Monday, 23 March 2026

Iran Berdangdut: Taaarik Maang!

 

oleh Tom Finadin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Ketika ditanya tentang Negara Iran yang sedang berperang melawan Amerika Serikat-Israel, Presiden Rusia Vladimir Putin menjawab, “Sesungguhnya Iran sedang bermain catur.”

            Putin menjawab seperti itu karena Rusia dipenuhi para pemain catur tingkat dunia. Ada Garry Kasparov, Anatoly Karpov, dan yang lainnya mendominasi permainan catur dunia di samping pemain-pemain nasional dan internasional lainnya.

            Saya melihat Iran itu sedang berdangdut karena Indonesia dipenuhi musisi dangdut. Ada Raja Dangdut Rhoma Irama, Ratu Dangdut Elvi Sukaesih, dan musisi lainnya di tingkat nasional dan internasional.

            Intinya, pendapat seseorang itu dipengaruhi oleh lingkungannya. Dia memisalkan sesuatu sesuai dengan hal-hal yang diperhatikannya sehari-hari.


Netanyahu (Foto: AA)


Donald Trump (Foto: Classic FM)


Tarian tradisional Iran (Foto: Orienttrips) 


            Iran bisa diibaratkan penari dangdut, sedangkan Amerika Serikat (AS) dan Israel adalah pemain instrumennya dan penyanyinya. Iran menari, berjoget karena AS-Israel memainkan lagu dangdut yang tak bisa ditolak untuk dijogetin. Tadinya, AS-Israel hanya memainkan sebuah lagu dengan harapan Iran akan letih berjoget hanya dengan satu lagu. Akan tetapi, kenyataannya Iran memiliki tubuh dan gerakan yang sangat prima. Iran tak berhenti berjoget dangdut dan disemangati penonton. Hal tersebut membuat AS-Israel tak bisa berhenti memainkan musik dangdut karena akan dibuli penonton sebagai musisi lemah.

            Lagu dangdut terus dimainkan dan membuat AS-Israel mulai lemah serta kebingungan memainkannya. Mereka meminta Iran untuk berhenti berjoget, tetapi Iran menolaknya, ingin terus berdangdut.

            Iran bahkan meminta lagu yang ada liriknya, “Kau yang memulai, kau yang mengakhiri ….”

            Akibatnya, AS-Israel marah dan akan memainkan lagu hingga lebih dari sepuluh lagu yang akan membuat Iran lelah, pingsan, bahkan mati dipermalukan di depan penonton. Akan tetapi, Iran menunjukkan ketahanannya dalam berjoget dan mendapatkan pujian dari penonton.

            Iran bahkan menantang AS-Israel dengan teriakan, “Taaarik Maaang!”

            Hal itu memaksa AS-Israel terus memainkan musik meskipun telah sangat lelah, tetapi tidak tahu bagaimana caranya berhenti tanpa harus menanggung malu di depan penonton. Mereka terpaksa bertahan sambil kebingungan untuk menghentikan Iran yang tetap semangat berjoget. Panggung itu menjadi pusat perhatian dunia dan penonton mulai melihat siapa yang sebenarnya letih, lelah, berdarah, limbung, hampir pingsan, dan akan mendapat malu dengan teriakan, “Huuu …!”

            “Kau yang memulai, aku yang menentukan syarat untuk mengakhirinya,” kata Iran.

            Kartun Netanyahu saya dapatkan dari AA hasil karya Hanitzsch kartunis Jerman, Donald Trump milik Classic FM. Ilustrasi tarian Iran dari Orienttrips, bukan tarian dangdut, melainkan tarian tradisional Iran.

            Sampurasun.

No comments:

Post a Comment