Friday, 27 March 2026

Donald Trump Bisa Jadi Pahlawan Perdamaian Dunia


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Sesungguhnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bisa menjadi pahlawan perdamaian dunia. Dia bisa membawa banyak kebaikan dan ketertiban di seluruh dunia. Dengan kekuatan ekonomi, politik, dan militer yang sangat kuat, ada banyak masalah yang bisa dia selesaikan dengan sangat baik. Dia bisa dikenal dan dikenang dunia sebagai sosok panutan yang luar biasa positif.


Donald Trump (Foto: CNN Indonesia)


            Gagasannya membentuk Board of Peace (BoP) jika dilaksanakan dengan konsisten, akan meniupkan angin sepoi perdamaian di Gaza yang bisa menenangkan di tengah kawasan penuh konflik. Setelah mengenal Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang berani menyediakan pasukan perdamaian, Trump bisa mewujudkan Gaza yang indah sebagaimana yang digambarkan menantunya, Jared Kushner. Warga Gaza dapat hidup lebih tenang dan memiliki masa depan lebih jelas. Dunia akan melihat itu.


Prabowo Subianto (Foto: IDNFinancials.com)


            BoP mendapat banyak dukungan dari negara-negara Arab di kawasan itu, negara-negara Eropa pun sudah mulai menginginkan kemerdekaan terhadap Palestina. Indonesia bersedia menjadi penjaga perdamaian, Pakistan pun bersedia membangun kepolisian Palestina.

            Hambatan apa yang membuat Donald Trump sulit mewujudkan itu semua?

Kalaupun ada kritikan dan dukungan, pro dan kontra tentang BoP, sepanjang menggunakan data dan analisa yang cerdas, itu menyehatkan. Pro dan kontra yang sangat sengit pun akan membuat manusia menjadi tercerahkan. Itu bagus. Akan tetapi, tidak perlu mendengar makian atau nyinyiran yang biasanya berdasarkan hoaks. Para penyinyir pecinta hoaks itu hanya orang-orang yang kurang minum susu. Mereka juga termasuk kelompok orang yang harus masuk program makan bergizi gratis (MBG).

Seandainya, pasukan Indonesia yang saat itu sekitar satu atau dua bulan lagi menginjakkan kakinya di Gaza, situasi akan menjadi lain. Donald Trump mengendalikan Israel, Indonesia menumbuhkan kesamaan pengertian dengan Hamas yang sudah sejak lama merasa bersaudara, Gaza akan mulai terasa lebih indah. Dunia tidak perlu menyaksikan perang yang mempermalukan Amerika Serikat.


New Gaza (Foto: Midle East Eye)


Sayang seribu sayang Saudara-Saudara, Donald Trump memilih mendengarkan Israel. Akhirnya, dia menjadi Dewa Mabuk yang menyedihkan, bukan pahlawan perdamaian dunia. Elit dan rakyat AS harus belajar tentang hal ini. Negara kalian yang  kuat itu jangan dibiasakan menjadi boneka Israel, tak perlu bangga menjadi kaki tangan Israel, kalian rugi sendiri.

Apakah kalian tidak malu, presiden kalian meminta gencatan senjata dan diskusi berkali-kali, tetapi ditolak terus oleh Iran?

Iran yang sering diremehkan ternyata telah memposisikan Trump dan AS menjadi negara yang tampak kesulitan dalam menghadapi perang dengan Iran. Memalukan. Posisi yang seharusnya mulia sebagai pahlawan perdamaian dunia dalam waktu sebentar lagi berubah drastis menjadi pengacau keamanan dan kerusakan ekonomi dunia. Kalian memang rusak, harus mengubah ulang cara pandang dan sikap kalian terhadap dunia.

Nasi sudah menjadi bubur, tak bisa lagi kembali menjadi beras.

Meskipun demikian, selalu ada jalan untuk memperbaiki diri sepanjang kita mau memperbaikinya. Semoga Tuhan memberikan jalan untuk umat manusia agar dapat menciptakan kehidupan dunia menjadi lebih baik. Aamiin.

Foto Donald Trump saya dapatkan dari CNN Indonesia, Prabowo Subianto dari IDNFinancials com, dan New Gaza dari Midle East Eye.

Sampurasun.

No comments:

Post a Comment