Monday, 2 November 2015

Ateis Keturunan Monyet Sirkus

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya

Sebenarnya, saya tidak ingin-ingin amat menulis tulisan ini. Masih banyak hal lain yang lebih penting yang bisa ditulis. Akan tetapi, saya merasa harus menulis ini karena takut lupa atau hilang bahannya. Tulisan ini merupakan perdebatan saya dengan orang Jerman yang menggunakan nama G. Ten Brink. Dia jelas kalah telak dan sadar kekalahannya. Oleh sebab itu, dia berusaha lari dari kekalahannya dengan cara menghapus postingannya ketika berdebat dengan saya. Dia mungkin malu karena kalah debat. Jadi, tulisan ini dibuat agar dokumentasi perdebatan itu tidak hilang. Saya segera menulisnya sebelum benar-benar lupa isi postingan orang Jerman itu.

            Perdebatan itu terjadi dalam sebuah video di Youtube yang berjudul Muhammad & His 6 Year Old Bride: Stupid Muslim Comments 1, ‘Muhammad & Pengantinnya Yang Berusia 6 Tahun: Komentar-Komentar Orang Islam Bodoh 1’. Video ini dibuat kemungkinan oleh orang Inggris yang menggunakan nama Veganatheis. Video ini merupakan video pertama dari lima puluh video yang isinya diakui oleh pembuat video sebagai komentar-komentar bodoh orang-orang Islam tentang Islam.

            Bagi saya, video ini sungguh lucu dan saya menontonnya sambil tertawa terbahak-bahak. Ia dengan jelas menyalahkan dan menghina Nabi Muhammad saw yang menikah dengan Siti Aisyah ra yang masih berusia enam tahun. Ia menuduh Nabi Muhammad saw sebagai pedofil yang melakukan perkosaan terhadap gadis enam tahun. Padahal, kita tahu bahwa pernikahan itu atas dasar suka sama suka dan mendapat restu dari ayah Aisyah ra, Abu Bakar as Shidiq. Artinya, tak ada perkosaan. Di samping itu, pernikahan itu jauh berbeda dengan kasus pedofilia. Korban pedofilia adalah korban perkosaan. Biasanya, korban merasa sangat dirugikan, depresi, kehilangan masa depan, terhina, murung, sedih, teraniaya, mengucilkan diri, tak punya harapan lagi, dan sebagainya. Akan tetapi, itu semua tidak terjadi terhadap diri Aisyah ra. Dia adalah perempuan periang, cantik, cerdas, penghapal Al Quran yang sangat diandalkan, dan sangat memuja suaminya, Muhammad saw. Kita bisa melihatnya dari 2.600 hadits-hadits yang bersumber dari Aisyah ra. Semuanya berisi puja dan puji kepada Muhammad saw. Termasuk hadits-hadits yang bersumber dari dirinya adalah hadits-hadits tentang bagaimana cara membina rumah tangga yang baik. Bahkan, Siti Aisyah ra memiliki posisi yang terhormat sampai hari ini. Ia adalah Ummul Muminin, ‘Ibu bagi Orang-orang Beriman’.

Mungkinkah korban pedofilia hidup seperti Aisyah ra yang riang, cerdas, memuji suami, mengajarkan membina rumah tangga, dan bergelar sangat terhormat di kalangan umat Islam dari zaman dulu sampai dengan hari ini?

Tidak mungkin, bukan?

Di dalam video itu pun dijelaskan kampanye para ateis, yaitu Belief Is Not Same with Knowledge, ‘Keimanan Tidak Sama dengan Pengetahuan’. Padahal, Islam sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Bahkan, Allah swt menegaskan bahwa orang yang berilmu lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan orang yang tidak berilmu. Isi utama dari video itu adalah komentar-komentar bodoh yang diakuinya berasal dari orang-orang Islam. Memang benar, komentar-komentar yang katanya berasal dari orang Islam itu sangat lemah dan mudah dipatahkan. Akan tetapi, sayang sekali pembuat video itu banyak bohongnya karena saya bisa dengan mudah melihat bahwa banyak sekali komentar yang pasti dari bukan orang Islam, dalam kata lain dia membuat sendiri komentar-komentar bodoh itu, lalu disebutkan berasal dari orang Islam untuk menunjukkan bahwa kaum muslim itu bodoh. Meskipun demikian, ada juga komentar-komentar lemah yang mirip dari orang-orang Islam, tetapi komentar-komentar itu berasal seperti dari orang-orang Islam yang lemah pemahaman Islam-nya.

Setelah melihat tayangan video yang “membodohkan” banyak manusia itu, saya iseng saja menantang pembuat video itu untuk berdebat. Begini saya menantang dia, tentu saja dalam bahasa Inggris. Saya di sini menerjemahkannya untuk pembaca Indonesia semua.

Hahahahaha … terima kasih … hahahahaha … video ini sangat menghibur. Pembuat video ini telah menunjukkan betapa bodohnya dirinya. Video ini berisi penuh dengan omong kosong, dibuat tidak dengan menggunakan ilmu pengetahuan … hahahahahaha.

Kamu ingin berdebat?

Coba berdebat denganku!

Aku akan tunjukkan betapa tololnya kamu. Hal ini sangat sangat mudah, semudah menjentikkan jari tanganku. Maaf jika kamu tidak memahami kalimat-kalimatku. Aku orang Indonesia.

Kalian harus mempelajari orang-orang ateis dan agnostik di Indonesia pada masa lalu. Mereka hampir menguasai negara, tetapi mereka terlalu tolol. Akibatnya, mereka dimusnahkan atau bersembunyi. Mereka penuh dengan omong kosong. Kami menganggapnya orang-orang bodoh yang terbuang …. Hahahahahaha …. Mereka selalu membuat kesemrawutan di masyarakat… hahahahaha …..

Komentar saya itu tidak mendapat tanggapan dari Sang Pembuat Video, tetapi mendapat jawaban dari orang-orang lain. Ada sekitar enam orang yang menanggapi komentar saya. Dari keenam itu, dua orang mendukung saya namanya Alex Marxson dan MegaDodsi. Keduanya menyatakan bahwa pembuat video dan para pendukungnya terlalu pengecut berdebat dengan saya. Bahkan, mereka memancing orang-orang untuk segera berdebat dengan saya.

Memang muncul yang berani berdebat dengan saya. Akan tetapi, semuanya kalah. Ada satu orang yang perdebatannya dengan saya sengaja ditulis di sini karena dia menghapus “jejak” perdebatan itu, sedangkan saya menginginkan perdebatan itu tetap ada di sana tanpa dihapus agar menjadi pelajaran bagi banyak orang.

Begini Si G. Ten Brink menimpali saya. Dia orang Jerman yang terkenal dengan ajaran Hitler yang menganggap diri sebagai ras terhebat di kolong langit. Saya mencoba mengingat-ingat kembali kata-katanya karena dia sudah menghapusnya, tinggal komentar saya yang masih tetap ada di video itu.


G. Ten Brink

Kamu banyak tertawa. Tertawa kamu itu menunjukkan kamu kalah berdebat. Apakah kamu berdebat dengan menggunakan Taqiya?

Komentar kamu sangat membuatku bingung.

Tertawa kamu itu adalah tertawa penuh kepalsuan untuk menutupi kelemahan kamu.


Tom Finaldin

Hahahahaha ….

Taqiya?

Hahahahahaha ….

Taqiya adalah berbohong. Jadi, buktikan jika aku telah berbohong. Jika tidak, kamu yang kalah berdebat denganku.

Haahahahaha ….

Kalah dan menang dalam berdebat ditentukan oleh bukti. Kamu sama sekali tidak memiliki bukti kecuali kebohongan, tuduhan, penghinaan, dan omong kosong.

Ajak orang terpintar kalian. Suruh dia berdebat denganku dengan menggunakan cara-cara akademis melalui langkah-langkah ilmiah untuk mendapatkan kebenaran.

Hahahaha …. Tentu saja kamu bingung karena kamu hanya punya kebohongan, tuduhan, penghinaan, dan banyak omong kosong.

Hahahaha … beginilah tertawa penuh kepalsuan itu … hahahahaha ….


G. Ten Brink

Teruslah Taqiya. Kalian orang Islam selalu menggunakan Taqiya, Dasar Homo.


Tom Finaldin

Hahahahaha ….

Kamu menuduhku taqiya, benar kan?

Buktikan jika aku telah berbohong. Jika tidak, kamulah yang kalah berdebat.

Sangat jelas, bukan?

Ngomong-ngomong, orang-orang seperti kalian selalu sama, sangat suka menggunakan kata-kata kotor untuk menutupi kelemahan kalian.


G. Ten Brink

Aku tidak perlu membuktikan apa pun, terutama kepada kamu. Semuanya sudah jelas, orang-orang Islam adalah orang-orang buas.

Dasar buas!

Kamu hanyalah setengah manusia.


==================================================================
Sebenarnya, dia mengatakan “subhuman” kepada saya. Saya tidak mengerti artinya. Saya hanya menebak bahwa dia mengatakan subhuman berarti mengejek saya sebagai manusia yang belum sempurna. Kita semua tahu bahwa orang-orang ateis selalu yakin teori Darwin dan kita orang Indonesia, Asia, atau Negro adalah manusia yang belum sempurna dalam perjalanan evolusi manusia. Yang sudah sempurna adalah manusia yang berkulit putih seperti mereka.

Bodoh kan mereka berpendapat seperti itu?
==================================================================


Tom Finaldin

Kalimat yang benar adalah “kamu tidak punya bukti apa pun”. Pengetahuan kamu hanya omong kosong.

Iya memang benar, aku adalah makhluk setengah manusia yang lebih pintar daripada kamu.

Puas, Anak Kera?


G. Ten Brink

Kereeeen! Nikmatilah!


Tom Finaldin

Ya, aku memang menikmatinya!

Apa ruginya disebut setengah manusia oleh keturunan monyet seperti kamu?


G. Ten Brink

Dahsyat! Kamu juga sama!


Tom Finaldin

Hahahahaha …..

Kamu orang yang lucu…. Hahahahaha …. Kamu rela menjadi makhluk di bawah aku …. Hahahahaha ….

Kamu tidak mengingkari bahwa aku adalah setengah manusia yang lebih pintar daripada kamu. Jika aku setengah manusia, lalu kamu apa?

Kamu monyet gila, iya kan?

Kamu mungkin keturunan monyet gila yang penuh dengan penyakit karena siapa yang bisa menjamin kalau kamu keturunan monyet sehat?


G. Ten Brink

Terlalu banyak waktu untuk menjelaskannya kepadamu.


Tom Finaldin

Hahahahaha ….

Ketika aku mengatakan, “Aku adalah setengah manusia yang lebih pintar daripada kamu,” kamu bilang, “Kereeeen! Nikmatilah!”

Salahkah aku?

Hahahahahaha ….

Lihat sendiri, betapa bodohnya kamu tidak mengerti apa yang kamu sendiri katakan.


G. Ten Brink

Aku menulis komentar bukan untuk berdebat dengan kamu. Aku hanya berusaha agar orang-orang waspada terhadap orang seperti kamu.

Aku adalah manusia penting. Aku sangat penting untuk kamu. Tetapi kamu tidak penting untukku.


Tom Finaldin

Apa?

Bwuahahahahahaha ….

Kamu sangat penting untukku?

Apa manfaatnya dirimu untukku?

Kamu melamun ya?

Wahahahahaha …..

Kapan aku pernah meminta pertolongan kamu?

Wahahahahahaha …. Kamu benar-benar orang yang lucu. Aku pikir kamu adalah keturunan monyet sirkus.

Tapi, aku ceriterakan kepadamu fakta-fakta. Pilih dari negara mana kamu berasal. Kami telah menyembelih, membunuh, mengubur, dan mengusir ratusan ribu orang sombong seperti kamu di sini. Mereka berasal dari Belanda, Inggris, Amerika, Jerman, Portugis, dan Jepang.

Jika kalian penting untuk kami, mengapa kami harus membantai ras kalian di sini?

Kamu sama sekali tidak penting untukku!

Jangan berhalusinasi. Itu tidak baik untuk kesehatan kamu …. Hahahahahaha ….


G. Ten Brink

Jangan membalas komentarku lagi. Homoseksual!


Tom Finaldin

Mengapa?

Kamu ingin aku tidak membalas komentar kamu?

Kalau begitu, jangan membuat kami merasa terganggu karena aku akan mempermalukan kamu. Kalian semua!

Kamu mengerti ini?


G. Ten Brink

Maaf, aku bukanlah homoseksual. Aku tahu kenapa kamu ingin berbicara dengan sangat kasar kepadaku. Kamu ingin berbicara kepadaku karena kamu sedang mencari suami.

Dasar homoseksual!


Tom Finaldin

Apa?

Apakah otak kamu sehat?

Kamu adalah orang yang memulai berbicara kepadaku dengan buruk. Baca ulang!

Kamu yang memulai percakapan ini. Bukan aku!

Tapi, kamu katakan aku yang ingin berbicara kepada kamu. Aneh.

Aku hanya membalas komentarmu.

Aku makin yakin kamu hanyalah keturunan monyet gila yang penuh penyakit.


G. Ten Brink

Kamu benar-benar homoseksual. Orang Islam Taqiya. Manusia tidak sempurna.

Tom Finaldin

Jika kamu tidak ingin berdebat, jangan membuat komentar yang buruk dan jangan membuat kami kesal. Seperti yang aku katakan, aku akan mempermalukan kalian.

Kamu bisa menghinaku apa saja, tetapi kenyataannya kamu hanya menipu dirimu sendiri.

Kamu ingin tahu fakta-fakta yang lainnya?

Aku ceriterakan kepadamu. Kamu bisa baca surat kabar kamu. Hampir seluruh pemimpin Eropa mendatangi negaraku dalam dua bulan terakhir ini. Karena terlalu banyak, presidenku tidak dapat menemui mereka semua. Beberapa di antara mereka hanya ditemui oleh Sultan setingkat dengan gubernur.

Untuk apa?

Untuk menyelamatkan ras kalian. Untuk memberi makan ras kalian. Mereka menginginkan pekerjaan dari kami. Mereka ingin mengerjakan kereta api, jalan, listrik, minyak kelapa, bendungan, batubara, emas, dan lain sebagainya. Akan tetapi, kami masih harus berpikir.

Sampai sekarang, baru Amerika Serikat, Cina, dan Jepang yang telah mengerjakan beberapa proyek di negara kami. Cina adalah negara yang paling banyak mendapatkan proyek di negara kami.

Negara-negara lain harus bersabar.

Jadi, sebagai sesama manusia yang memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing, kita harus saling menghormati satu sama lain.

Begitulah seharusnya cara hidup manusia yang beradab.

Kamu mengerti ini?


G. Ten Brink

Hahahahaha!


Tom Finaldin

Lihat sendiri kan? Kamu sudah tidak lagi memiliki kata-kata untuk menjawabku. Kamu orang yang angkuh. Tidak heran jika kami membantai ras kalian di sini sampai kalian kabur.

Aku masih menyimpan golok kakekku yang pernah digunakan untuk memenggal kepala ras kalian di sini. Aku akan menggunakannya lagi jika ras kalian kembali melakukan kejahatan yang sama.


G. Ten Brink

Hahahahahaha!


Tom Finaldin

Apa yang kamu tertawakan?

Kamu mulai gila.

Hahahahaha ….

Kamu mempermalukan ras kalian…. Hahahahaha ….

Lihat! Orang yang selalu mengklaim diri sebagai ras terunggul di dunia hanya mampu membalasku  dengan “hahahahahaha”.

Memalukan sekali kamu!

Ayo katakan sesuatu yang berguna dan bernilai …..

Tapi, aku yakin kamu tidak memiliki kata-kata yang berguna …. Hahahahaha …. Dasar Otak Kerdil …. Hahahahahaha ….


==================================================================

Sehari, dua hari, tiga hari, sampai dengan tulisan ini disusun, dia tidak pernah menjawab lagi. Bahkan, parahnya, dia menghapus seluruh komentarnya sendiri. Entah apa yang dipikirkannya.

Saya cuma berharap dia sadar dan mulai memperbaiki kesalahannya sehingga menjadi manusia yang lebih baik dan mampu menghormati sesamanya. Kalau kemudian dia mendapat hidayah dari Allah swt, itu adalah lebih baik. Ia akan menjadi anggota komunitas yang sangat dihormati di Jerman.

Bukankah pemerintah Jerman sendiri sudah menyatakan bahwa Islam adalah bagian dari Jerman?




Sunday, 25 October 2015

Bencana Kabut Asap Adalah Keberhasilan Pendidikan Indonesia


oleh Tom Finaldin

Bandung, Putera Sang Surya

Mengapa marah dengan pembakaran hutan?

Mengapa harus bersedih dengan kabut asap hasil dari pembakaran itu?

Mengapa orang-orang menyalahkan mereka yang sedang berusaha mencari nafkah dari hutan dengan cara membakar?

Bukankah kita mendidik manusia agar menjadi orang yang banyak uang? Tinggi kedudukannya? Punya banyak akal dalam bersaing berebut materi? Memanfaatkan alam untuk kepentingan manusia?

Siapa bilang membakar hutan bukan untuk kepentingan manusia?

Mereka cari uang untuk kemakmuran diri, perusahaan, karyawannya, dan orang-orang yang terlibat bekerja sama dengan mereka. Plus, mereka juga berusaha membayar pajak dari usahanya itu. Normal toh?

Perilaku pembakaran hutan itu sebenarnya merupakan buah dari hasil pendidikan yang kita gunakan selama ini. Hal itu disebabkan kita terlalu bangga dengan pendidikan di negara-negara barat dan banyak mengadopsinya. Hal yang lebih parah adalah kita meminggirkan nilai-nilai luhur Indonesia yang sudah tertanam ribuan tahun dan mampu membuat masyarakat beradaptasi dengan lingkungannya.

Hal yang pernah saya sampaikan sebagai kesalahan fatal kita dalam mendidik bangsa adalah dengan menyandarkan pendidikan bangsa pada pendidikan yang diberikan oleh orang-orang barat. Hal itu memang bisa dipahami karena orang-orang barat telah menulis banyak materi pendidikan dalam berbagai buku sehingga mudah dicari, dipelajari, dan dipahami. Adapun pendidikan yang diberikan oleh nenek moyang Indonesia, masih berceceran dalam tutur kata para orang tua dan belum tertata dengan baik dalam bentuk buku dengan disusun dalam tatabahasa dan tatakata sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah yang mudah dipahami.

Kesalahan pendidikan yang diadopsi dari pengetahuan barat adalah menyatakan “dunia dan alam seisinya adalah untuk kepentingan umat manusia”. Pengetahuan itu menyebabkan seluruh energi manusia digunakan untuk mengeksplorasi alam sebesar-besarnya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Itu adalah kesalahan! Kita bisa lihat dan rasakan sendiri akibat dari pengetahuan yang salah itu. Karena kita menggerus alam dengan pongah, alam pun melakukan perlawanan terhadap kita berupa ketidakseimbangan dalam kehidupan yang terwujud dalam berbagai bencana.

Memang ada aturan agar lingkungan hidup tetap terjaga dan lestari, tetapi  itu hanya sekedar aturan yang biasanya “ingin” dilanggar. Hal itu disebabkan orang-orang tidak menyadari pentingnya menjaga alam dan hanya menganggap berbagai aturan itu sebagai hukum manusia yang membatasi manusia dalam mengeksplorasi alam. Mereka tidak menganggap bahwa aturan itu dibuat untuk kepentingan manusia sendiri agar tidak mendapatkan “kemarahan” dari alam.

Pendidikan yang disampaikan oleh nenek moyang Indonesia adalah jauh lebih bermutu dan berjiwa. Mereka mengajarkan banyak kebaikan di antara manusia, keseimbangan kehidupan, tetap menjalin keserasian dengan alam, dan tetap mendorong manusia untuk selalu berbuat, berkarya, dan bercita-cita tinggi. Persoalannya adalah pengetahuan yang berasal dari nenek moyang kita hanya berupa tutur kata dan malahan tersembunyi dalam banyak syair yang tidak mudah dipahami. Oleh sebab itu, diperlukan banyak upaya untuk menerjemahkan pendidikan dari nenek moyang kita dalam bentuk yang lebih sederhana dan mudah untuk dipahami. Pengetahuan-pengetahuan itu sangat berguna dan bermutu, bahkan berjiwa mulia dalam mendorong manusia untuk maju dan berrkembang, tetapi tetap hidup harmonis dengan alam dan bermitra dengan lingkungannya. Jadi, kita tidak akan menciptakan generasi-generasi yang berusaha menggali kekayaan alam, tetapi generasi-generasi yang berusaha harmonis dan bermitra dengan alam. Dengan demikian, tak akan ada lagi pembakaran hutan dan penambangan yang menimbulkan bencana karena sebelum melakukan sesuatu akan dipikirkan dengan matang dan dirasakan dengan saksama. Para orang tua kita bahkan sebelum membangun rumah, jalan, atau jembatan, terbiasa melakukan ritual-ritual tertentu, seperti, puasa, mati geni, atau meditasi untuk mendapatkan keseimbangan alam.

Sudah saatnya kita menggali pengetahuan dari kearifan lokal kita agar tidak durhaka kepada alam, tidak membuat marah Tuhan dengan keserakahan, serta tidak membiarkan kita bermusuhan dengan alam. Bermitra dengan alam adalah lebih baik dibandingkan dengan berupaya menguasai alam. Itulah Indonesia!

Tuesday, 6 October 2015

Tak Ada Tempat untuk Komunisme Gaya Baru


oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya

Sangat banyak orang di Indonesia ini yang mulai melihat dan khawatir tumbuhnya komunisme gaya baru atau komunisme dalam bentuk baru. Kekhawatiran dan atau ketakutan itu sangat bagus untuk melindungi diri kita dari keburukan yang akan terjadi. Allah swt menanamkan rasa khawatir dan takut adalah untuk melindungi kita dari berbagai musibah yang bisa saja terjadi. Rasa khawatir dan takut itu adalah pelindung kita dan bukan merupakan ciri-ciri dari kepengecutan. Contoh kecil adalah ketika kita menyeberang jalan atau mengendarai kendaraan.

Mengapa kita selalu menengok ke kiri dan kanan ketika menyeberang jalan?

Mengapa kita kerap menggunakan rem dan lampu ketika menggunakan kendaraan?

Jawabannya adalah kita khawatir dan takut terjadi musibah kecelakaan lalu lintas yang bisa menimpa kita dan orang lain. So, rasa khawatir dan takut itu merupakan hal yang positif. Akan tetapi, akan berubah menjadi sebuah kepengecutan jika rasa khawatir dan takut itu berlebihan sehingga justru menghalangi hal-hal positif yang  dapat kita lakukan.

Demikian pula rasa khawatir dan takut terhadap kemunculan komunisme gaya baru merupakan hal positif untuk melindungi diri dan generasi selanjutnya dari kerusakan-kerusakan terhadap diri dan kemanusiaan.

Komunisme gaya baru memang bisa muncul, tetapi akan sulit sekali hidup di Indonesia ini karena kita memiliki Pancasila. Sila pertama saja sudah menyatakan penolakan terhadap komunisme, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, setiap orang Indonesia harus percaya terhadap eksistensi Tuhan. Agama apa pun namanya, setiap orang Indonesia harus meyakini adanya suatu kekuatan yang berada di atas dirinya dan yang lebih berkuasa dibandingkan dirinya. Sementara itu, komunisme identik dengan ateisme yang melakukan penolakan terhadap eksistensi Tuhan.

Orang komunis boleh sesumbar bahwa ajarannya adalah untuk kepentingan bersama. Mereka berjuang untuk sesama manusia. Kita cukup tertawa saja karena kita memiliki sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila kelima itu sudah sangat cukup untuk mengerdilkan komunisme.

Artinya, untuk apa ajaran komunis karena kita pun sedang berjuang untuk keadilan bagi seluruh bangsa Indonesia?

Tak ada tempat untuk komunis di Indonesia. Kalau dulu ya masih punya tempat, tetapi sekarang sudah hancur dan tak diizinkan hidup lagi.

Satu-satunya cara orang komunis-ateis saat ini untuk menguasai pikiran manusia adalah menyerang eksistensi Tuhan. Mereka mengklaim diri sebagai orang-orang cerdas yang percaya penuh pada pikiran dan ilmu pengetahuan. Mereka lumayan berhasil dengan semakin berkurangnya jumlah umat yang pergi ke tempat-tempat ibadat. Ada banyak tempat ibadat yang sepi pengunjung di Inggris, Amerika, dan Eropa lainnya. Orang-orang hanya menggunakan pekarangan tempat ibadat untuk bermain-main dan ngobrol tanpa memasuki gedungnya. Akan tetapi, mereka sangat kesulitan untuk menyerang eksistensi Allah swt. Mereka menggunakan cara yang sama dalam menyerang Allah swt seperti menyerang Tuhan-Tuhan dalam agama lain. Motto mereka adalah belief is not same with knowledge, ‘keyakinan tidak sama dengan pengetahuan’. Mereka hendak mengecilkan arti keimanan karena keimanan tidak bisa dijangkau oleh pengetahuan. Sayang sekali, mereka terpental ketika menyerang eksistensi Allah swt karena Islam mewajibkan pemeluknya untuk mempercayai sesuatu berdasarkan pengetahuan. Bahkan, Islam melarang umatnya untuk meyakini sesuatu tanpa proses berpikir.

            Saya banyak berdebat dengan orang komunis-ateis. Seratus lebih orang yang berdebat dengan saya soal eksistensi Allah swt dan keagungan sosok Muhammad saw. Sebagian besar dari Inggris karena mereka sangat keras permusuhannya terhadap Islam. Tak ada satu orang pun yang mengalahkan saya. Atas izin Allah swt mereka semua hancur pendapatnya. Mereka hanya menyandarkan pendapatnya pada kebohongan dan penghinaan. Ketika saya balik menantang mereka untuk memaparkan kehebatan ajaran mereka, mereka tidak mau dan berupaya berkelit dengan menghina menggunakan kata-kata menjijikan yang sama sekali tidak berpengetahuan terhadap Allah swt, Islam, Muhammad saw, dan kaum muslimin, bahkan melecehkan Indonesia.


            Insyaallah, saya akan tulis lebih banyak tentang perdebatan dengan mereka. Hal itu dimaksudkan agar kita semua memiliki pengetahuan tentang mereka. Pendek kata, tak ada gunanya komunis-ateis untuk Indonesia. Kita memiliki pandangan hidup yang jauh lebih lengkap dan sempurna dibandingkan mereka. Tak perlu silau dengan ajaran keadilan dari orang luar karena kita punya nilai keadilan sendiri. Tidak perlu ragu dengan eksistensi Tuhan. Kalau ada yang masih ragu tentang Tuhan atau ingin membuat orang tidak percaya kepada Allah swt, saya ada di sini untuk menolong siapa pun agar dapat kembali ke jalan yang benar. Jika mau berdiskusi dengan saya, gunakan bahasa yang santun dan kalau bisa, bernilai ilmiah-akademis. Jangan seperti orang-orang kafir Inggris dan Australia yang gemar menggunakan kata-kata kotor dan tidak senonoh. Kita orang Indonesia yang dianugerahi banyak nilai kebaikan.

Sunday, 4 October 2015

Jangan Perlihatkan Kebodohan Kita Soal Komunisme


oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya

Ada banyak orang yang masih dendam dan tersudut akibat huru-hara politik masa lalu, terutama yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Banyak mantan dan keturunan anggota atau simpatisan PKI yang merasa diperlakukan tidak adil dan biadab. Akan tetapi, banyak pula yang merasa dirugikan dan teraniaya oleh perilaku PKI. Jadi, kalau setiap pihak mau minta keadilan, sejarah harus kembali dibuka sejujur-jujurnya, seteliti-telitinya, dan ditulis dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah yang bernilai akademis. Jangan hanya klaim sana-klaim sini. Semuanya harus terbuka dan terang benderang.

            Baik dibuka atau ditutup, sejarah kekacauan politik yang mengakibatkan peristiwa penghinaan terhadap kemanusiaan itu merupakan wujud dari kebodohan kita sebagai bangsa. Dari dulu sampai sekarang masih teramat banyak orang bodoh di antara kita dan mungkin kita sendiri selalu memelihara kebodohan itu dengan senang hati dan berbangga diri.

            Apa kebodohan kita itu?

            Kebodohan kita adalah kita selalu menganggap diri lebih lemah, terbelakang, dan merasa diri lebih bodoh dibandingkan negara luar.

            Adanya pemikiran komunis dan pemikiran liberal adalah contoh teramat nyata bagaimana tololnya kita dengan mengganggap orang yang berada di luar diri kita lebih hebat dibandingkan kita. Baik, komunis maupun liberal-kapitalis adalah perilaku dan pemikiran yang berasal dari luar Indonesia, bukan milik bangsa Indonesia. Kita hanya tidak percaya diri menggunakan pikiran dan perilaku kita sendiri dalam berbangsa dan bernegara.

            Kebodohan dan ketololan kita itu harus dibayar mahal dengan banyaknya jatuh korban dan kehancuran sosial-ekonomi-kemanusiaan. Jadi, jangan ulangi lagi kebodohan dan ketololan serupa itu atau bahkan memperlihatkannya kembali dengan mengungkit-ungkit rasa sakit hati yang sepihak tanpa mempertimbangkan bahwa orang lain juga banyak yang yang merasa sakit hati karena perbuatan dan perilaku kita.

            Bagaimana tidak bodoh dan tololnya kita dengan percaya pada pemikiran komunis dan kapitalis. Kedua pemikiran dan perilaku itu adalah berawal dan berujung pada perebutan uang, materi, benda, dan kedudukan. Semua yang mereka perebutkan itu adalah hal-hal yang teramat rendah dalam pandangan budaya asli bangsa Indonesia. Budaya original Indonesia sangatlah mengagungkan ketuhanan dan kemanusiaan dari zaman ke zaman serta menempatkan uang, materi, seks, kedudukan, dan kekuasaan berada di pinggir-pinggir kehidupan. Kita menjadi jatuh dan tidak beradab karena ngikut-ngikut bangsa lain yang gemar rebutan uang recehan. Kita ingin hidup sama brengseknya dengan mereka dengan menjadikan uang, materi, seks, kedudukan, dan kekuasaan adalah hal-hal yang utama dalam hidup, sedangkan ketuhanan dan kemanusiaan dipinggirkan. Masyaallah.

            Soekarno adalah orang yang sangat yakin dan bangga dengan nilai-nilai bangsanya. Oleh sebab itu, ketika dunia dikuasai pikiran-pikiran yang rendah semacam komunis dan liberal-kapitalis, Soekarno berupaya keras menarik orang-orang Indonesia yang berpikiran komunis dan kapitalis untuk berada bersama satu jalan untuk kepentingan Indonesia. Akan tetapi, sayang, upayanya itu gagal karena memang komunis dan kapitalis adalah paham yang tercipta untuk saling bertentangan. Kalaupun mereka sempat akur, sesungguhnya jauh di dalam lubuk hati yang terdalam, mereka masih memendam permusuhan hingga kini.

            Komunis itu lahir karena keserakahan orang-orang kapitalis. Mereka terus-menerus berebut hal-hal lahiriah yang justru akan menimbulkan banyak persengketaan di muka Bumi.

            Soekarno sesungguhnya telah berpayah-payah menerangkan bahwa komunis tidak perlu memusuhi agama Islam karena sesungguhnya yang membuat komunis menjadi antiagama dan anti-Tuhan adalah para pendeta gereja yang korup, bukan ulama Islam dan kaum muslimin. Ketika para buruh komunis merasa teraniaya oleh para pengusaha kapitalis, pendeta dan gereja adalah pihak yang paling diharapkan para buruh untuk menegakkan keadilan dan mencurahkan kasih sayang. Akan tetapi, gereja-gereja itu para pendetanya sudah disuap oleh para pengusaha untuk membela kepentingan kapitalis. Pendeta-pendeta korup itu pun kemudian menuduh komunis sebagai tidak beragama dan hidup hanya menyandarkan pada pikiran, bukan keimanan. Akibatnya, para buruh itu pun putus asa. Mereka tidak mendapatkan pertolongan gereja untuk membela kesusahan yang dideritanya. Akhirnya, mereka pun menegaskan diri bahwa “Tuhan tidak ada” dan “agama adalah candu”.

            Dari sejarah itu, Soekarno berupaya keras meyakinkan bahwa Islam adalah bukan agama para pendeta korup itu. Islam dengan komunis memiliki semangat yang sama dalam memerangi ketidakadilan, keserakahan, dan kemungkaran. Akan tetapi, orang-orang komunis memang “bebal dan bandel”. Mereka tidak mendengar apa yang dinasihatkan Soekarno. Mereka tetap memusuhi Islam sampai hari ini. Itu tandanya mereka adalah orang-orang bodoh.

            Soekarno pun berletih-letih meyakinkan orang-orang Islam agar tidak memusuhi komunis karena sesungguhnya komunis bisa berteman dengan Islam dalam memerangi ketidakadilan, keserakahan, dan kejahatan kapitalis. Akan tetapi, orang-orang Islam terlalu mempercayai omongan para pendeta korup yang memfitnah komunis. Orang-orang Islam pun kemudian anti terhadap komunisme. Sikap antikomunis dari orang-orang Islam pun diperparah oleh kenyataan yang memang menunjukkan bahwa orang-orang komunis terus memusuhi Islam, baik dengan kata-kata, perangai, perilaku, maupun penyerangan keji.

            Permusuhan dan rasa saling curiga ini sudah sangat sulit diperbaiki sehingga Soekarno mengatakan, “Sudah sempurnalah perselisihan faham.”

            Inilah yang saya maksudkan dengan “kebodohan yang tidak perlu diperlihatkan”. Orang-orang komunis bodoh karena menyamakan Islam dengan gereja yang dipenuhi pendeta korup itu. Kemudian, melakukan penghinaan dan penyerangan keji. Orang-orang Islam pun bodoh karena menyandarkan pendapat pada pendapat pendeta-pendeta korup pembela kapitalis itu. Kemudian, memunculkan semangat antikomunis.

            Seandainya PKI mau berpikir lebih matang, akan terlihat jelas bahwa Islam adalah partner yang sangat tepat dalam memerangi ketidakadilan. Seandainya kaum muslimin dapat lebih mempelajari hal-ihwal kemunculan dan penderitaan komunisme, akan tampak nyata bahwa PKI adalah pihak yang dapat digunakan untuk memerangi keserakahan dan kezaliman orang-orang kafir. Akan tetapi, apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur dan bubur itu basi yang tidak bisa lagi dibumbui dengan kacang, kecap, daging, dan kerupuk.

            Karena komunisme yang tidak mau juga mengerti bahwa Islam berbeda dengan keyakinan pendeta-pendeta korup itu, permusuhan pun semakin sengit. Hal itu membuat kaum muslimin Indonesia gusar dan kesal bukan main. Oleh sebab itu, ketika terjadi G-30-S, kemarahan kaum muslimin benar-benar sampai puncaknya. Mereka bersama penguasa saat itu memuntahkan amarahnya karena penghinaan orang-orang ateis terhadap Allah swt, Muhammad saw, dan Islam serta penyerangan-penyerangan kejinya. Tak ayal, terjadi pembantaian dan penyingkiran terhadap orang-orang komunis. Itu adalah sejarah yang tak bisa dibantah.

            Bisa kita lihat bukan bagaimana bodohnya kita saat itu?

            PKI begitu percaya terhadap komunisme yang datang dari luar Indonesia. Kaum muslim Indonesia pun sangat percaya terhadap pendapat pendeta-pendeta korup yang disuap kapitalis asing. Pendek kata, pemikiran-pemikiran rendah dunia di luar Indonesia yang merembes ke dalam bangsa Indonesia telah menjadikan kita semrawut dan kacau-balau.

            Tidak bisa kita lihatkah bahwa mempercayai pikiran dan perilaku orang asing telah mengundang malapetaka yang teramat dahsyat?

            Sampai kapan kita akan terus percaya dan berbangga diri dengan pikiran dan perilaku asing?

            Bodoh kok dipelihara!

            Pikiran dan perilaku luar itu telah membuat kita kehilangan arah. Kita adalah korban dari kesalahan kita sendiri. Mereka yang PKI adalah saudara kita sendiri. Mereka yang muslim adalah saudara kita juga. Kita adalah saudara sebangsa dan setanah air. Kita bermusuhan karena pikiran-pikiran asing dan hasutan-hasutan asing. Kita adalah sama-sama korban tragedi kemanusiaan akibat terlalu percaya omongan orang-orang asing dan menganggap diri lebih rendah dan bodoh. Akibatnya, kita benar-benar bodoh.

            Kecerdasan kita terletak pada keyakinan kita terhadap Pancasila. Dengan memahami Pancasila, kita akan benar-benar didorong untuk cerdas otak, cerdas hati, dan cerdas berperilaku.

            Hentikan meneruskan permusuhan dan meminta keadilan atas peristiwa itu karena kita hanya akan menampakkan diri sebagaimana orang-orang bodoh yang mempertahankan kebodohan. Sejarah yang terjadi memang keji dan menyakitkan, tetapi itu terjadi karena kesalahan kita dalam berpikir, berkata-kata, bersikap, berperilaku, dan melakukan pemihakan.


            Semoga pada masa depan, kita benar-benar menjadi manusia-manusia yang Pancasilais. Amin.