Showing posts with label Pembunuhan. Show all posts
Showing posts with label Pembunuhan. Show all posts

Wednesday, 6 March 2024

Jokowi Ingatkan Prabowo Pembunuhan Jenderal Iran oleh AS

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Cukup mengagetkan ketika Jokowi mengingatkan Prabowo di hadapan para perwira militer Indonesia tentang pembunuhan Jenderal Iran Qaseem Soelaimani oleh AS. Tidak biasanya Jokowi sevulgar itu.

            Foto Jokowi menganugerahi Jenderal Bintang Empat kepada Prabowo saya dapatkan dari VOA Indonesia.


Presiden Jokowi Anugerahi Jenderal Prabowo Bintang Empat (Foto: VOA Indonesia)

            Ada beberapa hal yang bisa dianalisa dari pidato Jokowi itu. Pertama, Indonesia harus mengantisipasi kemajuan teknologi militer yang bergerak sangat cepat. Hal itu bisa dilihat bahwa Jenderal Iran itu dibunuh di Irak dengan menggunakan drone yang dikendalikan dari Qatar oleh Amerika Serikat. Pembunuhan bisa dilakukan dengan teknologi dalam jarak yang jauh, tidak perlu dari dekat.

            Kedua, Indonesia harus berhati-hati karena mereka yang tidak menyukai Indonesia bisa membunuh petinggi Indonesia dan rakyat Indonesia dari tempat yang jauh dari Indonesia. Artinya, Indonesia harus punya teknologi yang mampu mencegah pembunuhan-pembunuhan itu untuk melindungi bangsa dan negara.

            Ketiga, Jokowi mengingatkan bahwa Prabowo memiliki masalah yang serius dengan Amerika Serikat. Pada masa awal reformasi Prabowo dituduh berkhianat kepada keluarga Soeharto karena dekat dengan para pejuang reformasi sekaligus dituduh sebagai penculik pelanggar HAM oleh Amerika Serikat. Hal itu membuat Prabowo harus pergi ke Yordania untuk beberapa tahun. Amerika Serikat yang mengusulkan Prabowo untuk diberhentikan dari karir militer di Indonesia. Untuk semakin menjatuhkan Prabowo, Amerika Serikat melarang Prabowo masuk ke Amerika Serikat selama dua puluh tahun. Wajib diketahui pula bahwa Amerika Serikat adalah negara yang menunda-nunda ucapan selamat kepada Prabowo yang telah memiliki suara banyak sebagai pemenang hitung cepat dalam Pilpres 2024. Padahal, negara-negara besar lain sudah menyampaikan selamat dengan segera meskipun baru hasil hitung cepat.

            Keempat, Jokowi mengingatkan bahwa Amerika Serikat adalah negara yang suka ikut campur urusan negara orang lain hingga negara yang dicampurinya hancur. Indonesia pun sudah berulang kali dicampuri Amerika Serikat ketika penggulingan Presiden RI Soekarno dan kejatuhan Presiden Soeharto. Pada masa Pilpres 2024 ini pun Amerika Serikat baunya sangat menyengat ikut campur karena mereka ingin menguasai Indonesia dengan mendukung pemimpin yang mudah mereka atur sebagai boneka.

            Kelima, Prabowo harus menyiapkan diri dan seluruh rakyat terhadap kemungkinan berhadapan langsung dengan Amerika Serikat. Hal itu disebabkan Jokowi memastikan Prabowo harus melanjutkan program hilirisasi agar seluruh kekayaan alam Indonesia dinikmati sebagian besar oleh rakyat Indonesia, bukan oleh bangsa lain. Kebijakan hilirisasi ini sudah membuat bangkrut banyak perusahaan barat karena mereka tidak bisa lagi seenaknya membeli dengan sangat murah bahan mentah dari Indonesia. Hal ini bisa membuat Amerika Serikat dan negara barat lainnya untuk membuat kekacauan dalam pemerintahan Prabowo-Gibran dengan menggunakan para pengkhianat yang bisa dibayar untuk melemahkan pemerintah dan menipu rakyat yang gemar berbohong dan mendengar kebohongan. Rakyat yang cerdas tidak akan mudah tertipu. Dia pasti akan membela dirinya, keluarganya, dan orang-orang terdekatnya dari segala kerusakan.

            Sampurasun.

Wednesday, 28 October 2020

Pembunuhan Atas Nama Cinta Nabi Muhammad saw

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Beberapa tahun lalu, saya sering “chit chat” di youtube dengan orang asing, orang luar negeri dengan beragam keyakinan. Ada yang berasal dari Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, India, Italia, dan Australia; paling banyak dari Inggris. Pernah saya hitung, mereka yang chit-chat dengan saya itu sekitar 208 orang. Mereka beragam keyakinannya, ada yang ateis, Katolik, Hindu, dan Budha; paling banyak ateis. Di negaranya mereka gemar sekali menghina Islam dan Nabi Muhammad saw. Mereka membuat video-video bohong, dusta, dan berbagai penghinaan kepada Nabi Muhammad saw. Mereka banyak yang mem-bully saya sebagai anggota Isis, imigran gelap, dan tidak berperikemanusiaan. Hal itu disebabkan saat itu memang Isis berada pada puncak kekuasaannya, di Inggris sedang terjadi kampanye pemilihan walikota London yang kemudian dimenangkan oleh orang Islam bernama Sadiq Khan, dan di Indonesia sedang dilaksanakan persiapan hukuman mati bagi delapan pengedar Narkoba dari berbagai negara. Hal itu membuat mereka marah dan melakukan banyak penghinaan kepada Islam dan kepada diri saya juga. Percakapan saya dengan mereka bisa dilihat di Google+ saya. Sayangnya, Google+ saya sudah tidak aktif.

            Hal yang aneh adalah mereka itu marah pada keadaan, tetapi menyalahkan Islam dan Muhammad saw. Padahal, jika ada orang yang salah, mereka benci dan kebetulan beragam Islam, seharusnya orangnya atau kelompoknya saja yang disalahkan, dibenci, dan dihukum. Jangan menghina Islam dan Muhammad saw karena hal itu berbahaya, membuat masalah menjadi makin luas dan mengerikan.

            Meskipun mereka mem-bully saya. Saya sih tenang-tenang saja. Kalaupun saya marah, nggak ada penyelesaiannya. Saya di Bandung, Indonesia, sedangkan mereka ada di negara mereka dan di kotanya masing-masing. Kami hanya chit chat lewat youtube. Pengennya sih saya hajar mereka, tetapi kan susah, jauh.

            Saya ingatkan mereka, “Jangan menghina Muhammad saw. Umat Islam itu lebih cinta Muhammad dibandingkan dirinya sendiri. Kalau kalian berperilaku seperti itu, kita tidak tahu akan ada orang yang marah di negara kalian. Lalu, masuk kamar kalian ketika kalian tidur dan leher kalian digoroknya.”

            Mereka nggak mau tahu, malah menjawab, “Negara kami adalah negara maju dan punya alat untuk mendeteksi kejahatan seperti itu.”

            Ya, sudah. Saya sudah mengingatkan.

            Saya jawab saja, “Bagus kalian punya alat seperti itu.”

            Sayangnya, alat itu tidak pernah ada dan hanya celoteh kosong mereka saja. Dua hari kemudian, ada berita bahwa di Amerika Serikat terjadi penembakan terhadap ketua panitia lomba menggambar karikatur Nabi Muhammad saw. Itu tandanya alat itu tidak pernah ada. Mereka cuma cari penyakit.

            Mereka pun bertanya lagi sama saya, ”Mengapa Muhammad tidak boleh digambar? Itu kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi!”

            Yakin sekali mereka dengan kebebasan berekspresi kampungan itu.

            Saya jawab saja, “Kalian membuat karikatur Muhammad saw dengan pose-pose yang sangat buruk dan itu menyakiti perasaan umat Islam.”

            Mereka tetap berkilah bahwa itu adalah kebebasan berekspresi.

            Ya sudah, saya tanya mereka dengan pertanyaan kasar dan sangat ekstrim, “Kalau ibu kalian digambar sedang telanjang di kandang babi dan melakukan hubungan seks dengan babi, hukuman apa yang akan kalian lakukan terhadap orang yang menggambar ibu kalian itu?”

            Saya yakin dalam hati mereka akan menjawab “hukuman mati”. Akan tetapi, mereka tidak mau menjawab dan tidak pernah ada jawaban sampai hari ini.

            Sekarang sedang viral pembunuhan seorang guru sejarah di Perancis yang mempertontonkan karikatur Nabi Muhammad saw oleh seorang muslim Rusia, Chechen. Itu juga atas nama kebebasan berekspresi yang menimbulkan kemarahan dan kematian.

            Betul kan hal yang saya ingatkan kepada mereka?

            “Jangan menghina Nabi Muhammad saw karena kita tidak pernah tahu akan ada orang yang marah dan menggorok leher kalian dengan tiba-tiba”.

            Perancis perlu meniru Jerman yang menerapkan hukuman kepada para penghina Muhammad saw.

            Sampurasun.

Friday, 8 September 2017

Sesama Muslim Dilarang Saling Bunuh

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya
Pada dasarnya setiap manusia tidak boleh saling membunuh satu sama lain, baik itu berbeda agama maupun berbeda keyakinan, apalagi jika memiliki agama yang sama. Pembunuhan di antara manusia adalah kejahatan yang sangat besar. Islam sudah melarang pembunuhan di antara sesama manusia jika dilakukan tanpa alasan yang jelas. Kalaupun harus terjadi pembunuhan, alasannya harus jelas dan bisa dipertanggungjawabkan serta tidak perlu dinikmati dan tidak perlu dijadikan kesenangan. Misalnya, pembunuhan terpaksa harus dilakukan untuk membela diri, harga diri, kehormatan, ataupun harta benda dalam situasi tertentu. Bisa pula jika harus melakukan pembunuhan terhadap para penjahat yang sudah dijatuhi vonis mati oleh keputusan hakim.

            Membunuh itu sama sekali tidak menyenangkan. Saya ini sering membunuh binatang. Saya suka menyembelih ayam, bebek, itik, belut, ikan, dan kambing. Dalam melakukan penyembelihan itu, saya sama sekali tidak menikmatinya. Saya selalu dalam keadaan sedih melakukannya karena harus menghilangkan nyawa makhluk hidup. Saya suka berpanjang-panjang memohon maaf kepada binatang-binatang itu dan berdoa berharap Allah swt menyegerakan kematian mereka. Saya melakukan pembunuhan itu karena diperbolehkan oleh Allah swt untuk memakan daging binatang-binatang itu secara wajar dan saya harus mendidik anak-anak saya tentang hal itu. Sungguh, membunuh binatang saja sangat menyesakkan dada, apalagi kalau harus sampai membunuh manusia.

            Allah swt jelas sekali melarang setiap muslim membunuh muslim yang lainnya.

            Kata Allah swt, “Bagi seorang yang beriman, tidak patut membunuh seorang beriman (yang lain), kecuali karena tidak sengaja. Siapa yang membunuh seorang beriman tanpa sengaja (hendaklah) dia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta (membayar) tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (Si Terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga Si Terbunuh) membebaskan pembayaran ….” (QS An Nisa 4 : 90)

            Seorang muslim yang tidak sengaja membunuh saudaranya sesama muslim tanpa sengaja diharuskan membayar tebusan kepada keluarga Si Terbunuh dan membebaskan seorang budak dari pebudakan. Jika keluarga Si Terbunuh memaafkannya dan tidak menuntut ganti rugi, tetap saja Si Pelaku harus membebaskan seorang budak dari perbudakan. Begitu kerasnya Islam soal keharusan menjaga nyawa manusia, terutama sesama muslim. Membunuh tanpa sengaja saja urusannya bisa panjang yang artinya berhati-hatilah terhadap nyawa manusia.

            Jika seorang muslim membunuh sesama muslim secara sengaja karena kebencian, provokasi, berita bohong, hoax, keinginan berkuasa, keinginan menjadi kaya, keinginan menguasai harta benda, keinginan untuk mengambil sumber daya alam, atau yang lainnya, kemarahan Allah swt sangat besar kepada dirinya. Secara khusus, Allah swt mengumbar kemarahan-Nya.

            Allah swt berseru, “Siapa yang membunuh seorang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah Neraka Jahanam. Dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS An Nisa 4 : 93)

            Pembunuhan yang dilakukan terhadap seorang muslim adalah kejahatan yang sangat besar. Sudah sewajarnya jika kaum muslimin pun bersikap sama seperti Allah swt, yaitu melakukan penghukuman kepada para pembunuh kaum muslimin itu. Hukuman yang pantas kepada para pembunuh adalah hukuman yang paling keras yang harus dijatuhkan oleh para hakim. Hak hidup seseorang telah dirampas pembunuh itu. Oleh sebab itu, sangat pantas jika hak hidup Sang Pembunuh itu pun diambil, kecuali keluarga korban memaafkannya.

            Setiap muslim terlarang untuk membunuh sesama muslim. Terlarang pula mengatakan seorang muslim sebagai orang kafir. Haram hukumnya seorang muslim menuding sesama muslim sebagai orang kafir, apalagi jika dasarnya hanya ingin dianggap paling benar dan menginginkan kekuasaan atas diri kaum muslimin yang lainnya.

            Allah swt mengingatkan, “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah (carilah keterangan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu, ‘Kamu bukan orang yang beriman’, (lalu kamu membunuhnya) dengan maksud mencari harta benda duniawi. Padahal, di sisi Allah ada harta yang lebih banyak….” (QS An Nisa 4 : 94)

            Jangan berjihad jika harus membunuh kaum muslimin sendiri. Kalaupun ragu apakah seseorang itu muslim atau tidak, teman atau musuh, telitilah dengan benar sehingga tindakan kita tidak salah. Sama sekali terlarang untuk membunuh seorang muslim yang gemar mengucapkan salam, apalagi jika pembunuhan itu hanya untuk menguasai harta benda atau sumber daya alam milik kaum muslimin lainnya. Sungguh, harta yang dicari para pembunuh kaum muslimin itu sangat sedikit, sedikit sekali. Allah swt memiliki harta yang sangat banyak. Mintalah kepada-Nya dengan baik dan tulus penuh hormat dan jangan mencari harta dengan jalan membunuh manusia, apalagi membunuh kaum muslimin.

            Allah swt tidak pernah tidur dan selalu mengawasi kita. Tak ada semut hitam di batu hitam pada malam gelap yang tidak diketahui oleh Allah swt. Segalanya diperhatikan-Nya. Dia menghitung segalanya dan akan menimpakan apa pun sesuai dengan keinginan-Nya. Allah swt Maha Berbahaya, jangan tantang Dia karena kalian akan dilumatkan-Nya. Demi Allah swt.

            Sampurasun.

Saturday, 11 June 2016

Jangan Makan Uang Darah

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya

Sebagai bangsa Indonesia, tentunya patut bersyukur jika ternyata hasil kerja anak-anak bangsa Indonesia dinilai sangat positif dan tinggi oleh dunia luar. Akan tetapi, upayakan segalanya tetap positif dan tidak berubah menjadi negatif.

            Semua pasti senang dengan kabar bahwa senjata-senjata produksi PT Pindad, Bandung, Indonesia semakin dipercaya untuk memperkuat pertahanan berbagai negara di dunia.

            Siapa yang tidak bersyukur bahwa Indonesia telah mampu membuat peluru tajam tembus baja yang mengagetkan dunia Barat?

            Siapa yang tidak senang memilliki TNI yang memegang predikat No. 1 terbaik di dunia dalam keterampilan menembak?

            Siapa yang tidak ikut merasa bangga PT Pindad kebanjiran pesanan senjata dari berbagai negara?

            Hal itu berarti Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat internasional.

            Meskipun demikian, hasil karya positif dan kepercayaan internasional yang positif pun harus tetap menjadi positif, tidak menjadi negatif. Maksudnya, Indonesia atau PT Pindad harus berhati-hati dalam menerima pesanan senjata, jangan siapa saja dilayani, sampai teroris pun dilayani. Asal beli dan barang jadi uang, semua bisa dijalankan. Itu sangat tidak baik. Itulah yang saya bilang positif berubah menjadi negatif.

            Panglima Perang Abadi Muhammad Rasulullah saw berpesan, “Jangan menjual senjata kepada orang yang sedang bertengkar.”

            Pesan pendek itu sangat berpengaruh bagi perdamaian dunia. Artinya, kalau ada orang yang sedang bertengkar, kita harus berupaya menjadi penengah agar tercipta perdamaian. Bukan sebaliknya, justru ngipas-ngipasin, manas-manasin, agar pertengkaran terus terjadi. Bahkan, kita jual senjata sama mereka. Kepada yang satu kita jual  golok panjang, kepada yang seorang lagi kita jual samurai. Kita memang untung, dapet uang banyak dari sana-sini. Akan tetapi, perilaku kita sama sekali tidak terpuji, kelakuan seperti itu adalah kelakuan Iblis Laknatullah.

             Pesan Rasulullah saw tersebut sama saja jika diberlakukan pada tataran pergaulan hubungan internasional. Jika ada negara-negara yang sedang bertengkar apalagi kelompok-kelompok manusia sedang berselisih, kemudian memesan senjata kepada Indonesia untuk membunuh musuhnya, sudah wajib untuk ditolak. Indonesia harus memandang jijik pada pemesanan dalam kondisi seperti itu. Hal yang benar harus dilakukan adalah Indonesia memberikan solusi atau jalan keluar agar pertengkaran dan perselisihan itu bisa selesai.

            Apabila Indonesia atau PT Pindad menjual senjata kepada negara-negara atau kelompok-kelompok yang sedang emosi dan bernafsu untuk membunuh, itu tandanya Indonesia sama saja dengan negara lain yang sudah gemar membunuh dari dulu. Tak ada bedanya kita dengan mereka. Kita sama sekali tidak memiliki ciri-ciri sebagai bangsa yang mulia. Parahnya, kita sama saja dengan para penipu dunia yang teriak-teriak tentang perdamaian, kemanusiaan, dan antiterorisme, tetapi sesungguhnya dibalik itu semua merekalah yang justru membuat langgeng berbagai pembunuhan dan kekacauan di seluruh penjuru dunia.

            Ada lagi hal yang lebih parah dari itu semua jika Indonesia menjual senjata pada pihak-pihak yang sedang bertikai.

            Apa itu?

            Senjata-senjata dan peluru-peluru yang kita jual kepada mereka sangat jelas membuat Indonesia mendapatkan keuntungan materi. PT Pindad akan dapat uang, lalu bayar pajak pada negara, kemudian negara menggunakan uang itu untuk rakyat. Ketika banyak orang mati saling membunuh entah untuk apa dengan menggunakan senjata yang kita produksi, rakyat Indonesia dikucuri dana dari hasil penjualan senjata itu. Artinya, darah-darah yang mengucur dan nyawa-nyawa yang melayang pada belahan dunia lain itu telah kita makan dan kita minum, baik secara sadar maupun tidak. Efek lebih jauhnya adalah harta atau uang yang kita makan adalah hasil keuntungan dari kekacauan dan pembunuhan pada bagian dunia lain. Akibatnya, uang yang kita makan jelas bukan uang penuh barokah, melainkan uang penuh darah. Uang darah. Karena tidak berkah, hidup kita pun sama sekali tidak bermanfaat dan akan terjatuh terjerumus seperti mereka juga ke dalam berbagai kesusahan, penderitaan, kebingungan, kegelisahan, kejahatan, kriminalitas, kecemasan, kemarahan, kesedihan, dan berbagai penyakit hati dan penyakit fisik lainnya. Di akhirat akan menjadi orang-orang yang menderita dan penuh dengan penyesalan. Di dunia sama sekali hidup tidak mulia, di akhirat penuh dengan kehinaan.

            Jangan makan uang darah. Dengan menghindari uang darah, kita sudah berperan serta sangat besar dalam perdamaian dunia dan berbaik hati dalam menjaga kebersihan diri dan kemuliaan anak-cucu kita pada masa depan.

            Jika senang memakan uang darah, kita adalah salah satu fakor penyebab kekacauan di muka Bumi ini dan sedang merusakkan martabat diri sebagai manusia serta menjerumuskan anak-cucu ke dalam kehidupan penuh dengan kegelisahan, kepedihan, kebingungan, dan kehinaan. Di akhirat nanti semua sama-sama berkumpul sebagai manusia-manusia yang sangat pantas untuk dihina dan dicaci maki tanpa henti.

            Indonesia harus hanya bersedia melayani pemesanan senjata oleh negara-negara yang berniat melengkapi pertahanan diri dalam menjaga keamanan diri dan perdamaian dunia atau menjaga ketertiban. Indonesia harus cermat dalam memilih klien. Hal itu disebabkan ketidakcermatan memilih klien akan menimbulkan kemarahan Allah swt. Akan ada banyak pihak yang mengklaim diri sebagai “sedang menciptakan ketertiban”, tetapi sebenarnya sedang melakukan huru-hara. Indonesia harus cermat dalam hal itu.

            Bukankah sudah banyak bencana di sana-sini?

            Itu peringatan dari Allah swt.

            Kalau membangkang terhadap kebenaran, kejadiannya bisa seperti masa lalu. Benua Sundaland yang besar dan megah harus hancur berkeping-keping menjadi kepulauan karena dihukum Allah swt.

            Saya tidak bisa membayangkan jika negara yang sudah berbentuk kepulauan dengan 17.000 pulau ini kembali dimurkai Allah swt,  mau jadi apa daratan negara Indonesia?

            Mungkin bukan lagi archipelago, melainkan menjadi powdered bread country, "Negeri Bubuk Roti" karena sudah tidak ada lagi daratan yang besar seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, semuanya cuma berupa bubuk seperti kepulauan seribu.

            Lalu, ke mana orang-orangnya?

            Ya kayak dulu lagi. Sebagian lari ke luar negeri, kebanyakan mati tenggelam dan terkubur, sisanya beberapa gelintir selamat dan harus memulai lagi dari awal kayak orang yang terus-terusan merintis bisnis dan tidak pernah berhasil, merintis dan merintis lagi, terus aja merintis, nggak maju-maju.


            Mudah-mudahan pemerintah dan rakyat Indonesia semakin hari semakin memahami kebaikan dan semakin berperilaku baik sehingga tidak mengundang kemurkaan Allah swt. Bahkan, justru menarik rahmat dan cinta Allah swt sehingga Indonesia menjadi negeri penuh cinta dan penuh anugerah. Amin.

Sunday, 29 May 2016

Pariwisata, Miras, Perzinahan, Pembunuhan, Batuk, Pilek, Sakit Kepala

oleh Tom Finaldin

Bandung, Putera Sang Surya

Indonesia semakin dikenal di dunia. Tanah airnya penuh dengan keindahan. Jika dikelola dengan baik, setiap wilayah di Indonesia ini akan menjadi sektor pariwisata yang sangat mengagumkan. Masih teramat banyak keindahan negeri yang tersembunyi dan belum tersentuh dengan baik. Setiap lekuk Indonesia menawarkan pemandangan yang luar biasa indah. Keindahan itu jangan sampai rusak oleh pembangunan dan oleh mereka yang ingin menikmatinya. Pembangunan harus hanya menjadi sarana penunjang untuk tetap lestarinya keindahan anugerah Allah swt tersebut.

            Dengan semakin dikenalnya Indonesia oleh dunia yang disertai pembangunan yang tidak mendurhakai alam, Indonesia akan menjadi pusat pariwisata nomor satu di dunia. Orang-orang akan berbondong-bondong datang. Demikian pula, uang akan banyak masuk dan mengalir dengan deras.

            Hal yang harus diperhatikan adalah Indonesia harus menawarkan “keindonesiaan", bukan menawarkan hal sama yang sudah dinikmati orang lain di negeri mereka sendiri. Indonesia harus menawarkan keindahan yang belum pernah dilihat orang dan memberikan fasilitas suasana keindonesiaan. Bidang pariwisata jangan menjadi pintu masuk bagi pengaruh-pengaruh negatif asing terhadap Indonesia, melainkan wajib menjadi sarana dalam memberikan pengaruh positif pada orang lain sesuai dengan kebaikan yang kita miliki. Tak perlu menawarkan hal-hal negatif yang bisa didapat mereka di negerinya sendiri.

            Kita tidak perlu menawarkan alkohol karena alkohol bisa dinikmati mereka di negerinya sendiri. Sebaiknya, kita menawarkan minuman sehat dari alam Indonesia. Jangan menjadikan Indonesia sebagai tempat untuk bermabuk-mabukan. Kalau mau mabuk, jangan di Indonesia. Di tempatnya sendiri saja yang lebih banyak pilihan minuman keras. Tak perlu menawarkan pelacuran di Indonesia. Kalau mau ngeseks, di negaranya sendiri lebih banyak pilihan wanita yang rupa-rupa warnanya, tetapi rasanya pasti sama. Kita sebaiknya menawarkan keramahan dan kelembutan kaum perempuan yang bening mata dan hatinya sehingga membuat nyaman siapa pun. Kita tidak harus menawarkan diskotik karena di negaranya diskotik pasti lebih heboh dan mengasyikan. Sebaiknya, kita memperlihatkan tarian dan seni yang mengajak mereka pada kebersamaan, kelembutan, kedamaian, dan rasa saling menghormati.

            Mereka datang dari berbagai negara adalah untuk menikmati sesuatu yang lain daripada yang lain. “Sesuatu” itu adalah jati diri Indonesia yang hanya bisa ditemukan di Indonesia.

            Apa menariknya menyuguhkan berbagai hal yang mereka sendiri dapat temui di negaranya sendiri?

            Apabila kita mampu menunjukkan siapa diri kita sebenarnya, mereka yang pernah datang ke Indonesia akan berceritera tentang Indonesia yang lain daripada yang lain. Hal itu akan membuat lebih banyak orang yang datang dan membelanjakan uangnya di Indonesia.

            Jangan membiarkan perilaku bangsa lain yang negatif berpengaruh pada bangsa Indonesia melalui pintu pariwisata. Seharusnya, seluruh sektor pariwisata mampu menghembuskan angin sejuk “keindonesiaan” pada siapa pun yang datang sehingga mereka dapat pulang dengan membawa oleh-oleh yang tak terlupakan dan terpengaruh positif oleh diri kita.

            Mulailah dari penghentian pasar minuman keras. Hal itu disebabkan minuman keras mengakibatkan hal-hal buruk lainnya.

            Pernah dengar kisah seorang Israel yang saleh dan rajin ibadat yang berakhir menjadi durhaka?

            Ia adalah orang yang sangat saleh dan rajin ibadat. Sepanjang hidupnya dihabiskan oleh mengabdikan diri kepada Allah swt. Oleh sebab itu, orang-orang percaya kepadanya, termasuk dipercaya untuk menjaga adik perempuan beberapa laki-laki yang akan pergi berperang. Akan tetapi, suatu saat ia tergoda syetan. Syetan pun memberikan pilihan antara minuman keras, berzina, dan membunuh. Ia memilih yang paling ringan dosanya, yaitu meminum minuman keras. Setelah mabuk, ia kehilangan kesadaran, dorongan seksualnya meningkat tak terkendali. Akhirnya, ia memperkosa perempuan yang seharusnya dia jaga. Setelah memperkosa, ia sadar dan takut ketahuan. Perempuan itu pun dibunuh, lalu dikuburnya. Ketika kakak-kakaknya datang dan menanyakan adik perempuan yang dititipkan padanya. Ia pun berbohong dan seterusnya dan seterusnya.

            Begitulah minuman keras. Disangkanya hanya berakhir sampai mabuk. Ternyata, tidak sama sekali. Ia menuntun manusia melakukan hal-hal buruk lainnya, termasuk memperkosa dan membunuh orang lain.

            Minuman keras, perzinahan, dan pembunuhan itu adalah tiga serangkai yang penuh persaudaraan. Hal itu sama dengan batuk, pilek, dan sakit kepala yang juga tiga serangkai bersaudara yang kerap datang bersamaan. Keluhan batuk itu sering sekali disertai pilek dan sakit kepala. Sama halnya dengan Miras yang kerap mendorong perzinahan, bahkan perkosaan yang menumbuhkan pembunuhan.

            Kita, bangsa Indonesia, sudah sangat marah dan kesal karena pelecehan seksual dan perkosaan. Kasus-kasus itu menjadi sangat besar mendapat perhatian banyak orang. Jangan lagi memperumit diri dengan maksud membuat nyaman orang lain yang datang ke Indonesia dengan menyediakan alkohol dan berbagai aktivitas kemaksiatan lainnya. Promosikan Indonesia sebagaimana Indonesia, bukan sebagai tempat berbagai kemaksiatan dapat ditemukan.

            Kita pengaruhi siapa pun yang datang ke Indonesia menjadi orang-orang baik sebagaimana kebaikan yang tertanam dalam diri kita. Syaratnya, kitanya sendiri yang harus baik terlebih dahulu.

            Bagaimana kita dapat meniupkan “angin kebaikan” kepada orang lain jika kita sendiri sangat gemar melakukan berbagai keburukan dan kemaksiatan?