Showing posts with label Pembangunan. Show all posts
Showing posts with label Pembangunan. Show all posts

Saturday, 17 January 2026

Sedihnya Anak Muda Sunda Bahagia di Selokan

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Biasanya anak-anak muda, baik Sunda ataupun bukan sama saja, suka memposting aktivitasnya di cafĂ©, tempat-tempat nongkrong, tempat wisata, tempat ibadat, mall, tempat belanja, fleksing-fleksing dikit pamer keberhasilan atau kemewahan. Itu sering kita lihat pada  berbagai media sosial. Itu biasa saja, normal. Ada yang memang sedang berbahagia atau pura-pura bahagia. Akan tetapi, ada yang menarik akhir-akhir ini yang memperlihatkan banyak anak muda Sunda atau bukan Sunda, tetapi sudah tinggal di Jawa Barat tampak bahagia memposting dirinya sedang berada di selokan-selokan atau drainase yang dibangun oleh Provinsi Jawa Barat. Mereka tampak senang bahwa parit atau aliran air yang ada di lingkungan mereka bersih, bagus, kokoh, dan indah. Mereka memposting itu sambil bawa-bawa nama besar “Gubernur Konten Dedi Mulyadi”. Seolah-olah mereka berkata ini lho hasil kerja “Bapak Aing”.

            Sebetulnya, bukan hanya selokan yang mereka posting, melainkan jalan provinsi yang mulus, batas kota yang anggun, jembatan yang mewah, sungai-sungai yang tertata rapi, dan bangunan fisik lainnya yang dibangun Provinsi Jawa Barat. Bahkan, mereka bangga bisa berjalan-jalan di “Lembur Pakuan”, tempat tinggal Gubernur Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ini hal yang bikin menarik.

            Mereka tampak bergembira berada di tempat-tempat itu dan memamerkannya di akun-akun media sosial yang mereka miliki. Akan tetapi, saya justru merasa sedih karena sesungguhnya yang namanya selokan, jalan, trotoar, jembatan, bangunan-bangunan pemerintah, sungai, batas kota, atau pemandangan yang indah adalah hal yang biasa saja.


Anak-anak muda senang berfoto di tempat pembangunan yang berhasil (Foto: YouTube) 


            Mengapa mereka berbahagia dan mempostingnya di media sosial untuk hal yang biasa-biasa saja itu?

            Hal itu disebabkan mereka baru merasakan hak-hak mereka diberikan dengan baik. Mereka tidak merasakan hal itu sebelumnya. Infrastuktur, kebersihan, pemandangan, keanggunan, ketertiban, dan sebagainya itu sebenarnya sudah seharusnya merupakan hak anak-anak muda dan rakyat secara keseluruhan yang sejak lama harus diberikan.

            Pertanyaannya adalah mengapa hak-hak itu tampak mereka rasakan pada zaman Dedi Mulyadi? Mengapa sebelumnya tidak mereka rasakan?

            Kita memang tidak boleh menghina atau merendahkan pemerintah sebelum-sebelumnya karena besar atau kecilnya pemimpin sebelumnya pun telah melakukan hal-hal baik. Akan tetapi, harus diakui bahwa dalam waktu yang sangat singkat, di bawah satu tahun, Dedi sudah melakukan banyak hal massif dan positif, baik untuk fisik maupun nonfisik di Jawa Barat.

            Perilaku anak-anak muda yang memposting berbagai kegiatan pembangunan provinsi itu mudah sekali ditemukan pada berbagai media sosial. Memang belum semua target pembangunan tercapai, tetapi mereka sudah tampak senang. Kesenangan rakyat akan bertambah jika berbagai program kerja Dedi terus konsisten dilakukan sepanjang masa kepemimpinannya. Di tambah lagi, akan lebih menggembirakan jika para bupati, walikota, lurah, Kades, dan jajarannya sama-sama kontinyu untuk melakukan pembangunan-pembangunan yang menyenangkan rakyatnya. Tanpa pemerintah harus mengeluarkan biaya Humas yang banyak, anak-anak muda Sunda akan senang hati memposting kegiatan-kegiatan itu tanpa harus dibayar.

            Meskipun demikian, anak-anak muda dan rakyat keseluruhan pun tidak boleh lupa bahwa keberhasilan pembangunan itu bisa berhasil bukan hanya dengan dukungan, melainkan pula dengan kritikan-kritikan konstruktif positif dengan niat meningkatkan keadaan bukan untuk membuat gaduh dengan energi negatif kebencian yang sama sekali tidak ada gunanya.

            Ilustrasi jembatan di Pangandaran saya dapatkan dari YouTube.

            Sampurasun.

Monday, 23 November 2020

Syarat Keberhasilan Perencanaan

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Perencanaan pembangunan untuk mencapai berbagai sasaran, tentunya diperlukan berbagai syarat pula. Berikut  syarat-syarat keberhasilan dalam suatu perencanaan menurut  Alam S. (2016):

            Pertama, adanya badan perencanaan. Badan ini mutlak diperlukan dan bertugas secara periodik membuat laporan kemajuan dan hambatan-hambatan dalam pelaksanaan perencanaan.

            Kedua, adanya data statistik. Data statistik sangatlah diperlukan untuk diolah sebagai bahan dasar evaluasi perencanaan. Melalui data statistik ini, dapat diketahui apakah perencanaan masih berjalan dalam proses yang diharapkan atau malah berubah haluan dan berbelok dari awalnya.

            Ketiga, adanya mobilisasi sumber daya. Sumber daya yang digunakan untuk perencanaan perlu dimobilisasi dengan baik. Sebaiknya, sumber daya yang digunakan pertama kali adalah sumber daya yang berasal dari dalam negeri, misalnya, anggaran atau tabungan pemerintah. Apabila masih dirasakan kurang, pemerintah dapat menggunakan sumber daya yang berasal dari luar negeri.

            Keempat, memiliki tujuan. Tujuan haruslah ada dalam perencanaan pembangunan ekonomi. Hal ini bisa berupa target yang ingin dicapai. Tujuan dapat dibagi-bagi ke dalam tujuan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

            Kelima, adanya penetapan sasaran dan prioritas. Sasaran secara makro dan proritas pembangunan harus dirumuskan dengan sangat jelas agar setiap tahapan dalam pembangunan dapat dilaksanakan secara tepat.

            Keenam, keseimbangan. Perencanaan yang baik haruslah memperhatikan keseimbangan dalam perekonomian. Hal itu seperti keseimbangan antara tabungan dan investasi, permintaan dan penawaran, termasuk di dalamnya kebutuhan tenaga kerja.

            Demikian syarat-syarat yang diperlukan dalam keberhasilan suatu perencanaan.

            Sampurasun

 

Sumber Pustaka:

Hastyorini, Irim Rismi; Novasari, Yunita; Sari, Kartika; Jawangga, Yan Hanif (editor), Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XI Semester I: Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, PT Penerbit Intan Pariwara

S., Alam, 2016, Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI Kurikulum 2013: Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial, Penerbit Erlangga: Jakarta

Tuesday, 17 November 2020

Perencanaan Pembangunan Ekonomi

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Banyak ahli yang menerangkan pemahaman tentang perencanaan pembangunan ekonomi.  Lionel Robbins menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan ekonomi adalah kontrol atau penekanan bersama atas kegiatan produksi dan tukar-menukar pribadi. Adapun F.A. Hayek menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan ekonomi adalah arah aktivitas produksi oleh sebuah otoritas sentral. Artinya, ada kekuasaan yang merencanakan pembangunan ekonomi, biasanya disebut pemerintah. Hugh Dalton mengemukakan pendapatnya bahwa perencanaan pembangunan ekonomi adalah arah tujuan yang sengaja ditentukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab atas sumber daya kegiatan ekonomi.

            Meskipun terdapat berbagai pandangan, para ahli tetap sependapat bahwa perencanaan pembangunan ekonomi mengandung arti pengendalian dan pengaturan perekonomian dengan sengaja oleh suatu penguasa pusat untuk mencapai suatu sasaran dan tujuan tertentu dalam jangka tertentu pula (Pasaribu : 2013 dalam Alam S. : 2016).

            Dari berbagai pendapat tersebut, kita dapat memahami bahwa untuk keberhasilan suatu perencanaan, pembangunan ekonomi, haruslah memiliki target atau pencapaian tujuan yang harus dicapai. Contohnya, sebuah negara ingin terbebas dari kemiskinan, maka harus direncanakan berbagai program, seperti, pendidikan, pelatihan, ketersediaan lapangan kerja, distribusi barang dan jasa dengan baik, serta tersedianya willayah bagi pemasaran.

            Demikian pengertian perencanaan pembangunan ekonomi.

            Sampurasun

 

Sumber Pustaka:

Hastyorini, Irim Rismi; Novasari, Yunita; Sari, Kartika; Jawangga, Yan Hanif (editor), Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XI Semester I: Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, PT Penerbit Intan Pariwara

S., Alam, 2016, Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI Kurikulum 2013: Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial, Penerbit Erlangga: Jakarta

Monday, 5 October 2020

Pembangunan Ekonomi

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang bertujuan untuk meningkatkan produk domestik bruto (PDB) suatu negara atau daerah melebihi tingkat pertumbuhan penduduk.

            Dalam pembangunan ekonomi, peningkatan pendapatan harus dapat meningkatkan struktur sosial dan sikap masyarakat. Pembangunan ekonomi pun bertujuan membangun perbaikan terhadap hal-hal di luar ekonomi, misalnya, perbaikan pemerintah, pelayanan terhadap masyarakat, pelayanan kesehatan, perubahan sikap dan cara pandang, serta memperkecil jurang pemisah antara Si Kaya dan Si Miskin.

            Pemahaman terhadap pembangunan ekonomi adalah mengacu pada seluruh proses kegiatan ekonomi secara keseluruhan, bukan sebagian kecil dari suatu daerah. Misalnya, sebuah desa terpencil sedang membangun, tidak dapat dikatakan bahwa keseluruhan negara sedang membangun. Pembangunan ekonomi hanya mencakup perubahan ke tingkat yang lebih tinggi.

            Prof. Denis Goulet berpendapat bahwa terdapat tiga nilai inti dari pembangunan. Ketiga nilai itu adalah:

            Pertama, rezeki kehidupan. Kehidupan manusia bisa bertahan ketika kebutuhan-kebutuhan dasar untuk hidup terpenuhi. Misalnya, pakaian, makanan, tempat tinggal, kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Jika kebutuhan dasar tidak terpenuhi, terjadilah keterbelakangan.

            Kedua, harga diri. Harga diri merupakan perasaan berharga, mandiri, dan dipentingkan oleh pihak lain. Suatu negara yang dijajah atau dikendalikan oleh negara lain, negara tersebut tidak memiliki harga diri. Oleh sebab itu, pembangunan ekonomi suatu negara pun salah satunya bertujuan untuk meningkatkan harga diri.

            Ketiga, kebebasan dari perbudakan. Bebas dari perbudakan berarti pula bebas dari kebodohan, kejahatan, dan pengekangan. Setiap manusia bebas berekspresi, berpandangan politik, kesamaan di hadapan hukum, kesempatan yang sama dalam bekerja, dan keluasan berpartisipasi dalam pembangunan.

            Demikian pemahaman sederhana mengenai pembangunan ekonomi.

            Sampurasun.

 

Sumber Pustaka:

Hastyorini, Irim Rismi; Novasari, Yunita; Sari, Kartika; Jawangga, Yan Hanif (editor), Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XI Semester I: Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, PT Penerbit Intan Pariwara

S., Alam, 2016, Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI Kurikulum 2013: Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial, Penerbit Erlangga: Jakarta