olehTom
Finaldin
Bandung,Putera
Sang Surya
Gubernur Jawa Barat Dedi
Mulyadi yang akrab dipanggil Kang Dedi Mulyadi (KDM) memiliki tempat atau balai
pengaduan untuk masyarakat. Satu balai di Lembur Pakuan, Subang; satu lagi di
kantornya, Gedung Sate, Bandung, namanya Bale Pananggeuhan. Balai ini menjadi
tempat pengaduan yang mempercepat penyelesaian masalah rakyat. Ibarat jalan tol
untuk mengadukan masalah masyarakat agar sampai ke Gubernur. Di balai ini
masyarakat dapat mengadukan tiga masalahnya yang mencakup masalah pendidikan,
kesehatan, dan hukum. Di luar itu tidak diterima, misalnya, punya hutang dan
ingin dibayarin Gubernur, jelas tidak bisa.
Saya sebagai warga Jawa Barat memiliki masalah hukum yang
tidak bisa ditangani sendiri. Sebetulnya, masalahnya sederhana dan
penyelesaiannya mudah, tetapi ada pihak-pihak yang membuatnya menjadi rumit dan
merugikan. Kalau tidak diselesaikan, bisa menjadi kriminal dan berbahaya. Oleh
sebab itu, saya membutuhkan bantuan Gubernur KDM. Caranya, melaporkan kasus
saya pada tim hukum Gubernur agar dapat dibantu.
Pelayanan di Bale Pananggeuhan sangat baik. Orangnya
ramah-ramah dan cepat. Ada pendataan pengaduan dan nomor antrian. Kalau agak lama
di ruang tunggu, itu karena mengantri, ada banyak orang juga yang mengadukan masalahnya
untuk agar dapat bantuan. Ada tim khusus Gubernur yang mempelajari masalah rakyat
hingga jelas. Khusus masalah hukum, penyelesaiannya agak lebih lama
dibandingkan masalah pendidikan atau kesehatan karena banyak sekali ternyata
yang mengadukan masalah hukum. Demikian pula tentang kasus saya, tim hukum
Gubernur telah mempelajari, mencatat, dan memohon saya untuk bersabar menunggu
telepon dari tim penindakan karena tim itu masih harus bekerja untuk
menyelesaikan masalah hukum yang lebih dulu dilaporkan masyarakat lain.
Hal yang harus diperhatikan adalah laporan itu harus
benar, tidak palsu, dan jika berbohong, masalahnya akan kembali menjadi masalah
pelapor karena melakukan laporan palsu atau tidak benar. Rakyat diminta menandatangani
beberapa berkas yang isinya, di antaranya, kebenaran kasus yang diadukan.
Ketika di ruang tunggu, ada perempuan cantik yang
mendekat, eh ternyata murid saya, mahasiswa Universitas Al Ghifari yang
sekarang sudah menjadi alumni. Syifa namanya. Dia menjadi staf Gubernur di Bale
Pananggeuhan yang melayani keluhan rakyat tentang pendidikan. Ketika
pekerjaannya agak longgar, dia mendekat dan menanyakan masalah saya, lalu mendiskusikannya.
Seperti biasa, kalau ketemu murid, selalu minta doa kepada
saya sebagai dosennya. Kali ini dia minta didoakan untuk pernikahannya. So,
bagi yang masih berharap mendapatkannya, berhentilah karena akan bertepuk
sebelah tangan dan patah hati.
Setelah selesai urusan, ada surveyor yang mendata kepuasan
saya selama dilayani di Bale Pananggeuhan. Tanpa ragu, saya memberikan lima
bintang untuk pelayanan Gubernur. Mereka bekerja dengan baik, saya dihormati,
dan diberikan pemahaman agar sabar menunggu komunikasi dari tim penindakan.
Bale Pananggeuhan menjadi jalan pintas agar rakyat bisa terlayani dan terpecahkan
masalahnya. Semoga balai ini semakin dipercaya dan berperan serta melindungi
masyarakat. Aamiin.
Sampurasun.


No comments:
Post a Comment