Showing posts with label Kebohongan. Show all posts
Showing posts with label Kebohongan. Show all posts

Saturday, 29 April 2017

Bahaya Wikipedia

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya
Dari dulu saya sudah melihat bahaya yang ditimbulkan oleh Wikipedia yang disebut-sebut “Kamus Besar Dunia” itu. Niatnya sih, Wikipedia sangat bagus, yaitu memberikan banyak pengetahuan kepada masyarakat dengan cara berbagi. Wikipedia seolah-olah sebuah alat atau media untuk melawan kebiasaan dunia yang “pelit” berbagi pengetahuan. Para penggagas Wikipedia seakan-akan “memberontak” atas kepemilikan pengetahuan yang hanya beredar di kalangan terbatas. Wikipedia mendorong setiap orang dapat berbagi pengetahuan, mengoreksi pengetahuan, mengurangi isi artikel, atau menambah artikel tersebut.

            Wiki sendiri memiliki arti “setiap orang” atau “semua orang”. Artinya, “siapa pun” dapat berpartisipasi di dalam Wikipedia. Akan tetapi, justru inilah yang menjadi masalah. Karena melibatkan semua orang, kualitas ilmu pengetahuan yang ada di dalam Wikipedia menjadi diragukan. Semua orang bisa mengoreksi, menambah, atau mengurangi, bahkan bisa membuat sebuah tulisan.

            Semua orang itu siapa?

            Sejauh mana kualitas mereka?

            Hal yang paling sangat mengganggu adalah siapa yang bertanggung jawab atas tulisan-tulisan yang ada di Wikipedia?

            Sejauh mana kebenaran yang ditulis “semua orang” itu?

            Tak bisa dipastikan benar dan salahnya tulisan di Wikipedia karena tidak ada orang yang bertanggung jawab atas isinya.

            Meskipun di dalam Wikipedia diharuskan untuk menuliskan sumber-sumber pustaka sebuah isi artikel, tetap saja tidak ada yang bisa memastikan apakah isi artikel itu memang berdasarkan sumber-sumber pustaka yang ditulis itu ataukah sama sekali tidak ada hubungan antara isi artikel dengan sumber pustaka?

            Tidak jelas “siapa mengatakan apa”. Tidak jelas “apa dikatakan oleh siapa”. Itulah sesungguhnya yang merusakkan ilmu pengetahuan, informasi, atau berita. Oleh sebab itu, banyak sekali dosen di Indonesia yang tidak menerima karya ilmiah mahasiswa jika berdasarkan artikel-artikel dari Wikipedia. Isi Wikipedia bukanlah sumber kebenaran dan masih selalu harus diragukan.


Pemblokiran di Turki
Pemerintah Turki memblokir Wikipedia karena kemungkinan besar dianggap mengganggu ketenangan dan ketertiban negara. Apalagi jika terkait dengan peristiwa-peristiwa politik besar di Turki.

            Meskipun pemerintah Turki tidak menjelaskan secara detail alasan pemblokiran itu, saya bisa memahaminya. Karena Wikipedia membebaskan semua orang untuk menulis apa pun, termasuk menambah, mengurangi, dan mengoreksi isinya, kerap dijadikan alat untuk membiaskan informasi tentang sejarah, profil seseorang, harga diri sebuah bangsa, menyudutkan kelompok tertentu, melakukan fitnah-fitnah tanpa bukti yang jelas, dan menyebarkan “hoax” yang dibungkus mirip-mirip bahasa ilmiah, padahal bukan.


Indonesia Harus Mempertimbangkan Wikipedia
Indonesia pun seharusnya mempertimbangkan pemblokiran Wikipedia karena situs ini bisa sangat menyesatkan dan memberikan informasi palsu. Apalagi Indonesia sedang diganggu oleh hoax dan ujaran kebencian, pemblokiran Wikipedia harus sudah menjadi perhatian serius.

            Saya membaca tulisan-tulisan di Wikipedia, baik yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa Inggris yang menyudutkan Indonesia sebagai negara, maupun sebagai bangsa. Beberapa tema yang tidak benar tentang Indonesia yang menyebar secara cepat di Wikipedia biasanya berisi tentang pelanggaran Ham, intoleransi, sejarah, kekerasan, politik, hukum, dan profil seseorang, baik itu pejabat, pengusaha, ataupun orang biasa. Isinya banyak yang kacau, dusta, dan terkadang memprovokasi dengan bahasa mirip ilmiah, padahal tidak sama sekali.

            Kalau yang berbahasa Indonesia, mungkin kita bisa lihat. Akan tetapi, yang menggunakan bahasa Inggris, tidak semua orang mengerti. Hal tu sangat membahayakan.

            Saya pernah berdebat soal ini dengan orang asing. Baca tulisan saya yang lalu berjudul Menghajar Kontributor Wikipedia. Dia menulis banyak hal buruk tentang Indonesia dengan penuh kebohongan dalam bahasa Inggris. Saya katakan dia menulis kebohongan di Wikipedia karena saya tahu “kebenarannya”. Saya lebih tahu daripada dia karena saya orang Indonesia.

            Saya lebih menghargai para penulis Indonesia yang menulis dengan menggunakan blog pribadi dengan identitas asli yang jelas. Blog pribadi seperti itu menandakan bahwa dia seorang yang berani bertanggung jawab karena jika salah menulis atau menimbulkan gangguan kepada pihak lain, baik itu kelompok maupun individu, dapat berurusan dengan aparat hukum.

            Sebenarnya, Indonesia harus bersyukur karena memiliki undang-undang yang membatasi kebebasan berbicara, tidak terlalu bebas sehingga melukai orang lain, memfitnah, atau melakukan provokasi dengan kebohongan. Permasalahannya adalah masyarakat harus berpartisipasi aktif melaporkan berbagai hoax dan ujaran kebencian di internet serta kesungguhan polisi untuk menangani kasus-kasus tersebut.

            Dengan memiliki blog pribadi untuk mencurahkan gagasan dan  pikiran-pikirannya atau berbagi ilmu pengetahuan, setiap orang bisa mempertimbangkan ulang untuk melakukan kebohongan karena bisa berurusan dengan hukum. Blog pribadi lebih bertanggung jawab dibandingkan Wikipedia karena di dalam Wikipedia tidak diketahui siapa identitas penulisnya, siapa yang mengoreksi, menambah, atau menguranginya.


Wikipedia Wajib Introspeksi Diri
Jika Wikipedia ingin tetap eksis dipercaya oleh dunia sebagai “Kamus Dunia”, harus melakukan banyak hal untuk lebih memastikan isi artikelnya sebagai kebenaran dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi manusia dan kemanusiaan. Wikipedia harus mencari cara agar tidak dijadikan media kebohongan, kepalsuan, pembiasan informasi, bahkan provokasi yang tidak bertanggung jawab. Minimalnya, Wikipedia wajib menyertakan nama penulis dan asal negara penulis, termasuk mereka yang terlibat dalam artikel di dalamnya, seperti, orang yang melakukan koreksi, melakukan penambahan isi artikel, ataupun melakukan pengurangan isi artikel. Dengan demikian, ada orang atau pihak yang bertanggung jawab tentang isi tulisan tersebut. Hal itu pun dapat menjadikan pertimbangan masyarakat apakah akan mempercayai artikel tersebut atau tidak. Dengan adanya identitas mereka yang terlibat dalam artikel, dunia bisa mendapatkan informasi apakah para penulis itu memiliki kapasitas yang dapat dipercaya atau tidak.

            Sekarang ini Wikipedia menyerahkan segalanya pada masyarakat dunia dan melepaskan diri dari tanggung jawab itu. Siapa pun boleh menulis, boleh mengoreksi, boleh menambah, boleh mengurangi.

            Jadi, siapa yang bertanggung jawab atas isi artikel dalam Wikipedia?


            Sampurasun.

Thursday, 11 February 2016

Menghajar Kontributor Wikipedia

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya

Saya benar-benar kecewa. Demi Allah swt yang setiap hari memegang ubun-ubun saya.

            Saya kecewa!

            Saya kecewa karena ternyata tidak ada seorang pun anti-Islam di dunia ini yang bisa mengalahkan saya dalam berdebat. Minimal di Youtube saya mengatakan berulang-ulang hal itu.

Apa saya mungkin harus berhadapan langsung dengan orang terpandai di dunia ini yang ingin menjatuhkan ajaran Islam?

Saya memang mengejek mereka di Youtube sebagai orang-orang bodoh yang tidak berpengetahuan. Memang goblok mereka itu. Sampai saya menertawakan mereka habis-habisan dan menghina mereka sampai mereka putus asa. Saya melakukan hal itu dengan harapan ada orang tercerdas mereka di dunia ini yang mau berdebat dengan saya. Sungguh, saya bosan berdebat dengan orang-orang bodoh. Berdebat dengan orang-orang bodoh membuat otak saya cuma meng-copy-paste jawaban-jawaban saya kepada orang-orang bodoh sebelumnya. Saya ingin berdebat tentang hal baru yang belum saya ketahui. Dengan demikian, otak saya berputar lebih cepat, kreatif, dan positif. Di samping itu, saya akan mendapatkan banyak pengetahuan baru. Berdebat dengan orang-orang bodoh sungguh membosankan. Saya pengen dengan yang lebih pintar. Akan tetapi, sampai sekarang masih saja orang-orang bodoh itu yang ngajak berdebat. Bosen banget, soalnya sekali dua kali komen saja mereka sudah jatuh kalah.

Gak ada tantangan banget!

Saya berkali-kali menghina mereka dengan kata-kata tantangan.

Whether in this world there is no anti - Islam who can beat me?

‘Apakah di dunia ini tidak ada anti-Islam yang bisa mengalahkan aku?’

Where is your smartest people? I will beat him like flick my fingers!

‘Mana orang terpandai kalian? Aku akan mengalahkan dia seperti aku menjentikkan jari-jari tanganku!

Sampai hari ini sudah lebih dari dua ratus orang asing yang saya kalahkan. Tantangan saya itu pun tak mendapatkan jawaban lagi. Barangkali di sini, di Indonesia, ada teman-teman mereka yang bisa membuat otak saya lebih cepat bergerak. Saya juga sekalian menantang kalian semua. Siapa tahu toh ada anti-Islam di Indonesia ini yang lebih pintar daripada orang-orang asing goblok itu.

Ada hal lucu yang mereka lakukan untuk mengalahkan saya. Mereka bikin dulu berita-berita bohong di internet, lalu mendebat saya dengan bersandarkan berita yang mereka buat itu. Beberapa kali hal itu terjadi dan itu membuat saya malah menertawakan mereka. Soalnya, saya tahu banget tentang hal yang mereka bicarakan dan saya juga tahu bahwa mereka sendiri yang bikin-bikin berita itu. Saya ini penulis yang mudah sekali tahu bagaimana kesamaan-kesamaan gaya tulisan mereka. Mereka pikir saya akan tertipu. Maaf saya tidak tertipu. Maaf ya.

Ini contohnya. Awalnya saya tidak tahu dia yang bikin tulisan bohong di internet. Akan tetapi, dia yang keceplosan sendiri mengakuinya. Sungguh lucu. Lebih lucu lagi, dia sudah kalah berdebat tentang Islam. Dia malah ingin menjatuhkan nama baik Indonesia. Bagi mereka, Islam dan Indonesia itu tidak bisa dipisahkan. Artinya, Indonesia itu adalah Islam. Jika mereka bisa menjatuhkan nama baik Indonesia, berarti pula menjatuhkan Islam di dunia.

Ada hal yang lebih lucu lagi dari mereka. Sekarang mereka kalau berdebat dengan saya, suka menyembunyikan diri mereka sendiri. Dulu sih enggak. Saya suka masuk mempelajari mereka dari akun google mereka. Jadi, saya tahu siapa mereka, dari mana mereka, dan apa kebiasaan mereka. Dengan begitu, saya lebih mudah menjatuhkan mereka. Hal itu pernah saya lakukan kepada orang-orang Inggris. Saya jatuhkan mereka dengan hukum prime noct. Hukum itu adalah hak bangsawan Inggris untuk “menikmati” mempelai wanita pada malam pengantin pertama. Artinya, sebelum bersama suami sahnya, perempuan itu milik bangsawan Inggris pada malam pertama. Suami sahnya menikmatinya setelah bangsawan Inggris itu bosan. Hal itu membuat mereka malu sendiri. Oleh sebab itu, sekarang mereka menjadi sangat pengecut. Saya tidak bisa lagi mempelajari diri mereka karena saya hanya bisa melihat namanya. Keterangan lainnya ditutup rapat.

Begitulah yang namanya syetan dan iblis, sebagaimana yang dikatakan Allah swt dalam Al Quran bahwa ciri syetan adalah pengecut dan suka bersembunyi.

Tak apalah mereka sembunyi juga. Tidak masalah bagi saya karena seperti kata Allah swt juga bahwa syetan itu lemah. Jadi, banyak cara untuk menghajar mereka.

Beginilah salah satu perdebatan yang bagi saya sangat lucu. Mereka sudah kalah berdebat tentang Islam, lalu mereka cari jalan untuk melemahkan Indonesia. Mereka tahu saya orang Indonesia karena saya tidak pernah menutup diri dari siapa pun dalam hal apa pun. Saya bukan syetan yang pengecut, suka bersembunyi, dan lemah tipu daya.

Kalau ada yang mau lihat debat aslinya, masuk aja ke google plus Tom Finaldin, cari pos yang ada video youtube berbahasa Inggris. Saya di sini menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia

Ada seseorang yang mengaku bernama Ali Baba. Entah dari mana dia. Soalnya, seperti saya bilang tadi, akun google mereka ditutup dari saya. Pengecut banget mereka.

Dia menggunakan nama Ali Baba untuk menghina Nabi Muhammad saw. Padahal, Ali Baba itu nggak ada hubungan sama sekali dengan Nabi Muhammad saw. Mereka itu ngorong sambil ngarang.

Setelah saya berhasil mengalahkan lebih dari seratus teman-temannya dalam berdebat, dia tampaknya pengen ikutan berdebat dan menduga akan berhasil menang. Akan tetapi, jelas kalah karena Islam adalah agama yang benar dan paling lurus di antara semua agama.

Perhatikan perdebatan berikut.


Ali Baba

Nah, tidakkah ini tampak bagus dari yang aku baca?



=====================================================================
Seperti saya bilang tadi, mereka tidak pernah menang berdebat tentang Islam. Sekarang mereka mencoba mendiskreditkan Indonesia. Isi dari artikel itu berupa pelanggaran-pelanggaran Ham di Indonesia dalam versi bohong mereka yang ditulis dalam Wikipedia. Isinya campur aduk nggak karu-karuan, malahan terjadi pemutarbalikan fakta.
=====================================================================


Tom Finaldin

Mr, Ali Baba, nama kamu mengingatkan pada kata-kata magis “shazam”, lalu pintu gua batu pun terbuka.

            Aku sudah katakan berulang-ulang bahwa Wikipedia itu bukanlah sumber kebenaran. Di dalam “wiki” semua orang bisa menulis apa pun yang mereka ingin tulis. Tak ada yang menjamin siapa yang bertanggung jawab atas tulisan di sana.

            Banyak dosen di Indonesia yang selalu menolak setiap karya ilmiah mahasiswa yang menggunakan dasar rujukan tulisan dari Wikipedia.

            Setiap orang bisa berbohong di Wikipedia. Jadi, jangan berbicara denganku jika hanya berdasarkan kebohongan.

            Kamu mengerti ini?


Ali Baba

(Nama kamu mengingatkan pada kata-kata magis “shazam”, lalu pintu gua batu pun terbuka). Ya, tidakkah kamu melihat hubungannya dengan Muhammad? Apakah kamu pikir negaraku sama dengan yang kamu pikirkan tentang negaramu? Kami bahkan baik-baik saja. Aku adalah kontributor kebanggaan Wikipedia. Itulah kebenaran apabila kebenaran adalah hal yang kamu cari. Kebohongan. Aku sudah bangkit untuk tidak berbohong. Pernah. Berbohong adalah TIDAK diizinkan dalam agamaku. TIDAK PERNAH! TUHAN TIDAK BERBOHONG!

            Wikipedia bermanfaat sebagaimana seharusnya. Ini sangat mengesankan dan merupakan cara inovatif untuk mempromosikan kebenaran! Jika kebohongan sudah dipersepsikan oleh anggotanya, itu dikoreksi, selalu. TIDAK ada kemungkinan untuk berbohong. Tak ada alasan untuk berbohong. Faktanya, tujuannya adalah untuk mendapatkan kebenaran. Tak seorang pun ingin berbohong. Tak seorang pun. Kami menginginkan kebenaran. Dan kami telah melakukan kerja-kerja besar untuk mendapatkan kebenaran. Jika kamu pikir mereka berbohong, silakan menjadi anggotanya, lalu koreksi kebohongan-kebohongan itu oleh kamu sendiri. Kamu akan menyadari sendiri bagaimana Wikipedia melakukan koreksi itu. Tak seorang pun menggunakan kebohongan. Hanya para penipu yang menggunakan kebohongan. Kami bukanlah para penipu. Kami mengupayakan pengetahuan bukan kebohongan.


Tom Finaldin

Kebenaran?

Wikipedia adalah kebenaran?

Yuk mari. Aku beritahu kamu bahwa kebenaran membutuhkan data dan fakta-fakta. Data dan fakta-fakta membutuhkan penyampai informasi yang terpercaya.

Kamu percaya Wikipedia?

Kasihan kamu. Kami selalu menginginkan informasi dari sumber utama, bukan dari tulisan-tulisan murahan.

Aku akan uji kecerdasan kamu.

Jika dalam Wikipedia ditulis bahwa gubernur daerah kamu adalah pelanggar hak azasi manusia, tetapi dalam situs lain ditulis bahwa gubernur daerah kamu adalah pelindung hak azasi manusia, mana yang kamu percayai?

Wikipedia atau situs lain itu?

Bagaimana kamu menentukan mana yang salah dan mana yang benar?

Oh ya, satu hal lagi.

Mengapa kamu sangat marah?

Mengapa kamu memposting “Aku sudah bangkit untuk tidak berbohong. Pernah. Berbohong adalah TIDAK diizinkan dalam agamaku. TIDAK PERNAH! TUHAN TIDAK BERBOHONG!”?

Apakah kamu yang menulis berbagai kebohongan di Wikipedia?

Wooooohooooohoooahooo “shazam”, lalu pintu gua batu pun terbuka.


Ali Baba

Aku tidak marah. Aku jarang sekali marah. Kebohongan di Wikipedia? Tunjukkan kepadaku kebohongan itu! Tuduhan tanpa bukti adalah sama dengan berbohong. Jadi, tunjukkan bukti kebohongan yang kamu maksudkan itu atau kamu adalah orang yang pantas disebut pembohong. Sederhana.

            Ini link lagi untukmu. Dan baca lagi untuk mengecek apakah di sana ada kebohongan, silakan beritahu aku yang mana kebohongan itu.

            Terima kasih.



Tom Finaldin

Apa?

Bukankah sudah aku katakan, “Aku beritahu kamu bahwa kebenaran membutuhkan data dan fakta-fakta. Data dan fakta-fakta membutuhkan penyampai informasi yang terpercaya.”?

Tanpa data, fakta, dan penyampai informasi terpercaya, semua informasi adalah omong kosong. Dan … kebenaran harus ditulis dengan aspek 5W 1H: what, where, who, when, why, dan how.

Dan … kamu belum menjawab tes yang aku berikan:

“Jika dalam Wikipedia ditulis bahwa gubernur kamu adalah pelanggar hak azasi manusia, tetapi dalam situs lain ditulis bahwa gubernur kamu adalah pelindung hak azasi manusia, mana yang kamu percayai?

Wikipedia atau situs lain itu?

Bagaimana kamu menentukan mana yang salah dan mana yang benar?”

Dan … tulisan di Wikipedia yang kamu kirimkan kepadaku adalah kebohongan.

Kamu mengerti ini?

================================================================


Perdebatan pun berhenti. Dia tak punya jawaban apa pun lagi. Saya menunggu lama jawaban dari dia. Akan tetapi, dia tidak menjawab lagi. Saya berharap ada orang lain yang membantu dia. Namun, tak ada yang membantunya.

Ada yang mau bantu Si Ali Baba untuk menjawab pertanyaan saya?

Saya tunggu!

Kalau tidak ada yang bisa menjawab, berarti saya benar. Hal itu disebabkan saya selalu berupaya bersandar pada kebenaran Illahi yang disampaikan Junjunan Yang Mulia Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw.








Thursday, 17 December 2015

Kalau Berbohong itu Agak Pintaran Dikit, Coy!


oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya

Setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Nato dan Turki adalah yang menikmati minyak Isis dan berbisnis dengan Isis, Grup Nato yang dimotori Amerika Serikat tampaknya kelimpungan dan kaget, lalu mencari-cari alasan lain atau membuat kisah lain untuk menghindarkan tudingan bahwa merekalah sebenarnya yang bekerja sama dengan Isis di belakang layar panggung dunia yang penuh dengan desingan peluru dan penderitaan.

Berita terakhir yang saya ikuti jelas sekali menampakkan kebohongan yang luar biasa. Kebohongan itu mudah sekali dideteksi karena mereka menggunakan kalimat-kalimat yang semrawut dan logika yang bertabrakan. Saya yakin mereka menggunakan media massa dengan mengeluarkan banyak dana untuk menciptakan kebohongan itu. Sayangnya, kebohongan itu teramat telanjang. Mereka mencari kambing hitam untuk dipersalahkan, tetapi kesulitan untuk menentukannya karena percaturan politik internasional membuat posisi mereka semakin terjepit dan tersudut sehingga kehilangan banyak bahan untuk menciptakan kebohongan.

Begitulah Allah swt jika berkehendak membuka aib dan kedustaan manusia. Allah swt berkuasa membuat para pendusta itu kehilangan arah dan kehabisan bahan ceritera. Di samping itu, Allah swt pun berkuasa membuat pintar orang-orang yang memperhatikan berita yang penuh kebohongan itu sehingga kebohongan itu tampak jelas secara nyata.

Berita terakhir yang saya ikuti mengungkapkan bahwa Isis melakukan jual beli minyak dengan pemerintah Suriah. Rezim Bashar al Assad adalah yang menikmati minyak Isis.

Berita itu diperkuat dengan tayangan-tayangan pendapat para ahli dan pengamat dari Amerika Serikat bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan bisnis minyak Isis adalah menghancurkan kilang-kilang minyak Isis dan membombardir tanki-tanki minyak Isis. Berita itu pun dipaksakan untuk diyakini orang banyak dengan adanya tayangan pengeboman truk-truk minyak Isis di wilayah terbuka yang dengan mudah dibom hingga hancur oleh pesawat-pesawat tempur.

Sungguh saya tidak bisa mengerti bagaimana mungkin Isis bisa jual beli minyak dengan Bashar al Assad?

Apa maksud dari Bashar al Assad membeli minyak dari Isis?

Apa pula maksud Isis menjual minyak ke Bashar al Assad yang Presiden Suriah itu?

Untuk apa mereka saling bermusuhan jika masih ingin berbisnis yang saling menguntungkan?

Isis itu kan bercita-cita mendirikan Negara Islam Irak dan Suriah. Jadi, Isis memimpikan terwujudnya Negara Islam versi mereka sendiri di sepanjang Irak dan Suriah. Kalau ingin mendirikan Negara Islam sepanjang Irak dan Suriah, artinya sama dengan ingin menghancurkan rezim-rezim penguasa di Irak dan Suriah. Penguasa Suriah adalah Bashar al Assad. Artinya, Isis berkehendak menghancurkan rezim Bashar al Assad. Mereka memang bermusuhan dan itu terjadi. Isis dan pendukung Bashar al Assad saling bunuh.

Lantas di mana logikanya jika Bashar al Assad membeli minyak Isis, sementara dia tahu bahwa uang yang digunakannya untuk membayar minyak Isis digunakan Isis untuk membeli senjata yang senjata itu pasti digunakan untuk menghancurkan dirinya?

Mungkinkah seorang pembeli dan penjual yang bermusuhan bersedia melakukan bisnis yang saling menguntungkan?

Bagaimana mungkin seorang pembeli yang sadar bahwa Sang Penjual adalah musuh yang akan membunuhnya membeli barang dari musuhnya itu agar musuhnya itu mendapatkan uang membeli senjata untuk membunuhnya?

Mungkinkah Bashar al Assad yang sadar akan dibunuh Isis membeli minyak dari Isis agar Isis bisa membeli banyak senjata untuk membunuhnya?

Bagaimana akal sehat bisa menerima hal itu sebagai sebuah kenyataan?

Oleh sebab itu, saya mengatakannya sebagai berita bohong yang sangat telanjang bohongnya. Saya sarankan kalau mau berbohong itu yang canggih sedikit agar tidak mudah dideteksi sebagai kebohongan. Kalau mau berbohong, pikir yang matang agar tidak ketahuan.

Dasar Pembohong Murahan!

Kalau berbohong itu, agak pintaran dikit, Coy!

Saya benar-benar tersinggung dengan berita bohong yang remeh itu. Yang susah ditebak dong bikin kebohongan itu, jangan ecek-ecek kayak begitu.

Lagian, itu bagaimana mudahnya pesawat-pesawat pembom membombardir truk-truk minyak Isis yang lagi parkir berjejer di lapang terbuka. Isis kan pasti tahu bahwa dari atas mereka dikepung sejumlah pesawat tempur yang bersiap menghabisi mereka. Akan tetapi, mereka kok membiarkan asetnya yang berupa truk-truk penuh minyak itu mudah dijangkau oleh pesawat musuh mereka. Sepertinya truk-truk itu dihadiahkan untuk dibom sampai hancur. Mestinya kan disembunyikan di tempat yang tidak mudah diketahui musuh. Aneh.

Kalau berbohong lebih pintar dan lebih canggih kan, saya mikirnya juga jadi agak rumit, jadi tantangan tersendiri, dan saya pasti menikmati tantangan itu untuk dipecahkan.

Kalau bikin kebohongan murahan kayak gitu, ya nggak ada tantangan buat mikir. Malahan saya sedikit tersinggung karena dianggap orang yang mudah dibohongi.


Ayo Coy! Bikin kebohongan yang agak rumit!