Showing posts with label Rocky Gerung. Show all posts
Showing posts with label Rocky Gerung. Show all posts

Tuesday, 8 August 2023

Katanya Rocky Gerung Cerdas, Tol Saja Tidak Tahu

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Saya hanya kasihan sama rakyat yang bisa dengan mudah disesatkan atau dibodohi oleh kata-kata Rocky Gerung. Hal itu disebabkan Rocky memang awalnya dikemas Karni Ilyas untuk membuat jumlah penonton Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne meningkat tajam. Kalau soal pengetahuannya, sebetulnya biasa-biasa saja. Malah banyak yang ngaco. Dia sendiri kan sudah diberhentikan menjadi dosen UI karena pendidikannya tidak mencukupi untuk menjadi syarat sebagai dosen. Dengar-dengar, dia tidak lulus kuliah.

            Seringnya, saya pengen ketawa melihat Rocky itu, lucu soalnya. Kelihatannya cerdas, padahal ngawur. Video yang baru-baru ini pun bikin saya geli. Dia bilang seharusnya jalan Tol itu gratisan dan rakyat tidak perlu bayar untuk menggunakan jalan Tol. Saya tidak tahu apakah Rocky beneran tidak paham tentang Tol atau memang dia hanya membodohi rakyat sehingga rakyat emosi dan menganggapnya sebagai pahlawan pemberani pengkritik pemerintah.

            Saya kasih tahu ya bahwa untuk menggunakan jalan Tol itu tidak mungkin gratis. Namanya saja sudah Tol yang merupakan singkatan dari “tax on location”. Artinya, harus membayar pajak secara langsung ketika menggunakan jalan itu yang berupa tarif dengan jumlah yang ditentukan. Kalau gratisan, namanya harus berubah, bukan Tol lagi. Kalau menggunakan jalan Tol, sudah pasti harus bayar. Kalau tidak punya uang untuk membayarnya, gunakan jalan yang gratisan, kan jumlahnya lebih banyak, apalagi jalan yang dibangun baru sekarang itu banyak yang jauh lebih lebar dibandingkan dengan jalan yang merupakan warisan kolonial Belanda. Kita bisa gunakan jalan protokoler, reguler, by pass, fly over, dan jalan-jalan lain yang pajaknya atau tarifnya tidak dibayar langsung saat itu juga. Pajak yang digunakan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan biasa itu kan bisa berasal dari pembayaran STNK, BPKB, atau pendapatan pemerintah lainnya. Kalau Tol, ya harus saat itu juga.

            Begitu, Bro n Sis.

            Paham, ya.

            Saya bisa salah. Akan tetapi, Rocky Gerung itu lucu, lumayan, buat cekikikan sendiri.

            Sampurasun.

Saturday, 5 August 2023

Rocky Gerung Kena Pengaruh Ganja


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Tidak aneh kalau Rocky Gerung bicaranya ngelantur, ngecapruk, ngaco, berantakan, dan menyesatkan. Bisa jadi ketika dia berbicara ngawur itu berada di bawah pengaruh ganja.

            Dia sendiri kok yang mengaku menghisap ganja Desember lalu di Nepal, tepatnya di Gunung Himalaya. Dengan menghisap ganja Nepal, dia jadi bisa membedakan antara ganja Himalaya dengan ganja Aceh. Lihat saja pengakuannya dalam video di @SAGOETV. Menurutnya, ganja Aceh itu lebih murni karena ketika dibakar, apinya berwarna merah muda. Adapun ganja Himalaya ketika dibakar, seperti rokok biasa. Artinya, Rocky menghisap ganja Himalaya dan ganja Aceh juga. Anehnya, ketika dia menerangkan hal itu, orang-orang bertepuk tangan.

            Apakah para pendengarnya gembira hingga bertepuk tangan adalah karena mereka pengggemar dan pecandu ganja?

            Rocky berbicara menghisap ganja kok dikasih tepuk tangan.

            Saya dapatkan foto ketika Rocky menerangkan dirinya berada di antara pohon ganja dari FIN.


Rocky dan Ganja (Foto: FIN)

            Saya juga membaca berbagai komentar di video itu yang mayoritas memberikan dukungan.

            Ada yang menulis, “Love you ganja.”

            “Ganja is the best.”

            “Legalkan ganja!”

            “Ada nggak orang mati karena ganja?”

            Semacam itulah komen-komen para pendukungnya yang aneh-aneh itu. Rusak bangsa kalau ini semakin diteruskan.

            Dia mengaku menghisap ganja Nepal di Himalaya. Itu artinya di luar hukum Indonesia. Meskipun di luar Indonesia, pengaruhnya ada di tubuhnya dan dibawa ke Indonesia.

            Kalau menghisap ganja Aceh, di mana? Kapan?

            Berapa linting ganja yang telah dia hisap selama ini?

            Polisi dan BNN harus segera bergerak memeriksa Rocky terkait ganja ini. Rocky harus segera dites urine. Orang-orang bodoh banyak yang mengikutinya.

Kalau pengikutnya ikut-ikutan jadi penghisap ganja, bagaimana coba?

            Saya jadi kasihan sama para penggemarnya yang selalu mengelu-elukannya. Bisa jadi selama ini mereka memberikan dukungan pada ocehan orang yang sedang di bawah pengaruh ganja. Mereka tertipu. Bahkan, hal yang lebih parah adalah banyak yang meneriakan takbir untuk mendukung provokasi Rocky ketika berbicara ngawur soal Negara Indonesia. Masyaallah, luar biasa, super sekali.  

            Berpikirlah cerdas, gunakan akal sehat, biasakan runut dalam berlogika, dan jadikan ayat-ayat Tuhan sebagai dasar berbicara serta berperilaku. Jangan memutar-mutarkan ayat agar sesuai dengan hawa nafsu kita.

            Sampurasun.

Thursday, 3 August 2023

Jokowi Pelindung Rocky Gerung

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Seru ya kemarahan rakyat pendukung Jokowi setelah Rocky Gerung mengatakan bahwa Jokowi adalah “bajingan tolol”. Mereka marah karena menganggap kalimat itu tidak pantas untuk dialamatkan kepada presiden, presiden siapa pun. Bahkan, kepada orang biasa pun tidak pantas. Itu kalimat kasar dan sama sekali tidak terpelajar. Secara hukum pun jelas sekali telah melanggar hukum dan bisa menjerat Rocky Gerung ke dalam penjara.

            Sayangnya, Rocky Gerung tidak akan pernah masuk penjara. Bukan karena Rocky punya “backingan”, punya orang kuat sehingga kebal hukum, melainkan karena Jokowi tidak akan pernah melaporkan Rocky sebagai penghinanya. Jokowi memang tidak pernah akan melaporkan rakyatnya meskipun menghinanya. Tak ada yang dipenjara gara-gara dilaporkan Jokowi soal penghinaan kepadanya. Rizieq Shihab yang pernah mengatakan “Jokodok” dipenjara bukan karena menghina Jokowi, melainkan karena berbohong pada masa Covid-19 di Bogor. Rizieq dilaporkan oleh Walikota Bogor Bima Arya. Bahar Smith pun dihukum penjara bukan dilaporkan Jokowi karena menghina Jokowi sebagai “banci”, melainkan karena menyebarkan berita bohong, kebencian, dan membuat kegaduhan. Tak ada yang dipenjara gara-gara menghina Jokowi dan dilaporkan oleh Jokowi. Jokowi itu presiden yang harus bekerja dan melindungi rakyatnya. Meskipun rakyat itu tampak sombong, angkuh, menganggap rendah Jokowi, dan menganggap dirinya sendiri sebagai wakil Tuhan ataupun cucu Nabi saw meski tak punya bukti, Jokowi menganggap mereka hanya rakyat kecilnya, orang-orangnya yang harus dia lindungi.

            Hal ini harus dipahami oleh para pendukung Jokowi. Meskipun saat ini ramai dan sangat banyak pada berbagai daerah melaporkan Rocky Gerung agar ditangkap karena menghina Jokowi, polisi tak bisa berbuat apa-apa. Hal itu disebabkan Jokowi sendiri sebagai pihak yang dirugikan yang harus melaporkannya. Selama Jokowi tidak melaporkannya, Rocky Gerung tetap bebas dan tidak akan tersentuh hukum, bahkan untuk kembali menghina Jokowi pun dia bebas semau-maunya. Satu-satunya alasan Rocky tidak bisa dihukum adalah karena Jokowi melindunginya dengan tidak melaporkannya.

            Meskipun demikian, Rocky Gerung bisa dihukum untuk kalimat-kalimat lainnya. Rakyat Kalimantan tampaknya sangat paham bahwa Jokowi tidak akan melaporkan Rocky. Oleh sebab itu, mereka menuntut Kapolri menangkap Rocky karena telah menghina Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dibangun di Kalimantan. Mereka menganggap Rocky telah menghina dengan mengatakan bahwa Jokowi menjual IKN ke Cina. IKN bagi rakyat Kalimantan adalah impian masa depan, harapan kemajuan, terbebas dari ketertinggalan. Mudah sekali memahaminya. Kalau IKN beroperasi normal, akan ada banyak bisnis rakyat yang berjalan, misalnya, akan tumbuh toko-toko, warung-warung kopi, cafĂ©, bengkel, bahkan tambal ban, banyak ekonomi rakyat yang bisa bergerak. Belum lagi soal pendidikan dan akses ilmu pengetahuan bagi rakyat Kalimantan. Mereka tidak mau pembangunan IKN yang sudah mencapai sekitar 35% ini diganggu ataupun dihina. Rocky dianggap mereka sebagai pengganggu dan penghina. Oleh sebab itu, mereka marah dan ingin Kapolri memenjarakan Rocky.

            Rakyat Kalimantan cerdas. Mereka menuntut Rocky bukan soal penghinaan kepada Presiden, melainkan penghinaan dan gangguan kepada dirinya. Ini sangat mungkin bisa menjerat Rocky. Kita lihat saja nanti. Foto demontrasi rakyat Samarinda, Kalimantan saya dapatkan dari PusaranMedia com.


Demonstrasi Rakyat Samarinda, Kalimantan, tuntut Rocky Gerung ditangkap (Foto: PusaranMedia.com)

            Bagi kita, sebagai rakyat harus memahami. Hujatan, makian, hinaan Rocky itu dalam demokrasi barat sangatlah biasa, saya pernah melihat seseorang yang menggunakan kostum anjing dengan kepala Presiden Amerika Serikat George Bush dan bersedia ditendang oleh siapa saja di jalanan AS. Orang-orang yang benci presiden pun banyak yang menendangnya. Akan tetapi, itu di Barat. Kita harus sadar bahwa kita diciptakan sebagai orang Timur yang dianugerahi nilai-nilai kebaikan dan kesopanan sebagai orang Timur mulai berbahasa hingga berperilaku. Jangan rusakkan anugerah keramahan dan kelembutan dari Allah swt dengan perilaku-perilaku yang tidak mencerminkan ketimuran. Apalagi, kita mayoritas muslim yang berkata “ah” saja kepada orangtua bisa berakibat dosa.

            Bedakan antara mengkritik dan menghina. Kalimat “bajingan tolol” itu bukan kritikan, melainkan penghinaan. Jaga diri kita dan tetaplah dalam anugerah Allah swt dengan kelembutan yang telah dilekatkan Allah swt mungkin sejak kita berada dalam kandungan ibu kita.

            Sampurasun.

Tuesday, 13 June 2023

Novel 212 Siap Dukung Ganjar & Prabowo; Rocky Gerung: Sebaiknya, Rakyat Pilih Jokowi

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa Novel Bamukmin, Wasekjen PA 212 ini, siap mendukung Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI pada Pilpres 2024. Dia menyatakan terbuka mendukung Ganjar dengan syarat-syarat tertentu misalnya Ganjar tidak akan mengkriminalisasi ulama. Novel pun siap untuk mendukung Prabowo karena menurutnya Prabowo punya semangat islami dan diharapkan dapat membuka kasus Km 50 yang membuat pengawal Rizieq Shihab mati sehingga pelakunya dapat dihukum. Adapun soal Anies Baswedan, Novel menyatakan bahwa Anies kesulitan untuk menjadi calon presiden karena mendapatkan penjegalan dari beberapa pihak.


Novel Bamukmin (Foto: PRESISI.CO)


            Rocky Gerung tampak kesal terhadap Anies Baswedan karena Anies tidak tegas, apakah akan membuat program-program baru dan menghentikan program yang sudah dilakukan Jokowi sebelumnya atau justru akan melanjutkan pembangunan yang dilakukan Jokowi. Rocky Gerung tidak melihat ketegasan Anies tentang program-programnya. Bahkan, dia mengatakan bahwa sebaiknya rakyat memilih Jokowi dibandingkan Anies Baswedan. Menurut Rocky Gerung, hal yang harus dilakukan ke depan adalah melanjutkan program Jokowi agar Indonesia bisa keluar dari negara berkembang menjadi negara maju.


Rocky Gerung (Foto: CNN Indonesia)


            Saya jadi kasihan sama Anies Baswedan, beneran. Tiga partai yang diharapkan menjadi pendukungnya, yaitu: Nasdem, Demokrat, dan PKS masih belum bulat suara soal siapa yang akan menjadi Cawapres mendampingi Anies. Demokrat menginginkan AHY, sedangkan PKS masih berhitung untuk mengajukan Cawapres. Bahkan, kemungkinan Demokrat merapat ke PDIP dan PKS merapat ke Gerindra. Hal itu bisa dilihat dari pertemuan-pertemuan yang mereka lakukan antarpartai. Kalau benar itu terjadi, Nasdem menjadi sendirian dan Anies pun tidak bisa lanjut Nyapres.


Anies Baswedan (Foto: JPNN.com)


            Novel Bamukmin yang dulu sesumbar punya 130 juta orang untuk mendukungnya menjadi Cawapres mendampingi Anies Baswedan, ternyata tidak bisa menghadapi pihak-pihak yang ditudingnya menjegal Anies. Entah siapa pihak yang dia tuding itu. Perasaan tidak ada yang menjegal Anies. Kesulitan Anies hanya tiga partai yang dianggap mendukungnya saja tidak kompak, tidak satu suara. Novel malah membuka diri untuk Ganjar dan Prabowo.

            Seorang pejuang itu tidak boleh lemah. Kalau seorang pejuang, ketika menyaksikan orang yang selalu dia dukung mendapatkan penjegalan, seharusnya berjuang keras melawan penjegalan itu. Novel Bamukmin bisa mengerahkan pengikutnya yang katanya 130 juta orang itu untuk membantu Anies Baswedan secara konstitusional. Akan tetapi, ya sudahlah setiap orang memiliki kapasitas dan keberanian berbeda-beda. Ada yang cuma ngomong doang, ada yang beneran berani berkorban.

            Kita, sebagai rakyat, pilihlah dengan cerdas dengan otak dan hati, tetap jaga situasi tetap kondusif dan harmonis.

            Foto Novel saya dapatkan dari PRESISI CO; Rocky Gerung dari CNN Indonesia; Anies Baswedan dari JPNN com.

            Sampurasun.

Wednesday, 28 September 2022

Rocky Gerung Ternyata Idola Keluarga Jokowi

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Boleh dibilang bahwa Rocky Gerung adalah manusia nomor satu pembenci Presiden RI Jokowi. Dia bilang Jokowi Dungu, nggak punya kemampuan diplomasi, cuma cari sensasi, dan lain sebagainya. Sejauh ingatan saya, Jokowi dan keluarganya tidak pernah membalasnya, biasa saja, tetap tenang, dan bekerja.

            Seperti saya bilang pada tulisan lalu, Rocky Gerung sudah kehilangan perhatian dari orang-orang cerdas dan para pendukungnya tidak berarti apa-apa baginya. Oleh sebab itu, dia berpose setengah telanjang dan pamer dada dengan puting susunya yang sudah berusia 63 tahun itu. Dia ingin diperhatikan lagi oleh orang-orang cerdas dan ingin menikmati perdebatan serta makian-makian yang diarahkan kepada dirinya. Di samping itu, dia mulai cari cara lain untuk mendapatkan perhatian, yaitu mengundang Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) dan Gibran Rakabuming Raka ke podcast miliknya.

            LBP pun mendatanginya. Perbincangan mereka sekitar 47 menit dan saya menonton semuanya. Obrolan mereka sangat menarik, mencerdaskan, penuh informasi dan pengetahuan. Tak ada kata kasar ataupun jorok. Mereka berbincang berdasarkan data dan fakta. Acara di podcast Rocky itu berlangsung santai dan mudah sekali dipahami. Foto LBP di acara podcast Rocky saya dapatkan dari Detikcom.


Luhut dan Rocky (Foto: Detikcom)


            Demikian pula Walikota Solo Gibran yang juga anak sulung Jokowi memenuhi undangan Rocky. Akan tetapi, perbincangan mereka berlangsung tertutup tidak disiarkan untuk umum. Gibran mengatakan bahwa dirinya sowan ke Rocky Gerung untuk berguru.

            Dia bilang seperti ini, “Om Rocky adalah idola saya. Dia orang pintar dan jenius.”  

            Foto Gibran dan Rocky Gerung saya dapatkan dari detikNews.


Rocky dan Gibran (Foto: detikNews)


            Rocky pun menjelaskan hal yang mirip bahwa Gibran ingin menganggapnya guru, tetapi dengan satu syarat, yaitu Gibran harus mengikuti jadwal kesibukan Rocky. Selain itu, Rocky pun mengatakan bahwa Gibran meminta masukan untuk membangun Kota Solo yang dipimpinnya.

            Karena acara itu tertutup, Gibran membuat sayembara, yaitu siapa saja yang dapat menebak isi obrolannya dengan Rocky Gerung, untuk sepuluh jawaban terlucu akan dikasih hadiah Sneakers AeroXGibran, sepatu yang diproduksi perusahaannya.

Rocky pun mengakui bahwa Gibran adalah pemuda yang cerdas dan mampu menemukan momen yang tepat untuk memanfaatkan dirinya. Secara politik, Gibran menang banyak, yaitu mendapatkan simpati yang lebih luas lagi.

Bagaimana tidak akan mendapatkan simpati masyarakat?

Jokowi, bapaknya, yang didungu-dungu, direndahkan, dan dihina Rocky, Gibran tetap santun dan ingin berguru kepada penghina bapaknya. Ini luar biasa, perlu hati yang luas, lapang, dan sejuk untuk mampu bersikap seperti itu. Adiknya pun, Kaesang Pangarep, tidak pernah balik menghina Rocky.

Secara ekonomi, Gibran pun menang banyak. Ia cepat mempromosikan sepatu produknya dengan memanfaatkan obrolan tertutup dengan Rocky.

Jika ternyata Kota Solo maju pesat, paling Gibran akan bilang bahwa itu adalah hasil masukan dan binaan Rocky Gerung. Tak sulit bagi Gibran untuk mengatakan hal seperti itu.

Kalau kita lihat komentar netizen, ya rupa-rupa.

Ada yang bilang, “Sekarang, siapa yang dungu sebenarnya?”

Ada juga yang bilang, “Kalau masih bisa dimanfaatkan Gibran, berarti Rocky itu adalah dungu.”

Ada juga yang berkomentar, “Mas Gibran hebat, hasil didikan keluarga yang hebat.”

Pokoknya rupa-rupa deh komentarnya.

Kalau saya, jadi teringat sebuah pesan, “Rendahkanlah dirimu serendah-rendahnya sehingga orang lain tak mampu lagi merendahkanmu.”

Sampurasun.

Sunday, 18 September 2022

Dungu!

 



oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Masih ingat Rocky Gerung?

            Dia terkenal dengan kata “dungu” dan suka sekali mendungu-dungukan orang sampai Presiden pun dia sebut dungu. Dia punya andil mempengaruhi orang-orang berbicara kasar, belum lagi orang-orang semacam dia yang juga mudah memaki-maki dan berkata kasar serta kotor. Orang-orang lain pun jadi terpancing berbicara kasar. Saya juga kadang terpancing berbicara atau menulis kata kasar agar orang-orang semacam mereka pun merasakan bagaimana jika dikasari oleh orang lain. Akibatnya, tak heran jadi semakin kasar dan semakin kotor kita berbicara. Setiap hari kita membaca atau mendengar komentar-komentar kotor tidak berpengetahuan. Bahkan, orang-orang cerdas seperti profesor, akademisi, ustadz ikut-ikutan berbicara kasar. Banyak yang mengatakan Si Gila Rocky Gerung, Manusia Sinting, dan lain sebagainya. Padahal, kita adalah bangsa yang lembut dan diajari sopan santun sejak dahulu kala, termasuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, tidak tegang-tegangan.

            Kalau saya lihat Rocky, sejak lama pikiran dia itu acak-acakan. Tak ada manfaatnya.

            Coba ilmu apa yang telah kita ingat dari dia? Karya apa yang bermanfaat bagi bangsa ini? Ada? Sebutkan!

            Dulu dia banyak diperhatikan karena orang-orang cerdas berusaha meluruskan pikiran dia di samping agar orang-orang umum tidak terpengaruhi pikiran kalang kabutnya dia.

            Bagaimana tidak kalang kabut, ketika Sukmawati pindah agama dari Islam ke Hindu, yang disalahkan adalah Jokowi?

            Kini dia sudah tidak lagi banyak diperhatikan. Orang-orang cerdas sudah lelah mengomentarinya. Sementara itu, pendukungnya tetap banyak. Tampaknya Rocky pun merasakannya. Baginya, mungkin pendukungnya itu tidak memuaskan hatinya karena orang-orang itu hanya juru keprok yang selalu mengiyakan dan memujanya tanpa memberikan nilai tambah. Seharusnya, dia senang ketika tak ada lagi yang mendebatnya dan semakin bebas bicara memuaskan pendukungnya. Akan tetapi, sesungguhnya yang memuaskan dia adalah ketika orang-orang pintar mendebatnya seperti yang dikatakan Haris Azhar, pengacaranya. Haris mengatakan bahwa Rocky sangat menikmati perdebatan dan makian-makian orang-orang. Jadi, ketika orang-orang pintar itu tidak lagi mempedulikannya, dia merasa kehilangan. Adapun pendukungnya, tampaknya tidak membuatnya hidup senang.

            Karena orang-orang cerdas sudah tidak begitu peduli, dia cari cara untuk kembali mendapatkan perhatian. Karena pikirannya sudah tidak lagi jadi bahan perbincangan, dia pun bikin aksi telanjang dada sambil menantang Suwardi, Juara Kelas Terbang Tarung Bebas Mix Martial Art Pride One FC. Aksinya itu jelas cuma lucu-lucuan buat cari perhatian saja. Foto Rocky saya dapatkan dari Kata Logika. Memang berhasil, dia kembali dapat perhatian, tetapi hanya aksinya itu. Pendapatnya tak lagi didengar dan tak lagi diperdebatkan, paling pendukungnya saja yang cuma kasih tepukan dan pujian. Orang-orang pintar tak lagi peduli. Rocky dan pendukungnya dibiarkan berpendapat dan berbicara sekehendaknya, istilah kate ‘sakarepmu’, tidak ada pengaruhnya juga.


Si Rocky (Foto: Kata Logika)

      

      Aksinya itu mendapat perhatian Sang Juara Suwardi yang membalas tantangan Rocky dengan mengatakan bahwa dirinya akan melawan Rocky, tetapi mau ngarit dulu, cari rumput dulu. Sudah saja, hilang lagi perhatian orang-orang kepadanya.

            Ya sudahlah, saya hanya ingin menyampaikan kalau memang ada manfaatnya, dengarkan Rocky. Kalau tidak, abaikan saja. Kalau kasar, jangan diikuti. Siapa pun kalau bercara kasar, termasuk saya, jangan diikuti karena akan berpengaruh buruk.

            Kasihan Rocky, lucu juga sih.

            Sampurasun.

Wednesday, 22 April 2020

Mudik & Pulkam

oleh Tom FInaldin


Bandung, Putera Sang Surya
Jokowi memang punya daya tarik tersendiri, baik bagi para pendukungnya maupun bagi para pembencinya.

            Boleh benci Jokowi?

            Boleh.

            Boleh benci, boleh suka, boleh setuju, boleh tidak setuju, itu semua hak. Hal yang tidak diperbolehkan itu berdusta, fitnah, hoax, bikin huru-hara, dan atau mengganggu ketenangan hidup orang lain. Ada undang-undangnya, lho. Awas, jangan sampai tiba-tiba kalian dikejutkan polisi yang datang ke rumah kalian, lalu menangkap kalian di rumah kalian sendiri.

            Malu tahu!

            Orang-orang memang susah “move on” dari Jokowi. Hampir seluruh gerak-geriknya dan kata-katanya memancing perhatian orang. Dia itu bagai magnet. Buktinya, kata-kata sederhananya saja jadi perbincangan orang, baik yang suka maupun yang benci.

            Iya toh?

            Diakui atau tidak diakui, iya toh pisan pokoknya mah.

            Soal kata-katanya tentang “mudik” dan “pulang kampung” (Pulkam) memancing banyak orang untuk bereaksi. Kedua istilah itu berasal dari talk show yang dipandu Najwa Shihab. Saya juga sebetulnya ingin menonton talk show itu, cuma ngantuknya bukan main. Akhirnya, ketiduran, tidak sempet nonton.

            Sejak pagi, banyak status mengenai kedua kata itu karena pemahaman orang-orang berbeda dengan yang dijelaskan Jokowi. Seperti saya katakan tadi, saya ketiduran. Jadi, tidak mendengarkan langsung maksud kedua kata itu dari Jokowi. Akan tetapi, saya perhatikan dari dari status-status netizen tentang kedua kata itu.

            Berdasarkan status-status netizen, saya memahaminya seperti ini. Menurut Jokowi, pulang kampung itu adalah pulang ke kampung karena sudah tidak ada pekerjaan dan tidak punya uang. Adapun mudik adalah pulang menemui keluarganya di kampung untuk bersilaturahmi serta masih punya uang dan pekerjaan. Pulang kampung sifatnya lama, bahkan permanen, selamanya. Adapun mudik sifatnya sebentar atau sementara, tidak selamanya, kemudian kembali meninggalkan kampungnya untuk bekerja di kota lain. Begitu kira-kira.

            Contohnya seperti ini. Ayah tetangga saya adalah salah seorang direktur di PT Telkom. Dia memutuskan untuk berhenti menjadi direktur karena sudah tidak nyaman dan selalu ingat masa kecilnya ketika menunggang kerbau di sawah atau tegalan. Dia pun mengundurkan diri dari PT Telkom, lalu benar saja baru juga sampai di kampungnya, langsung memeloroti celana panjangnya, ganti pakai celana pendek, menyimpan jas dan dasinya, kemudian ke sawah dan kembali menunggangi kerbaunya. Nah, ini namanya pulang kampung, bukan mudik. Berbeda dengan mudik yang datang dari Jakarta atau kota lainnya, pulang bersilaturahmi ke keluarganya beberapa waktu, lalu kembali lagi ke Jakarta atau kota lainnya untuk bekerja. Nah,  ini namanya mudik.

            Jika kita klak-klik kamus, arti kata mudik adalah pulang kampung. Udik itu artinya pedalaman atau kampung. Mudik berarti “meng-udik”, ‘melakukan pulang kampung’. Kalau diterjemahkan ke bahasa Inggris mudik adalah “going home” yang kalau diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Indonesia, artinya menjadi “pulang kampung”. Bolak balik bekok blekok.

            Kalaulah Jokowi membedakan arti istilah pulang kampung dengan mudik sesuai dengan pemahamannya sendiri, tidaklah mengapa. Hal itu disebabkan Jokowi menggunakan pengertian “stipulatif”, yaitu pengertian yang tidak lazim dan berbeda dari kamus yang biasa digunakan. Orang-orang harus memahami kata itu berdasarkan pemahaman orang yang mengucapkannya jika kita ingin berinteraksi dengan orang itu.

            Hal yang sama juga dilakukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam RI) Mahfud M.D. yang membagi tiga pengertian stipulatif “radikal”, yaitu pertama, “takfiri”, ‘mengafirkan orang lain yang memiliki pemahaman agama berbeda’; kedua, “jihadi”, ‘pembunuhan dan pengeboman terhadap pihak lain karena perbedaan pemahaman agama’; ketiga, “ideologi dan pemikiran untuk selalu mengubah sistem negara”. Ketiga arti radikal ini tidak ada di kamus, tetapi hanya ada dalam pemahaman Mahfud M.D..

            Hal yang sama juga dilakukan oleh Rocky Gerung yang mengatakan bahwa “isi dari semua kitab suci adalah fiktif”.  Jika kita buka kamus, fiktif atau fiksi itu bisa disamakan dengan “khayalan”. Tentu saja banyak orang yang marah karena Al Quran adalah kitab suci umat Islam yang diyakini isinya bukanlah khayalan. Oleh sebab itu, Rocky Gerung pun dilaporkan ke kepolisian, tetapi tidak ditahan.

            Iya, kan? Rocky Gerung tidak ditangkap? Dia hanya dipanggil polisi untuk memberikan penjelasan.

            Fiktif dalam pemahaman Rocky Gerung adalah kisah atau ajaran atau penuturan atau apa pun yang mendorong orang untuk memiliki imajinasi. Sorga, neraka itu adalah imajinasi. Setiap orang memiliki imajinasi berbeda tentang sorga dan neraka. Gambaran tentang sorga dan neraka bisa berbeda dalam pikiran setiap orang. Termasuk malaikat Rokib dan Atid yang mencatat amal baik dan amal buruk. Mungkin ada orang yang membayangkan kedua malaikat ini membawa pulpen dan kertas catatan, mungkin  pula anak sekarang ada yang membayangkan kedua malaikat ini membawa laptop atau gadget, bahkan mungkin pula ada yang membayangkan bahwa keduanya duduk di tempat dengan memperhatikan gerak-gerik semua orang melalui kamera CCTV seperti yang dilakukan petugas Dishub yang duduk saja di ruangan dengan memperhatikan puluhan video dalam satu layar yang sama tentang situasi lalu lintas di seluruh provinsi. Kita tidak pernah tahu isi bayangan semua orang. Mungkin begitu yang dipahami Rocky Gerung tentang fiksi. Kalau pengen lebih jelas, tanya saja Rocky Gerung.

            Itulah pengertian stipulatif.

            Hal yang sama juga pernah saya lihat sendiri. Teman saya pernah mengadakan suatu acara dengan mengundang “Ustadz Jujun Junaedi”. Iya ustadz yang itu. Ustadz yang itu tuh yang dari Cileunyi. Ustadz yang sering ada di tvOne.

            Selepas Ustadz Jujun berceramah, pembawa acara (MC) berbicara keras di atas panggung dengan menggunakan pengeras suara, “Gelo! Edan euy Ustadz Jujun!”

            Itu juga stipulatif karena kata “gelo” dan “edan” dalam pemahaman Si MC itu adalah “hebat, menarik, luar biasa”.

            Meskipun Ustadz Jujun ketawa-ketawa mendengar kata-kata Si MC dan tidak sedikit pun tersinggung, teman yang berada di samping Si MC berkata keras yang juga menggunakan pengeras suara, “Sia nu gelo jeung edan mah! Lain Ustadz Jujun!”

            Jadi, setiap kata, setiap kalimat bisa memiliki arti sesuai kamus dan dipahami semua orang, bisa juga berbeda dengan yang dipahami orang  lain. Oleh sebab itu, jangan tergesa-gesa menilai seseorang dengan kata-katanya karena pemahaman yang dimilikinya bisa berbeda dengan pemahaman kita. Jika kita menilai kata-kata orang lain tanpa memahaminya secara utuh, itu namanya tidak nyambung.

            Yuk ah, mari puasa, shaum Ramadhan. Mari saling memaafkan karena kita manusia yang jelas punya salah dan kekhilafan. Nggak ada gunanya terus-terusan berselisih. Sekarang mah bersih-bersih diri saja.

            Jangan lupa bagi yang mau kuliah di Universitas Al-Ghifari, klik http://pmb.unfari.ac.id







            Sampurasun

Wednesday, 11 December 2019

Kesalahan Rocky Gerung Soal Pancasila

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya
Baru-baru ini Rocky Gerung membuat pernyataan yang salah mengenai Pancasila dalam acara ILC di tvOne. Kesalahan pertama, ia mengatakan bahwa sila pertama dengan sila kedua adalah bertentangan dalam arti “Ketuhanan Yang Maha Esa” bertentangan dengan “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab”.  Menurutnya, sila ketuhanan itu mendorong manusia berbuat untuk Tuhan, sebaliknya sila kemanusiaan mendorong manusia berbuat untuk kebaikan manusia. Sebagai muslim, saya langsung ketawa mendengarnya.

            Untuk menganalisa pernyataan Rocky Gerung, mudah saja. Saya menduga keras bahwa ia berpendapat seperti itu atas dasar pengetahuannya terhadap pengalaman dan pemahaman tentang ketuhanan dan kemanusiaan yang berkembang di Eropa-Barat-Kapitalis, terutama pada masa lalu. Saat itu memang di Barat-Kapitalis kekuasaan gereja sangat mendominasi kehidupan manusia. Saking kuatnya kekuasaan gereja, sampai mengganggu jalannya pemerintahan, negara, termasuk kebebasan hidup masyarakat. Dalam perjalanannya, kekuasaan gereja tersingkir oleh negara, mulailah era sekularisme, pemisahan urusan agama dengan urusan negara. Gereja tidak boleh lagi ikut campur dalam pemerintahan. Demikian pula di tengah masyarakat yang tertekan oleh pihak gereja melakukan “pemberontakan” bahwa manusia itu harus berbuat untuk kebaikan manusia yang disebut kemanusiaan, tidak mau lagi ditekan gereja atas nama Tuhan. Bahkan, komunis pun menyatakan bahwa “Tuhan tidak ada” disebabkan gereja tidak memberikan pertolongan pada kaum buruh karena telah disuap oleh para pengusaha kapitalis. Buku-buku tentang ini sudah sangat banyak bertebaran di seluruh dunia dengan beragam bahasa. Kalau ingin tahu lebih jauh, baca saja sendiri.

            Intinya, Rocky Gerung menyatakan sila Ketuhanan dan sila Kemanusiaan saling bertentangan disebabkan pengalaman dan pemahaman yang berkembang di Barat-Kapitalis. Itu jelas salah. Kesalahannya adalah Pancasila yang digali dari Bumi Pertiwi dan nilai-nilai yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Indonesia sejak lama dianalisa dengan menggunakan pengalaman dan pemahaman hidup di Barat-Kapitalis.

            Sesungguhnya, ketuhanan dan kemanusiaan dalam keyakinan orang Indonesia, apa pun agamanya, apa pun keyakinannya, tidaklah bertentangan. Seluruh pemuka agama, apa pun agamanya, di Indonesia memiliki keyakinan yang sama bahwa nilai-nilai kemanusiaan itu berasal dari keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kita melakukan kebaikan pada manusia disebabkan memang Tuhan memerintahkan kita untuk berbuat baik terhadap manusia dan alam semesta. Jadi, berbuat baik kepada manusia adalah perwujudan dari pengabdian manusia kepada Tuhan-nya. Sila pertama dan sila kedua dari Pancasila sama sekali tidak bertentangan.

            Kesalahan kedua Rocky Gerung adalah mengatakan bahwa “Jokowi tidak mengerti Pancasila”. Boleh dia mengatakan seperti itu jika Jokowi pernah memberikan kuliah atau pidato tentang pemahaman atau penafsiran Pancasila. Kemudian, pemahaman Pancasila Jokowi ternyata salah.

            Kalau Jokowi tidak pernah menafsirkan Pancasila dan atau Rocky Gerung tidak pernah mendengarnya, dari mana Rocky bisa menilai bahwa Jokowi tidak mengerti Pancasila?

            Rocky salah.

            Benar memang Pancasila belum sepenuhnya terwujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Akan tetapi, itu kan tanggung jawab semua, pemerintah bersama masyarakat. Oleh sebab itu, Pancasila disebut dasar negara sekaligus tujuan negara.

            Begitulah kesalahan Rocky Gerung atas pernyataannya tentang Pancasila.

            Sampurasun.