oleh
Tom Finaldin
Bandung,
Putera Sang Surya
Sesungguhnya, Presiden Amerika
Serikat (AS) Donald Trump bisa menjadi pahlawan perdamaian dunia. Dia bisa
membawa banyak kebaikan dan ketertiban di seluruh dunia. Dengan kekuatan ekonomi,
politik, dan militer yang sangat kuat, ada banyak masalah yang bisa dia
selesaikan dengan sangat baik. Dia bisa dikenal dan dikenang dunia sebagai
sosok panutan yang luar biasa positif.
![]() |
| Donald Trump (Foto: CNN Indonesia) |
Gagasannya membentuk Board of Peace (BoP) jika dilaksanakan
dengan konsisten, akan meniupkan angin sepoi perdamaian di Gaza yang bisa
menenangkan di tengah kawasan penuh konflik. Setelah mengenal Presiden Indonesia
Prabowo Subianto yang berani menyediakan pasukan perdamaian, Trump bisa
mewujudkan Gaza yang indah sebagaimana yang digambarkan menantunya, Jared
Kushner. Warga Gaza dapat hidup lebih tenang dan memiliki masa depan lebih
jelas. Dunia akan melihat itu.
| Prabowo Subianto (Foto: IDNFinancials.com) |
BoP mendapat banyak dukungan dari negara-negara Arab di
kawasan itu, negara-negara Eropa pun sudah mulai menginginkan kemerdekaan
terhadap Palestina. Indonesia bersedia menjadi penjaga perdamaian, Pakistan pun
bersedia membangun kepolisian Palestina.
Hambatan apa yang membuat Donald Trump sulit mewujudkan
itu semua?
Kalaupun
ada kritikan dan dukungan, pro dan kontra tentang BoP, sepanjang menggunakan
data dan analisa yang cerdas, itu menyehatkan. Pro dan kontra yang sangat
sengit pun akan membuat manusia menjadi tercerahkan. Itu bagus. Akan tetapi,
tidak perlu mendengar makian atau nyinyiran yang biasanya berdasarkan hoaks.
Para penyinyir pecinta hoaks itu hanya orang-orang yang kurang minum susu.
Mereka juga termasuk kelompok orang yang harus masuk program makan bergizi
gratis (MBG).
Seandainya,
pasukan Indonesia yang saat itu sekitar satu atau dua bulan lagi menginjakkan
kakinya di Gaza, situasi akan menjadi lain. Donald Trump mengendalikan Israel,
Indonesia menumbuhkan kesamaan pengertian dengan Hamas yang sudah sejak lama
merasa bersaudara, Gaza akan mulai terasa lebih indah. Dunia tidak perlu
menyaksikan perang yang mempermalukan Amerika Serikat.
![]() |
| New Gaza (Foto: Midle East Eye) |
Sayang
seribu sayang Saudara-Saudara, Donald Trump memilih mendengarkan Israel.
Akhirnya, dia menjadi Dewa Mabuk yang menyedihkan, bukan pahlawan perdamaian
dunia. Elit dan rakyat AS harus belajar tentang hal ini. Negara kalian
yang kuat itu jangan dibiasakan menjadi
boneka Israel, tak perlu bangga menjadi kaki tangan Israel, kalian rugi
sendiri.
Apakah
kalian tidak malu, presiden kalian meminta gencatan senjata dan diskusi berkali-kali,
tetapi ditolak terus oleh Iran?
Iran
yang sering diremehkan ternyata telah memposisikan Trump dan AS menjadi negara
yang tampak kesulitan dalam menghadapi perang dengan Iran. Memalukan. Posisi
yang seharusnya mulia sebagai pahlawan perdamaian dunia dalam waktu sebentar
lagi berubah drastis menjadi pengacau keamanan dan kerusakan ekonomi dunia. Kalian
memang rusak, harus mengubah ulang cara pandang dan sikap kalian terhadap dunia.
Nasi
sudah menjadi bubur, tak bisa lagi kembali menjadi beras.
Meskipun
demikian, selalu ada jalan untuk memperbaiki diri sepanjang kita mau memperbaikinya.
Semoga Tuhan memberikan jalan untuk umat manusia agar dapat menciptakan kehidupan
dunia menjadi lebih baik. Aamiin.
Foto
Donald Trump saya dapatkan dari CNN Indonesia, Prabowo Subianto dari
IDNFinancials com, dan New Gaza dari Midle East Eye.
Sampurasun.


No comments:
Post a Comment