Showing posts with label Eropa. Show all posts
Showing posts with label Eropa. Show all posts

Saturday, 15 July 2023

Antek Asing & Antek Aseng Sebenarnya


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Dalam musim kampanye atau bersaing politik, kita suka mendengar  tuduhan-tuduhan dengan kalimat “antek asing” atau “antek aseng”. Kedua istilah itu menunjukkan bahwa pihak yang dituduh adalah orang-orang yang merupakan kaki tangan negara asing dan negara Cina untuk menguasi Indonesia, merampok Indonesia, serta merugikan rakyat Indonesia. Pihak yang dituduh diisukan sebagai penjahat negara yang berkhianat terhadap Negara Indonesia.

            Sekarang, mari kita lihat fakta atau kenyataan yang sebenarnya. Pemerintah Indonesia sudah menegaskan dengan sangat kuat bahwa tidak ingin lagi menjual bahan tambang mentah ke luar negeri karena harganya murah dan keuntungannya sedikit. Pemerintah menginginkan Indonesia menjual barang setengah jadi atau bahkan barang yang sudah jadi. Artinya, negara mana pun yang ingin mendapatkan barang mentah dari Indonesia harus membuat pabrik pengolahan barang setengah jadi atau barang jadinya di Indonesia. Tidak boleh membeli bahan mentah, lalu diproduksi di negaranya. Dengan demikian, Indonesia mendapatkan banyak keuntungan, baik dari pajak, penyerapan tenaga kerja, maupun alih teknologi sehingga pada masa depan kita mampu berdiri sendiri dengan kemampuan sendiri untuk keuntungan yang lebih banyak. Contohnya, nikel yang merupakan bahan mentah baterai sudah dilarang dijual dan wajib diproduksi di dalam negeri.

Cina adalah negara yang ikut untung karena patuh pada keputusan pemerintah Indonesia dengan mendirikan pabrik di Indonesia untuk mengolah nikel. Berbeda dengan negara-negara Eropa yang marah kepada Indonesia, tetap menginginkan bahan mentah dari Indonesia, dan tidak mau mendirikan pabrik di Indonesia. Bahkan, mereka menggugat Indonesia untuk berperang pada sidang pengadilan internasional. Dengan demikian, pada ujung pemerintahannya, Jokowi tetap harus bertarung dengan 27 negara Eropa Barat, termasuk Amerika Serikat di dalamnya untuk mempertahankan kekayaan alam berupa bahan tambang agar lebih dinikmati oleh bangsa dan rakyat Indonesia.

Siapa pun yang merecoki dan menganggu pemerintah Indonesia dan Jokowi dalam bertarung mempertahankan sumber daya alam dan hak rakyat Indonesia adalah antek-antek asing. Langsung ataupun tidak langsung, mereka telah menguntungkan pihak barat serta merugikan bangsa dan Negara Indonesia dalam hal perebutan sumber daya ini.

Paham ya?

Setelah mempertahankan nikel dari asing, pemerintah Indonesia maju lagi melarang bauksit untuk dijual mentahnya ke luar negeri. Bauksit adalah bahan mentah untuk dijadikan alumunium. Kali ini negara yang dirugikan akibat kebijakan pemerintahan Jokowi untuk mempertahankan bauksit ada di dalam negeri Indonesia adalah Cina. Para ahli mengatakan bahwa Cina kemungkinan akan marah dan melakukan protes kepada Indonesia. Akan tetapi, tampaknya Jokowi tetap kukuh untuk menetapkan keinginannya agar bauksit diproduksi di Indonesia, dikerjakan rakyat Indonesia, mendapatkan keuntungan dari situ, serta rakyat Indonesia mendapatkan pula keuntungan dari alih teknologi untuk meningkatkan ilmu dan keterampilannya dalam mengolah bauksit.

Siapa pun yang merecoki dan menganggu kerja-kerja pemerintah dalam membela sumber daya alamnya agar tidak dikuasai Cina adalah antek-antek aseng. Merekalah sesungguhnya antek-antek aseng itu.

Sekarang paham kan siapa sesungguhnya antek-antek asing dan aseng itu?

Mereka menuduh orang yang bekerja memperjuangkan sumber daya Indonesia sebagai antek asing dan antek asing karena paham bahwa rakyat Indonesia itu mudah ditipu, apalagi dengan bahasa-bahasa agama, seperti, kafir, dzalim, thagut, sorga, dan neraka. Sudah, kita tidak perlu bodoh lagi ditipu orang-orang itu. Merekalah sebenar-benarnya antek asing dan antek aseng yang hendak menguasai Indonesia untuk mereka kuasai dan sama sekali tidak menguntungkan rakyat Indonesia.

Sampurasun.

Saturday, 31 December 2022

VOB: Gadis-Gadis Pemberontak Garut Guncangkan Dunia

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

“Voice of Baceprot”, Garut pride. Saya mulai memperhatikan mereka kurang lebih sejak setahun lalu. Tanpa sengaja saya mengklik tayangan Youtube seorang reaktor musik asal Inggris yang mereaksi VOB bermain musik rock metal dengan judul lagu “School Revolution”. Awalnya, saya hanya menyangka anak-anak VOB itu seperti saya juga ketika seumuran mereka, bermain musik, senang-senang, sekedar hobi atau pengen eksis. Akan tetapi, di tengah-tengah lagu, permainan mereka luar biasa. Mereka masih sangat culun, unyu-unyu, tampak berusia sekitar SMP, padahal antara kelas 1 atau 2 SMA. Makin didengarkan, makin mengasyikan. Mereka memang pemain musik profesional.

            Bahkan, reaktor Inggris itu sampai bilang, “Orang Indonesia, kalian beri makan apa anak-anak ini?”

            Itu karena memang VOB bermain sangat bagus, cepat, menghentak, dan penuh energi. Bahkan, lebih monstrous dibandingkan pemain-pemain band metal cadas aslinya dari Barat. Maksudnya, permainannya melebihi para monster musik keras.


Foto: Akurat.co


            Saya jadi penasaran siapa sih anak-anak itu. Jujur, saya justru mengetahui mereka dari ulasan-ulasan para pengamat musik Eropa dan Amerika. Mereka ternyata sangat mengenal anak-anak itu dibandingkan orang Indonesia sendiri. Orang-orang Barat menelusuri kehidupan personal VOB sejak kecil hingga kini sukses mengguncangkan Eropa dan dunia.

            Band musik keras ini bermula dari para siswa bermasalah di sebuah madrasah tsanawiyah di Singajaya, Garut, Jawa Barat, Indonesia yang sering bikin keributan, melawan guru, protes karena diperlakukan tidak adil, serta kerap mendapatkan bulian, baik dari guru maupun dari teman-teman sekolahnya. Karena sering bikin masalah dan dianggap tidak akan memiliki masa depan cerah, mereka keluar masuk dibina oleh guru bimbingan konseling (BK).


Guru BK Abah Ezra bersama VOB (Foto: IRC 13)


            Beruntung, guru BK mereka yang dikenal dengan nama Abah Ezra memahami mereka dan berupaya keras menyalurkan mereka ke bidang-bidang kegiatan yang sesuai dengan mereka. Awalnya, mereka diikutkan dalam kegiatan teater, tetapi seluruhnya gagal. Akhirnya, Abah Ezra menyalurkannya ke bidang musik. Awalnya, mereka berjumlah tujuh orang, tetapi menyusut menjadi tiga orang. Mereka adalah Firdda Marsya Kurnia sebagai pemain gitaris melodi dan vokalis, Widi Rahmawati sebagai pemain bass, dan Euis Siti Aisyah sebagai drummer.

            Foto VOB ketika mereka bertiga bersama guru BK Abah Ezra saya dapatkan dari IRC 13. Adapun foto yang lainnya saya dapatkan dari Akurat co, CNN Indonesia, Liputan6 com, Pinterest, dan Suara com.

            Lagu pertama yang saya dengar adalah School Revolution. Lagu ini berupa pemberontakan mereka terhadap sistem pendidikan di sekolah yang tidak adil, menutup pendapat siswa, dan mengunci kreativitas siswa. Mereka menginginkan sekolah itu harus mengakomodasi berbagai kreativitas siswa sesuai gairah para siswa. Mereka pun sudah terlalu pusing dengan ceramah-ceramah soal moral, tetapi praktiknya tidak sesuai dengan yang diceramahkan.

            Setelah mulai main musik keras dari panggung ke panggung, mereka mendapatkan banyak bulian, cacian, nyinyiran, bahkan makian haram dari kelompok-kelompok masyarakat yang suka mengharam-haramkan musik. Untuk melawan nyinyiran dan tudingan itu, mereka pun membuat lagu berjudul “God Allow Me (Please) to Play Music”. Mereka tidak percaya lagi pada para penceramah yang suka menuding dan mengasari mereka dengan ceramahnya. Lagu mereka menunjukkan ketidakpercayaan mereka itu. Oleh sebab itu, mereka meminta izin langsung kepada Allah swt melalui lagu itu, “Tuhan, Tolong Izinkan Aku Bermain Musik”.

            Dalam lagu ini mereka menjelaskan, “Kami bukanlah kriminal, kami bukanlah penjahat, kami bukanlah koruptor, kami bukanlah musuh, kami hanya ingin bermain musik untuk menyuarakan apa yang ada dalam jiwa kami. Tuhan, izinkanlah kami bermain musik.”

            Banyak penikmat musik dari seluruh dunia menangis mendengar lagu ini, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka membayangkan betapa beratnya VOB yang masih kecil-kecil itu menghadapi serangan dari para pembencinya.  Bahkan, hingga ke serangan fisik lho. Oleh sebab itu, ketika VOB diundang untuk tur ke seluruh Eropa, para pendukungnya dari seluruh dunia bergembira.

            Banyak dari mereka yang berteriak, “Tuhan telah mengizinkan kalian bermain musik!”


Foto: CNN Indonesia


            Memang mereka telah berhasil tampil di panggung terbesar No. 1 untuk para pemusik metal seluruh dunia di Wacken, Jerman. Hal yang mengagetkan adalah ketika menyanyikan lagu “What’s The Holy (Nobel) Today”, mereka mampu menggerakkan penonton dari seluruh dunia untuk berteriak “stop war, we hate war!”, ‘hentikan perang, kami benci perang!” Luar biasa mereka.


Foto: Pinterest


            Meskipun mereka adalah pemain musik keras, metal, cadas, mereka tetap mengaji, shalat, tahajud, puasa. Bahkan, mereka berdakwah di hadapan para penonton Kota Rennes, Perancis. Karena mereka muslimat Indonesa berhijab, sering mendapatkan pertanyaan soal agamanya dan hijabnya. Mereka tampaknya kesal, sedikit marah, tetapi berusaha menjelaskan.


Foto: Suara.com


            Di atas panggung Perancis yang disiarkan ke seluruh dunia sebelum menyanyikan lagu PMS (Perempuan Merdeka Seutuhnya) yang mereka ciptakan sendiri, Marsya dengan suara lantang mengajari penduduk Eropa, “I tell you now, I tell you now! Hijab is a sign of peace, love, and beauty.”

            Hijab adalah ciri atau tanda perdamaian, cinta, dan keindahan. Begitu yang dikatakan Marsya. Penjelasannya itu mendapatkan tepuk tangan dari seluruh penonton Renne, Perancis.

            Lagu yang paling menghebohkan di panggung Perancis itu adalah berjudul “Killing in The Name” yang di-cover dari band “Rage Against The Machine” (RATM) yang dibawakan oleh Tom Moralle. Penyanyi aslinya sendiri Tom Moralle bahkan menjadi penggemar VOB. Dalam lagu itu tampak sekali kemarahan dan keberanian VOB, mereka bertiga, untuk menolak sesuatu yang tidak masuk akal bagi mereka. Ada bait-bait lirik yang dinyanyikan bersama penonton.

            Kalau saya tidak salah dengar Marsya berulang-ulang mengucapkan “I won’t do what you tell me”, ‘aku tidak akan melakukan apa yang kamu perintahkan kepadaku”,  maaf kalau saya salah dengar, baca saja lirik aslinya,.

            Teriakan mereka yang paling keras bergemuruh di atas panggung adalah ketika meneriakkan, “M*ther F%ckeeer …!”

            Teriakan itu adalah teriakan sangat kasar, bahkan bagi orang Barat sendiri. Orang bule pun berusaha untuk tidak mengucapkan kalimat itu karena dianggap kalimat kurang ajar. Oleh sebab itu, publik Eropa menjuluki VOB adalah band metal berhijab asal Indonesia yang “fearless”, ‘tak punya rasa takut’. Akan tetapi, Marsya VOB, meneriakkannya dengan sangat lantang yang disambut gemuruh para penonton bule.

            Kurang lebih dalam bahasa Indonesia seperti ini artinya, “Persetan! Kalian Bajingaaan …!”


Foto: Liputan6.com


            Banyak sebetulnya yang bisa dan ingin saya tulis tentang ketiga gadis Garut ini. Sungguh, mereka adalah anak-anak yang bersemangat dan berani menyuarakan keinginannya dengan tetap tidak melepaskan kewajibannya dalam beragama, bahkan berdakwah dalam lagu-lagu yang diciptakannya. Cuma, ya itu tadi, bahasanya “on point”, dalam bahasa Sunda “togmol, teu didingding kelir”, ‘tajam langsung ke intinya’. Lain kali, saya ulas lagu-lagu yang diciptakan mereka. Para Baladceprot dapat menginformasikan berbagai hal tentang VOB kepada saya sehingga saya mendapatkan banyak pengetahuan tentang VOB dan bisa menulis lebih banyak tentang mereka.

            Baladceprot itu komunitas penggemar VOB yang anggotanya sekarang sudah berada di seluruh dunia, bukan hanya orang Indonesia, melainkan pula orang-orang bule dan orang asing lainnya.

            Hayu ah.

            #VOBVoiceofBaceprot

            #StopWarWeHateWar

            #Baladceprot

            Sampurasun

Friday, 23 December 2022

Lompatan Cebong Jokowi

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Dalam suatu pidato, Presiden RI Jokowi menggunakan istilah asing. Saya mendengarnya “lift rock”. Saya heran, pengen tahu apa sih artinya. Ternyata aneh, tidak nyambung dengan konteks kalimat pidato selanjutnya karena artinya adalah “angkat batu”. Setelah diperiksa lagi, ternyata frasa yang benar adalah “leapfrog”, ‘lompatan katak’. Saya salah dengar ternyata, maklum “listening” saya kurang bagus untuk bahasa Inggris karena memang sangat jarang menggunakan bahasa Inggris.

            Foto katak yang sedang melompat saya dapatkan dari Kumparan Com.


Lompatan Katak (Foto: Kumparan.Com)


            Jadi, yang benar adalah lompatan katak, bukan angkat batu atau lompatan cebong. Kalau saya gunakan judul dengan istilah lompatan cebong, itu karena para penyinyir suka nyinyir dengan istilah cebong, tetapi menggunakan gambar katak atau kodok. Aneh memang mereka, kurang pengetahuan. Cebong, katak, dan kodok adalah tiga hal yang berbeda. Akan tetapi, mereka biasanya mengatakan cebong dengan gambar katak atau kodok. Cebong itu cikal bakal katak, belum jadi katak. Gambar perubahan cebong menjadi katak saya dapatkan dari Twitter.


Perubahan dari cebong menjadi katak (Foto: Twitter)


            Nyinyiran cebong sendiri berasal dari Amien Rais yang partainya, Partai Umat, tidak lolos verifikasi di KPU. Partai ini tidak boleh ikut Pemilu.

            Dalam sebuah ceramah, Amien Rais berseru, “Kita ini sedang berhadapan dengan cebong-cebong politik!”

            Dari situlah kemudian banyak nyinyiran kepada pendukung Jokowi dengan kalimat ejekan “cebong”. Lalu, dibalas oleh pendukung Jokowi dengan istilah ejekan “Kadrun”, ‘kadal gurun’.

            Ya sudah, kalau tidak mau diejek, jangan mengejek. Kalau pengen mengejek, jangan sakit hati jika dibalas.

            Leapfrog atau lompatan katak ini digunakan dalam berbagai bidang pengetahuan, pembangunan, perang, dan percepatan ekonomi. Dalam beberapa penelitian, terdapat beberapa jenis katak yang mampu melompat sejauh 38 kali tubuhnya, bahkan ada yang mampu hingga mencapai 150 kali panjang tubuhnya dalam sekali loncat. Artinya, dalam satu kali lompatan, mampu melebihi gedung 35 lantai. Para peneliti meneliti bagaimana katak bisa melompat seperti itu, mulai kelenturan tubuh, bentuk kaki, hentakannya, dan sebagainya. Hasil penelitian itu digunakan pula dalam bidang sosial, politik, dan ekonomi. Bahkan, dalam perang, Jenderal Mc Arthur menggunakan teori leapfrog ketika mengalahkan Jepang. Dia tidak melawan perang langsung menghadapi Jepang, tetapi memotong jalur distibusi makanan, senjata, dan logistik tempur Jepang. Dengan dihentikan pasokan makanan dan logistik lainnya, Jepang hanya menunggu waktu kekalahannya. Benar saja, Jepang kalah.

            Jokowi pun menggunakan teori ini. Setelah dia mempelajari negara-negara di kawasan Amerika Latin yang mengandalkan penjualan sumber daya alamnya, ternyata terus-menerus menjadi negara berkembang, tidak maju-maju. Berbeda dengan Taiwan dan Korea Selatan yang menggunakan teori Leapfrog. Taiwan fokus memproduksi chip dan Korea Selatan fokus memproduksi komponen-komponen digital. Sekarang, seluruh dunia sangat bergantung pada Taiwan dan Korea Selatan untuk chip dan komponen digital. Mereka menjadi negara yang sangat kaya.

            Jokowi pun menyerukan leapfrog ini. Tampaknya, dia menggunakan sawit, nikel, bauksit, timah, dan tembaga sebagai sumber daya untuk melakukan lompatan katak. Dengan menguasai sumber daya alam sendiri, Indonesia bisa melompat sangat jauh melebihi ukuran tubuhnya saat ini. Bahkan, bisa melebihi negara-negara maju saat ini jika konsisten, kuat, dan cerdas melakukannya. Keberhasilan menguasai nikel adalah contoh yang sangat nyata. Penjualan nikel yang telah diolah di dalam negeri telah menghasilkan keuntungan belasan kali lipat. Lebih tepatnya delapan belas kali lipat. Kalaulah penjualan nikel mentah dihitung 16 triliun, setelah diolah untungnya menjadi 288 triliun. Beda jauh lompatannya. Sekarang, Jokowi mulai memaksa bauksit untuk diproduksi di dalam negeri untuk menambah keuntungan dari nikel. Ke depannya akan lebih banyak lagi yang dikuasai oleh Negara Indonesia sendiri sehingga keuntungan untuk Indonesia bisa sangat berlipat-lipat.

            Leapfrog ini bukan tanpa risiko. Risikonya sangat besar, yaitu seluruh elemen bangsa harus memberikan dukungan dan bersiap menghadapi gempuran negara-negara lain yang merasa dirugikan oleh Indonesia. Leapfrog ini memang tampak kejam karena menghentikan kebutuhan negara-negara lain, khususnya Eropa Barat atas bahan mentah dari Indonesia. Akan tetapi, itu harus dilakukan karena kepentingan dan kesejahteraan rakyat Indonesia adalah hal yang paling utama. Kita harus berbagi dengan negara lain, tetapi kita sebagai pemilik sah sumber daya alam harus mendapatkan keuntungan yang jauh lebih  besar.

            Sampurasun.

Wednesday, 7 December 2022

Pikiran Ngawur Pengen Syahid

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Saya selalu penasaran kalau ada aksi-aksi brutal, tidak masuk akal, tidak ada perintahnya dari Allah swt, dan tidak ada ajarannya dari Nabi Muhammad saw. Biasanya, kita bisa memahaminya dari pengakuan mantan narapidana teroris (Napiter), seperti, Ali Imron, Syufyan At Tsauri, atau Umar Patek. Mereka yang sudah kembali sadar ke jalan ilahi kerap membagikan pengalaman dan apa yang ada di otak mereka ketika masih menjadi penjahat teroris.  Akan tetapi, saya kesulitan memahami kengawuran apa yang ada dalam diri teroris yang meledakkan diri di Polsek Astana Anyar Kota Bandung pada 7 Desember 2022. Soalnya, dia sudah mati berantakan, tidak bisa berbagi pikiran dan pengalamannya.

            Kita hanya bisa meraba pikirannya melalui peninggalannya yang berupa motor berwarna biru dan ada tulisan yang ditempelkan di situ. Itu jelas pikiran ngawur, pemahaman ngawur, ajaran ngawur, berasal dari guru-guru yang ngawur juga. Oleh sebab itu, tak heran jika saudara-saudara, sahabat-sahabat, teman-teman, dan kenalan saya dari NU suka menyebutnya “salah pengajian”. Itu karena memang penuh dengan kengawuran.

            Coba kita lihat dari peninggalannya di motor milik teroris itu. Foto motor itu saya dapatkan dari Jember Network.


Motor Teroris di Bandung (Foto: Jember Network)


            Saya membaginya menjadi empat. Pertama, stiker berlogo Isis. Itu jelas dia penggemar Isis. Biasanya, penggemar Isis selalu bercita-cita mendirikan Isis di Indonesia. Itu sudah kengawuran.

            Mana mungkin bisa mendirikan Isis di Indonesia?

            Isis itu kan singkatan dari “Islamic State of Iraq and Syiria”, ‘Negara Islam Irak dan Suriah’. Ini kan Indonesia.

            Bagaimana caranya secara geografi mengubah Indonesia menjadi Irak dan Suriah?

            Ngawur kan?

            Kedua, tulisan “KUHP = HUKUM Syirik/Kafir”. Saya yakin dia tidak mengerti kata-kata itu. Dia tidak mengerti KUHP, tidak mengerti hukum, tidak paham syirik, dan tidak paham kafir. Soalnya, gabungan kata-kata itu memerlukan penjelasan yang panjang dengan dalil-dalil yang kuat.

            KUHP itu singkatan dari Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Kitab itu digunakan untuk mengadili perkara pidana yang bertujuan melindungi kepentingan umum. KUHP mengandung peraturan mengenai tindak pidana yang berdampak buruk terhadap keamanan, ketenteraman, kesejahteraan, dan ketertiban umum. Jadi, jelas kitab hukum itu digunakan untuk kepentingan dan kenyamanan hidup rakyat. Tujuannya untuk keharmonisan hidup rakyat.

            Biasanya, orang-orang aneh ini selalu mengatakan bahwa kitab hukum itu sesat  dan kafir karena dibuat oleh manusia, bukan berasal dari Tuhan. Sungguh, kalimat-kalimat seperti ini ngawur dan menyesatkan. Hal itu disebabkan Allah swt tidak membuat aturan secara detil dan terperinci untuk segala hal. Allah swt memberikan kebebasan dan kemampuan kepada manusia untuk berpikir sendiri memecahkan masalahnya sendiri. Allah swt hanya memberikan garis besar atau panduan umum untuk mengatur manusia, misalnya, soal keadilan, keseimbangan, keharmonisan, pendidikan, dan perlindungan bagi manusia.

            Apakah Allah swt mengatur tentang hukum pemalsuan uang koin dan uang kertas?

            Apakah Allah swt mengatur tentang kejahatan pelayanan terhadap konsumen penerbangan?

            Apakah Allah swt mengatur tentang keadilan distribusi pembangunan Puskesmas?

            Adakah aturan-aturan itu dalam Al Quran? Dalam hadits?

            Tidak ada!

            Kalau ada, kasih tahu saya. Kalau ada, saya kasih hadiah, Cilok atau tahu bulat digoreng dadakan, kadarieu kadarieueueu ….

            Manusia harus berpikir sendiri. Kalau tidak, hidup ini akan berantakan, anarkis.

            Kalau ada yang tidak disetujui dalam KUHP itu, sebutkan pada buku keberapa, tentang apa, pasal keberapa, ayat keberapa, bab keberapa, apa isinya. Kalau sudah disebutkan secara rinci, baru bisa diperdebatkan.

            Saya malah curiga kalau aksi teror di Bandung itu adalah pesanan para pengacau yang ingin menghancurkan negara. Soalnya, KUHP yang terbaru ini baru disahkan sehari sebelum aksi teror itu. KUHP terbaru disahkan pada 6 Desember 2022. Ini memang mendapatkan banyak penolakan dan kritikan, biasalah, normal kalau setuju dan tidak setuju, perdebatkan saja. Mudah kok tidak perlu bawa-bawa sorga atau neraka. Berdebat saja secara akademis. KUHP ini menurut saya malah jauh lebih baik daripada yang sebelumnya karena sejak Indonesia merdeka, kita menggunakan KUHP warisan penjajahan Belanda yang semangatnya adalah menghukum orang di tanah jajahan. Indonesia berjuang untuk mengubah undang-undang itu selama 59 tahun dan sehari sebelum teror, disahkan untuk diujicoba. KUHP ini disesuaikan dengan kondisi dan keinginan rakyat Indonesia.

Mereka yang terlibat menyusun KUHP terbaru ini adalah pemerintah, DPR RI, para ahli, para akademisi, para tokoh masyarakat, para ahli agama, dan masyarakat sendiri. Berbagai pemikiran mereka dijadikan naskah akademik untuk disusun menjadi aturan yang berlaku. Lagian, KUHP ini juga diujicobakan selama tiga tahun ke depan. Artinya, jika ada yang tidak setuju, boleh mengajukan perubahan yang sebelumnya harus diperdebatkan dulu. Siapa pun boleh usul. Tidak perlu pake bom bunuh diri, ngawur jadinya.

Saya juga jadi curiga bahwa bom bunuh diri ini merupakan pesanan asing, para pengusaha kapitalis. Soalnya, bertepatan dengan bom bunuh diri ini, Eropa pun ikut-ikutan protes terhadap KUHP Indonesia.

Ngapain juga mereka ikut protes, ini kan urusan dalam negeri Indonesia?

Akan tetapi, saya bisa mengerti Eropa ikut-ikutan protes karena Eropa sedang marah kepada Indonesia. Mereka tidak boleh lagi beli bahan tambang mentah dari Indonesia dengan harga murah. Mereka sedang krisis, kelabakan. Mereka juga marah kepada Jokowi karena Jokowi menuding Eropa sebagai penjajah VOC yang memaksa Indonesia untuk ekspor paksa nikel. Selain itu, Eropa mulai menyerang Indonesia soal Ham di Papua dan pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Tambahan lagi, mereka mengumpulkan 27 negara untuk menyerang Indonesia. Para pemimpin Eropa sangat yakin bisa mengalahkan Indonesia. Akan tetapi, Indonesia pasti tidak mau kalah karena rakyat Indonesia adalah keturunan para pemenang perang.

Bisa jadi Eropa menggunakan orang-orang bodoh untuk meruntuhkan Indonesia.

Ketiga, di motor teroris itu ada tulisan “Perangi para penegak hukum setan”. Mungkin maksudnya polisi, padahal penegak hukum itu bukan hanya polisi. Itu bisa dilihat dari lokasi biom bunuh diri terjadi, kantor Polsek Astana Anyar, Kota Bandung. Ini juga ngawur. Sudah saya jelaskan tadi pihak-pihak dalam penyusunan KUHP ini adalah semuanya manusia, bukan setan. Bahkan, polisi tidak ikut-kutan menyusun KUHP. Polisi itu hanya menjalankan dan menegakkan KUHP. Polisi tidak ikut-ikutan bikin hukum.  Polisi juga manusia, bukan setan. Kalau setan mah, kakinya juga tidak menapak ke tanah, melayang kayak kuntilanak.

Keempat, di motor itu ada tulisan QS = 9 : 29. Maksudnya, Al Quran Surat At Taubah ayat ke-29. Baca sendiri ayatnya ya. Saya enggak mau tulis ayat itu di sini. Soalnya, kalau hanya membaca satu ayat itu dari terjemahannya, bisa bahaya dan mudah sekali dimanipulasikan. Dalam ayat itu memang ada perintah untuk memerangi orang-orang yang tidak beriman, mengharamkan apa yang dihalalkan Allah swt, menghalalkan apa yang diharamkan Allah swt. Guru-guru sesat bisa menyesatkan orang dengan ayat ini. Padahal, untuk memahami ayat itu harus dibaca juga ayat sebelumnya, ayat sesudahnya, tafsir dari para ahli, memperhatikan asbabun nuzul, sejarah yang menunjukkan situasi dan kondisi ketika ayat ini turun, serta pihak yang disebutkan Allah swt tidak beriman itu. Hal yang sangat penting diperhatikan adalah ayat itu turun ketika dalam situasi perang dan kaum muslimin sedang menghadapi penyerangan dari pasukan Romawi Heraklius.

Indonesia kan tidak sedang perang. Indonesia dalam keadaan damai. Jadi, ayat itu tidak tepat dilaksanakan ketika dalam situasi damai. Hal ini seperti shalat Dzuhur itu tidak wajib karena masih pukul 09.00 pagi. Membunuh orang itu tidak wajib karena tidak sedang berperang. Kalau ayat perang dilaksanakan dalam situasi damai, ngawur jadinya.

Pikirannya saja sudah ngawur, tetapi pengen syahid dengan cara yang ngawur pula. Ngaji coba ke guru yang benar, ngaji ke beberapa guru berbeda supaya mendapatkan pemahaman yang lebih luas. Ingat, Islam itu rahmatan lil alamin, melaksanakannya juga harus dengan penuh rahmat, menyenangkan, dan menyamankan, bukan dengan cara horor.

Sampurasun.

Tuesday, 6 December 2022

Mereka Bilang “Perang Salib”, So Mari Kita Mulai Teror Mereka!

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Saya tidak mengerti mengapa mereka menggunakan istilah “crussade”,  ‘perang salib’?

            Ketika Presiden Republik Indonesia (RI) Jokowi diwawancarai media internasional, wartawan asing mengatakan bahwa upaya Jokowi mempertahankan bijih nikel Indonesia agar tidak dibeli mentahnya oleh Eropa dan Amerika Serikat adalah “perang salib Jokowi”. Indonesia bertahan bahwa bijih nikel tidak boleh dijual mentah, kecuali sudah menjadi barang setengah jadi ataupun barang jadi yang diproduksi di Indonesia. Akibatnya, Indonesia diserang Eropa melalui gugatan sidang panel World Trade Organization (WTO). Indonesia pun kalah dikeroyok negara-negara Eropa. Akan tetapi, Jokowi bukannya menyerah, melainkan tambah marah. Dia mengajukan sidang banding dan tetap melarang ekspor bijih nikel. Bahkan, dia makin marah dengan menegaskan untuk tidak akan lagi mengekspor nikel, bauksit, batu bara, dan timah ke luar negeri. Jokowi ingin semua diproduksi di Indonesia agar bisa membuka lapangan kerja bagi rakyat, tumbuh wilayah perekonomian baru, menarik pajak, dan alih teknologi sehingga pada masa depan rakyat Indonesia mampu mandiri dan memproduksi sendiri. Perlawanan Jokowi melawan Eropa itulah yang disebut media asing sebagai perang salib.

            Istilah perang salib itu mengingatkan kita pada penghancuran kekuasaan Inggris, khususnya Raja Richard oleh Sultan Salahudin Al Ayubi di Yerusalem, Palestina. Dalam keadaan terdesak, para bangsawan Inggris mempropagandakan ke seluruh dunia bahwa perang itu adalah perang salib antara Kristen melawan Islam. Mereka berharap seluruh dunia Kristen mendukung dan membantu mereka dalam menghancurkan pasukan muslim. Padahal, itu bukanlah perang agama, melainkan para bangsawan Inggris sudah kehabisan tanah di negaranya, kemudian mencari wilayah baru untuk para bangsawan yang tidak kebagian tanah, tempatnya di Yerusalem, Palestina. Tidak ada sebetulnya perang agama, itu hanya manipulasi Inggris untuk mendapatkan dukungan dari dunia Kristen agar memerangi Sultan Salahudin Al Ayubi yang kebetulan mayoritas muslim.  Mereka ingin menguasai tanah baru. Pasukan Sultan Salahudin sendiri tidak semuanya muslim, bahkan salah seorang jenderalnya beragama Kristen Katolik yang bernama Isa.

            Sayangnya, kaum muslim pun ikut-ikutan pada propaganda Inggris itu. Kaum muslim mengubah istilah perang salib dengan istilah “perang sabil”. Hal itu seolah-olah menguatkan hoax bahwa telah terjadi perang antara Kristen dan Islam. Padahal, tidak ada perang agama itu, cuma rebutan tanah untuk dikuasai. Akhirnya, perang itu dimenangkan Salahudin Al Ayubi.

            Apakah wartawan dan media asing menggunakan istilah perang salib yang sedang dilancarkan Jokowi itu untuk memanipulasi bahwa itu adalah perang antara Kristen Eropa melawan muslim Indonesia?

            Saya tidak tahu. Mestinya, jangan menggunakan istilah perang salib kalau memang tidak berniat buruk. Seharusnya, seluruh dunia bekerja sama dan saling berbagi dengan baik dengan tidak melakukan kecurangan, tanpa kelicikan. Akan tetapi, kalau memang niatnya curang, licik, dan jahat ingin merampok kekayaan Indonesia, mari kita mulai aksi teror terhadap Eropa.

            Apa itu teror?

            Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), teror artinya adalah “usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan”. Jadi, mari kita bikin usaha agar orang-orang Eropa itu merasa takut dan ngeri bahwa bangsa Indonesia yang ramah ini bisa berubah menjadi kejam jika hak miliknya dirampok dengan cara yang jelas tidak sah.

            Presiden Jokowi sendiri sudah sejak awal melakukan teror. Ketika kalah dalam sidang WTO, Indonesia diwajibkan untuk kembali membuka ekspor nikel ke luar negeri, khususnya Eropa. Jokowi segera saja meneror Eropa dengan tegas untuk tidak akan pernah menjual lagi bijih nikel ke luar negeri. Bahkan, bahan tambang yang lainnya pun akan dihentikan. Keputusan sidang WTO tidak digubris Jokowi. Dia malahan naik banding. Itu sudah merupakan teror menakutkan bagi Eropa. Eropa bisa sangat kekurangan energi, kerusakan industri, dan kehilangan pendapatan.

            Lebih jauh dari itu, dengan bersuara lantang, Jokowi berpidato di dalam dan di luar negeri; menjawab pertanyaan wartawan di dalam dan di luar negeri menantang Eropa.

            Kurang lebih seperti ini, tantangan Jokowi untuk Eropa, “Kita sudah tidak mau lagi dijajah. Ratusan tahun sumber daya alam Indonesia dikeruk dengan menguntungkan pihak asing. Pada zaman penjajahan, kita dijajah dengan tanam paksa, kerja paksa. Sekarang, ada penjajahan baru, yaitu ekspor paksa! Kita dipaksa untuk menggali bahan tambang kita, lalu dijual ke luar negeri dengan harga murah. Kita tidak mau lagi seperti itu! Kita tidak takut terhadap negara mana pun.”

            Memang terbukti sih. Ketika bijih nikel mentah dijual ke luar negeri, Indonesia hanya mendapatkan sekitar 46 triliun. Akan tetapi, setelah diproses di dalam negeri dan menjadi baja stainless steel, Indonesia mendapatkan keuntungan belasan kali lipat, yaitu sejumlah 456 triliun. Itu baru baja, apalagi jika sudah dijadikan baterai untuk mobil dan motor listrik. Keuntungannya bisa puluhan kali lipat. Akan ada banyak uang yang masuk ke kas Negara Indonesia untuk membangun rakyat.

            Prabowo pun tampaknya mendukung penuh upaya Jokowi. Sebagai menteri pertahanan, dia menyiapkan persenjataan baru di darat, laut, dan udara dengan tujuan menyebarkan rasa ketakutan dan kengerian kepada siapa pun yang mencoba berpikir untuk berlaku curang dan merampok kekayaan alam Indonesia. Itu sudah merupakan upaya teror.

            Demikian pula dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang segera memastikan diri membangun pangkalan militer yang berbatasan darat dengan Timor Leste dan berbatasan laut dengan Australia. Itu adalah pesan teror yang menakutkan siapa pun dari pihak barat yang berniat mengganggu Indonesia.

            Kita sebagai rakyat pun harus melakukan teror pula dengan cara menyatakan bersiap sedia untuk membela negara beserta kekayaan alamnya dari keserakahan pihak asing. Kita harus menyampaikan kesan yang jelas bahwa rakyat yang ramah ini bisa berperilaku kejam dan menakutkan.  Coba asah itu berbagai senjata dari setiap suku yang ada di Indonesia, pertajam itu alat-alat perang, dengan mengupload pada berbagai media sosial dengan disertai ancaman kepada siapa pun yang berniat buruk pada Indonesia.

            Saya pun mencoba mencari-cari senjata orang Sunda untuk dijadikan upaya teror dan akan diupload di internet. Akan tetapi, susah juga ternyata. Orang Sunda itu tidak punya alat perang tradisional. Memang, satu-satunya suku yang tidak memiliki perisai untuk perang adalah Suku Sunda. Orang Sunda itu hanya punya golok dan cangkul, tetapi itu pun lebih ke alat kerja. Kalaupun ada yang disebut senjata, paling kujang, tetapi lebih ke arah alat perhiasan. Meskipun begitu, alat kerja dan perhiasan itu bisa menjadi senjata mematikan jika dipakai berperang. Suku-suku lain pasti punya alat-alat perang yang lebih beragam dan menakutkan untuk dipakai sebagai ancaman bagi siapa pun yang akan mengganggu negara.


Asahan, Golok, dan Cangkul


Kujang (Foto: ibelievemydreams WordPress com)

            Foto kujang saya dapatkan dari ibelievemydreams WordPress com. Saya tidak pernah mendengar ada orang yang mati karena ditusuk kujang. Itu hanya perhiasan yang bisa digunakan senjata jika situasi darurat terjadi.

            Bagi jendera-jenderal Amerika Serikat, rakyat Indonesia adalah sangat menakutkan karena jika tentara Indonesia berperang, rakyat Indonesia akan dengan sukarela bertempur bersama TNI. Hal ini hanya ada pada rakyat Indonesia, tidak pada rakyat negara lain.

            Akan tetapi, tentu saja kita tidak boleh membenci siapa pun. Tidak boleh membenci orang Eropa, barat, maupun timur. Kita tidak boleh membenci manusia. Hal yang kita benci dan perlu kita teror adalah keserakahan, kelicikan, kecurangan, kejahatan, dan penjajahan. Selama siapa pun orang asing yang berada di dalam Negara Indonesia melakukan kebaikan, kita tetap harus ramah dan hormat. Misalnya, mereka ada yang menjadi turis, mahasiswa, dosen, pekerja, pelaku seni dan budaya, peneliti, pengusaha, ataupun perwakilan negara asing, kita tetap harus berperilaku baik, penuh hormat, dan ramah. Jika mereka mulai jahat, itu perkara lain lagi.

            Ingat kata Mbah K.H. Hasyim Asyari bahwa membela negara adalah bagian dari menjalankan agama.

            Sampurasun.

Thursday, 24 November 2022

Barat Ingin Orang Bodoh Jadi Presiden Indonesia

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Teori-teori realis klasik menjelaskan bahwa manusia itu memiliki kecenderungan kuat untuk menguasai manusia lainnya. Itulah yang menyebabkan adanya banyak konflik dan perang di muka Bumi ini. Salah satu yang menjadi penyebab manusia ingin menguasai manusia lainnya adalah ingin menguasai sumber daya alam yang ada di wilayah manusia lainnya. Tampaknya, hari ini niat, kecenderungan, kebiasaan, dan perilaku orang-orang Barat, khususnya Eropa masih ngotot ingin menguasai sumber daya alam Indonesia.

            Foto penambangan nikel di Indonesia saya dapatkan dari Tagar id.


Penambangan Nikel di Indonesia (Foto: Tagar.id)


            Kita tahu bahwa Indonesia adalah negara sumber nikel sangat besar di dunia ini. Selama beberapa tahun, mungkin puluhan tahun, Indonesia telah menjual nikel mentah ke luar negeri untuk bahan baja. Keuntungan Indonesia sangatlah kecil dari penjualan nikel mentah ini, hanya untuk beberapa keluarga dan beberapa eksportir. Melihat hal itu, Presiden RI Jokowi sudah tidak mau lagi menjual nikel mentah seperti pada masa lalu. Oleh sebab itu, Jokowi mengeluarkan perintah untuk melarang penjualan nikel mentah ke luar negeri. Jokowi hanya ingin menjualnya jika nikel itu sudah menjadi barang setengah jadi atau bahkan barang jadi. Artinya, negara mana pun yang ingin nikel Indonesia harus membangun pabrik di Indonesia. Jokowi ingin ada nilai tambah untuk Indonesia. Dengan adanya pabrik, Indonesia bisa membuka lapangan kerja bagi rakyat, menarik pajak, dan alih teknologi.

            Kebijakan Jokowi itu tentu saja membuat Eropa marah karena mereka sangat tergantung pada nikel Indonesia. Oleh sebab itu, mereka menggugat Indonesia dalam sidang WTO. Indonesia dipandang mereka telah berbuat tidak adil bagi mereka. Barat tidak mau mengikuti kehendak Jokowi. Akan tetapi, Jokowi tetap bandel dan kukuh pada pendiriannya. Hal itu telah terbukti, ketika Indonesia melarang ekspor nikel mentah ke luar negeri, pendapatan Indonesia dari nikel itu bertambah puluhan kali lipat dibandingkan masa lalu. Hal itulah yang telah membantu kuatnya ekonomi Indonesia hingga menurut IMF saat ini Indonesia adalah negara ranking tujuh dengan ekonomi terkuat di dunia. Jokowi melawan Eropa dengan memerintahkan untuk menghadirkan pengacara terbaik kelas dunia untuk membela Indonesia.

            Sidang pertama telah berjalan dan Indonesia dinyatakah kalah. Mudah bagi kita memahaminya, sidang itu berasal dari gugatan Eropa dan yang berada di sidang panel itu orang-orang Eropa juga. Wajar Indonesia jika dikalahkan. Akan tetapi, Indonesia tidak mudah menyerah, mengajukan naik banding atas keputusan sidang itu. Indonesia tetap melarang penjualan nikel mentah karena untungnya sudah jelas. Di samping itu, logikanya juga mudah dipahami bahwa nikel itu berasal dari Indonesia, milik rakyat Indonesia, ada di perut Bumi Indonesia, itu adalah hak bangsa Indonesia mau digunakan apa dan mau dijual atau tidak. Nikel itu terserah kita sebagai pemiliknya mau diapapun juga.

            Mudah kan berpikirnya?

            Punya kita ya gimana kita sebagai pemiliknya.

            Dari kebijakan Jokowi itu, tentu saja merugikan pihak Barat dan pihak di dalam negeri yang diuntungkan dari hasil kerja sama dengan Barat yang menguntungkan Barat itu. Jokowi ingin rakyat Indonesia yang untung, bukan orang lain. Seperti kata saya tadi, Barat boleh mendapatkan untung dari  nikel Indonesia, tetapi harus bikin pabrik dan mengolahnya di Indonesia. Bukannya mengambil mentahnya, dibawa ke negeri mereka sehingga mereka yang untung besar, sedangkan rakyat Indonesia tetap berada sebagai buruh mereka.

            Tak heran jika Jokowi banyak dibenci karena telah merugikan mereka, baik pihak Eropa maupun orang Indonesia yang berkomplot dengan Eropa. Tak heran pula jika mereka ingin menjatuhkan Jokowi dan berharap presiden Indonesia selepas Jokowi adalah orang bodoh yang dapat mereka kendalikan sehingga menguntungkan mereka, bukan menguntungkan rakyat Indonesia.

            Kalau menurut saya, sudah seharusnya seluruh dunia berbagi dengan cara saling menguntungkan. Akan tetapi, hormati pemilik sah kekayaan alam, lalu bekerja sama dengan cara yang baik tanpa harus bersikap serakah.

            Sampurasun

Saturday, 21 November 2020

Teori Modernisasi

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Dalam hal perubahan-perubahan sosial, Kun Maryati dan Juju Suryawati (2013) mengetengahkan teori modernisasi. Dalam pembahasan mereka, teori modernisasi melihat bahwa perubahan negara-negara terbelakang akan mengikuti jalan yang sama dengan negara industri di barat. Cara tersebut adalah melalui proses modernisasi sehingga negara terbelakang menjadi negara berkembang. Teori ini melihat bahwa negara terbelakang memiliki banyak kekurangan sehingga harus menanggulangi kekurangan yang dimiliki untuk mencapai tahap tinggal landas (take off).

            Eva Etzioni-Halevy dan Amitai Etzoni dalam Kun Maryati dan Juju Suryawati (2013) melihat bahwa dalam masa perubahan atau transisi, sebuah negara akan mengalami revolusi demografi dengan ciri-ciri sebagai berikut: menurunnya angka kematian dan kelahiran; menurunnya ukuran dan pengaruh keluarga; terbukanya sistem stratifikasi; peralihan dari struktur feodal ke suatu birokrasi; menurunnya pengaruh agama; beralihnya fungsi pendidikan dari keluarga dan komunitas ke dalam sistem pendidikan formal; munculnya kebudayaan massa; munculnya perekonomian pasar dan industrialisasi.

            Adapun menurut Davis Lerner, modernisasi diperlukan dalam proses perubahan sosial sehingga negara yang kurang berkembang perlu meminjam dan menerapkan karakteristik dari negara yang sudah maju untuk berubah menjadi negara berkembang ataupun mencapai tahap sebagai negara maju. Selain itu, menurut Huntington dalam tulisannya, “The Change to Change: Modernization, Development, and Politics, dinyatakan bahwa modernisasi mempunyai ciri-ciri prosesnya bertahap, prosesnya homogenisasi, wujudnya berupa proses eropanisasi, amerikanisasi, ataupun westernisasi, jalannya selalu bergerak maju dan tidak pernah mundur, progresif, serta waktunya panjang.

            Demikian penjelasan Kun Maryati dan Juju Suryawati (2013) mengenai teori modernisasi.

            Sampurasun

 

 

Sumber Pustaka

Maryati, Kun; Suryawati, Juju, 2013, Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII Kurikulum 2013: Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Penerbit Erlangga: Jakarta

Wijayanti, Fitria; Kusumantoro, Sri Muhammad; Irawan, Hanif, Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XII: Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial

Friday, 17 January 2020

Membangun Network Menjalin Silaturahmi Memanjangkan Rezeki


oleh Tom Finaldin

Bandung, Putera Sang Surya
Ada yang salah dengan judul yang saya buat?

            “Correct me if I’m wrong”, ‘koreksi jika saya salah’.

Membangun network berarti membangun jaringan kerja. Hal itu sama dengan membangun silaturahmi dengan sesama manusia. Jika silaturahmi berjalan dengan baik, sama dengan memanjangkan rezeki. Bergaul dan bersahabat dengan banyak orang akan membuka akses informasi, menguatkan hubungan, dan memudahkan jalan rezeki.

            Untuk menjadi sopir Angkot, seseorang harus kenal dulu dengan orang-orang yang bergerak dalam per-Angkot-an. Tidak mungkin bisa jika tidak ada yang kenal, lalu tiba-tiba jadi sopir Angkot. Dalam pekerjaan lain pun sama saja, harus ada jaringan dan silaturahmi hingga terjadi kesepahaman. Makin banyak jaringan, makin banyak sahabat, makin sering silaturahmi, semakin terbuka pula berbagai akses menuju rezeki.

            Apabila kita lihat apa yang dilakukan Jokowi dalam membangun ibu kota Indonesia yang baru di Penajam, Paser, Kalimantan Timur, sangatlah bagus melibatkan banyak orang hebat dari berbagai negara. Jokowi mengangkat Ketua Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru adalah Putera Mahkota Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ). Anggotanya adalah Masayoshi Son, salah satu orang terkaya di Jepang, pendiri SoftBank dan Chief Executive Officer dari SoftBank Mobile. Di samping itu, diajak pula mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Tambahan pula, menurut Fadjroel Rahman, Juru Bicara Presiden, masih ada beberapa lagi nama yang diajak berperan serta menjadi anggota dewan pengarah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

            Dilihat dari sisi hubungan internasional adalah sangat bagus dalam rangka mengaplikasikan politik luar negeri bebas aktif dengan konsep “thousand friends and zero enemy”, ‘ribuan teman dan nol musuh’. Indonesia bisa menjadi tempat berkarya orang-orang hebat dari seluruh dunia. Dengan demikian, dunia akan ikut merasa memiliki dan secara tidak langsung Indonesia bisa terlindungi dari bahaya ancaman perang antarnegara. Hal ini bisa dilihat pula bahwa terdapat beberapa negara yang tercatat tertarik untuk berinvestasi dalam pembangunan ibu kota baru. Para pengusaha yang tertarik untuk berinvestasi dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia tersebut berasal dari, di antaranya, Uni Emirat Arab, Jepang, Korea Selatan, Cina, dan Eropa.

            Dilihat dari sisi ekonomi, dengan banyaknya negara yang terlibat, akan menarik minat orang dari seluruh dunia untuk datang ke Indonesia. Pariwisata pun akan meningkat, roda ekonomi pun bisa berputar lebih cepat.

            Dilihat sari segi pendidikan dan teknologi, baik secara formal maupun tidak, akan terjadi alih teknologi. Rakyat Indonesia bisa belajar ilmu pengetahuan dari yang asalnya tidak tahu menjadi tahu.

            Meskipun demikian, Indonesia haruslah tetap Indonesia, kita tidak boleh terpengaruh oleh adat, kebiasaan, dan budaya mereka yang negatif. Kita tidak boleh menjadi Arab, Eropa, Amerika, Cina, atau yang lainnya. Kita adalah kita. Justru yang harus terjadi adalah kita yang harus mempengaruhi mereka dengan nilai-nilai positif yang kita miliki karena kita adalah sudah ditakdirkan menjadi Indonesia.

            Sampurasun.

Sumber: