Showing posts with label Kebutuhan. Show all posts
Showing posts with label Kebutuhan. Show all posts

Wednesday, 20 January 2021

Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kebutuhan

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Kebutuhan setiap manusia, setiap kelompok manusia terkadang berbeda. Bahkan, sering berbeda. Kebutuhan anak kecil berbeda dengan orang dewasa. Kebutuhan guru berbeda dengan kebutuhan pedagang bakso. Kebutuhan presiden berbeda dengan kebutuhan dokter.

            Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan adanya perbedaan kebutuhan untuk setiap individu.

 

Lingkungan

Lingkungan merupakan faktor yang mendorong perbedaan kebutuhan manusia. Lingkungan tertentu menyebabkan kebutuhan tertentu pula. Misalnya, orang yang hidup di daerah dingin membutuhkan pakaian yang tebal dan makanan yang berkalori tinggi. Hal itu disebabkan mereka membutuhkan berbagai hal yang membuat tubuh mereka hangat. Akan tetapi, terbalik dengan mereka yang hidup di daerah panas. Mereka memilih pakaian yang tipis dan menghindari makanan berkalori tinggi agar tubuh mereka menjadi lebih sejuk dan tidak kepanasan.

 

Agama

Agama merupakan faktor yang mendorong pula perbedaan kebutuhan di antara manusia sesuai dengan keyakinannya. Orang Islam membutuhkan Al Quran, sajadah, tasbih, hewan qurban, biaya ke Mekah, dan lain sebagainya. Orang Hindu membutuhkan bunga-bunga dan alat-alat lainnya untuk beribadat, tetapi tidak membutuhkan daging sapi untuk dimakan karena mereka tidak ingin mengonsumsinya.

 

Adat Istiadat

Adat istiadat pun sangat memengaruhi perbedaan kebutuhan. Orang Sunda membutuhkan banyak bunga, pakaian adat, dan alat seni untuk menyelenggarakan upacara adat. Demikian pula orang Jawa, Batak, Bugis, dan lain sebagainya membutuhkan barang-barang tertentu untuk melakukan upacara adat yang berbeda dengan suku-suku lainnya.

 

Peradaban

Peradaban membuat kebutuhan manusia semakin berkembang, beragam, dan berbeda. Dulu alat-alat masak manusia cukup dengan kayu bakar, daun pisang, dan alat-alat sederhana lainnya. Sekarang manusia menggunakan alat-alat masak yang menggunakan energi listrik dan gas. Demikian pula dengan komunikasi, dulu orang berkomunikasi dengan menggunakan kertas surat atau telepon rumah. Sekarang, manusia menggunakan Hp dan internet.

            Demikian penjelasan tentang faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan manusia.

            Sampurasun.

 

 

Sumber Pustaka

Novasari, Yunita; Jawangga, Yan Hanif; Setiadi, Inung Oni; Hastyorini, Irim Rismi (editor); Ekonomi untuk SMA/MA Kelas X Semester I: Peminatan Ilmu-ilmu Sosial, PT Penerbit Intan Pariwara

S., Alam, 2013, Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X Kurikulum 2013: Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial, Penerbit Erlangga: Jakarta

Monday, 7 September 2020

Skala Prioritas

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Kebutuhan manusia tidak terbatas, tetapi alat pemuas atau sumber daya untuk memenuhinya terbatas. Misalnya, kita selalu menginginkan segalanya, tetapi uang kita terbatas untuk membelinya. Oleh sebab itu, kita harus menetapkan skala prioritas untuk mengatur keinginan kita sesuai dengan keadaan keuangan atau sumber daya yang kita miliki.

            Contohnya, jika kita hanya mempunyai uang Rp15.000,-, kita harus memilih apakah uang kita itu akan digunakan untuk membeli pulsa agar bisa belajar secara online atau digunakan untuk jajan yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran?

            Kita harus membuat keputusan berdasarkan kepentingan kita. Semua kepentingan atau kebutuhan itu pada dasarnya penting bagi kita, tetapi harus diperhatikan apakah kepentingan itu penting, lebih penting, sangat penting, lebih sangat penting, kurang penting, agak kurang penting, atau sama sekali tidak penting.

            Jangan sampai kita mengeluarkan uang atau sumber daya untuk hal-hal yang kurang penting, sementara ada hal-hal yang lebih penting untuk kita penuhi. Dalam hal  ini, penetapan skala prioritas kebutuhan/kepentingan sangat diperlukan. Dengan menetapkan skala prioritas, kita pun dapat mengelola keuangan kita dengan lebih baik, lebih tertib, dan lebih terkendali.

            Sampurasun.

 

Sumber Pustaka:

Novasari, Yunita; Jawangga, Yan Hanif; Setiadi, Inung Oni; Hastyorini, Irim Rismi (editor); Ekonomi untuk SMA/MA Kelas X Semester I: Peminatan Ilmu-ilmu Sosial, PT Penerbit Intan Pariwara

 

S., Alam, 2013, Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X Kurikulum 2013: Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial, Penerbit Erlangga: Jakarta