Tuesday, 2 February 2021

Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pembangunan Ekonomi

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Kita sering melihat ada negara yang sangat maju, cepat berkembang, tetapi ada pula yang lambat, bahkan cenderung sangat sulit maju. Orang biasanya mudah menduga bahwa kemiskinan suatu negara disebabkan kebodohan warganya atau negaranya yang tidak memiliki sumber daya alam. Sesungguhnya, banyak faktor yang bisa dilihat tentang pengaruhnya pada pembangunan ekonomi suatu negara.

            Berikut faktor-faktor yang berpengaruh tersebut.

 

Tanah dan Kekayaan Alam

Tanah dan kekayaan alam suatu negara akan sangat berpengaruh pada kemajuan. Negara yang memiliki tanah yang luas, laut yang luas, cuaca yang bagus, hutan yang produktif, barang tambang yang melimpah cenderung lebih cepat maju dibandingkan yang tidak memiliki atau sangat sedikit sumber daya alam. Tanah dan kekayaan alam ini sangat berpengaruh pada kemajuan suatu negara, terutama ketika masa awal pembangunan.

 

Kuantitas dan Kualitas Penduduk dan Tenaga Kerja

Suatu negara yang memiliki banyak penduduk, akan lebih cepat maju karena memiliki banyak orang yang dapat beraktivitas untuk pembangunan. Akan tetapi, jumlah penduduk yang banyak saja tidak cukup untuk menggerakkan roda pembangunan. Penduduk tersebut harus memiliki keahlian agar dapat bergerak sesuai dengan gairah dan keterampilan yang dimilikinya. Dengan demikian, negara tersebut akan lebih cepat maju karena memiliki penduduk yang terampil dan mampu menciptakan banyak aktivitas untuk mendorong pembangunan ekonomi negara.

 

Kepemilikan Barang Modal dan Penguasaan Teknologi

Negara yang memiliki barang modal berupa alat-alat untuk produksi akan lebih cepat maju dan berkembang. Selain itu, semakin tinggi teknologi yang dimiliki, semakin tinggi tingkat kemajuannya. Misalnya, petani yang hanya menggunakan cangkul akan lebih lambat maju dibandingkan dengan yang menggunakan traktor.

            Peningkatan yang dihasilkan oleh tingginya teknologi yang digunakan adalah pertama, meningkatnya efisiensi kegiatan produksi yang dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. Kedua, meningkatnya jumlah produksi barang dan jasa yang dihasilkan. Ketiga, mampu menghaslkan barang dengan kualitas lebih bagus tanpa meningkatkan biaya produksi.

 

Sistem Sosial dan Sikap Masyarakat

Banyak negara yang sulit berkembang disebabkan sistem sosial dan sikap masyarakat yang tertutup dan tidak membuka diri dari perubahan. Berbagai upacara dan ritual-ritual tertentu dianggap menghambat pembangunan. Sikap masyarakat yang malas kerja keras, malas menabung, dan bekerja dalam waktu yang pendek pun menyulitkan untuk mencapai kemajuan. Di samping itu, sikap-sikap negatif lainnya pun sangat menghambat pembangunan.

            Demikian faktor-faktor yang sangat berpengaruh pada pembangunan ekonomi.

            Sampurasun

 

Sumber Pustaka:

Hastyorini, Irim Rismi; Novasari, Yunita; Sari, Kartika; Jawangga, Yan Hanif (editor), Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XI Semester I: Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, PT Penerbit Intan Pariwara

S., Alam, 2016, Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI Kurikulum 2013: Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial, Penerbit Erlangga: Jakarta

Monday, 1 February 2021

Masyarakat Selalu Berkembang

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Masyarakat selalu berkembang dan berubah. Tak ada yang bisa menahan perubahan masyarakat tersebut. Hal itu disebabkan hal-hal sebagai berikut.

            Pertama, tidak ada masyarakat yang tidak berkembang. Perkembangan selalu terjadi, baik cepat maupun lambat.

            Kedua, perubahan yang terjadi pada satu lembaga masyarakat akan diikuti oleh perubahan pada lembaga-lembaga masyarakat yang lainnya. Hal itu merupakan suatu kenyataan yang terjadi karena berada dalam satu mata rantai yang sama.

            Ketiga, perubahan cepat biasanya mengakibatkan disorganisasi karena berada dalam proses penyesuaian. Setelah disorganisasi, terjadi reorganisasi untuk menampung serta memantapkan kaidah-kaidah dan nilai-nilai baru.

            Keempat, perubahan tidak terbatas pada bidang yang sifatnya kebendaan atau material, tetapi terjadi pula dalam bidang spiritual. Hal tersebut disebabkan adanya kaitan timbal balik yang kuat di antara keduanya.

            Demikian penjelasan tentang perubahan yang selalu terjadi di masyarakat.

            Sampurasun.

 

Sumber Pustaka

Maryati, Kun; Suryawati, Juju, 2013, Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII Kurikulum 2013: Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Penerbit Erlangga: Jakarta

Wijayanti, Fitria; Kusumantoro, Sri Muhammad; Irawan, Hanif, Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XII: Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial

Pola Hubungan dalam Paternalisme dan Integrasi

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Terdapat hubungan antarkelompok masyarakat dalam bentuk paternalisme dan integrasi.

 

Paternalisme

Hubungan ini berupa dominasi atau penguasaan yang dilakukan kelompok ras pendatang terhadap pribumi. Hubungan ini terjadi apabila kelompok pendatang secara politik lebih kuat daripada penduduk pribumi yang ditandai dengan adanya koloni di tanah jajahan.

            Dalam hubungan antarkelompok terdapat tiga macam masyarakat, yaitu: Pertama, adanya masyarakat metropolitan yang berasal dari daerah para pendatang. Kedua, masyarakat kolonial yang terdiri atas para pendatang dan sebagian masyarakat pribumi. Ketiga, masyarakat pribumi yang dijajah.

 

Integrasi

Hubungan ini berupa adanya pengakuan perbedaan ras di dalam masyarakat, tak ada kekhususan perhatian terhadap perbedaan tersebut. Perbedaan ras hanya pada bidang tertentu, sedangkan urusan pekerjaan dan status sosial tidak bergantung pada perbedaan itu. Jenis pekerjaan dan status sosial hanya bisa dicapai oleh usaha setiap orang dan bukan berdasarkan ras seseorang.

            Demikian penjelasan pola hubungan berdasarkan paternalisme dan integrasi.

            Sampurasun

 

Sumber Pustaka:

Wijayanti, Fitria; Rahmawati, Farida; Irawan, Hanif; Sosiologi: untuk SMA/MA Kelas XI Semester 1: Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial

Maryati, Kun; Suryawati, Juju; 2014, Sosiologi: untuk SMA dan MA Kelas XI Kurikulum 2013: Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Penerbit Erlangga: Jakarta

Pendekatan dan Perenggangan Hubungan

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Dalam interaksi hubungan di antara manusia, kerap diwarnai dengan tahapan-tahapan pendekatan dan perenggangan hubungan. Berikut dijelaskan kedua tahapan tersebut.

 

Tahap Pendekatan

Tahap memulai (initiating). Dalam tahapan ini orang mulai berinteraksi secara ringan, misalnya, tersenyum, berkenalan.

            Tahap penjajakan (experimenting). Dalam tahap ini orang mulai ingin mengenal lebih jauh dengan cara menanyakan alamat rumah, No. Hp, asal sekolah, tempat kegiatan, tempat  bermain. Hasil dari penjajakan ini menjadi dasar apakah hubungan ini akan diteruskan atau tidak.

            Tahap meningkatkan (intensifying). Apabila dalam proses penjajakan diputuskan untuk melanjutkan hubungan atau interaksi, orang akan semakin sering untuk berkomunikasi dan lebih dalam saling kenal.

            Tahap menyatupadukan (integrating). Apabila sudah sering berhubungan, berinteraksi, biasanya akan terjalin kesamaan dan kesatupaduan rasa. Hubungan pun semakin erat.

            Tahap mempertalikan (bonding). Jika semakin erat, hubungan pun akan semakin kokoh. Terjadilah pertalian yang lebih kuat. Apabila hubungan yang terjadi adalah di antara laki-laki dan perempuan, hubungan ini akan bisa berlanjut pada pernikahan.

 

Tahap Perenggangan

Dalam hal ini hubungan yang terjadi bisa semakin renggang dan semakin menjauh. Berikut tahapan-tahapan perenggangan.

            Tahap membeda-bedakan (differentiating). Pada tahap ini orang mulai membandingkan kenalannya dengan orang lain dan biasanya orang lain dianggap lebih baik dibandingkan temannya.

            Tahap membatasi (circumscribing). Pada tahap ini orang mulai berbicara yang tidak penting, basa-basi yang tidak perlu, kemudian punya kegiatan masing-masing.

            Tahap memacetkan (stagnating). Dalam tahap ini orang mulai enggan untuk saling bicara dan berusaha menghentikan pembicaraan orang lain. Tujuannya adalah agar komunikasi tidak terjadi. Obrolan sederhana pun bisa berujung konflik besar.

            Tahap menghindari (avoiding). Jika sudah tak ada lagi kesamaan dan perasaan, timbul perilaku untuk saling menghindari. Kalau hendak pergi, mereka sengaja tidak ingin bersama-sama, pergi dalam waktu yang berbeda, menggunakan gang dan jalan yang berbeda, bahkan menggunakan ruangan yang berbeda.

            Tahap memutuskan (terminating). Apabila hubungan sudah tidak bisa dipertahankan, hubungan pun dapat terputus. Tak ada lagi komunikasi. Jarak semakin jauh dan segala yang berhubungan dengan mereka terblokir, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

            Demikian, penjelasan mengenai tahapan pendekatan dan perenggangan dalam hubungan.

            Sampurasun.

 

Sumber Pustaka

Irawan, Hanif; Rahmawati, Farida; Febriyanto, Alfian; Muhammad Kusumantoro, Sri, Sosiologi: Untuk SMA/MA Kelas X Semester 1

Maryati, Kun; Suryawati, Juju, 2013, Sosiologi: Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial; untuk SMA dan MA Kelas X Kurikulum 2013, Penerbit Erlangga: Jakarta

Wednesday, 27 January 2021

Revolusi

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Dalam sosiologi, revolusi diartikan sebagai perubahan cepat yang mengubah sendi-sendi dan keseluruhan kehidupan masyarakat. Perubahan ini bisa terjadi melalui kekerasan atau tanpa kekerasan. Tentang ukuran cepat, seberapa lama perubahan ini bisa terjadi, sesungguhnya tidak ada ukuran waktu yang pasti. Akan tetapi, yang jelas lebih cepat dibandingkan evolusi (perubahan lambat). Revolusi industri di Inggris pun terjadi dalam waktu yang cukup lama yang ditandai dengan berubahnya proses produksi tanpa mesin ke proses produksi dengan  menggunakan mesin-mesin. Di samping itu, revolusi ini pun telah mengubah struktur dan budaya masyarakat Inggris.

            Revolusi dengan menggunakan cara-cara kekerasan untuk mengubah kehidupan secara cepat, misalnya, revolusi kemerdekaan di Indonesia dan revolusi di Perancis. Adapun contoh lain revolusi tanpa kekerasan yang terjadi di Indonesia adalah Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan cepatnya perkembangan penggunaan internet dengan berbagai aplikasinya sehingga yang tidak mengikuti perkembangan ini akan segera tertinggal zaman, terbelakang, serta kehilangan kesempatan dan informasi.

            Terdapat beberapa syarat agar suatu revolusi dapat tercapai.

            Pertama, adanya masyarakat dengan perasaan tidak puas dan keinginan mencapai kehidupan yang lebih baik.

            Kedua, adanya pemimpin atau sekelompok orang yang mampu menggerakkan masyarakat untuk mengadakan perubahan.

            Ketiga, adanya pemimpin yang mampu menampung aspirasi masyarakat dan merumuskan aspirasi tersebut menjadi program kerja.

            Keempat, adanya tujuan jelas yang dapat dicapai. Artinya, diperlukan suatu ideologi tertentu untuk menggerakkan masyarakat sebagai tujuan yang akan dicapai.

             Kelima, adanya momentum yang tepat untuk melakukan revolusi. Artinya, ada waktu dan situasi yang sangat baik dan sangat tepat untuk bergerak. Contoh nyata adalah revolusi kemerdekaan Indonesia yang dilakukan dalam momentum yang sangat tepat, yaitu ketika terjadi kekosongan pemerintahan di Indonesia yang disebabkan kekalahan Jepang dan menyerah kepada sekutu pada 14 Agustus 1945.

            Berkaitan dengan hal itu, meskipun Indonesia sudah merdeka sejak 17 Agustus  1945, masih banyak kelompok yang menginginkan revolusi untuk mengubah secara cepat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Artinya, mereka menginginkan revolusi agar kehidupan Negara Indonesia sesuai dengan kehendak kelompok mereka, bukan sesuai dengan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. Akan tetapi, keinginan untuk revolusi itu tidak pernah berhasil terlaksana. Kalaupun sempat terjadi percikan revolusi, mereka selalu gagal dan jatuh.

            Berdasarkan syarat-syarat revolusi tadi, bisa dikatakan bahwa para “revolusioner baru” itu tidak memenuhi kelima syarat tersebut. Selalu berhasil ditumpas oleh kekuatan NKRI 17 Agustus 1945.

            Kalau mau dianalisis, tinggal dipahami syarat revolusi ke berapa yang tidak terpenuhi. Setiap orang bisa punya pendapat sendiri.

            Hal yang jelas, jangan coba-coba revolusi jika tidak memenuhi kelima syarat tersebut. Kemungkinan gagalnya bisa mencapai 99%.

            Sampurasun.

 

Sumber Pustaka

Maryati, Kun; Suryawati, Juju, 2013, Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII Kurikulum 2013: Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Penerbit Erlangga: Jakarta

Wijayanti, Fitria; Kusumantoro, Sri Muhammad; Irawan, Hanif, Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XII: Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial

Tuesday, 26 January 2021

Hubungan Antarkelompok Melalui Akulturasi dan Dominasi

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Berbagai perbedaan yang ada di dalam kehidupan manusia menimbulkan pola-pola hubungan tertentu dalam berinteraksi. Akulturasi dan dominasi merupakan pola yang terjadi dalam hubungan manusia.

 

Akulturasi

Akulturasi terjadi ketika dua kelompok, ras, atau budaya bertemu. Keduanya berbaur dan mulai menyatu. Akan tetapi, keaslian kelompok itu masih tampak terlihat. Misalnya, kebudayaan Cina dan Betawi bertemu, lalu menghasilkan tari-tarian tertentu. Akan tetapi, budaya Cina dan Betawi masih dapat terlihat dalam tarian tersebut.

            Meskipun demikian, dapat pula terjadi dekulturasi, yaitu penghilangan paksa budaya tertentu sehingga tidak ada lagi. Hal ini terjadi ketika penjajahan Belanda yang mengubah rakyat jajahannya di Indonesia.

 

Dominasi

Dominasi terjadi apabila suatu kelompok menguasai kelompok lainnya. Contohnya, hal ini terjadi pada zaman penjajahan ketika bangsa penjajah mencari sumber daya alam, pasar, dan tenaga kerja murah untuk dirinya dengan menguasai penduduk di tanah jajahan.

            Kornblum dalam Kun Maryati dan Juju Suryawati (2014) menjelaskan bahwa ada lima macam kemungkinan yang terjadi dalam dominasi.

            Pertama, genosida. Hal ini adalah pembunuhan massal secara sengaja, sistematis, dan terstruktur oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. Contohnya, pembantaian terhadap muslim Bosnia oleh kelompok Serbia.

            Kedua, pengusiran. Hal ini bisa dilihat dari pengusiran yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina. Contoh lainnya adalah pengusiran kaum muslim Rohingya oleh rezim di Myanmar.

            Ketiga, perbudakan. Contoh perbudakan adalah yang terjadi terhadap penduduk Indonesia ketika zaman Belanda dengan kerja paksa rodi dan zaman Jepang dengan kerja paksa romusha.

            Keempat, segregasi. Hal ini berupa pemisahan penduduk berdasarkan ras atau budaya tertentu. Contohnya, ketika terjadi politik apartheid di Afrika Selatan yang memisahkan warga kulit hitam dengan warga kulit putih.

            Kelima, asimilasi. Interaksi semacam ini terjadi antara dua kelompok yang berbeda kebudayaan sehingga memunculkan kebudayaan baru dan menghilangkan ciri dari budaya aslinya. Misalnya, pembangunan candi-candi di Indonesia berasal dari budaya asing yang kemudian bercampur dengan budaya asli setempat Indonesia.

            Demikian penjelasan mengenai hubungan antarkelompok melalui proses akulturasi dan dominasi.

            Sampurasun.

 

Sumber Pustaka:

Wijayanti, Fitria; Rahmawati, Farida; Irawan, Hanif; Sosiologi: untuk SMA/MA Kelas XI Semester 1: Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial

Maryati, Kun; Suryawati, Juju; 2014, Sosiologi: untuk SMA dan MA Kelas XI Kurikulum 2013: Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Penerbit Erlangga: Jakarta

Sumber Dasar Interaksi

  

                                                             oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Untuk berinteraksi, orang biasanya mencari tahu segala hal tentang pihak-pihak yang berinteraksi dengan dirinya. Hal itu dilakukan sebagai dasar agar interaksi dapat berjalan sesuai dengan harapan. Hal-hal yang menjadi sumber informasi tentang pihak-pihak yang akan berinteraksi dengan dirinya menjadi dasar-dasar interaksi yang terjadi.

        Menurut Karp dan Yoels dalam Kun Maryati dan Juju Suryawati (2013), ada tujuh sumber informasi dalam interaksi.

 

Warna Kulit

Warna kulit dapat menjadi sumber informasi untuk memahami watak, sejarah, dan perjalanan hidup seseorang. Contohnya, orang yang berkulit hitam berasal dari Afrika memiliki kebiasaan hidup tertentu yang berbeda dibandingkan warna kulit lainnya. Warna kulit putih memberikan informasi bahwa orang itu berasal dari Eropa atau negara lainnya yang berasal dari barat dengan segala perilakunya. Orang kulit merah adalah Indian yang dikenal sebagai orang yang hidup penuh perjuangan dan spiritual di Amerika Serikat. Kulit kuning menunjukan dari wilayah Tiongkok, Semenanjung Korea, atau Jepang. Kulit sawo matang menunjukkan informasi dari bangsa melayu dengan segala kepribadiannya.

 

Usia

Usia menunjukkan data agar lebih mudah untuk kita bersikap. Ada perbedaan yang harus kita lakukan ketika berinteraksi antara orang yang lebih tua dibandingkan kita dengan orang yang berusia lebih muda.

 

Penampilan Fisik

Penampilan fisik biasanya menjadi daya tarik utama dari diri seseorang. Orang yang berpenampilan menarik biasanya lebih mudah mendapatkan perhatian. Di samping itu, mudah pula mendapatkan pasangan dibandingkan orang-orang yang kurang menarik. Penampilan yang menarik ini bisa lebh berdaya tarik jika ditambah dengan perilaku dan tutur kata yang menarik pula.

 

Bentuk Tubuh

Bentuk tubuh memiliki kaitan yang cukup erat dengan sifat seseorang (Wells dan Siegal, 2012). Orang bulat, gemuk sifatnya tenang, santai, dan pemaaf. Orang yang atletis, berotot sifatnya dominan, percaya diri, dan aktif. Orang yang tinggi, kurus bersifat tegang dan pemalu.

 

Pakaian

Orang yang berpakaian rapi dan berkelas lebih dihormati dibandingkan orang yang berpakaian kucel, compang-camping, dan murahan.

 

Wacana

Pembicaraan seseorang akan menjadi informasi tentang siapa orang itu. Kita dapat menilai seseorang dari isi bicaranya. Misalnya, orang yang sedang berbicara pengalamannya berhadapan dengan gubernur dan pejabat lainnya akan lebih dianggap hebat dibandingkan orang yang berbicara pengalamannya bergerombol bersama para preman jalanan.

 

        Demikian sumber-sumber informasi yang dapat dijadikan dasar untuk berinteraksi.

        Sampurasun.

 

Sumber Pustaka

Irawan, Hanif; Rahmawati, Farida; Febriyanto, Alfian; Muhammad Kusumantoro, Sri, Sosiologi: Untuk SMA/MA Kelas X Semester 1

Maryati, Kun; Suryawati, Juju, 2013, Sosiologi: Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial; untuk SMA dan MA Kelas X Kurikulum 2013, Penerbit Erlangga: Jakarta

Wednesday, 20 January 2021

Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kebutuhan

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Kebutuhan setiap manusia, setiap kelompok manusia terkadang berbeda. Bahkan, sering berbeda. Kebutuhan anak kecil berbeda dengan orang dewasa. Kebutuhan guru berbeda dengan kebutuhan pedagang bakso. Kebutuhan presiden berbeda dengan kebutuhan dokter.

            Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan adanya perbedaan kebutuhan untuk setiap individu.

 

Lingkungan

Lingkungan merupakan faktor yang mendorong perbedaan kebutuhan manusia. Lingkungan tertentu menyebabkan kebutuhan tertentu pula. Misalnya, orang yang hidup di daerah dingin membutuhkan pakaian yang tebal dan makanan yang berkalori tinggi. Hal itu disebabkan mereka membutuhkan berbagai hal yang membuat tubuh mereka hangat. Akan tetapi, terbalik dengan mereka yang hidup di daerah panas. Mereka memilih pakaian yang tipis dan menghindari makanan berkalori tinggi agar tubuh mereka menjadi lebih sejuk dan tidak kepanasan.

 

Agama

Agama merupakan faktor yang mendorong pula perbedaan kebutuhan di antara manusia sesuai dengan keyakinannya. Orang Islam membutuhkan Al Quran, sajadah, tasbih, hewan qurban, biaya ke Mekah, dan lain sebagainya. Orang Hindu membutuhkan bunga-bunga dan alat-alat lainnya untuk beribadat, tetapi tidak membutuhkan daging sapi untuk dimakan karena mereka tidak ingin mengonsumsinya.

 

Adat Istiadat

Adat istiadat pun sangat memengaruhi perbedaan kebutuhan. Orang Sunda membutuhkan banyak bunga, pakaian adat, dan alat seni untuk menyelenggarakan upacara adat. Demikian pula orang Jawa, Batak, Bugis, dan lain sebagainya membutuhkan barang-barang tertentu untuk melakukan upacara adat yang berbeda dengan suku-suku lainnya.

 

Peradaban

Peradaban membuat kebutuhan manusia semakin berkembang, beragam, dan berbeda. Dulu alat-alat masak manusia cukup dengan kayu bakar, daun pisang, dan alat-alat sederhana lainnya. Sekarang manusia menggunakan alat-alat masak yang menggunakan energi listrik dan gas. Demikian pula dengan komunikasi, dulu orang berkomunikasi dengan menggunakan kertas surat atau telepon rumah. Sekarang, manusia menggunakan Hp dan internet.

            Demikian penjelasan tentang faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan manusia.

            Sampurasun.

 

 

Sumber Pustaka

Novasari, Yunita; Jawangga, Yan Hanif; Setiadi, Inung Oni; Hastyorini, Irim Rismi (editor); Ekonomi untuk SMA/MA Kelas X Semester I: Peminatan Ilmu-ilmu Sosial, PT Penerbit Intan Pariwara

S., Alam, 2013, Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X Kurikulum 2013: Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial, Penerbit Erlangga: Jakarta

Evolusi

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Evolusi adalah suatu istilah yang diartikan sebagai perubahan lambat dan berlangsung dalam waktu yang lama. Perubahan yang lambat dalam masyarakat biasanya terjadi tanpa ada rencana dan paksaan tertentu. Masyarakat berubah sendiri tanpa terasa, kemudian menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan itu.

            Terdapat tiga kategori yang dapat dikatakan sebagai evolusi, yaitu:

 

Unilinear Theories of Evolution

Teori ini menjelaskan bahwa masyarakat berikut kebudayaannya mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan-tahapan tertentu yang pasti dari bentuk yang sangat sederhana, sederhana, hingga ke bentuk yang rumit, canggih, hingga mencapai tahapan kesempurnaannya.

            Para penganut teori ini adalah Auguste Comte dan Herbert Spencer.

            Teori ini pun dikuatkan oleh teori Cyclical Theories yang menjelaskan bahwa masyarakat berikut kebudayaannya berubah dan berkembang melalui tahap-tahap tertentu membentuk sebuah lingkaran. Perubahan ini terus menerus terjadi secara berulang-ulang. Teori ini dikemukakan oleh Vilfredo Pareto.

            Ada pula pemikir lain yang berpendapat senada, yaitu Pitrim A. Sorokin. Dia menjelaskan bahwa masyarakat  berkembang melalui tahap-tahap tertentu yang didasarkan pada suatu sistem kebenaran. Artinya, masyarakat akan berkembang sesuai dengan nilai kebenaran yang dimilikinya.

 

Universal Theory of Evolution

Teori ini menjelaskan bahwa masyarakat berkembang tanpa perlu melalui tahap-tahap tertentu yang pasti. Perkembangan masyarakat adalah hasil dari perubahan masyarakat yang homogen ke masyarakat yang heterogen, baik sifat maupun susunannya.

 

Multilined Theories of Evolution

Teori ini lebih menekankan pada penelitian terhadap proses-proses dan tahap-tahap tertentu yang terjadi dalam evolusi di masyarakat. Misalnya, pengaruh dari perubahan masyarakat yang asalnya hidup dari pertanian ke masyarakat industri terhadap sistem kekeluargaan dan kekerabatan.

            Demikian penjelasan dari perubahan lambat yang sering disebut dengan evolusi.

            Sampurasun.

 

Sumber Pustaka

Maryati, Kun; Suryawati, Juju, 2013, Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII Kurikulum 2013: Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, Penerbit Erlangga: Jakarta

Wijayanti, Fitria; Kusumantoro, Sri Muhammad; Irawan, Hanif, Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XII: Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial