Tuesday, 17 February 2026

Netanyahu Takut pada Prabowo

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tampaknya takut kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Hal ini bisa dilihat dari tidak bersedia hadir untuk bertemu Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC besok, Kamis, 19 Februari 2026. Netanyahu mewakilkannya kepada Menlu Israel Gideon Saar untuk bertemu Prabowo dalam rapat itu. Demikian pula sebelumnya, Netanyahu mendaftarkan Israel untuk bergabung BoP sendirian lewat ngumpet di jalur belakang melalui Menlu Amerika Serikat (AS) Marco Rubio.


PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: ANTARA News Kalteng)


            Berbeda dengan Prabowo yang ketika bergabung terbuka di depan publik dan di depan para pemimpin dunia lainnya. Bahkan, berkali-kali Presiden AS Donald Trump menyalami Prabowo dengan lama sambil mengguncang-guncang dan menepuk-nepuk punggung Prabowo dengan hangatnya. Demikian pula Prabowo menjadi sorotan dunia sejak sebelum berangkat ke Washington untuk rapat perdana BoP, saat berangkat, ketika sampai, dan saya yakin ketika berlangsung rapat serta setelahnya, tetap menjadi sorotan dunia dan bersedia berdebat serta berdiskusi soal perdamaian dengan siapa saja.


Presiden RI Prabowo Subianto berjoget (Foto: Tempo co)


            Netanyahu dan Israel memang sedang terpojok. Dia dimusuhi banyak orang. Di dunia Islam sudah jelas dibenci, di Eropa pun dikutuk, di AS dimaki-maki. Bahkan, di Israel sendiri menghadapi penentangan yang sangat hebat dan kutukan luar biasa. Para rabi Yahudi berteriak bahwa mereka merasa lebih baik mati sebagai Yahudi dibandingkan mati sebagai zionis seperti Netanyahu.

            Kalaulah Netanyahu menganggap tidak penting pertemuan perdana BoP, itu sangatlah aneh karena dalam rapat itu akan diputuskan kehadiran pasukan Prabowo untuk menjaga perdamaian serta membuat mundur pasukan Israel dari Gaza, Palestina. Artinya, dia akan kehilangan kesempatan berdebat dengan Prabowo soal Gaza dan mengalami kerugian karena harus menyingkir dari sana. Prabowo sendiri akan menjalankan pasukannya dengan cara Indonesia dan berdasarkan kepentingan Indonesia, bukan untuk kepentingan yang lain. Kalaulah Netanyahu berani berdebat dan memaksa pasukan Indonesia tunduk pada keinginan Israel, Prabowo punya tombol “eject” untuk segera keluar dari BoP dan membiarkan mereka terus saling bunuh dengan Hamas serta membuat rencana Donald Trump berantakan, mangkrak sebelum dimulai.

            Ini cara cerdas Indonesia untuk menekan AS agar Israel mundur dari Gaza. Kalau tidak, persilakan AS cari pasukan lain yang bersedia dan diterima di Gaza. Faktanya, hari ini hanya Prabowo yang lantang sambil memukul meja PBB menyediakan putera-puterinya sejumlah 20 ribu, bahkan lebih untuk menjaga perdamaian dunia.

            Netanyahu takut pada Prabowo. Kalau dia berani datang berdebat dengan Prabowo besok dalam rapat BoP, tulisan saya ini berarti salah dan akan saya hapus selamanya.

            Foto Prabowo joget saya dapatkan dari Tempo co dan Netanyahu dari ANTARA News Kalteng.

            Sampurasun.

No comments:

Post a Comment