oleh
Tom Finaldin
Bandung,
Putera Sang Surya
Kenapa kalian?
Kalian lupa kalau sejak kecil kita disuruh orangtua untuk
mengucapkan “terima kasih” jika ada orang yang memberikan sesuatu kepada kita?
Masa kecil adalah masa yang bahagia ketika ayah, ibu,
kakek, nenek, uwak, paman, atau kerabat meminta kita berterima kasih kepada
orang yang baik kepada kita.
Kalian lupa?
Kalau lupa, kalian harus banyak minum susu. Makanya,
minta makanan bergizi gratis (MBG) supaya tidak mudah lupa. Sayang sekali
memori indah kalian semasa kecil dirampas kebencian dan hoaks akibat dari
kegemaran kalian mengikuti konten-konten nggak jelas di Medsos.
Kita harus berterima kasih kepada Presiden Indonesia
Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dan pejabat lainnya yang telah menjaga
energi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tetap stabil, tidak terjadi lonjakan
harga dan kelangkaan yang luar biasa. Minimal sampai tulisan ini dibuat, BBM
tetap terkendali. Di negara-negara lain sudah mengalami kesulitan yang parah
akibat adanya perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran ini.
![]() |
| Presiden Indonesia Prabowo Subianto (Foto: fraksi gerindra dpr-ri) |
| Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: CNBC Indonesia) |
| Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Foto: JPNN com) |
Amerika Serikat, Amerika Selatan, Jerman, Afrika, Brazil,
Afrika Selatan, dan Inggris mengalami kenaikan harga. Jepang dan Korea Selatan
terpaksa mengeluarkan cadangan strategis BBM untuk mengatasi hal ini. India
mengalami panic buying dengan antrean
mengular untuk membeli BBM. Filipina memberlakukan darurat energi. Vietnam
membatasi penerbangan. Laos memotong pajak bensin untuk mengurangi mahalnya
harga. Kamboja melakukan penghematan energi, terutama
LPG. Thailand melarang ekspor BBM. Bangladesh menutup universitas dan mengalami
antrean panjang untuk BBM. Pakistan memberlakukan WFH dan empat hari kerja. Sri
Lanka mengalami penurunan persediaan BBM dengan harga yang tinggi. Sebetulnya ada
lebih dari 95 negara yang mengalami kesulitan akibat perang dengan penutupan
Selat Hormuz ini. Terlalu banyak jika ditulis di sini.
Indonesia juga sebenarnya terdampak parah, tetapi
pemerintah Prabowo Subianto memiliki tim yang bekerja keras untuk mengatasinya.
Hasilnya, seperti hari ini, rakyat masih bisa membeli energi dengan harga yang
lama. Mudah-mudahan tetap seperti itu. Meskipun sulit untuk menurunkan harga,
mudah-mudahan penghasilan masyarakat meningkat dan terjadi kemudahan dalam
mendapatkan pekerjaan.
Mengatasi hantaman akibat perang adalah pekerjaan yang
sulit, tetapi pemerintah Indonesia bisa mengatasinya hingga hari ini. Kalau
pemerintah tidak bekerja dengan baik, sudah pasti terjadi kesusahan juga
seperti negara lain. Kita pernah berkali-kali mengalaminya, mengantre panjang
dan lama, dengan harga yang meningkat. Akan tetapi, saat ini kita mampu
bertahan dan itu bagus.
Apakah kalian tidak mau berterima kasih kepada pemimpin
kita yang sudah bekerja dengan baik?
Mengucapkan terima kasih adalah kalimat yang mengundang
energi positif lainnya ke seputar diri kita sehingga mengundang pula hal-hal
positif lainnya. Semakin tebal energi positif kita, semakin berkurang energi negatif
dari diri kita. Itu pasti.
Kalau pemerintah melakukan kebaikan, dukunglah dengan
baik. Jika mereka melakukan kesalahan dan kekurangan, kritik dengan baik pula.
Begitulah caranya hidup menjadi manusia yang punya adab.
Jangan lupa ajaran nenek moyang kita untuk selalu mengucapkan
terima kasih.
Jangan lupa juga minum susu.
Foto Prabowo adalah milik fraksi gerindra dpr-ri, Purbaya
milik CNBC Indonesia, Bahlil milik JPNN com.
Sampurasun.

No comments:
Post a Comment