Friday, 20 March 2026

Allah swt Tidak Akan Membiarkan Dunia Unipolar

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Unipolar dalam politik secara sederhana berarti adanya suatu kaum, bangsa, atau negara yang berkuasa mutlak di muka Bumi dalam segala bidang, baik itu militer, ekonomi, politik sumber daya, dan yang lainnya. Kekuasaannya itu mengatur dan menundukkan semua bangsa di dunia. Dalam kenyataannya, hal itu tidak pernah ada. Kalaupun disebut ada, itu hanyalah sebatas klaim, pengakuan, propaganda, ataupun kampanye. Dalam sejarah Bumi sejak diciptakan, tidak pernah ada suatu kaum yang benar-benar mutlak menguasai seluruh kaum di dunia.


Planet Bumi (Foto: Kompas.com)


            Coba saja pelajari sejarah, tak pernah ada yang berkuasa mutlak. Selalu saja ada kaum lain yang menjadi rival atau saingan, baik itu sebuah kaum atau bangsa maupun banyak bangsa, rupa-rupa negara. Kita bisa baca sejarah ada kekuatan-kekuatan besar di dunia, seperti, Persia, Romawi, Yunani, Arab, ataupun Mongol. Mereka selalu bersaing dan berdiri menantang yang lainnya. Dalam kehidupan modern, kita mengenal Amerika Serikat yang ditantang oleh Unisoviet, lalu Rusia. Sekarang, bertambah kekuatan Cina berdiri menjadi negara yang juga sangat kuat.

            Hal itu berarti dunia selalu multipolar, banyak kekuatan, atau paling tidak bipolar, ada dua kekuatan besar yang berdiri saling klaim sebagai negara kuat di muka Bumi. Tak pernah benar-benar Unipolar, hanya satu kekuatan yang menguasai seluruh Bumi.

            Suka atau tidak, percaya atau tidak, memang kehidupan di dunia ini sudah diciptakan Allah swt agar tidak ada satu bangsa pun yang berkuasa mutlak atas yang lainnya. Hal itu disebabkan agar kehidupan manusia terjamin tetap berlangsung hingga kiamat tiba. Jika suatu bangsa dibiarkan berkuasa secara mutlak, bangsa itu akan berlaku sewenang-wenang terhadap bangsa lainnya, sebagaimana yang disebutkan dalam berbagai teori realisme, manusia selalu berusaha mengalahkan manusia lainnya. Faktanya adalah Allah swt selalu menjadikan bangsa lainnya untuk menjadi penyeimbang di Bumi hingga kiamat tiba.

            Perhatikan kata-kata Allah swt berikut ini dalam QS Al Hajj 22 : 40:

“… Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi, dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah ….”

Itu pernyataan Allah swt yang menjelaskan bahwa keganasan manusia  ditolak oleh manusia lainnya. Artinya, selalu ada kekuatan yang menyeimbangkan kekuatan di antara manusia. Kalau hanya ada satu kekuatan, tempat-tempat ibadat di Bumi ini sudah roboh seluruhnya dan tak ada lagi yang menyebut nama Allah swt dengan bahasanya masing-masing. Saya orang Sunda suka menyebut Allah swt dengan istilah “Gusti, Pangeran, Nu Kawasa, Nu Ngersakeun”. Bangsa lain tentu memiliki sebutan berbeda, tetapi maksudnya adalah sama, yaitu Zat Yang Menciptakan Seluruh Alam Ini.

Dengan melihat bukti-bukti sejarah dan pernyataan Allah swt, setiap bangsa ataupun setiap manusia yang merasa ataupun berusaha untuk menguasai Bumi adalah keinginan yang sia-sia. Itu tidak akan pernah terjadi. Cuma ngimpi. Sehebat apa pun teknologi dan militer, tidak akan pernah terjadi.

Manusia harus sadar dengan hal ini. Mereka hanya membuat kesesatan, kejahatan, dan kerusakan jika ingin berkuasa atas seluruh manusia. Sekali lagi, itu cuma mimpi.

Ilustrasi planet Bumi adalah milik Kompas com.

Sampurasun.

No comments:

Post a Comment