oleh
Tom Finaldin
Bandung,
Putera Sang Surya
Entah serius atau bercanda, Presiden Indonesia Prabowo
dalam suatu pidato meminta kerelaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk dipotong anggarannya. Hal itu
disebabkan Prabowo ingin lebih banyak lagi uang untuk menjalankan
program-program yang langsung dirasakan rakyat, misalnya, menyediakan bahan
makanan dengan harga terjangkau dan memanfaatkan sumber daya alam untuk
kepentingan rakyat Indonesia.
Program-program
yang menyentuh masyarakat memang penting, tetapi tidak perlu memotong anggaran
TNI dan Polri. Prabowo justru harus mencari atau menciptakan situasi yang
memungkinkan untuk memperbanyak uang Indonesia agar dapat membiayai seluruh
kegiatannya.
Sangatlah
berisiko jika mengurangi atau memotong anggaran TNI-Polri. Ketika Prabowo
sangat aktif menjaga sumber daya alam Indonesia, menghentikan kecurangan-kecurangan
pebisnis asing di Indonesia, membasmi korupsi, dan membuat ekonomi rakyat
meningkat, banyak negara lain dan para pengusaha dunia menjadi rugi. Hal ini
membuat kegelisahan dan kemarahan negara lain karena merasa terganggu mengalami
penurunan keuntungan yang sangat besar. Bukan tak mungkin mereka mencari
gara-gara untuk membuat ketidakamanan di Indonesia, bahkan melakukan
penyerangan fisik jika terbuka celah untuk itu. Kita malahan sudah melihat
banyak tandanya, mulai kegoncangan ekonomi yang anomali; pertumbuhan ekonomi
meningkat, tetapi dollar AS juga meningkat meskipun pengaruhnya kecil di tengah
masyarakat; para investor sempat kabur meskipun bertahap kembali lagi; sangat
banyak hoaks yang beredar; bermunculan narasi tanpa data; gangguan keamanan
yang terjadi secara serentak. Jika anggaran TNI-Polri dipotong, kemampuan
negara dalam menciptakan kestabilan akan berkurang atau paling tidak, tidak
terjadi peningkatan yang diharapkan.
![]() |
| Gabungan TNI dan Polri (Foto: Panara Course) |
Hal yang
harus dilakukan adalah TNI-Polri diperkuat agar lebih percaya diri dan
masyarakat mendapatkan keamanan dalam menjalankan ekonominya. Di samping itu, kekuatan
Prabowo akan bertambah ketika terjadi negosiasi dengan pihak asing. Pada
gilirannya Indonesia memiliki daya tawar yang lebih besar dalam berhubungan
dengan asing untuk meningkatkan ekonomi dan status politik di dunia.
Prabowo
orang cerdas, pasti paham ini. Jangan sampai terlena karena asyik menjalankan
program-program untuk rakyat dan mulai berhasil, tetapi melupakan bahwa orang
lain sedang menunggu Indonesia lengah, bahkan menyusun strategi dan kekuatan
untuk menguasai sumber daya Indonesia. Kita harus ingat bahwa tak ada satu pun
negara di dunia ini yang bahagia jika Indonesia maju. Mereka terus berupaya
agar rakyat Indonesia tetap bodoh, mudah ditipu, lemah, mudah dikuasai, dan
tetap menjadi kuli di tananhnya sendiri.
Hal yang
harus dilakukan setiap hari adalah beribadat dan minum susu. Kalau susu lebih
mahal dibandingkan kopi, insyaallah akan ada rezeki untuk membelinya. Itulah pentingnya
berdoa.
Foto TNI
dan Polri adalah milik Panara Course.

No comments:
Post a Comment