Wednesday, 22 July 2026

Prabowo Jangan Kurangi Anggaran Militer dan Polisi

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Entah serius atau bercanda, Presiden Indonesia Prabowo dalam suatu pidato meminta kerelaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk dipotong anggarannya. Hal itu disebabkan Prabowo ingin lebih banyak lagi uang untuk menjalankan program-program yang langsung dirasakan rakyat, misalnya, menyediakan bahan makanan dengan harga terjangkau dan memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan rakyat Indonesia.

            Program-program yang menyentuh masyarakat memang penting, tetapi tidak perlu memotong anggaran TNI dan Polri. Prabowo justru harus mencari atau menciptakan situasi yang memungkinkan untuk memperbanyak uang Indonesia agar dapat membiayai seluruh kegiatannya.

            Sangatlah berisiko jika mengurangi atau memotong anggaran TNI-Polri. Ketika Prabowo sangat aktif menjaga sumber daya alam Indonesia, menghentikan kecurangan-kecurangan pebisnis asing di Indonesia, membasmi korupsi, dan membuat ekonomi rakyat meningkat, banyak negara lain dan para pengusaha dunia menjadi rugi. Hal ini membuat kegelisahan dan kemarahan negara lain karena merasa terganggu mengalami penurunan keuntungan yang sangat besar. Bukan tak mungkin mereka mencari gara-gara untuk membuat ketidakamanan di Indonesia, bahkan melakukan penyerangan fisik jika terbuka celah untuk itu. Kita malahan sudah melihat banyak tandanya, mulai kegoncangan ekonomi yang anomali; pertumbuhan ekonomi meningkat, tetapi dollar AS juga meningkat meskipun pengaruhnya kecil di tengah masyarakat; para investor sempat kabur meskipun bertahap kembali lagi; sangat banyak hoaks yang beredar; bermunculan narasi tanpa data; gangguan keamanan yang terjadi secara serentak. Jika anggaran TNI-Polri dipotong, kemampuan negara dalam menciptakan kestabilan akan berkurang atau paling tidak, tidak terjadi peningkatan yang diharapkan.


Gabungan TNI dan Polri (Foto: Panara Course)

            Hal yang harus dilakukan adalah TNI-Polri diperkuat agar lebih percaya diri dan masyarakat mendapatkan keamanan dalam menjalankan ekonominya. Di samping itu, kekuatan Prabowo akan bertambah ketika terjadi negosiasi dengan pihak asing. Pada gilirannya Indonesia memiliki daya tawar yang lebih besar dalam berhubungan dengan asing untuk meningkatkan ekonomi dan status politik di dunia.

            Prabowo orang cerdas, pasti paham ini. Jangan sampai terlena karena asyik menjalankan program-program untuk rakyat dan mulai berhasil, tetapi melupakan bahwa orang lain sedang menunggu Indonesia lengah, bahkan menyusun strategi dan kekuatan untuk menguasai sumber daya Indonesia. Kita harus ingat bahwa tak ada satu pun negara di dunia ini yang bahagia jika Indonesia maju. Mereka terus berupaya agar rakyat Indonesia tetap bodoh, mudah ditipu, lemah, mudah dikuasai, dan tetap menjadi kuli di tananhnya sendiri.

            Hal yang harus dilakukan setiap hari adalah beribadat dan minum susu. Kalau susu lebih mahal dibandingkan kopi, insyaallah akan ada rezeki untuk membelinya. Itulah pentingnya berdoa.

            Foto TNI dan Polri adalah milik Panara Course.

            Sampurasun.

No comments:

Post a Comment