Thursday, 23 April 2026

Prabowo-Purbaya Jangan Terlalu Terbuka pada Asing

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Baru-baru ini Indonesia telah menganggetkan dunia karena dianggap telah mampu bertahan dari gejolak politik dan ekonomi internasional. Pada saat negara-negara lain tampak rapuh dan goncang akibat perang AS-Israel Vs Iran yang ditandai dengan naik tajamnya harga BBM dan naiknya harga-harga barang, Indonesia tetap bertahan dengan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi untuk rakyat. Hal itu membuat Indonesia tidak mengalami goncangan yang berarti. Rakyat merasakannya biasa-biasa saja seperti hidup sebelum terjadinya perang Iran Vs AS-Israel. Berbeda dengan di negara-negara lain yang sangat merasakan goncangan itu hingga ke kehidupan mereka sehari-hari.

            Kondisi Indonesia yang relatif stabil secara politik dan ekonomi membuat lembaga-lembaga keuangan dunia heran dan mencari tahu tentang strategi Indonesia. Tak kurang dari lembaga keuangan dunia “International Monetary Fund” (IMF) mendatangi Indonesia untuk belajar sekaligus tentu saja menawarkan bantuan keuangan. Untuk bantuan keuangan, Indonesia sudah benar menolaknya. Indonesia sudah tidak membutuhkannya sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berhasil melunasi hutang pada IMF. Sekarang pun demikian, menolak lagi bantuan itu. Meskipun demikian, IMF tetap merayu agar bisa bekerja sama dengan Indonesia. Untuk keinginan mereka mempelajari tentang kebijakan Indonesia, tentu ini harus disikapi dengan hati-hati.


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Managing Director IMF Kritalina Georgieva (Foto: Facebook)


            Kita boleh berbangga dan mensyukuri keadaan Indonesia yang biasa-biasa saja, mampu bertahan, bahkan menunjukkan optimisme untuk melangkah maju. Akan tetapi, tetap harus waspada terhadap pihak asing. Mereka ingin belajar dari Indonesia, tetapi jangan sampai memberikan pengetahuan terlalu terbuka. Hal itu disebabkan bisa saja terjadi mereka sesungguhnya sedang belajar mencari tahu tentang kelemahan Indonesia. Ketika tahu kelemahan Indonesia, mereka bisa masuk melalui jalan itu dan membuat berbagai kesulitan bagi Indonesia. Para ahli sudah banyak yang paham bahwa banyak masukan dan pandangan mereka bisa merugikan Indonesia.

            Kita boleh bergembira dengan penilaian dunia bahwa Indonesia dicatat sebagai cahaya di tengah kegelapan situasi ekonomi akibat perang. Akan tetapi, jangan terlalu bergembira karena tidak ada satu negara pun di dunia ini yang ingin melihat Indonesia maju. Mereka hanya ingin mereka yang maju dan Indonesia tetap berada di bawah mereka. Oleh sebab itu, baik Presiden Prabowo maupun Menteri Purbaya jangan terlalu terbuka mengenai ekonomi Indonesia. Cukup gambaran umum dan optimisme Indonesia saja yang boleh dishare. Adapun untuk kebijakan, teknis, dan hal-hal mendetail lainnya, tidak perlu seluruhnya dibuka karena tidak perlu seluruhnya transparan. Toh, kita berpakaian pun tidak boleh transparan, tetap harus ada yang ditutupi untuk melindungi diri.

            Kita tidak boleh transparan dalam berpakaian meskipun mungkin ada yang menyukai kain transparan. Kalau membayangkan orang lain dengan pakaian transparan sehingga kelihatan seluruh tubuhnya, segera berhenti, lalu minum susu murni supaya sehat.

            Foto Menteri Keuangan Purbaya dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva ada di Facebook.

            Sampurasun.

No comments:

Post a Comment