Friday, 10 April 2026

Memanfaatkan Kebaikan Gubernur Dedi

 


olehTom Finaldin

 

Bandung,Putera Sang Surya

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab dipanggil Kang Dedi Mulyadi (KDM) memiliki tempat atau balai pengaduan untuk masyarakat. Satu balai di Lembur Pakuan, Subang; satu lagi di kantornya, Gedung Sate, Bandung, namanya Bale Pananggeuhan. Balai ini menjadi tempat pengaduan yang mempercepat penyelesaian masalah rakyat. Ibarat jalan tol untuk mengadukan masalah masyarakat agar sampai ke Gubernur. Di balai ini masyarakat dapat mengadukan tiga masalahnya yang mencakup masalah pendidikan, kesehatan, dan hukum. Di luar itu tidak diterima, misalnya, punya hutang dan ingin dibayarin Gubernur, jelas tidak bisa.

            Saya sebagai warga Jawa Barat memiliki masalah hukum yang tidak bisa ditangani sendiri. Sebetulnya, masalahnya sederhana dan penyelesaiannya mudah, tetapi ada pihak-pihak yang membuatnya menjadi rumit dan merugikan. Kalau tidak diselesaikan, bisa menjadi kriminal dan berbahaya. Oleh sebab itu, saya membutuhkan bantuan Gubernur KDM. Caranya, melaporkan kasus saya pada tim hukum Gubernur agar dapat dibantu.

            Pelayanan di Bale Pananggeuhan sangat baik. Orangnya ramah-ramah dan cepat. Ada pendataan pengaduan dan nomor antrian. Kalau agak lama di ruang tunggu, itu karena mengantri, ada banyak orang juga yang mengadukan masalahnya untuk agar dapat bantuan. Ada tim khusus Gubernur yang mempelajari masalah rakyat hingga jelas. Khusus masalah hukum, penyelesaiannya agak lebih lama dibandingkan masalah pendidikan atau kesehatan karena banyak sekali ternyata yang mengadukan masalah hukum. Demikian pula tentang kasus saya, tim hukum Gubernur telah mempelajari, mencatat, dan memohon saya untuk bersabar menunggu telepon dari tim penindakan karena tim itu masih harus bekerja untuk menyelesaikan masalah hukum yang lebih dulu dilaporkan masyarakat lain.




            Hal yang harus diperhatikan adalah laporan itu harus benar, tidak palsu, dan jika berbohong, masalahnya akan kembali menjadi masalah pelapor karena melakukan laporan palsu atau tidak benar. Rakyat diminta menandatangani beberapa berkas yang isinya, di antaranya, kebenaran kasus yang diadukan.

            Ketika di ruang tunggu, ada perempuan cantik yang mendekat, eh ternyata murid saya, mahasiswa Universitas Al Ghifari yang sekarang sudah menjadi alumni. Syifa namanya. Dia menjadi staf Gubernur di Bale Pananggeuhan yang melayani keluhan rakyat tentang pendidikan. Ketika pekerjaannya agak longgar, dia mendekat dan menanyakan masalah saya, lalu mendiskusikannya.




            Seperti biasa, kalau ketemu murid, selalu minta doa kepada saya sebagai dosennya. Kali ini dia minta didoakan untuk pernikahannya. So, bagi yang masih berharap mendapatkannya, berhentilah karena akan bertepuk sebelah tangan dan patah hati.

            Setelah selesai urusan, ada surveyor yang mendata kepuasan saya selama dilayani di Bale Pananggeuhan. Tanpa ragu, saya memberikan lima bintang untuk pelayanan Gubernur. Mereka bekerja dengan baik, saya dihormati, dan diberikan pemahaman agar sabar menunggu komunikasi dari tim penindakan. Bale Pananggeuhan menjadi jalan pintas agar rakyat bisa terlayani dan terpecahkan masalahnya. Semoga balai ini semakin dipercaya dan berperan serta melindungi masyarakat. Aamiin.

            Sampurasun.

No comments:

Post a Comment