Showing posts with label Kota Wuhan. Show all posts
Showing posts with label Kota Wuhan. Show all posts

Thursday, 30 January 2020

Hindari Virus Corona, Percepat Kepulangan ke Indonesia


oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya
Dalam tulisan yang lalu saya mengatakan bahwa orang Indonesia memiliki daya tahan tubuh lebih kuat terhadap serangan virus flu. Hal itu pun dipuji oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan. Meskipun demikian, kita tetap harus waspada dan hati-hati. Kalau diserang virus terus-terusan, bisa jebol juga. Ibarat atlet binaragawan terkemuka Ade Ray, pasti kuat ditonjok berulang-ulang oleh anak kelas enam SD. Akan tetapi, jika terus-menerus ditonjok dan tidak berhenti-berhenti, Ade Ray lama-lama pasti kesakitan juga. Oleh sebab itu, evakuasi warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Cina, terutama di Kota Wuhan, Provinsi Hubei harus segera dilaksanakan. Meski daya tahan tubuhnya kuat, kalau kelamaan dibiarin, bahaya juga.

            Pemerintah Republik Indonesia memiliki kewajiban yang pasti dan tidak bisa ditawar-tawar untuk melindungi warganya di mana pun berada. Tak ada seorang Indonesia pun yang tidak berharga sehingga harus ditinggalkan. Semua warga Negara Indonesia adalah berharga dan harus dilindungi sekalipun dia penjahat besar. Negara harus hadir untuk keselamatannya dan hak-haknya tidak dirugikan. Indonesia memang sudah banyak belajar melindungi warganya di mana pun, termasuk mendampingi teroris di Thailand dan pemerkosa besar di Inggris. Soal dia melakukan kejahatan dan bersalah, itu soal lain. Kewajiban pemerintah adalah mendampingi dan melindungi warganya.

            Dalam kasus virus corona adalah sudah kewajiban mutlak negara untuk segera melindungi dan mengevakuasi warganya dari bahaya virus corona yang mematikan. Para pelajar dan para pekerja Indonesia yang jelas memiliki jasa terhadap kemajuan Indonesia harus segara dilindungi.

            Amerika Serikat dan Jepang telah berhasil mengevakuasi warganya dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Indonesia bisa segera belajar dari keberhasilan mereka.

            Kita harus mengapresiasi kerja pemerintah Indonesia yang memang sudah menyiapkan diri untuk mengevakuasi warganya dari Kota Wuhan untuk dikembalikan ke Negara Indonesia. Di samping itu pun, kita harus menghargai pemerintah Indonesia yang memikirkan kebutuhan makanan warganya yang berada di Cina karena persediaan makanan mulai menipis dan banyak pusat perbelanjaan yang ditutup di Cina. Kerja sama antar-kementerian, seperti, Perhubungan, Kesehatan, dan Luar Negeri harus didorong agar lebih cepat bertindak. Berita terakhir menyebutkan bahwa TNI Angkatan Udara sudah sangat siap untuk mengevakuasi warga Negara Indonesia yang berada di Wuhan. Mata dan perhatian mereka hanya tertuju pada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Ketika Menteri Retno mengeluarkan perintah, mereka pun segera bergerak. Adapun Retno masih harus berkoordinasi dengan pemerintah Cina karena segalanya harus berjalan dengan baik dan terkoordinasi.

            Setiap warga Negara Indonesia adalah berharga dan wajib dilindungi. Itu adalah perintah Pembukaan UUD 1945. Semoga pemerintah dapat melaksanakannya dengan cepat dan baik sebagaimana kalimat dalam Proklamasi Kemerdekaan RI, yaitu dilaksanakan “dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”. Jangan “biar lambat asal selamat” atau tergesa-gesa, “lebih cepat lebih baik”, tetapi berantakan.

              Sampurasun.

Wednesday, 29 January 2020

Semoga Tak Tertular Virus Corona Selamanya


oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya
Di Wuhan dan kota-kota lainnya di Cina yang menjadi medan tempur antara tubuh dan virus corona, banyak orang Indonesia, mungkin ribuan. Mereka ada yang sedang belajar sebagai mahasiswa, juga sebagai pekerja. Sampai hari ini, sampai tulisan ini disusun, mereka tetap sehat dan tidak seorang pun terinfeksi virus corona.

            Hal itu dipuji oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan, “Orang-orang Indonesia mempunyai daya tahan tubuh yang kuat menurut saya.”

            Kita, sebagai warga Negara Indonesia, layak bersyukur atas berita tersebut. Semoga mereka tetap sehat dan tidak terinfeksi virus corona.

            Saya bukan ahli kesehatan, tetapi sekali dua kali sempat membaca juga tentang kesehatan. Pernyataan Menkes RI tersebut sungguh menarik. Daya tahan tubuh orang Indonesia relatif kuat dari infeksi virus mungkin karena pertama, memang lahir dan hidup lama di Indonesia yang beriklim tropis, memiliki dua musim, hujan dan kemarau. Hal ini seperti dalam tulisan saya yang lalu bahwa virus flu di Indonesia tidak mengakibatkan kematian. Berbeda dengan di negara-negara yang memiliki empat musim, virus flu kerap menimbulkan kematian.

            Kedua, faktor makanan dan minuman. Orang Indonesia yang mayoritas Islam sangat berhati-hati dengan makanan dan minuman. Bahkan, kita terbilang rewel soal ini. Kita ingin selalu makanan yang halal. Tak kurang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) selalu serius soal makanan dan minuman untuk melindungi masyarakat. Makanan halal jelas sehat dan meningkatkan kualitas ketahanan tubuh. Berbeda dengan makanan dan minuman haram yang merusakkan tubuh sehingga memudahkan tubuh diserang virus penyakit apa saja.

            Ketiga, kebahagiaan. Mereka yang berada di Cina tetap berkomunikasi dengan keluarga dan orang-orang terdekatnya di Indonesia. Saling melepas rindu melalui alat komunikasi, saling memberi semangat, dan terus saling mendoakan meskipun dengan kondisi jarak yang jauh. Hal itu membuat hati bahagia dan hidup tetap semangat, “full of life”. Di samping itu, komunikasi yang baik dan doa menimbulkan getaran cinta yang luar biasa menyenangkan. Dalam ajaran Islam dipahami bahwa “doa adalah senjata orang beriman”. Doa bisa menembus ruang dan waktu. Di mana pun kita berada, doa tetap bisa sampai dan membuat kenyamanan tersendiri. Bahkan, doa mampu menghubungkan alam nyata dengan alam gaib serta yang hidup dengan yang mati. Luar biasa memang energi doa itu. Dengan perasaan rindu, saling memiliki, saling memberikan semangat, saling mencintai, dan saling mendoakan membuat tubuh sehat karena mengalirkan magnet listrik yang menyegarkan jiwa dan fisik. Orang-orang yang belajar ilmu tenaga dalam pasti tahu hal ini.

            Dua hari ini beredar video-video warga Kota Wuhan yang jumlahnya 11 juta itu saling berteriak bersahutan memberikan semangat hidup dalam keadaan kota itu diisolasi, tidak boleh ada yang masuk dan tidak ada yang boleh keluar dari kota. Hal itu secara naluriah sebagai manusia dilakukan untuk mendorong harapan hidup dan menguatkan tubuh untuk lebih segar dan sehat. Selain, itu ada juga video mahasiswa-mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia yang bersama-sama mengepalkan tangan untuk memberikan semangat dan cinta kepada saudara-saudaranya sesama mahasiswa yang sedang belajar di Cina, khususnya yang sedang terisolasi di Kota Wuhan.

            Dalam tradisi kita, sebagai orang Indonesia, juga begitu, bukan?

            Kalau ada kenalan yang sakit, kita akan menengoknya untuk memberikan harapan dan kekuatan di samping menunjukkan bahwa Si Sakit tidak pernah kita tinggalkan. Itu akan menguatkan jiwa sehingga mendorong kesehatan tubuh.

            Semoga saudara-saudara kita sesama bangsa Indonesia tetap sehat selamanya tidak terinfeksi virus corona. Berikan semangat, cinta, dan doa untuk mereka di Cina. Jangan lupa pula berikan semangat, cinta, dan doa untuk mereka sesama manusia meskipun berbeda ras, tempat lahir, dan agama. Kita manusia adalah bersaudara karena berasal dari “Zat Yang Satu”, ‘Allah swt’.

            Sampurasun.