Sunday, 29 March 2026

Terima Kasih Prabowo, Terima Kasih Purbaya, Terima Kasih Bahlil

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Kenapa kalian?

            Kalian lupa kalau sejak kecil kita disuruh orangtua untuk mengucapkan “terima kasih” jika ada orang yang memberikan sesuatu kepada kita?

            Masa kecil adalah masa yang bahagia ketika ayah, ibu, kakek, nenek, uwak, paman, atau kerabat meminta kita berterima kasih kepada orang yang baik kepada kita.

            Kalian lupa?

            Kalau lupa, kalian harus banyak minum susu. Makanya, minta makanan bergizi gratis (MBG) supaya tidak mudah lupa. Sayang sekali memori indah kalian semasa kecil dirampas kebencian dan hoaks akibat dari kegemaran kalian mengikuti konten-konten nggak jelas di Medsos.

            Kita harus berterima kasih kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dan pejabat lainnya yang telah menjaga energi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tetap stabil, tidak terjadi lonjakan harga dan kelangkaan yang luar biasa. Minimal sampai tulisan ini dibuat, BBM tetap terkendali. Di negara-negara lain sudah mengalami kesulitan yang parah akibat adanya perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran ini.


Presiden Indonesia Prabowo Subianto (Foto: fraksi gerindra dpr-ri) 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: CNBC Indonesia)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Foto: JPNN com)

            Amerika Serikat, Amerika Selatan, Jerman, Afrika, Brazil, Afrika Selatan, dan Inggris mengalami kenaikan harga. Jepang dan Korea Selatan terpaksa mengeluarkan cadangan strategis BBM untuk mengatasi hal ini. India mengalami panic buying dengan antrean mengular untuk membeli BBM. Filipina memberlakukan darurat energi. Vietnam membatasi penerbangan. Laos memotong pajak bensin untuk mengurangi mahalnya harga.   Kamboja melakukan penghematan energi, terutama LPG. Thailand melarang ekspor BBM. Bangladesh menutup universitas dan mengalami antrean panjang untuk BBM. Pakistan memberlakukan WFH dan empat hari kerja. Sri Lanka mengalami penurunan persediaan BBM dengan harga yang tinggi. Sebetulnya ada lebih dari 95 negara yang mengalami kesulitan akibat perang dengan penutupan Selat Hormuz ini. Terlalu banyak jika ditulis di sini.

            Indonesia juga sebenarnya terdampak parah, tetapi pemerintah Prabowo Subianto memiliki tim yang bekerja keras untuk mengatasinya. Hasilnya, seperti hari ini, rakyat masih bisa membeli energi dengan harga yang lama. Mudah-mudahan tetap seperti itu. Meskipun sulit untuk menurunkan harga, mudah-mudahan penghasilan masyarakat meningkat dan terjadi kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan.

            Mengatasi hantaman akibat perang adalah pekerjaan yang sulit, tetapi pemerintah Indonesia bisa mengatasinya hingga hari ini. Kalau pemerintah tidak bekerja dengan baik, sudah pasti terjadi kesusahan juga seperti negara lain. Kita pernah berkali-kali mengalaminya, mengantre panjang dan lama, dengan harga yang meningkat. Akan tetapi, saat ini kita mampu bertahan dan itu bagus.

            Apakah kalian tidak mau berterima kasih kepada pemimpin kita yang sudah bekerja dengan baik?

            Mengucapkan terima kasih adalah kalimat yang mengundang energi positif lainnya ke seputar diri kita sehingga mengundang pula hal-hal positif lainnya. Semakin tebal energi positif kita, semakin berkurang energi negatif dari diri kita. Itu pasti.

            Kalau pemerintah melakukan kebaikan, dukunglah dengan baik. Jika mereka melakukan kesalahan dan kekurangan, kritik dengan baik pula. Begitulah caranya hidup menjadi manusia yang punya adab.

            Jangan lupa ajaran nenek moyang kita untuk selalu mengucapkan terima kasih.

            Jangan lupa juga minum susu.

            Foto Prabowo adalah milik fraksi gerindra dpr-ri, Purbaya milik CNBC Indonesia, Bahlil milik JPNN com.

            Sampurasun.

No comments:

Post a Comment