Showing posts with label Bali. Show all posts
Showing posts with label Bali. Show all posts

Sunday, 8 May 2022

Kalau Indonesia yang Harus Mendamaikan Perang, Bubarkan Saja PBB

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Manusia bisa bilang, ini kebetulan. Akan tetapi, dalam pandangan spiritual Islam, ini sudah menjadi takdir Allah swt bahwa Indonesia menjadi Presidensi G20 yang diikuti 19 negara maju dan akan maju ditambah 1 Unieropa di tengah-tengah kecamuk perang Rusia Vs Ukraina yang dibantu oleh Nato.

            Hal aneh yang terjadi adalah tiba-tiba Indonesia ditekan pihak Barat untuk menendang Rusia dari keanggotaan G20 dan pertemuan-pertemuan G20. Jika tidak, pihak Barat mengancam akan memboikot G20. Tentu saja, pihak Barat ini dikendalikan oleh Amerika Serikat (AS), padahal negara-negara Barat lain tampaknya setengah hati mengikuti keinginan AS dalam melawan Rusia. Hal ini tampak sekali dari negara-negara barat yang kikuk karena mereka masih bergantung pada Rusia, misalnya, soal kebutuhan gas dan minyak.

            Hal ini diperparah dengan semua mata dunia menuju pada panggung Jokowi, Indonesia, dan G20. Pihak Barat mendesak Indonesia bahwa G20 dijadikan ajang untuk menyelesaikan masalah perang Rusia Vs Ukraina, terutama untuk menghukum Rusia. Banyak ancaman Barat yang ditujukan pada Indonesia yang akan menyelenggarakan G20 di Bali. Ini aneh karena sesungguhnya G20 adalah organisasi dan pertemuan tingkat tinggi dunia yang sudah dibatasi Jokowi hanya untuk menyelesaikan masalah ekonomi dunia pascapandemi Covid-19. Temanya “Recovery Together, Stronger Together” artinya “pulih bersama dan lebih kuat bersama”. Pertemuan ini tidak untuk membicarakan masalah politik, militer, apalagi perang. Akan tetapi, keangkuhan Barat menekan Indonesia agar memasukan pula soal Rusia dan Ukraina ke pembicaraan di G20.

            Karena Indonesia adalah negara dengan politik luar negeri bebas dan aktif, bebas dari tekanan negara mana pun dan aktif mewujudkan perdamaian dunia, Jokowi tetap mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin sekaligus Presiden Ukraina Volodimyr Zelensky untuk hadir di G20 di Bali. Indonesia tidak mengikuti kehendak AS dan Barat, tetapi tetap berupaya memberikan jalan keluar agar terjadi pertemuan positif antara Rusia dan Ukraina di Bali.

Meskipun demikian, hal ini masih membingungkan karena mau apa Ukraina di G20?

Mau ngomong apa dia?

Ukraina itu bukan anggota G20 yang pasti tidak memiliki hak bicara dalam berbagai sidang di Bali, kecuali diputuskan anggota G20 lain untuk bisa memiliki hak bicara dengan mengubah atau menyepakati terlebih dahulu tatatertib yang ada. Dengan demikian, Ukraina bisa memiliki hak bicara.

Kalau Jokowi, Indonesia, memfasilitasi upaya perdamaian antara Rusia dan Ukraina di G20, itu artinya agenda G20 meluas, bukan hanya bicara soal ekonomi, melainkan pula perdamaian. Dengan demikian, Bali, Indonesia menjadi tempat pertemuan untuk menyelesaikan perang dan mewujudkan perdamaian.

Hal itu bagus. Akan tetapi, sesungguhnya, tempat untuk membicarakan perang dan perdamaian adalah bukan di perhelatan G20, Bali, Indonesia, melainkan dalam sidang-sidang Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal itu disebabkan memang tempat untuk menyelesaikan perkara seperti itu adalah di PBB, bukan di G20, bukan di Indonesia, bukan di Bali, dan bukan pula oleh Jokowi.

Melihat kenyataan seperti itu, publik dunia wajar bertanya, selama ini PBB melakukan apa untuk menyelesaikan masalah konflik di Ukraina?

Kalau PBB tidak memiliki kemampuan menyelesaikan masalah itu, mengaku sajalah dengan terus terang bahwa PBB adalah organisasi yang lemah dalam mengorganisasikan dunia. Oleh sebab itu, PBB layak untuk dibubarkan.

Saya jadi teringat pidato “Pemimpin Besar Revolusi Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno” di hadapan dunia yang menyatakan bahwa Indonesia keluar dari PBB. Soekarno menyerukan perlunya kesadaran dan kebersamaan untuk melakukan upaya “to build a world anew”, ‘membangun tatanan dunia baru’ yang lebih masuk akal dan menjamin perdamaian kehidupan dunia.

Kalau memang G20 Indonesia yang harus mendamaikan perang, bubarkan saja PBB. Organisasi itu sudah kelihatan sangat lemah dan tunduk pada kepentingan barat.

Sampurasun.

Friday, 29 April 2022

Jokowi Damaikan Rusia & Ukraina

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Sebagai ketua dari Presidensi G20, Presiden Republik Indonesia Jokowi berupaya mempertemukan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Ukraina Volodimyr Zelensky dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Bali, Indonesia. Hal itu dilakukan Jokowi di samping sebagai presidensi G20, juga melaksanakan amanat politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia. Foto Jokowi saya dapatkan dari media Fajar.


Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Foto: Fajar)

            Pada 27 April 2022 Jokowi menelepon Presiden Ukraina Volodimyr Zelensky dengan maksud mengundangnya untuk hadir pada KTT G20 di Bali, Indonesia. Di samping itu, Jokowi menanyakan situasi dan kondisi Ukraina dalam masa perang tersebut. Zelensky pun berterima kasih kepada Jokowi yang masih menghormati kedaulatan Ukraina sebagai sebuah negara merdeka dan menjelaskan kondisi Ukraina terkini. Ada hal unik yang disampaikan Zelensky, yaitu meminta Jokowi untuk mengirimkan persenjataan agar Ukraina dapat melawan Rusia. Foto Zelensky saya dapatkan dari Ekbis Sindonews. Permintaan Zelensky tentu saja ditolak oleh Jokowi karena konstitusi Indonesia tidak mengizinkan Indonesia untuk mengirimkan hadiah persenjataan tempur untuk berperang. Jokowi mengingatkan agar segala permasalahan bisa diselesaikan di meja perundingan, tidak dengan bertempur, Indonesia tampaknya siap untuk memfasilitasi perundingan ini. Meskipun demikian, Jokowi siap untuk membantu Ukraina dalam hal bantuan kemanusiaan, seperti, makanan, obat-obatan, pakaian, dll.. Bantuan kemanusiaan adalah untuk membuat manusia hidup, sedangkan senjata adalah untuk membuat manusia mati. Indonesia mendukung kehidupan dan bukan kematian.


Presiden Ukraina Volodimyr Zelensky (Foto: Ekbis Sindonews)


            Pada 28 April 2022 Jokowi menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin. Sama seperti kepada Ukraina, Jokowi mengundang Putin untuk hadir dalam KTT G20 di Bali, Indonesia. Di samping itu, ditanyakan pula kondisi perang antara Rusia Vs Ukraina. Jokowi pun menegaskan agar perang segera dihentikan dan semua harus dikembalikan ke negosiasi di meja perundingan dengan dialog-dialog positif. Putin pun menjelaskan perkembangan kondisi perang yang terjadi. Di samping itu, Putin pun dengan tegas menyatakan akan hadir di Bali, Indonesia, pada KTT G20. Foto Putin saya dapatkan dari SINDOnews.


Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: SINDOnews)

            Semoga Putin dan Zelensky dapat hadir di Indonesia mengikuti KTT G20 dan membicarakan berbagai hal untuk mendapatkan kesepakatan sehingga perang dapat segera diakhiri. Kita layak berharap kehadiran mereka di Indonesia dapat menjadi gerbang untuk terciptanya perdamaian dan mengatasi berbagai kesulitan ekonomi dunia pascapandemi Covid-19 bersama dengan negara-negara berpengaruh lainnya.

            Jika itu terjadi, dunia akan mencatat bahwa Indonesia adalah tempat aman dan menyenangkan untuk menyelesaikan sengketa dunia. Rakyat Indonesia harus mendukung upaya ini karena rakyat Indonesia adalah rakyat yang dikenal ramah, beradab, dan berjiwa luhur. Jangan melakukan hal-hal sebaliknya yang justru membuat kerusakan di muka Bumi dan mencoreng nama baik Indonesia.

            Sampurasun.

Sunday, 17 April 2022

Ade Armando Sudah Banyak yang Jaga, Kini Kita Jaga Jokowi di G20

 


 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Ade Armando sudah banyak yang menjaga dan mengurusnya. Banyak pula yang menulis atau berkomentar tentang kasusnya. Hukum sudah berjalan, politik tetap stabil, gangguan hanya datang dari para Kadrun bajingan bodoh cacing cau (KB2C2) yang sangat kecil dan berisik.

            Kini saya ingin mengajak kita semua menjaga dan menguatkan Presiden RI Jokowi dalam bersikap di G20. Sengaja saya menulis ini karena kalau diranking, pembaca tulisan saya itu terbanyak dari Indonesia, kemudian Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, dan untuk ranking berikutnya kerap berubah-ubah negara asal pembacanya. Jadi, tulisan saya ini, insyaallah dibaca orang Amerika Serikat. Mereka akan lebih paham bagaimana sikap rakyat Indonesia dalam kemelut yang dijejalkan ke Indonesia, selaku presidensi G20.

Sebelumnya, saya ingin mengingatkan bahwa G20 itu adalah kumpulan dari 19 negara maju dan menuju maju ditambah 1 Unieropa. G20 ini dibentuk untuk menyelesaikan masalah krisis ekonomi dunia yang dimulai 1997-1998. Saat ini Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi dipercaya sebagai ketua atau presidensi G20. Jokowi sudah membatasi bahwa hal-hal yang akan diurus oleh G20 adalah memulihkan ekonomi dunia pascapandemi Covid-19, bukan masalah militer ataupun perang.

Sayangnya, perhelatan G20 ini terganggu oleh adanya perang antara Rusia Vs Ukraina. Untuk soal perang ini, Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah mengutuk aksi penyerangan yang dilakukan Rusia pada Ukraina. Demikian pula Presiden Jokowi menyerukan agar perang segera dihentikan karena perang merusakkan segalanya dan merugikan semuanya. Jokowi menginginkan semua permasalahan dikembalikan ke meja perundingan, “back to talk”.

Sikap Indonesia ini membuat Rusia kecewa karena Indonesia seolah-olah ikut-ikutan Amerika Serikat dan Barat yang mengutuk keras terhadap Rusia. Padahal, sesungguhnya Indonesia tidak mengekor Barat, tetapi Indonesia berpegang pada dirinya sendiri. Indonesia menjaga martabatnya sebagai negara Nonblok yang tidak berpihak ke Barat atau ke Timur sambil aktif menjalankan politik luar negeri yang “bebas dan aktif”, bebas dari tekanan negara mana pun dan aktif menciptakan perdamaian dunia.

Meskipun kecewa, Rusia tampaknya paham terhadap sikap Indonesia yang dibuktikan dengan bahwa Indonesia masih dianggap sahabat Rusia dan bukan pembenci Rusia karena Rusia sudah mengeluarkan daftar negara yang tidak bersahabat, Indonesia tidak ada di daftar itu.

Hal ini pun dikuatkan oleh Indonesia yang tidak ikut-ikutan memberikan sanksi ekonomi kepada Rusia seperti yang dilakukan negara-negara Barat yang dikomandoi Amerika Serikat. Sikap Indonesia kali ini mengecewakan Ukraina dan Amerika Serikat. Bagi Indonesia, jika ikut menjatuhkan sanksi, berarti akan membuat rakyat Rusia dan dunia menderita, sekarang rasanya sudah menjadi kenyataan dengan kelangkaan minyak goreng, BBM, dll. Di samping itu, jika menjatuhkan sanksi pada Rusia, Indonesia berarti sudah keluar dari jati dirinya, yaitu menjadi blok barat dan tidak lagi Nonblok. Itu berbahaya bagi Indonesia dan rakyatnya. Geopolitik dan geostrategis Indonesia akan berubah drastis dan itu tidak baik.

Karena perang itu melibatkan banyak kekuatan dunia, Amerika Serikat mengancam Indonesia untuk memboikot perhelatan G20 jika mengizinkan Rusia masih ikut dalam G20, apalagi dengan keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan datang ke Bali, Indonesia untuk ikut dalam pertemuan G20. Ancaman ini menjadi tekanan dan pukulan tersendiri bagi Presiden RI Jokowi untuk menyukseskan program-program G20. Untuk itulah, saya serukan untuk menjaga, melindungi, dan mendukung Jokowi dalam menghadapi ancaman Amerika Serikat yang didukung tujuh negara lainnya. Jokowi hari ini tampak sendirian menghadapinya. Kita, rakyat, harus mendukungnya.

Biarlah urusan Ade Armando sudah ada yang mengurusnya, tetapi Jokowi harus dikuatkan untuk tetap pada keputusannya menyukseskan G20. Sebenci apa pun terhadap presiden, tetapi jika sudah berurusan dengan pihak luar negeri, kita harus membelanya. Seperti saya juga yang tidak menyukai Presiden Soeharto, tetapi ketika dia berurusan dengan dunia luar, saya akan mendukungnya. Masalah dia di dalam negeri adalah masalah dalam negeri, tidak perlu orang lain ikut campur dan meminta bantuan luar negeri. Hal itu sebagaimana sebuah keluarga jika didera masalah, harus diselesaikan di dalam keluarga itu sendiri dan tidak melibatkan orang lain. Tidak elok jika kita bermasalah di dalam keluarga, lalu meminta orang lain untuk memukuli keluarga kita sendiri.

Dunia harus tahu bahwa Jokowi harus mengambil keputusan untuk mengundang seluruh anggota G20, termasuk Rusia. Kalaupun Vladimir Putin datang ke Bali, itu adalah haknya sebagai anggota dan Indonesia harus mengamankan kehadirannya. Indonesia harus tetap tidak memihak barat atau timur. Indonesia harus tetap Nonblok. Kalaupun Amerika Serikat dan sekutunya terus-terusan menekan Jokowi untuk mencoret Rusia atau memboikot G20, para diplomat Indonesia harus bekerja keras meyakinkan seluruh anggota G20 hadir. Apabila tidak mau hadir, itu menjadi urusan mereka. Hal yang penting adalah Indonesia sudah bekerja keras mempertemukan mereka untuk mengatasi masalah ekonomi dunia dibandingkan mengurusi perang. Urusan perang itu bukan di G20 tempatnya, melainkan di PBB. Kegagalan PBB dalam menyelesaikan konflik Rusia Vs Ukraina, harus ditolak jika dijadikan tanggung jawab Jokowi berikut rakyat Indonesia untuk menyelesaikannya. G20 adalah ajang ekonomi, bukan untuk menyelesaikan perang. Kalaupun Jokowi memfasilitasi pertemuan Presiden Ukrania Zelensky bertemu dengan Presiden Rusia Putin, tetap tempatnya bukan di G20, tetapi pada pertemuan lain meskipun tempatnya berada di Indonesia.  

Indonesia tidak perlu takut jika Amerika Serikat dan sekutunya berusaha menggagalkan atau memboikot G20 karena kehadiran Putin di Bali. G20 masih memiliki dua belas negara yang besar-besar dan berpotensi besar untuk menjadi pasar ekonomi besar melebihi Amerika Serikat dan sekutunya. Kedua belas negara itu lebih mudah untuk menjalin kerja sama ekonomi yang merupakan pasar besar, seperti, Pakistan dan Iran.

Tetaplah adil untuk semua dan bersahabatlah dengan semua. Jika masih juga ada negara yang sulit untuk bersahabat dengan semua dan ingin berkuasa di atas negara lainnya, biarkanlah karena itu keputusannya, Indonesia tetap harus terus bekerja sama dengan negara-negara yang ingin menyelesaikan masalah ekonomi pascapandemi ini untuk kebaikan bersama. Dengan demikian, Indonesia akan dicatat dalam sejarah dunia sebagai negara yang memimpin dunia menyelesaikan masalah ekonomi dunia. Hal itu sebagaimana Indonesia telah dicatat dunia sebagai negara yang mengumpulkan negara-negara terjajah di Asia Afrika untuk menegaskan kemerdekaannya di Bandung yang selalu diperingati secara berkala itu.

Sampurasun.

Monday, 2 August 2021

Perpanjangan PPKM

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Pengennya sih kalau bikin tulisan itu pendek, status pendek pun cukup asal bisa dipahami maksudnya. Akan tetapi, situasi dan kondisi seperti sekarang ini terkadang tulisan pendek atau status pendek  bisa menimbulkan salah pemahaman karena kurang lengkap. Akibatnya, status atau tulisan pendek itu harus diganti dengan yang lebih lengkap.

            Soal perpanjangan PPKM hingga 9 Agustus 2021 memang diumumkan dan diputuskan Presiden RI Jokowi. Akan tetapi, dia pun menjelaskan bahwa itu tidak terjadi di seluruh Indonesia, hanya di beberapa kota dan kabupaten tertentu. Hal itu bergantung dari situasi dan kondisi yang terjadi di setiap daerah.

            Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ada 45 kota/kabupaten dan 21 provinsi yang mengalami peningkatan kasus Covid-19. Di daerah-daerah itulah diberlakukan perpanjangan PPKM Level 4. Seluruh daerah itu berada di luar Pulau Jawa dan Bali. Hal itu berarti bahwa Pulau Jawa dan Bali tidak mengalami perpanjangan PPKM.

Penduduk Pulau Jawa dan Bali bisa bernafas lebih lega karena situasi membaik dan memang setelah pelaksanaan PPKM, angka kasus Covid-19 mengalami penurunan. Ada kelonggaran di Pulau Jawa dan Bali untuk kegiatan masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi. Masyarakat bisa lebih leluasa untuk berbisnis lagi. Akan tetapi, hal ini tidak menjamin bahwa Pulau Jawa dan Bali telah terbebas dari bahaya Covid-19. Oleh sebab itu, baik masyarakat maupun pemerintah harus sama-sama menjaga serta terus menekan penyebaran Covid-19 dengan tetap mematuhi Prokes, 5 M, 3 T, dan melaksanakan vaksinasi. Hal itu disebabkan jika kita tidak disiplin, situasi bisa menjadi buruk lagi, bahkan mungkin lebih buruk dan itu sangat merugikan semuanya.

Kalau semua berjuang keras dan tetap bersabar, situasi akan lebih cepat membaik. Setelah itu, kita harus membuktikan diri agar lebih rajin belajar dan lebih giat bekerja. Kalau setelah situasi membaik, tetapi kita tetap malas, tetap saja kita terjebak dalam kebodohan dan kemiskinan. Ada PPKM atau tidak, kalau malas, ya tetap saja hidup susah.

Sampurasun.

Wednesday, 19 April 2017

Lahirnya Gajah Mada

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya
Cukup terkejut saya membaca kisah lahirnya Gajah Mada yang ditulis seorang bangsawan Bali bernama Ida Cokorda Ngurah pada 1880 Saka atau 1958 Masehi. Keterkejutan saya itu karena saya tidak mengerti apa maksud penulisnya membuat kisah Gajah Mada seperti itu. Dalam setiap kisah, selalu ada pesan sponsor atau maksud dari penulisnya.

            Saya bertanya-tanya dalam hati apakah kisah Gajah Mada yang ditulisnya itu adalah dimaksudkan sebagai luapan pemberontakan dirinya terhadap penguasa?

            Apakah menyindir para pemimpin agama atau penguasa?

            Apakah justru memuliakan sosok Gajah Mada itu sendiri?

            Saya benar-benar tidak mengerti dan tidak bisa menduga.

            Kisah kelahiran Gajah Mada karya Ida Cokorda Ngurah itu dikutip dalam karangan berjudul Tokoh Sejarah sebagai Protagonis: Dua Buah Karya Sastra Jawa (Kuna), Partini Sardjono Pr., A Man of Indonesian Letters, essay honour of Prof. Teeuw, Edited by C.N.S. Hellwig and S.O. Robson, VKI 121 Derdrecht, 1986 : VII + 349 p.

            Dikisahkan bahwa Gajah Mada itu adalah anak yang lahir dari rahim seorang wanita brahmana bernama Nari Ratih. Sebelum Gajah Mada lahir, Nari Ratih dengan suaminya, Sura Dharma, diwisuda menjadi sewalabrahmacari. Sebagai konsekwensi wisuda itu, Nari Ratih tidak boleh bersenggama lagi dengan suaminya.

            Pada suatu saat Dewa Brahma sedang menjalankan tugas melestarikan kehidupan di dunia. Ia mencari “wadah” yang tepat untuk mewujudkan kehendaknya. Ketika melihat Nari Ratih yang cantik sedang berjalan menuju ladang tempat suaminya bekerja, Dewa Brahma menetapkan pilihan padanya. Dewa Brahma pun berusaha memaksakan kehendaknya untuk memenuhi “hasratnya” pada Nari Ratih. Setelah berupaya, Dewa Brahma berhasil memaksakan keinginannya kepada Nari Ratih.

            Mulai pada bagian ini saya bingung.

            Mengapa Dewa Brahma memilih Nari Ratih yang sudah punya suami?

            Bukankah banyak perawan-perawan cantik dan janda-janda yang tidak bersuami?

            Nari Ratih itu kan milik suaminya?

            Lagian, bukankah Nari Ratih itu sudah terlarang bersenggama dengan suaminya?

            Dengan suaminya saja, tidak boleh, mengapa dengan dewa boleh?

            Mengapa harus berupaya keras memaksakan “hasratnya” pada Nari Ratih?

            Mengapa tidak merayu, membujuk, menggunakan kata-kata manis yang menarik hati Nari Ratih?

            Bukankah dengan menggunakan rayuan maut lebih manis dibandingkan dengan melakukan paksaan?

            Kita teruskan lagi kisahnya. Pasca-pemaksaan hasrat Dewa Brahma, Nari Ratih pun mengandung seorang anak laki-laki. Bayi laki-laki hasil paksaan hasrat Dewa Brahma itu ditinggalkan Nari Ratih di tangga pemujaan Desa Mada.

            Saya bingung lagi.

            Mengapa Nari Ratih meninggalkan bayinya?

            Malu?

            Apa penjelasannya sehingga tidak mau mengurus bayinya?

            Kita teruskan lagi kisahnya. Pada malam harinya Kepala Desa Mada terbangun dari tidurnya karena seakan-akan ada yang membangunkannya. Ia seakan-akan ditarik keluar untuk melihat sinar cemerlang yang keluar dari rumah pemujaan Desa Mada. Ketika dihampirinya, ternyata yang mengeluarkan sinar ialah bayi laki-laki yang menangis di anak tangga rumah pemujaan. Kepala Desa Mada tercengang melihat anak itu. Bayi itu pun diberi nama Pipil Mada.

            Ceriteranya masih panjang sebenarnya. Akan tetapi, saya menduga-duga bahwa ketika Nari Ratih tidak mau mengurus bayi itu dan meninggalkannya, Dewa Brahma mengambil alih untuk mengurusnya. Akan tetapi, Dewa Brahma tidak mau mengurusnya sebagai single parent. Ia justru membangunkan Kepala Desa Mada dari tidurnya agar mau mengurus anaknya itu.

            Kisah-kisah selanjutnya Gajah Mada tumbuh sebagai “manusia setengah dewa” mirip-mirip dengan kisah Hercules dari Yunani.

            Hal yang membuat saya bertanya-tanya adalah ya itu tadi soal Dewa Brahma memilih Nari Ratih yang sudah punya suami dan menikungnya dengan paksaan hasrat di tengah jalan ke ladang, padahal Nari Ratih saat itu sedang berjalan menuju ladang tempat suaminya bekerja. Di samping itu, Nari Ratih kan sedang terlarang melakukan senggama, bahkan dengan suaminya sendiri.

            Padahal, kan masih banyak perawan atau janda cantik dan sebagai dewa, Brahma tidak perlu menikung di tengah jalan ke ladang. Dewa kan bisa menggunakan kata-kata manis yang menyentuh hati.

            Saya benar-benar tidak memahami maksud dari penulis ceritera menyuguhkan kisah seperti itu.

            Kalau ada di antara para pembaca yang dapat memberikan pencerahan tentang kisah itu agar saya tidak bingung lagi, saya sangat berterima kasih.


            Sampurasun.

Monday, 17 April 2017

Kisah Wayang Asli Indonesia, Bukan India

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya
Kisah-kisah wayang selama ini dikenal dunia berasal dari India. Mereka yang pertama kali mengatakan bahwa kisah-kisah wayang ini berasal dari India adalah orang-orang Belanda. Mereka mengatakan berasal dari India karena kisah-kisah itu banyak dipengaruhi bahasa Sansakerta. Mereka menduga bahasa Sansakerta berasal dari India, padahal kuat dugaan bahwa bahasa Sansakerta itu adalah berasal dari Indonesia dan merupakan bahasa tinggi yang berlaku di lingkungan orang-orang tinggi, para pejabat tinggi, dan terpelajar saat itu. Akan tetapi, bahasa Sansakerta musnah di Indonesia karena para penggunanya dihukum Allah swt pada bencana mahadahsyat yang menghancurkan Benua Sundaland menjadi kepulauan seperti sekarang ini. Untuk lebih jelasnya, baca tulisan saya yang lalu berjudul Matinya Bahasa Sansakerta.

            Berdasarkan konstruksi yang saya buat pada tulisan Matinya Bahasa Sansakerta, berarti pula kisah-kisah pewayangan ini berasal dari Indonesia yang kemudian menyebar ke India.

            Kalaulah kisah-kisah Ramayana, Mahabharata, atau yang lainnya benar dari India, siapa yang membawanya ke Indonesia?

            Orangnya harus terkenal karena kisah ini sangat populer di Indonesia dalam bentuk pewayangan. Akan tetapi, ternyata tidak diketahui.

            Kalaulah kisah-kisah itu berasal dari orang Indonesia yang pernah ke India, dia harus lama berada di India, kemudian sangat populer di Indonesia karena kisah-kisah ini sangat populer di Indonesia.

            Siapa orangnya?

            Tidak jelas. Gelap.

            Sebagaimana yang telah saya tulis bahwa berdasarkan peta yang dibuat Prof. Dr. Edi S. Ekadjati, dulu pada masa Indonesia masih berbentuk Sundaland, India itu hanyalah sebuah kadipaten dari kekuasaan Kerajaan Sunda, Indonesia. Pengaruh politik Kerajaan Sunda sangat besar pada wilayah-wilayah yang dikuasainya, termasuk India. Pengaruh itu di antaranya bahasa Sansakerta dan kisah-kisah pewayangan.

            Akan tetapi, ketika terjadi bencana besar yang menghancurkan Benua Sundaland berkeping-keping menjadi kepulauan seperti sekarang ini, para pengguna bahasa Sansakerta dan para penggemar kisah pewayangan itu pun ikut musnah, kecuali masih diingat oleh sedikit orang yang diselamatkan Allah swt dalam jumlah sedikit dan termasuk golongan lemah, terhina, tetapi masih beriman kepada Allah swt. Adapun daratan India meskipun ikut bergetar dan tertimpa bencana juga, kerusakannya tidak separah kehancuran Sundaland. Oleh sebab itu, bahasa Sansakerta dan kisah pewayangan itu masih bertahan di India.

            Orang-orang lemah dan beriman yang selamat inilah yang kemudian tetap melestarikan kisah-kisah itu karena isinya sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Isinya biasanya tentang sastra, pernikahan, agama, dan pengaturan negara. Mereka pun membangun kembali dunia yang telah hilang itu dari awal dalam bentuk kepulauan sambil tetap melestarikan kisah-kisah itu.

            Pada perkembangan berikutnya kisah-kisah ini disebut kakawin. Kawi adalah bahasa Sansakerta yang artinya “ia yang diberkati dengan kearifan”, “Yang Mahatahu”, “Yang Suci”. Akan tetapi, kemudian diartikan sebagai “penyair” (Partini Sardjono, 1986).

            Penulisan kakawin ini terus terjadi berabad-abad kemudian, berkembang, dan semakin populer. Hasil karya sastra kakawin yang paling populer dan paling tua adalah berasal dari Jawa Tengah, Indonesia yang berjudul Ramayana.

            Dr. Partini Sardjono Pr., S.S. saat pengukuhan penerimaan jabatan Guru Besar dalam Ilmu Sastra pada Fakultas Sastra, Universitas Padjadjaran, Bandung dalam pidatonya yang berjudul Peranan Sastra Nusantara Kuna dalam Alam Pembangunan Nasional (5 Juli 1986) mengatakan bahwa penulisan sastra kakawin berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Dari sinilah mulai lebih terang diketahui beberapa penulis kakawin berikut karya-karyanya. Arjunawiwaha ditulis oleh Mpu Kanwa (abad 11), Bharatayudha ditulis oleh Mpu Sedah yang kemudian diteruskan Mpu Panuluh (abad 12), Hari Wangca dan Ghatotkacasraya ditulis Mpu Panuluh (abad 12), Kresnayana ditulis Mpu Triguna (abad 13), Smaradahana ditulis Mpu Dharmaraja (abad 12), Sumasantaka ditulis Mpu Monaguna (abad 13), Bhomantaka (abad 13), Negarakrtagama ditulis Mpu Prapanca (abad 14), Sutasoma ditulis Mpu Tantular, dan Lubdhaka atau Siwaratrikalpa ditulis Mpu Tanakung (abad 15).

            Sayangnya, penulisan-penulisan karya sastra jenis ini mengalami kemunduran seiring dengan mundurnya kekuasaan Majapahit akibat konflik-konflik politik yang terjadi pada abad 16. Memang pada abad 16 ini di samping konflik politik yang sangat keras terjadi di Majapahit, juga mulai datangnya penjajahan Belanda pada 1602. Para ahli dan peneliti Belanda mengatakan bahwa kakawin itu merupakan kisah-kisah Hindu atau Budha dan berasal dari India. Dari sinilah tampaknya mulai kekeliruan itu. Hal itu menyebabkan orang-orang yang sudah mengikuti Islam Muhammad saw setelah sebelumnya menganut Islam berdasarkan nabi-nabi terdahulu menganggap bahwa kisah-kisah kakawin itu tidak penting karena menurut Belanda berasal dari Hindu, Budha, dan India. Adapun para wali dan penyebar ajaran Muhammad saw lebih banyak berceritera tentang Nabi Muhammad saw, keluarganya, para sahabat, serta para pejuang Islam.

            Tampaknya, konflik politik di Majapahit yang sangat keras, kehadiran penjajah Belanda, dan kisah-kisah Nabi Muhammad saw membuat karya sastra kakawin tidak lagi disukai, bahkan cenderung akan dimusnahkan karena ya itu tadi anggapan keliru mengenai kakawin berasal dari India dan merupakan alat untuk menyebarkan Hindu dan Budha. Hampir saja kisah-kisah ini benar-benar musnah jika para bangsawan dan rohaniwan Majapahit tidak menyingkir ke Pulau Bali.

            Di Bali para bangsawan Majapahit dan para rohaniwannya mendapat kehidupan yang lebih layak sehingga kisah-kisah kakawin ini masih lestari. Kemudian, penulisan karya sastra ini dilanjutkan oleh orang-orang Bali. Akibatnya, latar belakang hidup, pengalaman hidup, dan agama orang-orang Bali yang Hindu pun mempengaruhi isi kakawin. Jadi, kakawin ini sekarang benar-benar terpengaruhi agama Hindu. Dari sini tampaknya hubungan dengan India menjadi erat. Hal ini bisa dilihat dari ceritera asal India yang mengisahkan Dewa Krisna sedang berada di Bali.

            Berbeda dengan di Pajajaran, Sunda. Karena di Pajajaran tidak terjadi konflik-konflik keras seperti yang terjadi di Majapahit, para bangsawan dan rohaniwan Pajajaran tidak lari kabur ke pulau lain. Dengan demikian, karya-karya sastra kakawin tidak lari ke mana-mana, malahan masuk ke dalam berbagai kawih (tembang, lagu). Karena tidak lari ke mana-mana dan menerima dengan baik ajaran Muhammad saw setelah sebelumnya menganut Sunda Wiwitan, hasil karya sastra jenis ini mendapatkan pengaruh ajaran Islam sangat kuat sehingga justru digunakan menjadi alat untuk menyebarkan agama Islam. Hal ini bisa kita lihat dari setiap pagelaran wayang golek. Siapa pun dalangnya, dari ke generasi ke generasi, wayang golek selalu sarat dipenuhi oleh nasihat-nasihat Islami dan keluhuran budi pekerti Sunda yang memperkuat akhlakul karimah sebagaimana diajarkan Muhammad saw.

WAYANG GOLEK. Foto: manuskripkesunyian.wordpress.com 

            Begitulah kira-kira konstruksinya jika kita melibatkan eksistensi Benua Sundaland dalam sejarah hidup Indonesia. Memang sudah seharusnya eksistensi Benua Sundaland berikut kehancurannya dimasukkan menjadi bagian dari kronologis sejarah Indonesia dari masa ke masa.

            Sesungguhnya, Allah swt yang lebih mengetahui segalanya.


            Sampurasun.

Wednesday, 23 March 2016

Cara Mudah Menghadapi Cina

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya

Orang-orang dari Cina ini memiliki sejarah yang cukup banyak di Indonesia ini. Kehidupan mereka pun mewarnai sejarah perkembangan bangsa Indonesia. Berbagai catatan tentang kehadiran mereka pada banyak pulau di Indonesia ini bisa dilacak pada berbagai literatur. Mereka memang gemar bertualang dan mencari wilayah-wilayah baru. Di Indonesia ini tampak eksistensi mereka hampir pada seluruh wilayah.

            Banyak dari mereka yang mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan yang baru di Indonesia ini sehingga terjadi akulturasi yang positif. Kita bisa melihat bahwa mayoritas mereka ingin menjadi bagian dari masyarakat Indonesia serta memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat lainnya. Akan tetapi, ada pula benturan-benturan kecil-kecil yang terjadi dengan masyarakat. Bahkan, mereka pernah berniat menguasai kerajaan di Indonesia meskipun akhirnya tidak kesampaian.

            Paling tidak, ada catatan sejarah mengenai “niat” mereka untuk menguasai tersebut. Mereka sempat akan menyerbu Kerajaan Poli. Sekarang namanya menjadi Bali. Kerajaan Poli atau Bali tersebut saat itu dipimpin oleh seorang perempuan, namanya Ratu Shima. Ratu ini dikenal sangat tegas dan tidak pilih bulu. Ia lebih menekankan rakyatnya agar berperilaku baik dan berbudi pekerti luhur. Untuk menjamin kehamonisan rakyatnya, ia “mengharamkan” emas. Memiliki emas dianggap sebagai kejahatan besar dan serius. Siapa pun yang memiliki emas, hukumannya adalah “mati”. Ia memang memberlakukan hukum itu dengan penuh ketegasan, malah kelewat “kejam”.

            Kerajaan Cina sempat akan menyerbu untuk menguasainya. Sebelum menyerang, Cina melakukan semacam “uji coba” pada kharisma Ratu Shima terhadap rakyatnya, rakyat Bali. Intelijen Cina sengaja menyimpan sekarung emas di tengah jalan untuk menguji rakyat dan penguasa Bali. Selama berbulan-bulan, karung itu tidak ada yang menyentuhnya. Orang-orang pun tidak mempedulikannya. Suatu saat para pembesar istana melalui jalan itu. Tanpa sengaja, Sang Putera Mahkota menendang karung berisi emas itu. Mengetahui hal tersebut, Ratu Shima marah bukan main. Ia pun segera akan menghukum mati anaknya sendiri. Terjadilah kegoncangan di istana. Para pembesar istana cemas jika Putera Mahkota dihukum mati. Mereka pun protes dan memohon agar Putera Mahkota diampuni dan tidak dihukum mati. Setelah mempertimbangkan matang-matang, Ratu Shima akhirnya tidak jadi menghukum mati anaknya. Akan tetapi, kaki Putera Mahkota yang telah menyentuh karung emas itu harus dipotong. Tegas bukan main dia.

            Setelah melihat peristiwa itu, Kerajaan Cina pun mengurungkan niatnya untuk menyerang dan menguasai Bali. Mereka tidak berani berhadapan dengan pemimpin yang tegas dan memiliki kharisma tinggi di hadapan rakyatnya.

            Belajar dari kearifan lokal atau local wisdom yang pernah terjadi di Bali tersebut, untuk menghadapi Cina yang mulai berulah, bermain “api” di perairan Indonesia, para pemimpin Indonesia harus mempunyai suara yang sama tegas soal kedaulatan Indonesia serta pelanggaran yang dilakukan kapal nelayan Cina dan coast guard China. Para pembesar Indonesia pun harus sama-sama tidak mempedulikan keinginan Cina untuk membebaskan para pencuri ikan asal Cina itu. Di samping itu, rakyat Indonesia pun harus memiliki pandangan yang sama dengan pemerintah Indonesia soal perilaku Cina yang arogan itu. Apabila rakyat dan para pemimpinnya memiliki satu suara, Cina pun berhitung ulang untuk melakukan arogansi lainnya di wilayah Indonesia.

            Tampaknya, pemerintah Indonesia melalui para menterinya bersama DPR RI sudah satu suara. Yang belum satu suara adalah kemungkinan para pengusaha yang sudah sering berbisnis dengan pihak Cina. Mereka mungkin agak ragu berseberangan pendapat dengan Cina karena sudah sedikit agak “terbeli” oleh pihak Cina. Hal yang agak mengkhawatirkan adalah pernyataan Istana Jokowi yang segera menegaskan bahwa “Indonesia tidak berkonflik dengan Cina”. Pernyataan itu terlalu prematur. Soal Indonesia berkonflik atau tidak dengan Cina sesungguhnya bergantung pada sikap Cina sendiri. Indonesia memang tidak menginginkan konflik dan menganggap bahwa kasus kapal Kway Fey itu cuma soal penangkapan para pencuri asal Cina yang harus dihukum oleh hukum Indonesia. Kasusnya menjadi besar karena pemerintah Cina bersikap arogan dan seolah-olah bisa mendesakkan keinginannya untuk membebaskan para pencoleng itu.

            Kita harus mendukung penuh Menteri Susi Pudjiastuti dan Menlu Retno Marsudi dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia. Investasi dan bisnis Cina di Indonesia tidak boleh menjadi alasan untuk tidak bersikap tegas soal kedaulatan dan hukum Indonesia. Jangan ada satu elemen pun di Indonesia ini yang melemahkan Susi-Retno. Hal itu disebabkan jika ada sedikit ketidakbersamaan di dalam negeri, pemerintah Cina memiliki celah untuk memainkan keinginannya yang sama sekali tidak terpuji di Indonesia.

            Kita bisa melihat bahwa sengketa Laut Cina Selatan berlarut-larut karena tidak ada kebersamaan di antara anggota Asean dalam menentang arogansi Cina dalam menguasai wilayah perairan yang luas tersebut, malahan melanggar wilayah perairan negara lain. Akibatnya, Cina berkonflik dengan Filipina, Malaysia, Brunai, dan Vietnam. Cina merasa tenang melakukan pelanggaran tersebut karena Kamboja seolah-olah telah “terbeli” oleh berbagai investasi yang dilakukan Cina di sana. Kamboja memang selalu berupaya untuk tidak membuat Cina marah. Artinya, Cina memainkan celah ketidakbersamaan di dalam anggota Asean.

            Apakah Indonesia akan seperti Kamboja yang mudah sekali ditarik hidungnya bagai kerbau congek oleh Cina?

            Memalukan!

Thursday, 12 March 2015

Rasis Pemabuk Kocak



oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya

Saya tak mengira akan ketemu dan berdebat dengan orang asing yang teramat menggelikan. Awalnya, saya pikir dia pandai, bule toh? Akan tetapi, ternyata bodohnya minta ampun.

            Perdebatan ini berawal dari komentar saya terhadap video di Youtube yang berjudul 20 PROBLEM WITH THE Prophet Mohammed, ’20 MASALAH DALAM DIRI Nabi Muhammad’. Video ini diunggah oleh seseorang yang menggunakan nama God’sReal101.

            Dalam video itu disebutkan kedua puluh masalah dalam diri Nabi Muhammad saw sebagai berikut.

1. Muhammad adalah manusia yang sangat ideal
2. Muhammad (51) menikahi gadis favoritnya, Aisyah ketika berusia  6 tahun
3. Muhammad (53) memperkosa Aisyah ketika usia 9 tahun
4. Muhammad menyuruh membunuh semua anjing karena anak anjing
5. Muhammad dibantu dalam memenggal kepala 600 – 900 tahanan dalam satu hari
6. Muhammad dan penghinaan terhadap dirinya dan Islam harus dihukum mati
7. Muhammad telah membunuh perempuan yang menghinanya
8. Muhammad memerintahkan orang murtad untuk dibunuh
9. Muhammad mengutuk bibi dan pamannya untuk masuk neraka
10. Muhammad telah mendapatkan kemenangan melalui teror
11.  Muhammad membunuh wanita yang berzinah menggunakan batu setelah perempuan itu melahirkan anaknya.
12. Muhammad mendapat bagian 20% dari seluruh harta hasil rampokkannya
13. Muhammad telah berbicara dengan Iblis
14. Muhammad mengendarai Buraq (setengah keledai bersayap) ke surga dan kembali lagi bertemu dengan Musa
15. Muhammad memimpin 27 pertempuran dan memerintahkan 47 perang lainnya
16. Muhammad memiliki lebih dari 50 budak seks dan istri
17. Muhammad tidak pernah punya anak laki-laki
18. Muhammad membolehkan dirinya memiliki istri tanpa batas
19. Muhammad telah diperintahkan Allah untuk menikahi istri anak angkatnya
20. Muhammad adalah nabi palsu dan Injil Suci telah mengingatkan nabi palsu seperti orang ini.
       
             Bagi yang ingin melihat perdebatan aslinya dalam bahasa Inggris silakan lihat di  

            Berikut komentar saya dan percakapan yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
           
            Video ini penuh kebohongan. Datanya diambil dari sumber-sumber yang tidak bisa dipercaya. Datanya juga diterjemahkan dengan cara yang sangat buruk.

            Pembuat video ini penuh kebencian, kemarahan, dan permusuhan. Tolol jika kalian percaya tentang ajaran Islam dari bukan orang Islam. Sama tololnya dengan orang yang percaya tentang kesehatan dari pemulung barang bekas.

            Tanya ahlinya. Jika kalian ingin tahu tentang Islam, tanya orang Islam yang ahli tentang Islam. Kalian akan tahu kebenaran Islam. Jangan percaya kepada orang yang suka menebarkan kebohongan, fitnah, dan kebencian. Mereka akan menipumu.

            Tak lama kemudian, ada yang mengomentari komentar saya. Dia menggunakan nama Officious Bystander dari Edinburgh, Inggris.

Officious Bystander:
            Jadi kita sepakat ya bahwa Muhammad itu orang sakit jiwa yang mendengar suara di dalam kepalanya, pedofilia, pembunuh, dan penjual perang?

            Bagus, Cowok Damai.

Tom Finaldin:
            Ceritera Muhammad saw yang kamu dapatkan penuh kebohongan dan penuh penipuan. Katakan kepadaku dari mana kalian mendapatkan ceritera-ceritera palsu itu!

Officious Bystander:
            Maafkan aku. Aku tidak mengerti apa maksud dari tulisan kamu.

Tom Finaldin:
            Kamu berbohong atau pura-pura tidak mengerti.

Officious Bystander:
            Aku bertanya kepadamu sebagai klarifikasi atas apa yang kamu tulis. Kamu malah mengatakan aku pembohong?

Tom Finaldin:
            Dari mana kamu mendapatkan ceritera-ceritera tentang Muhammad saw yang menjijikkan seperti itu?

*******

            Tiba-tiba Si Justin Antitheist menjawab dengan tegas. Mungkin dia masih penasaran sama saya karena pernah saya kalahkan dalam debat.

*******

Justin Antitheist:
            Hadits

Tom Finaldin:
            Hadits palsu

Officious Bystander:
            Jadi, kalau begitu, anak perempuan Allah yang mana yang menjadi favorit kamu?

            Al Lat sepertinya terdengar bagus seperti Beibs.

Tom Finaldin:
            Kamu sedang mabuk Narkoba?

Officious Bystander:
            Permisi? Aku pikir kamu mengklaim diri sebagai muslim? Apakah kamu menyangkal bahwa Muhammad menyatakan bahwa Al Lat, Al Uzza, dan Mannat adalah anak-anak Allah? Anak-anak dari “Dewa Bulan”—Itulah sebabnya mengapa selalu ada gambar bulan sabit di bendera-bendera kalian.

            Ha ha ha ha ha! Aku lebih tahu tentang agama kamu daripada kamu sendiri.

Tom Finaldin:
            Wua ha ha ha ha …..

            Itu sangat lucu …. Ha ha ha ha …..

            Kamu mendapatkan ceritera itu dari seorang pemabuk. Kamu juga mendengarkan ceritera itu sambil mabuk. Kalian hanyalah sekumpulan para pemabuk.

            Wua ha ha ha ha ha ha …..

Officious Bystander:
            Bagus, aku senang kamu pikir ini lucu. Aku ragu yang lain berpikir ini lucu. Akan tetapi, ini sangat bagus untuk memberikan kamu kesenangan dalam kehidupan kamu yang menyedihkan.

            Kamu jelas sekali tidak tahu apa-apa tentang Al Quran atau kamu hanya melakukan penyangkalan diri.

Tom Finaldin:
            Kamu bilang kehidupanku menyedihkan?

            Kamu dukun? Bagaimana kamu bisa tahu aku sedang sedih atau bahagia?

Officious Bystander:
            Itu ada di dalam Al Quran dan hadits-hadits kamu. Kenapa kamu tidak baca itu? Kamu malah menghina orang lain.

Tom Finaldin:
            Kamu jangan membuat aku tertawa lagi.

            Al Quran?

            Apa nama surah-nya, ayat berapa?

            Hadits?

            Siapa saja yang meriwayatkan hadits itu? Bagaimana isinya secara lengkap?

Officious Bystander:
            Pergi sana dan cari sendiri Bajingan Pemalas!

Tom Finaldin:
            Kamu ingin tahu kenapa aku tertawa?

            Ceritera itu tidak ada di dalam Al Quran maupun hadits. Seperti yang aku bilang, itu hanyalah ceritera para pemabuk.

Officious Bystander:
            Orang-orang Eropa tidak tertarik pada Al Quran, tetapi pengaruh dari orang sakit jiwa ada juga pengikutnya.

            Kami sangat memahami sejarah Islam dan kelemahan buku yang disebut kalian “Kitab Suci”. Kamu, dalam kata lain, dibutakan oleh keimanan dan tidak pernah menanyakan segala yang diajarkan kepada kamu.

            Secara rasional, orang-orang Eropa yang berpendidikan tidak menemukan pemenggalan kepala nonmuslim atas nama Al Quran yang sangat lucu itu. Juga tidak menemukan ancaman dari orang Islam terhadap hidup kami yang kami izinkan memasuki Eropa untuk mengambil keuntungan dari kedermawanan kami yang juga sangat ditertawakan.

            Kamu mendapatkannya dan mendapatkan tertawa kecil yang baik untuk dirimu sendiri. Ada pepatah Inggris, “Siapa yang tertawa terakhir, akan tertawa paling keras”. Kamu harus menghadapi itu.

Tom Finaldin:
            Aku dengar menurut statistik 20.000 orang Amerika Serikat masuk Islam setiap tahun. Kemudian, jutaan orang Eropa sudah masuk Islam.

Benarkah Itu? Hebat mereka.

            Kamu juga kurang informasi. Kami selalu berdiskusi dengan para imam dan teman-teman tentang ayat-ayat Al Quran, hadits, dan tarikh. Bahkan, kadang-kadang para imam mendapatkan banyak hal baru dari murid-muridnya dan itu menyenangkan.

            Mempercayai sesuatu tanpa proses berpikir, kami sebut taqlid. Hal itu terlarang dalam Islam.Kami tidak boleh mempercayai sesuatu tanpa berpikir. Kami harus selalu menggunakan pikiran. Kenyataannya, Muhammad saw mendorong kami untuk selalu berpikir.

            Muhammad saw berkata, “Berpikir sebentar untuk kebaikan pahalanya sama dengan shalat 70 tahun.”

            Kamu berbicara tentang pemenggalan kepala. Hukuman apa pun tidak akan pernah bisa diimplementasikan tanpa persetujuan legislatif dan eksekutif, benar kan?

            Kamu angkuh dan arogan. Kamu bilang Islam ada di Eropa karena kebaikan dan kedermawanan kalian. Bukan, bukan itu. Islam ada di Eropa karena orang-orang Eropa menginginkan cahaya dalam hidup mereka. Mereka melihat cahaya itu dalam Islam. Kemudian, mereka memasuki cahaya itu.

            Tentang pepatah Inggris itu, kalian sudah terlalu lama menertawakan Islam dan kaum muslimin, sekarang saatnya kami yang tertawa.

Officious Bystander:
            Arogan? Bukan aku yang menertawakan postingan orang lain dengan cara yang merendahkan.

            Lain kali kamu harus berbicara sama imam-imam kamu tentang dewi-dewi yang menjadi puteri-puteri Allah. Aku yakin akan menyenangkan.

            Kamu benar, “Muhammad berkata”, bukan Allah, Iblis, atau orang lain. Itu hanya kata-kata yang dibuat-buat oleh orang sakit jiwa yang licik, pikiran penuh tenaga kegilaan, perampok uang, dan penjual perang.

            Jadi, apakah kamu melakukan pemenggalan kepala? Aku senang karena kamu mengakui telah menjadi binatang barbar. Orang mungkin akan menyangka bahwa apa yang dilakukan orang-orang Eropa untuk kamu dengan segala peradabannya telah memberikan pengaruh yang besar, tetapi jelas tidak.

            Orang-orang Eropa memiliki cahaya dalam hidup mereka. Kristen adalah agama yang damai yang tujuh ratus tahun lebih tua daripada penyusunan Al Quran omong kosong.

            Kami adalah orang-orang sekuler yang memiliki Renaisance dan Enlightement tidak mengatakan apapun atas kontribusi besar yang diberikan para filsuf Eropa pada kemanusiaan. Setelah memberikan semua itu, sangat sulit untuk melihat kebiadaban barbar, agama sadis seperti Islam, tidak seperti kami yang telah memberikan kontribusi positif bagi kebudayaan yang canggih.

            Agama kotor kamu menodai Eropa hanyalah karena terjadinya imigrasi massal, tak ada alasan lain.

            Akhirnya, aku mengatakan yang sebenarnya bahwa budaya tinggi Eropa telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan manusia. Katakan padaku apa yang telah dilakukan Filipina atau orang Filipina selain dari membunuh para wisatawan di Bali?

Tom Finaldin:
            Kalian selalu berbicara menggunakan fakta-fakta palsu dan kebencian. Itulah yang menyebabkan kalian sangat lemah.

            Jika kamu benar-benar orang Kristen, kalian harus lebih banyak belajar.

            Yesus digambarkan sebagai orang yang penuh kasih sayang, berbicara lembut dan sopan, membawa perdamaian.

            Akan tetapi, kalian? Kalian sangat kasar dan penuh kebencian.

            Kalian mempermalukan Yesus.

            Aku adalah orang yang sangat menghormati Yesus.

            Kalian tetap angkuh dan arogan memuji diri sendiri menganggap sudah memberikan sumbangan berharga pada dunia.

            Kalian tahu apa yang kalian lakukan pada masa Renaisance dan Enlightement itu?

            Itu adalah masa kegelapan dan kesengsaraan bagi kami. Pada saat yang sama kalian dengan angkuh mendatangi negeri kami. Kalian memulai penjajahan. Belanda, Inggris, Portugis, Amerika, Jerman, dan Jepang datang berturut-turut merampok harta dan menghancurkan kebudayaan kami. Kami menderita lebih dari 350 tahun karena kekejaman yang kalian lakukan.

            Beruntung, kami berhasil membunuh dan mengusir kalian.

            Kalian tahu teriakan kami ketika membunuh dan mengusir kalian?

            ALLAHU AKBAR! MERDEKA ATAU MATI! ALLAHU AKBAR!

            Kami menang. Itu fakta! Sekarang kami adalah keturunan pemenang perang.

            JANGAN PERNAH BERPIKIR UNTUK DATANG LAGI KARENA KAMI AKAN MEMBUNUH KALIAN LAGI!

            Kerusakan yang telah kalian lakukan sangat parah. Sampai hari ini kami terus bekerja memperbaiki kerusakan-kerusakan yang telah kalian perbuat. Kami tidak akan pernah melupakan kejahatan yang kalian lakukan. Kami mewariskan kisah kejahatan kalian secara turun-temurun.

            Pembangunan apa?

            Itu bukan pembangunan, tetapi perampokan terhadap alam yang didasarkan pada kerakusan dan kecintaan berlebihan terhadap uang. Fakta hari ini adalah kerusakan alam, penipisan lapisan ozon, ketidakseimbangan alam, dan global warming adalah diakibatkan oleh pembangunan yang kalian lakukan berdasarkan ketamakan.

            Sekarang kami sedang mencoba membangun berdasarkan budaya kami sendiri. Kami dan alam adalah sama-sama ciptaan Allah swt, jadi tidak boleh saling menghancurkan.

            Tragedi yang terjadi di Bali adalah terorisme. Kami sudah mengatasinya. Hukuman mati bagi para teroris.

Officious Bystander:
            Kamu tidak penting banget memelihara perasaan benci.

            Sebagaimana bencana alam, Filipina sering menderita karena angin topan dan tsunami. Itu hanya karena posisinya secara geografi. Itu tidak ada hubungannya dengan industrialisasi.

            Kalian sama sekali secara fakta tidak menendang keluar satu orang pun dari negara kalian. Jangan tenggelamkan dirimu dalam khayalan.

            Siapa yang peduli ketika sekelompok kecil orang Filipina kerdil berteriak-teriak tentang Allah saat orang-orang Eropa menjajah mereka? Apa yang kamu lakukan saat itu? Menggigit kaki mereka? Kalian mudah dikuasai oleh orang yang lebih kuat, lebih tinggi, dan lebih pintar. Di dalam hatimu mengakui bahwa hal itu benar, itu menjadi ingatan yang memberatkan bagi pundakmu.

            Ketika orang-orang Eropa datang pertama kali di tanah Filipina, kami harus menunjukkan diri sebagai para dewa dan ahli alam kalian. Perempuan kalian hanya ingin dihisapi oleh orang-orang tampan, orang kuat Eropa—pria sejati. Mereka semua sebelumnya sudah diketahui sebagai orang-orang kerdil dan Arab kotor.

            Kalian dengan mudah dihancurkan oleh kekuatan Eropa dan bersyukur, kami sedang dalam proses mendidik kalian. Sayangnya, orang-orang Arab datang lebih dulu dan menyebarkan agama yang kotor.

            Saat ini kalian tampaknya hanya mengekspor perempuan-perempuan cantik untuk dinikahi (meninggalkan perempuan yang jelek untuk kamu) para perawat dan para pembantu rumah tangga.

Tom Finaldin:
            Kamu itu dari tadi sebenarnya ngomongin apa sih?

            Islam, orang Islam, Eropa, Filipina, Indonesia, atau Bali?

            Masalahnya ada di mana sih?

Masalahnya adalah terjemahan bahasa yang buruk atau kamu memang Rasis Pemabuk?

            Aku tidak tahu. Aku tidak mengerti, sungguh.

Officious Bystander:
            Ini sungguh sangat sederhana. Orang Islam Filipina kerdil adalah dididik dengan buruk yang dieksploitasi oleh orang-orang Eropa.

            Setelah semua itu, apalagi yang bagus tersisa buat kamu?

Tom Finaldin:
            Apa?

            Berapa gelas alkohol yang sudah kamu minum?

            Kamu sedang mabuk Narkoba?

Officious Bystander:
            Tidak, itu adalah sesuatu yang bagus untuk kamu, sama sekali tidak.

Tom Finaldin:
            Kalian hanyalah segerombolan pecandu Narkoba.

Officious Bystander:
            Miskin secara rutin.

Tom Finaldin:
            Ha ha ha ha ha ha ……

Officious Bystander:
            Ada yang salah di kepala kamu.

Tom Finaldin:
            Wua ha ha ha ha ha ……

*******

            Dia tidak meneruskan lagi percakapan. Saya juga berharap tidak perlu diteruskan lagi karena rasanya rugi ngobrol sama pemabuk Narkoba kayak dia. Saya kira bakal akademis, ilmiah, eh … ternyata kacau. Saya sudah berapi-api menunjukkan sejarah perjuangan Indonesia, eh … dia ngomongin Filipina dengan sejarahnya yang nggak jelas begitu. *******