oleh
Tom Finaldin
Bandung,
Putera Sang Surya
Unipolar dalam politik secara
sederhana berarti adanya suatu kaum, bangsa, atau negara yang berkuasa mutlak
di muka Bumi dalam segala bidang, baik itu militer, ekonomi, politik sumber
daya, dan yang lainnya. Kekuasaannya itu mengatur dan menundukkan semua bangsa di
dunia. Dalam kenyataannya, hal itu tidak pernah ada. Kalaupun disebut ada, itu hanyalah
sebatas klaim, pengakuan, propaganda, ataupun kampanye. Dalam sejarah Bumi
sejak diciptakan, tidak pernah ada suatu kaum yang benar-benar mutlak menguasai
seluruh kaum di dunia.
![]() |
| Planet Bumi (Foto: Kompas.com) |
Coba saja pelajari sejarah, tak pernah ada yang berkuasa
mutlak. Selalu saja ada kaum lain yang menjadi rival atau saingan, baik itu
sebuah kaum atau bangsa maupun banyak bangsa, rupa-rupa negara. Kita bisa baca
sejarah ada kekuatan-kekuatan besar di dunia, seperti, Persia, Romawi, Yunani, Arab,
ataupun Mongol. Mereka selalu bersaing dan berdiri menantang yang lainnya.
Dalam kehidupan modern, kita mengenal Amerika Serikat yang ditantang oleh
Unisoviet, lalu Rusia. Sekarang, bertambah kekuatan Cina berdiri menjadi negara
yang juga sangat kuat.
Hal itu berarti dunia selalu multipolar, banyak kekuatan,
atau paling tidak bipolar, ada dua kekuatan besar yang berdiri saling klaim
sebagai negara kuat di muka Bumi. Tak pernah benar-benar Unipolar, hanya satu
kekuatan yang menguasai seluruh Bumi.
Suka atau tidak, percaya atau tidak, memang kehidupan di
dunia ini sudah diciptakan Allah swt agar tidak ada satu bangsa pun yang
berkuasa mutlak atas yang lainnya. Hal itu disebabkan agar kehidupan manusia
terjamin tetap berlangsung hingga kiamat tiba. Jika suatu bangsa dibiarkan
berkuasa secara mutlak, bangsa itu akan berlaku sewenang-wenang terhadap bangsa
lainnya, sebagaimana yang disebutkan dalam berbagai teori realisme, manusia
selalu berusaha mengalahkan manusia lainnya. Faktanya adalah Allah swt selalu
menjadikan bangsa lainnya untuk menjadi penyeimbang di Bumi hingga kiamat tiba.
Perhatikan kata-kata Allah swt berikut ini dalam QS Al
Hajj 22 : 40:
“… Seandainya Allah tidak menolak
(keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan
biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi, dan
masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah ….”
Itu
pernyataan Allah swt yang menjelaskan bahwa keganasan manusia ditolak oleh manusia lainnya. Artinya, selalu
ada kekuatan yang menyeimbangkan kekuatan di antara manusia. Kalau hanya ada
satu kekuatan, tempat-tempat ibadat di Bumi ini sudah roboh seluruhnya dan tak
ada lagi yang menyebut nama Allah swt dengan bahasanya masing-masing. Saya
orang Sunda suka menyebut Allah swt dengan istilah “Gusti, Pangeran, Nu Kawasa, Nu Ngersakeun”. Bangsa lain tentu
memiliki sebutan berbeda, tetapi maksudnya adalah sama, yaitu Zat Yang
Menciptakan Seluruh Alam Ini.
Dengan
melihat bukti-bukti sejarah dan pernyataan Allah swt, setiap bangsa ataupun
setiap manusia yang merasa ataupun berusaha untuk menguasai Bumi adalah
keinginan yang sia-sia. Itu tidak akan pernah terjadi. Cuma ngimpi. Sehebat apa
pun teknologi dan militer, tidak akan pernah terjadi.
Manusia
harus sadar dengan hal ini. Mereka hanya membuat kesesatan, kejahatan, dan
kerusakan jika ingin berkuasa atas seluruh manusia. Sekali lagi, itu cuma mimpi.
Ilustrasi
planet Bumi adalah milik Kompas com.
Sampurasun.









