Wednesday, 15 April 2026

Nggak Masalah MBG Diambil Guru

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Banyak orang aneh di Indonesia. Sok pintar dan aneh. Kayak yang pintar protes makan bergizi gratis (MBG) dengan alasan uangnya sebaiknya dibagikan kepada para guru honorer, tetapi pada saat yang sama protes juga bahwa makanan sisa MBG yang tidak terbagikan kepada para siswa diambil para guru.

            Kapan terakhir kalian minum susu?

            Kalian seolah-olah membela para guru, tetapi menyakiti hati mereka dengan tudingan mengambil sisa MBG. Kalian memang aneh, pengen guru sejahtera, tetapi protes jika para guru memanfaatkan sisa rezeki yang harganya tidak seberapa itu. Beneran aneh.

            Kalau betul-betul peduli kepada para guru, kalian tidak perlu menuding mereka mengambil setetes manfaat dari sisa MBG. Kalian tidak mampu memberi tambahan honor buat mereka, bahkan mungkin kalian masih menunggak SPP dan anak-anaknya banyak bikin masalah di sekolah, guru malah kalian sakiti dengan ocehan-ocehan murahan.

            Kalian benar-benar harus rajin minum susu. Bahkan, mungkin kalian yang perlu gizi tambahan supaya otaknya cerdas.


Guru, Murid, dan MBG (Foto: Batam Pos)


            Bagi saya, tidak masalah jika guru mengambil sisa MBG karena siswa tidak masuk kelas, rumahnya jauh dari sekolah, dan jauh dari teman-temannya sehingga MBG-nya tidak tersampaikan. Paket MBG sisa itu harus dimanfaatkan, salah satunya oleh para guru yang mungkin juga untuk anggota keluarganya, tetangganya, atau orang terdekatnya.

            Apa masalah kalian?

            Kalian terlalu pelit.

            Presiden Prabowo tidak akan mempermasalahkan hal itu.

            Kalau MBG sisa itu tidak termanfaatkan, mau diapain?

            Dibuang?

            Dikembalikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)?

            Itu mubadzir, boros. Perilaku boros adalah perilaku syetan.

            Kalian paham nggak?

            Kalian memang punya masalah dalam berpikir, berhati bengkok, kurang pengetahuan agama, dan lemah iman pastinya. Kalian tidak bisa memberikan kesejahteraan lebih bagi para guru, tetapi protes jika guru mendapatkan sedikit rezeki sisa, padahal anak-anak kalian dibina para guru itu.

            Para guru juga tidak perlu sakit hati oleh tudingan mereka. Jangan juga menyangkal keadaan itu. Tidak masalah jika para guru memanfaatkan paket MBG yang tidak terbagikan. Sungguh menyedihkan jika para guru, bahkan satu sekolah tidak lagi mau mengurus MBG dan menyetop kiriman dari SPPG hanya karena tidak tahan dengan tudingan para orang tua yang harus dibina itu. Banyak anak yang berasal dari keluarga baik-baik yang membutuhkan MBG. Sebaiknya, guru berkonsentrasi saja mengurus mereka. Keluarga-keluarga yang protes dan bermasalah itu memang sudah bermasalah dari awalnya, malah mungkin para orangtuanya yang kurang bergizi.

            Tidak perlu mendengar ocehan rendahan, memanfaatkan sisa MBG sama sekali tidak melanggar hukum, bahkan menghindari kemubadziran yang jelas dicela Allah swt. Ada pahala yang besar dari Allah swt yang bisa diberikan-Nya sekarang atau ditabungkan nanti untuk bekal akhirat.

            Ilustrasi guru dan MBG di suatu sekolah saya dapatkan dari Batam Pos.

            Sampurasun.

No comments:

Post a Comment