Saturday, 5 September 2026

Pro-Kontra Universitas Republik Indonesia

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Pendirian Universitas Republik Indonesia (URI) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto menimbulkan polemik di tengah masyarakat, terutama di kalangan akademisi dan praktisi kebijakan publik. Banyak yang mengkritik keinginan Prabowo mendirikan URI karena sudah sangat banyak perguruan tinggi yang mengajarkan hal-hal sejenis, seperti, pemerintahan, kepemimpinan, dan kebijakan. Mereka menganggap kebijakan Prabowo untuk mendirikan URI tidaklah tepat untuk saat ini.


Ilustrasi dari Instagram


            Akan tetapi, berbeda dengan pandangan Presiden Prabowo. Dia tampaknya mendengar banyak keluhan masyarakat terhadap kualitas aparatur sipil negara (ASN), para birokrat, pegawai negara lainnya, dan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Masyarakat bukan hanya menilai, melainkan pula merasakan rendahnya kinerja aparat pemerintahan di Republik Indonesia. Tidak semua aparat rendah kualitasnya, banyak yang baik dan disiplin, tetapi masyarakat mengeluhkan rendahnya pelayanan yang didapatkan rakyat. Para pekerja di pemerintahan ini adalah hasil atau lulusan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Oleh sebab itu, tampaknya Prabowo menginginkan lulusan yang jauh lebih baik dibandingkan yang sudah-sudah. Itulah salah satu alasan dibentuknya URI, untuk menyuplai tenaga di pemerintahan dan BUMN setelah mendapatkan proses pendidikan yang diinginkan Prabowo sendiri.

            Di samping kualitasnya tidak memuaskan rakyat, para aparat ini pun tak sedikit yang melakukan tindakan korup hingga ditangkap penegak hukum. Bahkan, banyak di antara mereka melakukan aksi-aksi yang dianggap merongrong kewibawaan negara sehingga diragukan kesetiaan dan kecintaannya pada negara.

            Tambahan pula pada banyak kampus terdapat aktivitas-aktivitas yang tidak mencerminkan kecintaan kepada negara, banyak menebar hoaks, disinformasi-fitnah-kebencian. Demonstrasi banyak yang tidak jelas isunya dengan kata-kata dan kalimat kasar yang ditujukan bukan hanya pada pengambil keputusan, melainkan pula pada aparat keamanan, baik TNI maupun Polri yang menjaga ketertiban situasi.

            Kalau kita paham kata-kata yang beberapa kali diucapkan Prabowo, semisal, londo ireng dan antek-antek asing, “Saya tahu siapa yang membayar kalian!”, dia sudah mendeteksi kerusakan yang terjadi dan merasa perlu untuk melakukan sesuatu.

            Pendirian URI adalah dimaksudkan untuk menciptakan para pegawai negara dan BUMN yang lebih berkualitas dan mencintai negerinya.

            Hal ini dapat dilihat dari pernyataan Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan yang berulang-ulang menegaskan bahwa URI didirikan untuk menciptakan para pegawai pemerintahan dan BUMN yang “mencintai dan setia kepada negerinya”. Berulang-ulangnya kata “cinta dan setia pada negara” menunjukkan adanya masalah kesetiaan beberapa kalangan terhadap Indonesia. Prabowo menganggap harus adanya pendidikan dan penyadaran terhadap masyarakat untuk lebih mencintai dan setia pada negaranya.

            Keinginan Prabowo ini tentu saja menjadi saingan bagi perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya yang sudah lama ada. Apalagi lulusan URI ini akan lebih memiliki kesempatan pasti untuk duduk di pemerintahan dan BUMN. Prabowo memiliki harapan dan keyakinan bahwa lulusan URI akan bisa lebih diandalkan karena berada di bawah pengawasannya lebih langsung. Hal itu akan membuat lulusan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya menjadi lulusan di bawah URI untuk mendapatkan kesempatan berkarir di pemerintahan dan BUMN.

            Jika kita melihat kebiasaan Prabowo, dia tidak akan pernah berhenti melakukan apa yang diinginkannya jika sudah merasa yakin benar. Artinya, URI akan menjadi pesaing berat bagi para lulusan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya. Oleh sebab itu, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya harus bekerja lebih keras membuktikan diri mampu mencetak lulusan berkualitas yang bisa melebihi URI untuk menempati posisi di pemerintahan dan BUMN. Jika tidak membenahi diri, kemungkinan bisa kalah telak terlindas oleh URI.

            Sambil menyaksikan program Prabowo dalam mengoperasionalkan URI, sebaiknya kita minum susu hangat tanpa ditambah gula.

            Ilustrasi Universitas Republik Indonesia saya dapatkan dari Instagram.

            Sampurasun