oleh
Tom Finadin
Bandung,
Putera Sang Surya
Ketika ditanya tentang Negara
Iran yang sedang berperang melawan Amerika Serikat-Israel, Presiden Rusia
Vladimir Putin menjawab, “Sesungguhnya Iran sedang bermain catur.”
Putin menjawab seperti itu karena Rusia dipenuhi para
pemain catur tingkat dunia. Ada Garry Kasparov, Anatoly Karpov, dan yang
lainnya mendominasi permainan catur dunia di samping pemain-pemain nasional dan
internasional lainnya.
Saya melihat Iran itu sedang berdangdut karena Indonesia
dipenuhi musisi dangdut. Ada Raja Dangdut Rhoma Irama, Ratu Dangdut Elvi
Sukaesih, dan musisi lainnya di tingkat nasional dan internasional.
Intinya, pendapat seseorang itu dipengaruhi oleh
lingkungannya. Dia memisalkan sesuatu sesuai dengan hal-hal yang
diperhatikannya sehari-hari.
![]() |
| Netanyahu (Foto: AA) |
| Donald Trump (Foto: Classic FM) |
![]() |
| Tarian tradisional Iran (Foto: Orienttrips) |
Iran bisa diibaratkan penari dangdut, sedangkan Amerika
Serikat (AS) dan Israel adalah pemain instrumennya dan penyanyinya. Iran
menari, berjoget karena AS-Israel memainkan lagu dangdut yang tak bisa ditolak
untuk dijogetin. Tadinya, AS-Israel hanya memainkan sebuah lagu dengan harapan
Iran akan letih berjoget hanya dengan satu lagu. Akan tetapi, kenyataannya Iran
memiliki tubuh dan gerakan yang sangat prima. Iran tak berhenti berjoget dangdut
dan disemangati penonton. Hal tersebut membuat AS-Israel tak bisa berhenti
memainkan musik dangdut karena akan dibuli penonton sebagai musisi lemah.
Lagu dangdut terus dimainkan dan membuat AS-Israel mulai
lemah serta kebingungan memainkannya. Mereka meminta Iran untuk berhenti
berjoget, tetapi Iran menolaknya, ingin terus berdangdut.
Iran bahkan meminta lagu yang ada liriknya, “Kau yang
memulai, kau yang mengakhiri ….”
Akibatnya, AS-Israel marah dan akan memainkan lagu hingga
lebih dari sepuluh lagu yang akan membuat Iran lelah, pingsan, bahkan mati
dipermalukan di depan penonton. Akan tetapi, Iran menunjukkan ketahanannya
dalam berjoget dan mendapatkan pujian dari penonton.
Iran bahkan menantang AS-Israel dengan teriakan, “Taaarik
Maaang!”
Hal itu memaksa AS-Israel terus memainkan musik meskipun telah
sangat lelah, tetapi tidak tahu bagaimana caranya berhenti tanpa harus menanggung
malu di depan penonton. Mereka terpaksa bertahan sambil kebingungan untuk menghentikan
Iran yang tetap semangat berjoget. Panggung itu menjadi pusat perhatian dunia
dan penonton mulai melihat siapa yang sebenarnya letih, lelah, berdarah,
limbung, hampir pingsan, dan akan mendapat malu dengan teriakan, “Huuu …!”
“Kau yang memulai, aku yang menentukan syarat untuk
mengakhirinya,” kata Iran.
Kartun Netanyahu saya dapatkan dari AA hasil karya Hanitzsch
kartunis Jerman, Donald Trump milik Classic FM. Ilustrasi tarian Iran dari
Orienttrips, bukan tarian dangdut, melainkan tarian tradisional Iran.











