itu akan diputuskan kehadiran
pasukan Prabowo untuk menjaga perdamaian serta membuat mundur pasukan Israel dari
Gaza, Palestina. Artinya, dia akan kehilangan kesempatan berdebat dengan
Prabowo soal Gaza dan mengalami kerugian karena harus menyingkir dari sana. Prabowo
sendiri akan menjalankan pasukannya dengan cara Indonesia dan berdasarkan
kepentingan Indonesia, bukan untuk kepentingan yang lain. Kalaulah Netanyahu
berani berdebat dan memaksa pasukan Indonesia tunduk pada keinginan Israel, Prabowo
punya tombol “eject” untuk segera
keluar dari BoP dan membiarkan mereka terus saling bunuh dengan Hamas serta
membuat rencana Donald Trump berantakan, mangkrak sebelum dimulai.
Ini cara cerdas Indonesia untuk menekan AS agar Israel
mundur dari Gaza. Kalau tidak, persilakan AS cari pasukan lain yang bersedia
dan diterima di Gaza. Faktanya, hari ini hanya Prabowo yang lantang sambil memukul
meja PBB menyediakan putera-puterinya sejumlah 20 ribu, bahkan lebih untuk
menjaga perdamaian dunia.
Netanyahu takut pada Prabowo. Kalau dia berani datang berdebat
dengan Prabowo besok dalam rapat BoP, tulisan saya ini berarti salah dan akan
saya hapus selamanya.
Foto Prabowo joget saya dapatkan dari Tempo co dan
Netanyahu dari ANTARA News Kalteng.
Sampurasun.










