Showing posts with label Bodoh. Show all posts
Showing posts with label Bodoh. Show all posts

Friday, 15 August 2025

Jadi, Jokowi Itu Bodoh, Planga-Plongo, atau Pintar dan Berkuasa?

 


 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Agak lucu dan aneh memang. Dulu Jokowi disebut sebagai orang yang bodoh, tolol, planga-plongo, klemar-klemer, pinokio, ndeso, kampungan, dan berbagai sebutan rendah lainnya. Akan tetapi, sekarang disebut berkuasa penuh, pintar menguasai politik, mampu mengendalikan institusi negara, dan menggerakkan aparat negara, padahal dia sekarang sudah menjadi rakyat biasa.

            Orang-orang yang merendahkan dan mengatakannya penguasa penuh masih itu-itu juga. Dulu orang ingin menjatuhkannya dengan merendahkannya. Ketika tidak berhasil, sekarang menjatuhkannya dengan sebutan penguasa dinasti Solo yang ingin terus berkuasa dengan memasang anak dan menantunya pada posisi-posisi kuat dan berpengaruh di Indonesia.

            Baik dijatuhkan dengan cara direndahkan atau disebut penguasa zalim, tetap saja tidak berhasil. Jokowi masih berada di puncak kepercayaan rakyat, bahkan Prabowo menjadi presiden pun atas dukungan penuh Jokowi. Kalau disebut masih mampu mengendalikan negara tanpa ada dalam posisi presiden, artinya dia pintar.

            Begitu, kan?

            Kalau bodoh, dia pasti tidak sekuat itu, apalagi sekarang yang sudah terlepas dari jabatannya sebagai presiden.

            Iya, kan?


Jokowi (Foto: ANTARA News)


            Jadi lucu kalau dulu dibilang bodoh, tetapi sekarang dibilang pintar masih  mempengaruhi aparat negara untuk dikuasainya. Hal yang lebih lucu adalah orang-orang yang mengatakan dulu bodoh sekarang pintar masih itu-itu juga.

            Hal yang sangat kasihan adalah rakyat yang ikut-ikutan grup WA yang salah. Saat Jokowi dibilang bodoh, ikut menghina. Ketika Jokowi dibilang masih mampu berkuasa, ikut-ikutan juga berpendapat sama. Kasihan sekali mereka ini hanya bisa digiring ke sana ke mari untuk mengikuti opini orang-orang tertentu yang punya kepentingan politik tertentu. Mereka hanya bisa ikutan tanpa mampu menganalisa dengan menggunakan data dan fakta yang benar.

            Jadi, Jokowi itu bodoh atau pintar?

            Tidak mungkin bodoh sekaligus pintar. Kalau ada orang yang mengatakan bodoh sekaligus pintar, sebetulnya orang itu sedang kebingungan.

            Foto Jokowi saya dapatkan dari ANTARA News.

            Sampurasun.

Friday, 15 April 2022

Bajingan Bodoh Tak Bertanggung Jawab

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Ada yang kenal nama-nama berikut ini?

Muhammad Bagja, Komarudin, Dhia Ul Haq, Abdul Latip, Arif Pardhiani, Markos Iswan, dan Alfikri Hidayatullah.

Mereka adalah tujuh orang yang baru ditangkap polisi terkait pemukulan terhadap Ade Armando. Masih banyak yang belum ditangkap, termasuk provokator, penyebar berita palsu dan yang terkait pula pemukulan terhadap polisi.

Mereka kini menjadi pesakitan yang sudah pasti berlebaran di penjara dengan baju baru, yaitu baju tahanan mungkin. Mereka harus meringkuk di jeruji besi, tersingkirkan dari dunia luar.

Apa yang mereka dapatkan sekarang?

Kesusahan dan penyesalan!

Mereka kehilangan kebebasannya.

Lantas para bajingan bodoh yang mencuci otak mereka, memberikan informasi bohong, memanas-manasi mereka, membuat mereka tetap bodoh, telah bertanggung jawab apa terhadap diri mereka dan keluarganya?

Paling juga kata-kata: Sabar ya ini ujian dari Tuhan; terima kasih engkaulah pahlawanku; tenanglah rezim Jokowi bakal segera hancur.

Terus apa lagi?

Tidak ada!

Bagaimana tanggung jawab para bajingan bodoh itu terhadap anak dan istri mereka?

Apakah bersedia membiayai anak dan istrinya selama mereka dipenjara?

Dapatkah menggantikan perasaan kehilangan yang diderita orang tua mereka yang telah histeris menangis karena anak-anaknya ditangkap polisi?

Dapatkah menjamin kehidupan dan pekerjaan mereka selepas dari penjara?

Mereka telah tercatat sebagai kriminal dan pernah berurusan dengan aparat kepolisian yang artinya sulit mendapatkan catatan kelakuan baik yang bersih jika melamar pekerjaan yang mempersyaratkan adanya surat kelakuan baik dari kepolisian.

Perusahaan bonafide mana yang akan mempekerjakan mantan narapidana?

Para bajingan bodoh itu sama sekali tidak bertanggung jawab terhadap orang-orang yang mereka gerakan untuk membuat tindakan-tindakan jahat. Bahkan, hingga kini mereka terus saja memprovokasi orang agar marah dan tetap tertipu sehingga kepolisian harus bertindak tegas terhadap orang-orang yang telah disesatkan itu.

Telah berulang-ulang memprovokasi orang dengan isu bahwa rezim Jokowi bakal hancur, kenyataannya hingga hari ini NKRI tetap tegak dengan presidennya tetap Jokowi. Anehnya, masih banyak orang yang percaya omongan para bajingan bodoh ini hingga benar-benar bodoh karena informasi-informasi palsu di grup-grup WA.

Sungguh para bajingan bodoh ini tidak pernah bertanggung jawab terhadap nasib orang-orang yang telah dijerumuskannya menjadi pelaku kejahatan. Oleh sebab itu, kalian jangan bodoh dan jangan jadi bajingan.

Sampurasun.

Narasi Vs Narasi

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Narasi harus dilawan dengan narasi jika tidak setuju dengan narasi itu. Pendapat harus dilawan dengan pendapat. Pendapat itu ada yang bagus, ada yang jelek, ada yang memuji, ada yang menyalahkan, ada yang membangun, atau ada yang menghinakan dan menghancurkan. Mau jelek atau bagus, itu semua pendapat. Mau memuji atau menghina, itu adalah pendapat. Opini harus dilawan dengan opini. Ekonomi harus dilawan dengan ekonomi. Ilmu dengan ilmu. Semuanya harus berimbang.

            Kalau narasi dilawan dengan pemukulan, itu tidak berimbang, bodoh, dan bajingan. Bukan hanya soal Ade Armando, soal siapa saja, kita ini masih banyak yang kampungan dan bego dalam menyelesaikan masalah. Orang cerdas melakukan penelitian yang menggunakan otak dan narasi, lalu karena kita tidak suka dan tidak setuju, kita pukuli, maki, persekusi, dan kita ancam bunuh. Hal itu menyebabkan pengetahuan tidak berkembang dan terus hidup dalam keterbelakangan. Jangan aneh kalau orang Islam belum bisa bikin pesawat luar angkasa atau bahkan obeng dan alat rumah tangga sekalipun karena daya kreativitasnya yang sering ditahan dan diganggu perkembangannya oleh orang-orang yang sok suci, padahal bodoh nggak ketulungan dan bajingan melebihi preman jalanan.

            Saya sering menggunakan istilah “bajingan bodoh”. Ini saya tujukan bagi orang-orang bodoh yang tidak memiliki ilmu, dalil, hujah, dan kemampuan bernarasi. Ketika Ade Armando menyampaikan sebuah narasi atau penuturan, kaget, dan tidak setuju. Akan tetapi, karena bodoh, mereka tidak memiliki kemampuan yang sama seperti Ade Armando dalam menyampaikan pikiran atau pengetahuan yang mereka anggap benar. Karena bodoh dan terus diberi informasi menyesatkan, kemampuan yang mereka miliki akhirnya hanya kemampuan seperti binatang, yaitu menggunakan fisiknya untuk menyerang dan mengalahkan lawan. Padahal, Allah swt menganugerahkan otak adalah untuk berpikir dan tidak menggunakan fisik untuk menyelesaikan masalah, kecuali terancam dan terpaksa. Karena bodoh dan tidak memiliki kebiasaan menggunakan otak, hal yang muncul adalah kebiasaan hewaninya yang menggunakan kekerasan fisik. Jadilah mereka bajingan. Oleh sebab itu, saya menyebut orang-orang seperti itu sebagai bajingan bodoh. Mereka tidak punya pengetahuan dan kemampuan bernarasi, tetapi tidak mampu mengendalikan emosi sehingga yang muncul adalah insting hewaninya.

            Kasus Ade Armando kemarin-kemarin itu adalah otak dilawan fisik.

            Siapa yang bodoh?

            Kalau kerja otak, lawan lagi atuh dengan kerja otak. Kalau kalian selalu menggunakan kemarahan dan fisik dalam menyelesaikan masalah, kalian adalah sama dengan binatang, bahkan lebih rendah dibandingkan binatang. Hal itu disebabkan kalian telah dianugerahkan otak, tetapi yang digunakan hanya otot yang tidak beda dengan binatang.

            Jangan jadi bajingan bodoh. Belajar yang benar, ngaji yang benar, serta gunakan otak dan hati dalam menghadapi kehidupan ini. Adapun fisik adalah untuk melengkapi kita dalam menggunakan otak dan hati hingga menjadi manusia yang menyenangkan dan bermanfaat bagi manusia lainnya. Bukan manusia yang mengesalkan dan menakutkan bagi manusia lainnya.

            Sampurasun.

Monday, 19 August 2019

Tidak Semua Senang Kemerdekaan RI

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya
Dalam memperingati HUT ke-74 RI pada 2019 ini, ternyata ada yang senang dan ada yang tidak, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Hal ini bisa dilihat dari sikap dan pernyataan-pernyataan mereka. Ada nuansa kebencian dan kekecewaan yang terasa dari diri mereka. Banyak hal yang mungkin menjadi dasar dari pernyataan dan sikap mereka.

            Saya membagi tiga mereka yang tidak senang kemerdekaan RI, yaitu: penjajah, pengacau, dan orang-orang bodoh.

            Penjajah adalah pihak yang tidak senang dengan kemerdekaan RI, terutama Belanda. Oleh sebab itu, setelah Proklamasi RI, 17 Agustus 1945, mereka menyerang lagi dengan agresi militernya, bahkan menangkap para pemimpin Indonesia, termasuk Soekarno. Bahkan, meskipun mereka kalah, tetap tidak mengakui Indonesia merdeka pada 1945. Mereka mengakui kemerdekaan Indonesia adalah pada 1959 selepas Konferensi Meja Bundar (KMB). Mereka baru mengakui Indonesia merdeka pada 1945 semasa Presiden SBY dengan ditandai kehadiran delegasi Belanda dalam peringatan HUT RI di Istana Negara, padahal sebelumnya tidak pernah hadir.

            Pengacau adalah pihak yang sangat tidak senang dengan kemerdekaan Indonesia karena mereka tidak menyukai sistem pemerintahan Indonesia dan  tidak menyukai para pemimpin Indonesia dari dulu hingga sekarang. Mereka hingga kini selalu berada dalam kekecewaan, kasihan juga sih. Mereka selalu menginginkan sistem pemerintahan Indonesia sesuai dengan keinginan mereka sendiri yang mereka anggap paling benar. Mereka pun tidak menghormati berbagai kesepakatan yang menjadi dasar pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di samping itu, mereka hanya menginginkan pemimpin Indonesia berasal dari kelompok mereka sendiri.

            Para pengacau inilah yang sebetulnya sangat berbahaya karena mereka kerap mengacaukan pikiran dan kestabilan kondisi masyarakat. Mereka inilah yang harus diwaspadai dan diblok segala aktivitasnya yang mengganggu kestabilan NKRI. Hingga hari ini para pecinta NKRI tidak boleh lengah terhadap gerakan-gerakan negatif mereka.

            Orang-orang bodoh juga termasuk yang kecewa dengan kemerdekaan RI. Mereka tidak pernah belajar  bagaimana mengerikan dan menyedihkannya zaman penjajahan, tidak pernah mencari tahu bagaimana getirnya bangsa Indonesia melepaskan diri dari penjajahan, dan tidak pernah berkomunikasi dengan leluhurnya yang mengalami kesengsaraan dan perjuangan dalam meraih kemerdekaan. Mereka justru terjebak informasi-informasi samar, bahkan palsu mengenai kondisi Negara Indonesia masa kini yang dibuat oleh orang-orang yang membenci kemerdekaan Indonesia.

            Semua harus waspada, hati-hati, jaga kententeraman, tetapi tetap tenang dan beraktivitas sebagaimana biasa. Patuhi hukum, jangan bertindak di luar hukum atau main hakim sendiri, hormati aparat pemerintah, jangan lupa kritik pemerintah jika terjadi penyimpangan, serta kalau bisa, berikan solusi untuk memecahkan masalah yang terjadi.

            Sampurasun.

Saturday, 28 July 2018

Metode Ilmiah Adalah Ajaran Al Quran


oleh Tom Finaldin

Sudah menjadi penyakit dari dulu hingga kini bahwa kaum muslimin tenggelam dalam berbagai dongeng, doktrin, dan khayalan-khayalan yang dikemas dengan kata-kata “ini adalah ajaran Islam”. Padahal, itu semua bukanlah ajaran Islam. Sering sekali penafsiran-penafsiran subjektif yang didasarkan pada kepentingan-kepentingan tertentu yang sifatnya duniawi didesakkan kepada kaum muslimin untuk dipercayai. Apabila ada yang tidak percaya, kerap dikatakan sesat, kafir, bahkan murtad. Kita bisa lihat bahwa perilaku-perilaku seperti ini selalu berujung pada kepentingan politik dan ekonomi atau paling tidak, didasarkan pada keinginan untuk tetap dihormati dan dimuliakan. Jauh sekali dari tujuan Islam itu sendiri, yaitu menebarkan rahmat di seluruh alam semesta. Oleh sebab itu, tak heran jika kaum muslimin masih jauh tertinggal di belakang ribuan tahun lamanya dibandingkan umat-umat lain. Kaum muslimin selalu dalam keadaan terbelakang dan dipermainkan orang lain.

            Allah swt sesungguhnya mengajarkan dasar-dasar metode ilmiah dalam Al Quran. Umat Islam diharuskan mempercayai sesuatu berdasarkan pembuktian yang dapat dipahami dengan logika. Umat Islam tidak boleh mempercayai sesuatu tanpa syarat yang tidak boleh diuji. Allah swt sendiri terbuka untuk diuji. Al Quran menantang untuk diuji. Kalau ada yang tidak percaya Al Quran, silahkan untuk membuat satu surat semisal Al Quran atau cari ayat-ayat yang bertentangan dalam Al Quran. Sampai hari ini tantangan Allah swt itu tidak ada yang mampu menjawab. Allah swt mengatakan bahwa kalaupun seluruh manusia dan jin disatukan untuk menjawab tantangan Al Quran itu, tetap tidak akan berhasil. Hingga hari ini memang tidak pernah ada yang berhasil. Allah swt, Islam, dan Al Quran baik-baik saja tetap tertinggi dan termulia.

            Dalam metode ilmiah, apabila kita mendapatkan fenomena, gejala alam, atau informasi, hal pertama yang harus dilakukan adalah syak (skeptis), ragu tentang hal itu. Untuk mendapatkan keyakinan tentang hal tersebut, tak ada jalan lain kecuali dengan pembuktian melalui penelitian. Dengan menggunakan penelitian yang menyeluruh sesuai dengan prinsip-prinsip metode ilmiah, akan didapat kebenaran atau ketidakbenaran fenomena atau informasi yang kita dapatkan.

            Apabila langsung percaya tentang sesuatu hal tanpa melakukan penelitian, kita akan terjebak dalam prasangka dan dugaan yang tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hal ini sangat dibenci Allah swt.

            Perhatikan firman Allah swt dalam QS An Najm (53) : 28-29.

            “Mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan (prasangka) dan sesungguhnya dugaan itu tidak berguna sedikit pun terhadap kebenaran. Oleh sebab itu, tinggalkanlah orang yang berpaling dari peringatan Kami. Dia hanya mengingini kehidupan dunia.”

            Terjebak dalam dugaan dan prasangka adalah suatu kesesatan karena tidak jelas kebenarannya. Satu-satunya cara untuk membuktikannya, ya itu tadi, penelitian yang menyeluruh. Begitulah Allah swt menyuruh kita untuk tidak menggunakan prasangka atau dugaan sebagai kebenaran.

            Dugaan atau prasangka yang diklaim sebagai kebenaran adalah hoax. Parahnya, para pembuat, penebar, dan pecinta hoax ini menebarkan kebohongan mereka untuk mendapatkan kehidupan dunia.

            “…. Dia hanya mengingini kehidupan dunia.” (QS 53 : 28)

            Apalagi kehidupan dunia itu kalau bukan kepentingan politik dan ekonomi?


Jalan Ilmiah
Orang yang menempuh jalan ilmiah untuk mendapatkan kebenaran Islam adalah Imam Al Ghazali. Dalam Muhammad Husein Haikal (2000) diterangkan bahwa Imam Al Ghazali mengatakan bahwa ia membebaskan diri dari segala macam konsepsi. Kemudian, baru ia berpikir dan menimbang kembali, menyusun kembali, lalu membuat beberapa perbandingan. Dikemukakannya beberapa argumentasi, diujinya dan dianalisa. Dari semua itu, kemudian ia memperoleh petunjuk bahwa Islam dan tuntunan yang diberikan menurut konsepsi Islam adalah benar. Imam Al Ghazali melakukan hal ini untuk menghindarkan hal-hal yang bersifat taklid. Ia ingin membina keimanannya itu atas dasar iman yang pasti yang berlandaskan argumen dan pembuktian, yakni iman yang kebenarannya sudah menjadi pegangan kaum muslimin tanpa ada khilafiah.

            Lebih jauh dari itu, para penulis buku-buku ilmu kalam malah berani meragukan kebenaran Rukun Iman. Mereka lalu menyelidikinya, menganalisanya, meninjau kembali. Dengan demikian, keimanan yang mereka dapatkan berasal dari pengetahuan yang pasti serta dapat diuji dan dapat bertahan secara ilmu.

            Metode-metode ilmiah ini sebenarnya bukan barang baru. Ini adalah memang metode yang diajarkan Allah swt. Sayangnya, umat Islam tidak mengembangkannya dengan baik dan tidak menggunakannya dalam berdakwah. Umat Islam malah menggunakan dongeng, khayalan, doktrin yang disebarkan dengan cara-cara taklid. Akibatnya, umat Islam tenggelam dalam kebodohan, keterbelakangan, dan mudah sekali ditipu. Justru orang-orang Barat-lah yang mengambil metode Al Quran ini, kemudian mengembangkannya dalam berbagai aspek kehidupan dan berhasil menerapkannya dalam kehidupan sehingga tampak unggul pada berbagai bidang. Adapun umat Islam karena terlalu lama meninggalkan metode ilmiah, terpaksa belajar dari pihak Barat di pendidikan formal dan menganggap metode ilmiah sebagai “barang baru” dalam dunia Islam.

            Apabila umat Islam ingin maju, gunakan metode ilmiah dalam berbagai aspek kehidupan sehingga bisa mendapatkan kebaikan, kebenaran, kehebatan, kemuliaan, dan keagungannya. Tinggalkan segala macam doktrin, pemaksaan keyakinan, atau ketakutan untuk dituduh kafir atau murtad karena berbeda pemahaman dengan guru-gurunya yang masih menggunakan kepercayaan lama yang tidak boleh diuji itu. Generasi muda muslim harus banyak bertanya tentang hal-hal yang tidak dipahaminya dan tidak boleh percaya begitu saja terhadap ajaran atau informasi yang baru diterimanya. Akal diciptakan Allah swt untuk menjadi penengah dalam kehidupan ini. Akal tidak boleh diperkosa dan ditekan untuk tunduk pada hal-hal yang samar dan tidak benar. Beranilah menerobos ketaklidan dan kebodohan. Majulah dengan pemikiran yang benar dan pasti untuk menyongsong kemuliaan di dunia dan akhirat.

            Sampurasun

Thursday, 11 February 2016

Menghajar Kontributor Wikipedia

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya

Saya benar-benar kecewa. Demi Allah swt yang setiap hari memegang ubun-ubun saya.

            Saya kecewa!

            Saya kecewa karena ternyata tidak ada seorang pun anti-Islam di dunia ini yang bisa mengalahkan saya dalam berdebat. Minimal di Youtube saya mengatakan berulang-ulang hal itu.

Apa saya mungkin harus berhadapan langsung dengan orang terpandai di dunia ini yang ingin menjatuhkan ajaran Islam?

Saya memang mengejek mereka di Youtube sebagai orang-orang bodoh yang tidak berpengetahuan. Memang goblok mereka itu. Sampai saya menertawakan mereka habis-habisan dan menghina mereka sampai mereka putus asa. Saya melakukan hal itu dengan harapan ada orang tercerdas mereka di dunia ini yang mau berdebat dengan saya. Sungguh, saya bosan berdebat dengan orang-orang bodoh. Berdebat dengan orang-orang bodoh membuat otak saya cuma meng-copy-paste jawaban-jawaban saya kepada orang-orang bodoh sebelumnya. Saya ingin berdebat tentang hal baru yang belum saya ketahui. Dengan demikian, otak saya berputar lebih cepat, kreatif, dan positif. Di samping itu, saya akan mendapatkan banyak pengetahuan baru. Berdebat dengan orang-orang bodoh sungguh membosankan. Saya pengen dengan yang lebih pintar. Akan tetapi, sampai sekarang masih saja orang-orang bodoh itu yang ngajak berdebat. Bosen banget, soalnya sekali dua kali komen saja mereka sudah jatuh kalah.

Gak ada tantangan banget!

Saya berkali-kali menghina mereka dengan kata-kata tantangan.

Whether in this world there is no anti - Islam who can beat me?

‘Apakah di dunia ini tidak ada anti-Islam yang bisa mengalahkan aku?’

Where is your smartest people? I will beat him like flick my fingers!

‘Mana orang terpandai kalian? Aku akan mengalahkan dia seperti aku menjentikkan jari-jari tanganku!

Sampai hari ini sudah lebih dari dua ratus orang asing yang saya kalahkan. Tantangan saya itu pun tak mendapatkan jawaban lagi. Barangkali di sini, di Indonesia, ada teman-teman mereka yang bisa membuat otak saya lebih cepat bergerak. Saya juga sekalian menantang kalian semua. Siapa tahu toh ada anti-Islam di Indonesia ini yang lebih pintar daripada orang-orang asing goblok itu.

Ada hal lucu yang mereka lakukan untuk mengalahkan saya. Mereka bikin dulu berita-berita bohong di internet, lalu mendebat saya dengan bersandarkan berita yang mereka buat itu. Beberapa kali hal itu terjadi dan itu membuat saya malah menertawakan mereka. Soalnya, saya tahu banget tentang hal yang mereka bicarakan dan saya juga tahu bahwa mereka sendiri yang bikin-bikin berita itu. Saya ini penulis yang mudah sekali tahu bagaimana kesamaan-kesamaan gaya tulisan mereka. Mereka pikir saya akan tertipu. Maaf saya tidak tertipu. Maaf ya.

Ini contohnya. Awalnya saya tidak tahu dia yang bikin tulisan bohong di internet. Akan tetapi, dia yang keceplosan sendiri mengakuinya. Sungguh lucu. Lebih lucu lagi, dia sudah kalah berdebat tentang Islam. Dia malah ingin menjatuhkan nama baik Indonesia. Bagi mereka, Islam dan Indonesia itu tidak bisa dipisahkan. Artinya, Indonesia itu adalah Islam. Jika mereka bisa menjatuhkan nama baik Indonesia, berarti pula menjatuhkan Islam di dunia.

Ada hal yang lebih lucu lagi dari mereka. Sekarang mereka kalau berdebat dengan saya, suka menyembunyikan diri mereka sendiri. Dulu sih enggak. Saya suka masuk mempelajari mereka dari akun google mereka. Jadi, saya tahu siapa mereka, dari mana mereka, dan apa kebiasaan mereka. Dengan begitu, saya lebih mudah menjatuhkan mereka. Hal itu pernah saya lakukan kepada orang-orang Inggris. Saya jatuhkan mereka dengan hukum prime noct. Hukum itu adalah hak bangsawan Inggris untuk “menikmati” mempelai wanita pada malam pengantin pertama. Artinya, sebelum bersama suami sahnya, perempuan itu milik bangsawan Inggris pada malam pertama. Suami sahnya menikmatinya setelah bangsawan Inggris itu bosan. Hal itu membuat mereka malu sendiri. Oleh sebab itu, sekarang mereka menjadi sangat pengecut. Saya tidak bisa lagi mempelajari diri mereka karena saya hanya bisa melihat namanya. Keterangan lainnya ditutup rapat.

Begitulah yang namanya syetan dan iblis, sebagaimana yang dikatakan Allah swt dalam Al Quran bahwa ciri syetan adalah pengecut dan suka bersembunyi.

Tak apalah mereka sembunyi juga. Tidak masalah bagi saya karena seperti kata Allah swt juga bahwa syetan itu lemah. Jadi, banyak cara untuk menghajar mereka.

Beginilah salah satu perdebatan yang bagi saya sangat lucu. Mereka sudah kalah berdebat tentang Islam, lalu mereka cari jalan untuk melemahkan Indonesia. Mereka tahu saya orang Indonesia karena saya tidak pernah menutup diri dari siapa pun dalam hal apa pun. Saya bukan syetan yang pengecut, suka bersembunyi, dan lemah tipu daya.

Kalau ada yang mau lihat debat aslinya, masuk aja ke google plus Tom Finaldin, cari pos yang ada video youtube berbahasa Inggris. Saya di sini menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia

Ada seseorang yang mengaku bernama Ali Baba. Entah dari mana dia. Soalnya, seperti saya bilang tadi, akun google mereka ditutup dari saya. Pengecut banget mereka.

Dia menggunakan nama Ali Baba untuk menghina Nabi Muhammad saw. Padahal, Ali Baba itu nggak ada hubungan sama sekali dengan Nabi Muhammad saw. Mereka itu ngorong sambil ngarang.

Setelah saya berhasil mengalahkan lebih dari seratus teman-temannya dalam berdebat, dia tampaknya pengen ikutan berdebat dan menduga akan berhasil menang. Akan tetapi, jelas kalah karena Islam adalah agama yang benar dan paling lurus di antara semua agama.

Perhatikan perdebatan berikut.


Ali Baba

Nah, tidakkah ini tampak bagus dari yang aku baca?



=====================================================================
Seperti saya bilang tadi, mereka tidak pernah menang berdebat tentang Islam. Sekarang mereka mencoba mendiskreditkan Indonesia. Isi dari artikel itu berupa pelanggaran-pelanggaran Ham di Indonesia dalam versi bohong mereka yang ditulis dalam Wikipedia. Isinya campur aduk nggak karu-karuan, malahan terjadi pemutarbalikan fakta.
=====================================================================


Tom Finaldin

Mr, Ali Baba, nama kamu mengingatkan pada kata-kata magis “shazam”, lalu pintu gua batu pun terbuka.

            Aku sudah katakan berulang-ulang bahwa Wikipedia itu bukanlah sumber kebenaran. Di dalam “wiki” semua orang bisa menulis apa pun yang mereka ingin tulis. Tak ada yang menjamin siapa yang bertanggung jawab atas tulisan di sana.

            Banyak dosen di Indonesia yang selalu menolak setiap karya ilmiah mahasiswa yang menggunakan dasar rujukan tulisan dari Wikipedia.

            Setiap orang bisa berbohong di Wikipedia. Jadi, jangan berbicara denganku jika hanya berdasarkan kebohongan.

            Kamu mengerti ini?


Ali Baba

(Nama kamu mengingatkan pada kata-kata magis “shazam”, lalu pintu gua batu pun terbuka). Ya, tidakkah kamu melihat hubungannya dengan Muhammad? Apakah kamu pikir negaraku sama dengan yang kamu pikirkan tentang negaramu? Kami bahkan baik-baik saja. Aku adalah kontributor kebanggaan Wikipedia. Itulah kebenaran apabila kebenaran adalah hal yang kamu cari. Kebohongan. Aku sudah bangkit untuk tidak berbohong. Pernah. Berbohong adalah TIDAK diizinkan dalam agamaku. TIDAK PERNAH! TUHAN TIDAK BERBOHONG!

            Wikipedia bermanfaat sebagaimana seharusnya. Ini sangat mengesankan dan merupakan cara inovatif untuk mempromosikan kebenaran! Jika kebohongan sudah dipersepsikan oleh anggotanya, itu dikoreksi, selalu. TIDAK ada kemungkinan untuk berbohong. Tak ada alasan untuk berbohong. Faktanya, tujuannya adalah untuk mendapatkan kebenaran. Tak seorang pun ingin berbohong. Tak seorang pun. Kami menginginkan kebenaran. Dan kami telah melakukan kerja-kerja besar untuk mendapatkan kebenaran. Jika kamu pikir mereka berbohong, silakan menjadi anggotanya, lalu koreksi kebohongan-kebohongan itu oleh kamu sendiri. Kamu akan menyadari sendiri bagaimana Wikipedia melakukan koreksi itu. Tak seorang pun menggunakan kebohongan. Hanya para penipu yang menggunakan kebohongan. Kami bukanlah para penipu. Kami mengupayakan pengetahuan bukan kebohongan.


Tom Finaldin

Kebenaran?

Wikipedia adalah kebenaran?

Yuk mari. Aku beritahu kamu bahwa kebenaran membutuhkan data dan fakta-fakta. Data dan fakta-fakta membutuhkan penyampai informasi yang terpercaya.

Kamu percaya Wikipedia?

Kasihan kamu. Kami selalu menginginkan informasi dari sumber utama, bukan dari tulisan-tulisan murahan.

Aku akan uji kecerdasan kamu.

Jika dalam Wikipedia ditulis bahwa gubernur daerah kamu adalah pelanggar hak azasi manusia, tetapi dalam situs lain ditulis bahwa gubernur daerah kamu adalah pelindung hak azasi manusia, mana yang kamu percayai?

Wikipedia atau situs lain itu?

Bagaimana kamu menentukan mana yang salah dan mana yang benar?

Oh ya, satu hal lagi.

Mengapa kamu sangat marah?

Mengapa kamu memposting “Aku sudah bangkit untuk tidak berbohong. Pernah. Berbohong adalah TIDAK diizinkan dalam agamaku. TIDAK PERNAH! TUHAN TIDAK BERBOHONG!”?

Apakah kamu yang menulis berbagai kebohongan di Wikipedia?

Wooooohooooohoooahooo “shazam”, lalu pintu gua batu pun terbuka.


Ali Baba

Aku tidak marah. Aku jarang sekali marah. Kebohongan di Wikipedia? Tunjukkan kepadaku kebohongan itu! Tuduhan tanpa bukti adalah sama dengan berbohong. Jadi, tunjukkan bukti kebohongan yang kamu maksudkan itu atau kamu adalah orang yang pantas disebut pembohong. Sederhana.

            Ini link lagi untukmu. Dan baca lagi untuk mengecek apakah di sana ada kebohongan, silakan beritahu aku yang mana kebohongan itu.

            Terima kasih.



Tom Finaldin

Apa?

Bukankah sudah aku katakan, “Aku beritahu kamu bahwa kebenaran membutuhkan data dan fakta-fakta. Data dan fakta-fakta membutuhkan penyampai informasi yang terpercaya.”?

Tanpa data, fakta, dan penyampai informasi terpercaya, semua informasi adalah omong kosong. Dan … kebenaran harus ditulis dengan aspek 5W 1H: what, where, who, when, why, dan how.

Dan … kamu belum menjawab tes yang aku berikan:

“Jika dalam Wikipedia ditulis bahwa gubernur kamu adalah pelanggar hak azasi manusia, tetapi dalam situs lain ditulis bahwa gubernur kamu adalah pelindung hak azasi manusia, mana yang kamu percayai?

Wikipedia atau situs lain itu?

Bagaimana kamu menentukan mana yang salah dan mana yang benar?”

Dan … tulisan di Wikipedia yang kamu kirimkan kepadaku adalah kebohongan.

Kamu mengerti ini?

================================================================


Perdebatan pun berhenti. Dia tak punya jawaban apa pun lagi. Saya menunggu lama jawaban dari dia. Akan tetapi, dia tidak menjawab lagi. Saya berharap ada orang lain yang membantu dia. Namun, tak ada yang membantunya.

Ada yang mau bantu Si Ali Baba untuk menjawab pertanyaan saya?

Saya tunggu!

Kalau tidak ada yang bisa menjawab, berarti saya benar. Hal itu disebabkan saya selalu berupaya bersandar pada kebenaran Illahi yang disampaikan Junjunan Yang Mulia Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw.








Thursday, 27 May 2010

Kukuk Beluk

oleh Tom Finaldin

Bandung, Putera Sang Surya
Saya tidak tahu apa itu kukuk beluk. Akan tetapi, saya punya sangkaan bahwa kukuk beluk adalah adalah binatang sejenis unggas yang saya pun belum pernah melihatnya atau memang sudah melihatnya, tetapi tidak tahu namanya atau sudah melihatnya, tetapi bagi saya namanya bukan kukuk beluk. Orang Jawa mungkin tahu kukuk beluk karena Soekarno, Presiden RI ke-1, pernah menulisnya dalam artikelnya. Saya orang Sunda, jadi tidak mengenal kukuk beluk, cuma nyangka-nyangka saja.

Dalam artikel itu, Soekarno mengatakan bahwa saat itu di Indonesia banyak kukuk beluk, artinya banyak orang yang sifatnya sama dengan kukuk beluk. Saat itu menurutnya bangsa Indonesia sudah benar-benar 100% kelas kambing yang harus selalu patuh pada kekuasaan kolonial. Sikap dan situasi itu dianggap benar oleh masyarakat, artinya sudah menjadi sesuatu yang seharusnya bangsa Indonesia dikuasai bangsa asing sehingga kehilangan kekuatannya sendiri. Adapun orang-orang yang tersadar dari situasi itu dan mencoba membangkitkan kekuatan masyarakat Indonesia akan dianggap pengacau, provokator, dan berbahaya. Rakyat tidak habis mengerti mengapa harus mengikuti orang-orang yang aktif berkoar-koar untuk merdeka, toh keadaan sudah seperti itu dan dijalani sebagaimana hari-hari biasanya. Banyak sekali orang yang kaget dan terkejut saat Soekarno berapi-api menyampaikan gagasan dan pandangannya. Mereka geger seperti kukuk beluk yang selamanya berada dalam ruangan gelap, lalu blingsatan saat ada cahaya masuk, saat datang tajamnya sorot pemikiran baru. Tak sedikit dari mereka yang memaki, mengata-ngatai, dan berpendapat buruk terhadap Soekarno. Masyarakat menganggap Soekarno kelewatan, tak tahu diri, bodoh, tolol, dan nggak ada kerjaan.

Begitulah rakyat kelas kukuk beluk yang disampaikan Soekarno. Karena mereka sudah menganggap hidupnya wajar seperti itu, saat disadarkan, heboh nggak karuan.

Sekarang juga sama para kukuk beluk ada di mana-mana. Rakyat banyak yang sudah terhipnotis dengan keadaannya. Kita hampir seluruhnya menerima bahwa kita memang harus berdemokrasi. Sistem politik demokrasi adalah yang terbaik dan paling unggul meskipun penuh dengan tipuan dan keborokan. Dengan demikian, jika ada orang atau pihak yang menyadarkan masyarakat untuk segera menghentikan demokrasi karena merupakan alat penjajahan gaya baru, sebagaimana yang terjadi dengan kukuk beluk, yaitu geger, menganggap bodoh, kampungan, tolol, dan tak tahu diri pada orang yang menyadarkannya itu. Padahal, amat besar kecintaan orang itu pada negerinya, Indonesia.

Demikianlah kukuk beluk yang bisa dikisahkan di sini. Sudah sewajarnya jika kukuk beluk tak mau berubah menjadi burung Garuda Perkasa, hiduplah dalam kegelapan dan kesesatan demokrasi. Selamat menderita.