Showing posts with label Kalimantan. Show all posts
Showing posts with label Kalimantan. Show all posts

Sunday, 6 August 2023

Anak Muda Jangan Takut Menganggur, IKN Menunggu Kalian

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Mengasyikan juga melihat video-video tentang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Video-video itu ada yang dibuat resmi oleh pemerintah RI, para pekerja, para mandor, para pengunjung, dan para mahasiswa yang sengaja praktik lapangan di sana.

            Pagi-pagi mereka sudah bekerja membangun gedung-gedung diiringi musik yang mereka sukai. Buka lahan di sana-sini. Bangunan-bangunan yang sudah berdiri sudah dikasih nomor. Jalan-jalan lebar. Patok-patok penanda lahan berjejer menandai lokasi pembangunan sesuai peruntukkannya. Taman-taman mulai tampak tumbuh dengan cantiknya. Suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju, IKN sedang dibangun.

            Foto tentang IKN saya dapatkan dari Money Kompas dan BBC.


Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) (Foto: Money Kompas)

Istana Presiden RI di IKN (Foto: BBC)

            Di sana jelas dibangun gedung-gedung pemerintahan, terutama istana presiden atau istana negara. Di samping itu, berbagai fasilitas untuk beroperasinya sebuah kota modern juga dibangun, misalnya, fasilitas kesehatan, pendidikan, riset, universitas, pasar, tempat ibadat, pertokoan, perbengkelan, wisata, dan segala hal fasilitas yang perlu ada untuk berputarnya roda kehidupan. Belum lagi, akan terjadi pembangunan di seputar IKN yang merupakan penunjang IKN akan lebih banyak bergerak dalam bidang bisnis. Kita lihat Jakarta yang ditopang oleh kota-kota di sekitarnya, seperti, Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Kota-kota semacam itu akan tumbuh di seputar IKN.

            IKN dengan segala kesibukannya nanti serta kota-kota di sekitarnya yang akan tumbuh, memerlukan orang-orang yang mengoperasikannya. Orang-orang ini dibutuhkan agar IKN berjalan sebagaimana seharusnya.

            Siapa lagi yang akan menjalankan IKN kalau bukan generasi muda Indonesia?

            So, jangan takut menganggur. Sekolah saja dengan baik, kuliah dengan benar, lengkapi diri dengan berbagai keterampilan. Dengan kompetensi yang baik, akan mudah sekali mendapatkan berbagai lahan pekerjaan di IKN. Tentu saja, yang akan ada pertama kali di IKN adalah para ASN untuk keperluan pemerintahan. Dengar-dengar 15 ribu ASN pertama di IKN akan mendapatkan rumah gratis di sana. Itu baru ASN, akan diperlukan lebih banyak lagi generasi muda, ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan di sana. Jangan takut menganggur, IKN menunggu kalian untuk berkarya dan berprestasi.

            Optimis dengan masa depan, jangan dengarkan mereka yang menyebarkan kebohongan, kebodohan, dan rasa pesimisme. Mereka hanya akan membuat kalian lemah dan penuh ketakutan menghadapi masa depan. Rajin-rajinlah mulai saat ini juga. Lalu, bersaing dan adu kompetensi di IKN.

            Saya juga mau kok kalau difasilitasi untuk membangun sarana pendidikan di sana untuk mendidik anak-anak ASN dan anak muda Kalimantan agar sama-sama bergerak maju menyongsong hari esok yang lebih baik. Akan tetapi, dibandingkan saya, lebih baik anak-anak muda yang masih penuh energi dan semangat untuk memanfaatkan dan membangun IKN. Insyaallah, sepanjang positif Allah swt akan memberikan pahala, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti.

            Sampurasun.

Saturday, 5 February 2022

Edy Mulyadi Terjerat Ahok

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Beneran parah netizen pendukung Ahok. Luar biasa gila mereka. Semua orang yang mereka anggap telah menjerumuskan Ahok ke dalam penjara, dikuliti, dibongkar rahasianya, dibeberkan masa lalunya. Kemudian, disebarluaskan sebagai korban kutukan atau karma Ahok. Mereka pun bertepuk tangan. Beneran kacau nih orang-orang. Mereka mempermalukan para musuh Ahok.

            Edy Mulyadi telah membuat marah orang-orang Kalimantan karena menyebut Kalimantan yang dijadikan tempat pindah Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia sebagai tempat “jin buang anak”. Akibat kata-katanya itu, Edy kini harus berurusan dengan hukum dan masuk penjara. Netizen Ahokers menelisik pribadi Edy. Ternyata, Edy dulunya adalah Sekjen Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI. Edy punya peran besar dalam menggerakan aksi massa 212 di Monas, Jakarta, dulu. Artinya, dia sangat bertanggung jawab atas dihukumnya Ahok. Di samping itu, profil siapa sebenarnya Edy pun diulas, termasuk sebagai Caleg gagal dari PKS.

            Hal itu dalam pandangan para Ahokers, telah terbukti satu lagi kutukan dan karma Ahok. Mereka pun mewanti-wanti bagi siapa pun yang telah berperan serta menghancurkan karir Ahok dulu untuk bertobat dan meminta ampun kepada Ahok agar tidak terkena kutukan Ahok.

            Orang boleh percaya atau tidak percaya atas kutukan itu, tetapi para pendukung Ahok terus berupaya meyakinkan masyarakat bahwa karma Ahok itu ada dan memang terjadi. Saya pun menulis tentang hal ini untuk ketiga kalinya yang disertai nama-nama orang yang telah terkapar karena terkait dengan perilakunya dulu menjatuhkan Ahok.

            Sebagaimana yang sudah-sudah, hal yang saya yakini adalah “segala kejadian yang menimpa kita hari ini adalah akibat perilaku kita masa lalu dan perilaku kita hari ini menentukan keadaan kita pada masa depan”. Soal pengertian karma, terserahlah, mau ngambil pandangan dari aliran kepercayaan, Hindu, Budha, atau yang lainnya. Saya sebagai orang Islam sangat percaya bahwa segala perilaku kita itu menimbulkan akibat yang negatif dan positif terhadap diri kita sendiri bergantung dari positif atau negatifnya perilaku kita. Begitu pula tentang konsep keberadaan surga dan neraka sebagai akibat dari positif atau negatifnya tingkah laku kita, baik lahir maupun batin.

            Sampurasun.