Showing posts with label Makan Bergizi Gratis. Show all posts
Showing posts with label Makan Bergizi Gratis. Show all posts

Friday, 13 March 2026

Stop MBG untuk Seluruh Siswa, Sebagian Saja

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Keinginan Presiden RI Prabowo untuk memberikan makanan bergizi gratis (MBG) adalah keinginan yang baik, positif, dan sudah pasti dicatat sebagai kebaikan oleh malaikat. Dalam Islam, baru niat berbuat baik saja sudah dicatat sebagai kebaikan. Jika niat itu terwujud nyata, pahala kebaikannya berlipat-lipat. Kalaupun tidak terwujud, pahala kebaikan niatnya sudah didapat. Prabowo menginginkan bahwa dengan makanan yang bergizi itu para pemuda Indonesia berotak cerdas dan memiliki keahlian yang bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara. Orang-orang cerdas pasti sudah paham bahwa makanan yang bergizi itu akan memudahkan kerja-kerja otak dan memberikan kesehatan pada tubuh.

            Foto Prabowo dan MBG berasal dari detikFinance – detikcom.

            Awalnya, saya pikir MBG itu hanya untuk siswa dari kalangan keluarga tidak mampu yang biasanya melengkapi diri dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), para penerima Bansos, PKH, atau pemburu istilah-istilah …kin, seperti, Raskin, Gaskin, Rumkin, atau istilah-istilah kemiskinan lainnya. Adapun siswa dari keluarga mampu, tidak dikasih karena keluarganya mampu menyediakan gizi yang cukup. Kenyataannya, pemerintah memberikan MBG untuk seluruh siswa, baik dari kalangan tidak mampu ataupun mampu. Cukup mengagetkan karena itu pasti membutuhkan uang yang sangat banyak. Tampaknya pemerintah ingin memastikan generasi muda dari seluruh kalangan terjamin gizinya dan itu bagus. Kalaupun ada kekurangan-kekurangan, bisa segera diatasi agar tujuan pemberian MBG ini bisa tercapai dengan baik.


Prabowo dan makanan bergizi gratis (Foto: detikFinance - detikcom)


            Pada perjalanannya, MBG ini mendapatkan banyak kritikan dan itu bagus karena mendapatkan perhatian dari masyarakat untuk perbaikan pada masa depan. Akan tetapi, bukan hanya kritikan yang beredar, melainkan pula cibiran, nyinyiran, hoaks, kebencian, penyesatan informasi yang nilainya sampah ikut mengganggu pelaksanaan MBG. Hal-hal sampah ini mempengaruhi siswa, orangtua, sekolah, dan berbagai kalangan masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah perlu mendapat informasi siapa saja yang tidak setuju MBG, sekolah mana saja yang tidak menghormati program MBG, lembaga mana saja yang tidak berterima kasih atas MBG, termasuk sampai catatan perorangan yang dianggap mempersulit MBG. Pemerintah harus secepatnya menghentikan pemberian MBG itu kepada sekolah-sekolah, siswa, keluarga, ataupun lembaga yang dianggap mengganggu program MBG. Pemerintah hanya harus berkonsentrasi kepada mereka yang memang pandai bersyukur, berterima kasih, dan membutuhkan MBG itu. Tidak perlu semua siswa dari semua keluarga dan semua sekolah diberi MBG. Mereka yang dianggap butuh saja yang harus diperhatikan. Mereka yang rewel, sebaiknya menyediakan makanannya sendiri.

            Dengan membatasi pemberian MBG, pemerintah dapat menghemat uang sehingga bisa menggunakan uang itu untuk kesejahteraan guru honorer ataupun bantuan tenaga kependidikan lainnya. Prabowo harus menerima kenyataan bahwa tidak seluruh rakyat Indonesia bisa bekerja sama dan memahami program-program yang dianggapnya baik. Dengan demikian, Prabowo harus merelakan bahwa mereka yang tidak mau berjalan seiringan dengan pemerintah, sebaiknya dikesampingkan saja dan fokus kepada mereka yang membutuhan program-program pemerintah. Dengan cara seperti ini, keuangan bisa lebih hemat.

            Biarin yang rewel mah dengan kerewelannya, kerja sama saja dengan mereka yang mau bekerja sama.

            Sampurasun.

Thursday, 12 December 2024

Mahasiswa Bicara Makan Bergizi Gratis

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Program pemerintah Presiden RI Prabowo Subianto yang dikenal dengan “Makan Siang Gratis” yang kemudian berubah menjadi “Makan Bergizi Gratis” mendapatkan banyak tanggapan dari masyarakat, baik di dalam maupun di luar negeri, baik dari para pendukung Prabowo-Gibran, maupun dari para penyinyir dan antipemerintah. Kali ini saya ingin mendengar pendapat dari mahasiswa secara murni pikiran mereka, terutama mahasiswa yang saya asuh di Program Studi Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Universitas Al Ghifari (Unfari), Bandung.

            Saya bagi mahasiswa di kelas Mata Kuliah Diplomasi Gastro ke dalam tiga kelompok. Salah satu kelompok, yaitu Kelompok 1 saya tugaskan untuk mempresentasikan dan mendiskusikan tentang “Makan Bergizi Gratis” dan hubungannya dengan Diplomasi Gastro. Saya tidak ikut campur ke dalam pikiran dan pendapat mereka. Saya membebaskan mereka untuk bicara apa saja, termasuk mengkritik pemerintah ataupun mendukung pemerintah. Saya hanya memagari mereka untuk tidak jatuh dalam “DFK”, yaitu “disinformasi, fitnah, dan kebencian”, saya memang mengeluarkan fatwa bahwa DFK itu haram.

            Bagi yang ingin mengikuti presentasi dan diskusi mereka, silakan saksikan di link https://www.youtube.com/watch?v=8kF6OHPcfXc&t=818s

            Semua boleh berkomentar, mengkritik, ataupun mendukung demi berkembangnya ilmu pengetahuan, khususnya Ilmu Diplomasi Gastro, termasuk perbaikan dan usulan terhadap program makan bergizi gratis.

            Sampurasun.