oleh
Tom Finaldin
Bandung,
Putera Sang Surya
Sesungguhnya Amerika Serikat
(AS) bergaya mabuk disebabkan pemimpinnya sendiri Presiden Donald Trump yang
berperilaku dan berbicara seperti Dewa Mabuk. Sekarang dengan kemarin
omongannya bisa beda, sikapnya kadang pakai akal kadang pakai emosi, kadang
seperti jagoan, tetapi buktinya nggak ada.
Beberapa waktu lalu AS melecehkan dan sesumbar akan
menghancurkan Iran pada 1 Februari 2026, mengirimkan kapal induk Abraham
Lincoln yang membawa puluhan pesawat tempur dan dikawal kapal-kapal perang
mendekati laut Iran. Akan tetapi, sampai tulisan ini dibuat, AS tidak juga
menyerang Iran. Kelihatannya hanya menggertak.
Sikap AS yang seperti itu membuat Iran dan Cina
berperilaku genit. Dengan melihat dan merasakan AS yang ketakutan dan mulai
mundur dari perairan internasional, Iran mulai genit. Iran menggoda AS dengan
mengirimkan drone shaheed yang kalau di Indonesia dibacanya drone syahid. Drone
itu terbang menuju kapal induk AS dengan agresif, lalu ditembak jatuh oleh jet
tempur F55 AS. Iran tidak rugi karena drone itu harganya murah, sekitar Rp30
jutaan, tetapi sudah mampu memberikan data aktivitas dan peralatan tempur laut
AS pada militer Iran. Cina juga tampaknya melihat AS ketakutan, lalu
mendekatinya dengan menggunakan kapal laut penelitian Da Yang Yi Hao. Semakin
dekat kapal Cina mendekati kapal tempur AS. Sementara itu, Rusia ikut
meramaikan dengan berlatih tempur bersama Iran dan Cina di dekat kapal milik
AS.
Tampaknya Iran dan Cina yang berteman itu mulai genit
menggoda AS. Kalau dalam istilah Sunda, mereka itu sedang “ngalonyeng” pada AS. Mereka meniru gaya AS yang mengancam, tetapi
dengan cara meledek dan bertindak rese mengesalkan. Rusia memanfaatkan situasi
itu dengan bergabung ke Iran dan Cina.
![]() |
| Kapal AS diusir kapal Iran (Foto: Disway) |
Kalau diilustrasikan dalam kisah sehari-hari di
Indonesia, AS itu ibarat preman yang sedang mabuk berat, ngomongnya ngaco,
tetapi punya fisik yang besar dan menyeramkan. Preman itu mengancam ke siapa
saja, termasuk ke Iran. Ketika ditantang balik oleh Iran, AS mundur teratur
menjauh. Ketika situasi itu terjadi, Iran tiba-tiba mencolek preman AS itu.
Seolah-olah Iran berkata sambal mencolek AS, “Mau ke mana
lu? Katanya ngajak berantem, sekarang kok pergi?”
Cina yang paham hal itu, mulai menggoda mendekati preman
AS sambil berkata, “Tenang, kalem, gua cuma cari cacing di sini buat umpan
mancing.”
Rusia
yang paham situasi hanya berdehem, “Ehem, … ehem.”
Kehadiran Rusia membuat AS kaget, lalu pergi makin
menjauh mengambil jarak aman. Preman AS mulai mencium bahaya lebih besar ketika
Iran, Cina, dan Rusia mulai berlatih perang dekat armada laut AS. Situasi mulai
berbalik, AS yang kini tampak terusir dari wilayah perairan Iran.
Ini tampak lucu, tetapi juga menakutkan. Jika salah satu
pihak tidak mampu menahan diri, mereka akan habis-habisan membela
keberlangsungan hidup dan martabat mereka. Seperti itulah.
Ilustrasi kapal tempur AS yang diusir Iran saya dapatkan
dari Disway.
Sampurasun.








