Thursday, 12 March 2026

Amerika Serikat Korban Hoaks

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Terkait dengan perang AS-Israel Vs Iran, tampak sekali Amerika Serikat telah menjadi korban hoaks. Entah hoaks itu diciptakan presidennya sendiri, Donald Trump, atau mendapatkan banyak masukan yang tidak berdasar di lingkarannya. Bisa juga karena mendapatkan desakan dari Israel melalui Perdana Menteri (PM) Netanyahu untuk segera menyerang karena Iran adalah ancaman bagi Israel.

            Dunia sedikit terkejut dengan perang ini yang sesungguhnya dimulai oleh Israel yang kemudian diikuti Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, sesungguhnya hanya terjadi keributan kecil soal perjanjian nuklir yang telah bertahun-tahun itu. Biasa saja, soal kesepakatan. Di samping itu, ada peristiwa unik dengan munculnya “Board of Peace” (BoP) atau Dewan Perdamaian yang pasukan Indonesia menjadi pemain kunci di jalur Gaza, Palestina. BoP ini menjadi semacam kebanggaan bagi Trump jika berhasil mengamankan jalur Gaza dan membangunnya menjadi kawasan modern yang menyenangkan bagi rakyat Gaza di bawah perlindungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ketika dunia, khususnya Indonesia sedang asyik-asyiknya memberikan saran dan masukan bagi Prabowo jika menjadi pemain inti perdamaian di Palestina, tiba-tiba terjadi perang yang sangat dahsyat hingga saat ini.

            Akibat dari perang ini, rencana BoP menjadi tertahan. Indonesia harus berpikir ulang bolak-balik untuk rencana perdamaian versi BoP ini. Memang sulit jadi Prabowo dalam pergaulan dunia dewasa ini. Jika berada dalam BoP, banyak keuntungan ekonomi yang didapat Indonesia, tetapi akan sibuk mengatasi gejolak politik di dalam negeri. Jika ke luar BoP, gejolak politik dalam negeri bisa diredam, tetapi akan mendapatkan serangan dari negara anggota BoP lainnya yang berpotensi mengancam ekonomi Indonesia. Intinya, Prabowo harus memikirkan yang terbaik bagi negara sendiri terlebih dahulu karena itu adalah hal yang paling utama.

            Soal AS menjadi korban Hoaks, mudah sekali dilihatnya. Diisukan Iran punya senjata nuklir, padahal tidak. Digosipkan rakyat Iran sudah membenci para mullah, padahal tidak. Dikabarkan kalau pemimpinnya tewas bakal ganti rezim, padahal tidak. Disebutkan Iran negaranya hampir bangkrut, padahal tidak. Disebutkan teknologi senjatanya rendah dan terbatas, padahal tidak. Diyakini perang bakal berhenti dalam empat hari, padahal bisa berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

            Itu adalah hoaks-hoaks yang telah menjerat AS hingga sulit keluar dari perang melawan Iran. Sebetulnya, rakyat AS sendiri tidak mau perang. Dari survey, hanya 27% rakyat AS yang setuju perang, sejumlah 73% tidak setuju dan tidak tahu. Dari dukungan politik rakyat saja sudah rendah, belum lagi soal keuangan yang menguras keuangan AS sejumlah 15 T per hari. Hal itu diperparah dengan kematian ratusan prajurit AS yang tidak mengerti kenapa mereka harus perang dengan Iran. Donald Trump menyatakan bahwa tentaranya sedang membela negeri AS, tetapi rakyatnya merasakan bahwa anak-anak muda mereka mati adalah untuk kepentingan Israel. AS memang sedang menangguk kerugian yang sangat banyak.


Tentara AS yang dikirimkan untuk perang (Foto: Suara.com)


            Ilustrasi tantara AS yang tampak bingung berbaris untuk perang saya dapatkan dari Suara com.

            Meskipun demikian, dapat kita pahami bahwa hoaks itu dapat menjerat manusia jika di dalam dirinya ada rasa iri, kebencian, ketakutan, arogan, dan kebodohan sehingga melakukan tindakan-tindakan idiot yang merugikan dirinya sendiri. Hal ini bisa dilihat dari apa yang terjadi pada AS dan para pemimpinnya yang saat ini panik, kalang kabut, sok tenang, tetapi bingung karena jalan keluar dari perang semakin sulit. Iran sudah tidak mau lagi diajak diskusi. Iran hanya mau perang dan menentukan sendiri kapan harus berakhir.

            Begitulah hoaks bisa menjerat manusia ke dalam kebingungan dan kebodohan yang mempermalukan diri. Di Indonesia sendiri sudah bisa dilihat bahwa para pejuang hoaks itu berguguran dan menghilang satu per satu secara lucu meskipun membuat hoaks baru karena sakit hati hoaks yang lama sudah tak lagi laku.

            Sampurasun.

No comments:

Post a Comment