Friday, 29 September 2023

Komunis Rusia Hajar Brutal Pembakar Al Quran

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Rusia yang komunis itu ternyata sangat menghormati Islam. Pada dasarnya, mereka menghormati agama apa pun. Penghinaan dan penistaan terhadap agama adalah kejahatan yang sangat serius di Rusia. Padahal, mereka komunis yang kata segelintir orang Indonesia adalah antiagama.

            Nikita Zhuravel adalah pria Ukraina yang pindah ke Rusia. Dia membakar Al Quran dekat Masjid Volgograd beberapa bulan lalu. Kemudian, ditangkap polisi Rusia dan kasusnya dilimpahkan ke pengadilan Chechnya. Di sinilah Zhuravel dihajar habis oleh Adam Kadyrov, putera pemimpin pasukan muslim Chechnya. Adam Kadyrov yang masih 15 tahun ini memukuli dan menendang Zhuravel secara brutal. Lumayan mengerikan jika dilihat video aslinya. Memang Adam dididik ayahnya secara militer dan pernah berperang di garis depan melawan pasukan Ukraina. Sementara itu, Zhuravel hanya bisa pasrah diseret-seret dan dijatuhkan Adam dengan serangan yang sangat keras.


Adam Kadyrov bersama ayahnya, Razman Kadyrov (Foto: Komando Bhayangkara)

            Bagi saya, sebagai orang Indonesia, ini adalah kejadian brutal dan sadis. Akan tetapi, kita harus menghormati hukum dan aturan yang berlaku di wilayah orang lain. Di Chechnya perilaku pemukulan itu dibenarkan oleh peraturan, bahkan mendapatkan dukungan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin. Rusia memang melindungi negaranya agar menjadi tempat yang aman bagi seluruh pemeluk agama. Apalagi Razman Kadyrov, ayah dari Adam Kadyrov adalah kesayangan Putin dalam berperang melawan Ukraina.

            Setiap wilayah, setiap negara memiliki kebiasaan, adat, aturan, dan hukum yang berbeda sesuai dengan kesepakatan mereka masing-masing. Kita harus menghormatinya dan jangan bikin ulah yang melanggar kesepakatan setiap negara di dunia ini karena memang kita diciptakan berbeda.

            Di Indonesia penghinaan terhadap agama juga memang kejahatan serius, tetapi penanganannya tentu berbeda dengan negara lain. Tidak perlu memandang diri sendiri dan orang lain lebih baik atau lebih buruk. Setiap wilayah memiliki caranya masing-masing sesuai dengan keyakinan dan perjalanan sejarah hidupnya dari waktu ke waktu.

            Kalau kalian menghina agama di Rusia, cukup fatal akibatnya, dipukuli dulu sebelum masuk ke pengadilan. Apalagi seperti Zhuravel yang ketahuan membakar Al Quran karena dibayar Rp1,65 juta oleh dinas intelijen Ukraina. Sementara itu, Adam Kadyrov adalah sudah ditetapkan oleh para ulama Chechnya sebagai penghafal Al Quran sejak usia enam tahun. Sudah pasti, kemarahan penghafal Al Quran itu akan sangat besar jika kitab yang dihafalnya dihina dan dibakar.

            Jangan bikin ulah dan hormati kebiasaan di setiap wilayah.

            Foto Adam Kadyrov memukuli Nikita Zhuravel saya dapatkan dari Komando Bhayangkara.

            Sampurasun.

Friday, 11 August 2023

Senang Rasanya Murid Ngasih Kabar Dinyatakan Lolos di Perusahaan Kereta Api Secepat Peluru

  

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Belum juga satu bulan saya umumkan lulus sebagai seorang sarjana Ilmu Hubungan Internasional dengan gelar S.I.P. dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Al Ghifari, belum juga ikut syukuran yudisium, belum juga diwisuda, dan ijazahnya pun masih dalam proses pengajuan, dia ngasih kabar bahwa telah dinyatakan lolos di PT Perusahaan Kereta Cepat Indonesia China Tahun 2023. Dari bahasanya lewat WA tampak gembira dan tetap meminta doa dari saya.

            Saya tahu bahwa jalan untuk meraihnya tidak mudah, penuh perjuangan dan tahapan. Akan tetapi, kabar itu membuat saya ikut bergembira dan terus berharap dia mendapatkan kesuksesan. Begitu juga dengan murid-murid saya yang lainnya, semoga mendapat kemudahan dan kelancaran.





            Ini adalah contoh bahwa belajar dan cerdas melihat peluang adalah jauh lebih baik daripada nyinyir, berbohong, melakukan fitnah atas program-program pembangunan positif yang sedang dilakukan. Seorang penyinyir tidak akan mendapatkan informasi yang cukup benar untuk mendapatkan kesempatan ikut berkarya dan menikmati pembangunan. Proyek yang dilakukan dengan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Cina dalam pembangunan kereta cepat secepat peluru ini mendapatkan banyak nyinyiran, fitnah, dan kebohongan. Akan tetapi, program ini terus berjalan dan mulai memperlihatkan niat awalnya untuk membuka lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.

            Proyek-proyek yang dilakukan dengan pihak luar itu adalah sudah berkali-kali saya sampaikan, yaitu untuk mendapatkan pajak, nilai tambah, kesempatan kerja, dan alih teknologi. Kini secara bertahap program-program itu mulai tampak memberikan keuntungan bagi rakyat. Minimal, murid saya, mahasiswa saya, sudah mendapatkan kesempatan itu. Para penyinyir dan para pembenci mungkin tertutup kesempatannya oleh banyak informasi palsu yang didengarnya.

            Berhenti nyinyir, berhenti mendengar informasi samar, perhatikan berbagai kesempatan yang ada. Persiapkan diri untuk mendapatkan kesempatan berkarya atau bekerja. Perilaku yang positif akan menghasilkan keuntungan yang positif juga. Jika negatif, aura yang mengelilingi kita akan menjadi negatif pula.

            Sampurasun.

Tuesday, 8 August 2023

Katanya Rocky Gerung Cerdas, Tol Saja Tidak Tahu

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Saya hanya kasihan sama rakyat yang bisa dengan mudah disesatkan atau dibodohi oleh kata-kata Rocky Gerung. Hal itu disebabkan Rocky memang awalnya dikemas Karni Ilyas untuk membuat jumlah penonton Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne meningkat tajam. Kalau soal pengetahuannya, sebetulnya biasa-biasa saja. Malah banyak yang ngaco. Dia sendiri kan sudah diberhentikan menjadi dosen UI karena pendidikannya tidak mencukupi untuk menjadi syarat sebagai dosen. Dengar-dengar, dia tidak lulus kuliah.

            Seringnya, saya pengen ketawa melihat Rocky itu, lucu soalnya. Kelihatannya cerdas, padahal ngawur. Video yang baru-baru ini pun bikin saya geli. Dia bilang seharusnya jalan Tol itu gratisan dan rakyat tidak perlu bayar untuk menggunakan jalan Tol. Saya tidak tahu apakah Rocky beneran tidak paham tentang Tol atau memang dia hanya membodohi rakyat sehingga rakyat emosi dan menganggapnya sebagai pahlawan pemberani pengkritik pemerintah.

            Saya kasih tahu ya bahwa untuk menggunakan jalan Tol itu tidak mungkin gratis. Namanya saja sudah Tol yang merupakan singkatan dari “tax on location”. Artinya, harus membayar pajak secara langsung ketika menggunakan jalan itu yang berupa tarif dengan jumlah yang ditentukan. Kalau gratisan, namanya harus berubah, bukan Tol lagi. Kalau menggunakan jalan Tol, sudah pasti harus bayar. Kalau tidak punya uang untuk membayarnya, gunakan jalan yang gratisan, kan jumlahnya lebih banyak, apalagi jalan yang dibangun baru sekarang itu banyak yang jauh lebih lebar dibandingkan dengan jalan yang merupakan warisan kolonial Belanda. Kita bisa gunakan jalan protokoler, reguler, by pass, fly over, dan jalan-jalan lain yang pajaknya atau tarifnya tidak dibayar langsung saat itu juga. Pajak yang digunakan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan biasa itu kan bisa berasal dari pembayaran STNK, BPKB, atau pendapatan pemerintah lainnya. Kalau Tol, ya harus saat itu juga.

            Begitu, Bro n Sis.

            Paham, ya.

            Saya bisa salah. Akan tetapi, Rocky Gerung itu lucu, lumayan, buat cekikikan sendiri.

            Sampurasun.

Sunday, 6 August 2023

Anak Muda Jangan Takut Menganggur, IKN Menunggu Kalian

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Mengasyikan juga melihat video-video tentang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Video-video itu ada yang dibuat resmi oleh pemerintah RI, para pekerja, para mandor, para pengunjung, dan para mahasiswa yang sengaja praktik lapangan di sana.

            Pagi-pagi mereka sudah bekerja membangun gedung-gedung diiringi musik yang mereka sukai. Buka lahan di sana-sini. Bangunan-bangunan yang sudah berdiri sudah dikasih nomor. Jalan-jalan lebar. Patok-patok penanda lahan berjejer menandai lokasi pembangunan sesuai peruntukkannya. Taman-taman mulai tampak tumbuh dengan cantiknya. Suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju, IKN sedang dibangun.

            Foto tentang IKN saya dapatkan dari Money Kompas dan BBC.


Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) (Foto: Money Kompas)

Istana Presiden RI di IKN (Foto: BBC)

            Di sana jelas dibangun gedung-gedung pemerintahan, terutama istana presiden atau istana negara. Di samping itu, berbagai fasilitas untuk beroperasinya sebuah kota modern juga dibangun, misalnya, fasilitas kesehatan, pendidikan, riset, universitas, pasar, tempat ibadat, pertokoan, perbengkelan, wisata, dan segala hal fasilitas yang perlu ada untuk berputarnya roda kehidupan. Belum lagi, akan terjadi pembangunan di seputar IKN yang merupakan penunjang IKN akan lebih banyak bergerak dalam bidang bisnis. Kita lihat Jakarta yang ditopang oleh kota-kota di sekitarnya, seperti, Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Kota-kota semacam itu akan tumbuh di seputar IKN.

            IKN dengan segala kesibukannya nanti serta kota-kota di sekitarnya yang akan tumbuh, memerlukan orang-orang yang mengoperasikannya. Orang-orang ini dibutuhkan agar IKN berjalan sebagaimana seharusnya.

            Siapa lagi yang akan menjalankan IKN kalau bukan generasi muda Indonesia?

            So, jangan takut menganggur. Sekolah saja dengan baik, kuliah dengan benar, lengkapi diri dengan berbagai keterampilan. Dengan kompetensi yang baik, akan mudah sekali mendapatkan berbagai lahan pekerjaan di IKN. Tentu saja, yang akan ada pertama kali di IKN adalah para ASN untuk keperluan pemerintahan. Dengar-dengar 15 ribu ASN pertama di IKN akan mendapatkan rumah gratis di sana. Itu baru ASN, akan diperlukan lebih banyak lagi generasi muda, ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan di sana. Jangan takut menganggur, IKN menunggu kalian untuk berkarya dan berprestasi.

            Optimis dengan masa depan, jangan dengarkan mereka yang menyebarkan kebohongan, kebodohan, dan rasa pesimisme. Mereka hanya akan membuat kalian lemah dan penuh ketakutan menghadapi masa depan. Rajin-rajinlah mulai saat ini juga. Lalu, bersaing dan adu kompetensi di IKN.

            Saya juga mau kok kalau difasilitasi untuk membangun sarana pendidikan di sana untuk mendidik anak-anak ASN dan anak muda Kalimantan agar sama-sama bergerak maju menyongsong hari esok yang lebih baik. Akan tetapi, dibandingkan saya, lebih baik anak-anak muda yang masih penuh energi dan semangat untuk memanfaatkan dan membangun IKN. Insyaallah, sepanjang positif Allah swt akan memberikan pahala, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti.

            Sampurasun.

Saturday, 5 August 2023

Rocky Gerung Kena Pengaruh Ganja


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Tidak aneh kalau Rocky Gerung bicaranya ngelantur, ngecapruk, ngaco, berantakan, dan menyesatkan. Bisa jadi ketika dia berbicara ngawur itu berada di bawah pengaruh ganja.

            Dia sendiri kok yang mengaku menghisap ganja Desember lalu di Nepal, tepatnya di Gunung Himalaya. Dengan menghisap ganja Nepal, dia jadi bisa membedakan antara ganja Himalaya dengan ganja Aceh. Lihat saja pengakuannya dalam video di @SAGOETV. Menurutnya, ganja Aceh itu lebih murni karena ketika dibakar, apinya berwarna merah muda. Adapun ganja Himalaya ketika dibakar, seperti rokok biasa. Artinya, Rocky menghisap ganja Himalaya dan ganja Aceh juga. Anehnya, ketika dia menerangkan hal itu, orang-orang bertepuk tangan.

            Apakah para pendengarnya gembira hingga bertepuk tangan adalah karena mereka pengggemar dan pecandu ganja?

            Rocky berbicara menghisap ganja kok dikasih tepuk tangan.

            Saya dapatkan foto ketika Rocky menerangkan dirinya berada di antara pohon ganja dari FIN.


Rocky dan Ganja (Foto: FIN)

            Saya juga membaca berbagai komentar di video itu yang mayoritas memberikan dukungan.

            Ada yang menulis, “Love you ganja.”

            “Ganja is the best.”

            “Legalkan ganja!”

            “Ada nggak orang mati karena ganja?”

            Semacam itulah komen-komen para pendukungnya yang aneh-aneh itu. Rusak bangsa kalau ini semakin diteruskan.

            Dia mengaku menghisap ganja Nepal di Himalaya. Itu artinya di luar hukum Indonesia. Meskipun di luar Indonesia, pengaruhnya ada di tubuhnya dan dibawa ke Indonesia.

            Kalau menghisap ganja Aceh, di mana? Kapan?

            Berapa linting ganja yang telah dia hisap selama ini?

            Polisi dan BNN harus segera bergerak memeriksa Rocky terkait ganja ini. Rocky harus segera dites urine. Orang-orang bodoh banyak yang mengikutinya.

Kalau pengikutnya ikut-ikutan jadi penghisap ganja, bagaimana coba?

            Saya jadi kasihan sama para penggemarnya yang selalu mengelu-elukannya. Bisa jadi selama ini mereka memberikan dukungan pada ocehan orang yang sedang di bawah pengaruh ganja. Mereka tertipu. Bahkan, hal yang lebih parah adalah banyak yang meneriakan takbir untuk mendukung provokasi Rocky ketika berbicara ngawur soal Negara Indonesia. Masyaallah, luar biasa, super sekali.  

            Berpikirlah cerdas, gunakan akal sehat, biasakan runut dalam berlogika, dan jadikan ayat-ayat Tuhan sebagai dasar berbicara serta berperilaku. Jangan memutar-mutarkan ayat agar sesuai dengan hawa nafsu kita.

            Sampurasun.

Thursday, 3 August 2023

Jokowi Pelindung Rocky Gerung

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Seru ya kemarahan rakyat pendukung Jokowi setelah Rocky Gerung mengatakan bahwa Jokowi adalah “bajingan tolol”. Mereka marah karena menganggap kalimat itu tidak pantas untuk dialamatkan kepada presiden, presiden siapa pun. Bahkan, kepada orang biasa pun tidak pantas. Itu kalimat kasar dan sama sekali tidak terpelajar. Secara hukum pun jelas sekali telah melanggar hukum dan bisa menjerat Rocky Gerung ke dalam penjara.

            Sayangnya, Rocky Gerung tidak akan pernah masuk penjara. Bukan karena Rocky punya “backingan”, punya orang kuat sehingga kebal hukum, melainkan karena Jokowi tidak akan pernah melaporkan Rocky sebagai penghinanya. Jokowi memang tidak pernah akan melaporkan rakyatnya meskipun menghinanya. Tak ada yang dipenjara gara-gara dilaporkan Jokowi soal penghinaan kepadanya. Rizieq Shihab yang pernah mengatakan “Jokodok” dipenjara bukan karena menghina Jokowi, melainkan karena berbohong pada masa Covid-19 di Bogor. Rizieq dilaporkan oleh Walikota Bogor Bima Arya. Bahar Smith pun dihukum penjara bukan dilaporkan Jokowi karena menghina Jokowi sebagai “banci”, melainkan karena menyebarkan berita bohong, kebencian, dan membuat kegaduhan. Tak ada yang dipenjara gara-gara menghina Jokowi dan dilaporkan oleh Jokowi. Jokowi itu presiden yang harus bekerja dan melindungi rakyatnya. Meskipun rakyat itu tampak sombong, angkuh, menganggap rendah Jokowi, dan menganggap dirinya sendiri sebagai wakil Tuhan ataupun cucu Nabi saw meski tak punya bukti, Jokowi menganggap mereka hanya rakyat kecilnya, orang-orangnya yang harus dia lindungi.

            Hal ini harus dipahami oleh para pendukung Jokowi. Meskipun saat ini ramai dan sangat banyak pada berbagai daerah melaporkan Rocky Gerung agar ditangkap karena menghina Jokowi, polisi tak bisa berbuat apa-apa. Hal itu disebabkan Jokowi sendiri sebagai pihak yang dirugikan yang harus melaporkannya. Selama Jokowi tidak melaporkannya, Rocky Gerung tetap bebas dan tidak akan tersentuh hukum, bahkan untuk kembali menghina Jokowi pun dia bebas semau-maunya. Satu-satunya alasan Rocky tidak bisa dihukum adalah karena Jokowi melindunginya dengan tidak melaporkannya.

            Meskipun demikian, Rocky Gerung bisa dihukum untuk kalimat-kalimat lainnya. Rakyat Kalimantan tampaknya sangat paham bahwa Jokowi tidak akan melaporkan Rocky. Oleh sebab itu, mereka menuntut Kapolri menangkap Rocky karena telah menghina Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dibangun di Kalimantan. Mereka menganggap Rocky telah menghina dengan mengatakan bahwa Jokowi menjual IKN ke Cina. IKN bagi rakyat Kalimantan adalah impian masa depan, harapan kemajuan, terbebas dari ketertinggalan. Mudah sekali memahaminya. Kalau IKN beroperasi normal, akan ada banyak bisnis rakyat yang berjalan, misalnya, akan tumbuh toko-toko, warung-warung kopi, café, bengkel, bahkan tambal ban, banyak ekonomi rakyat yang bisa bergerak. Belum lagi soal pendidikan dan akses ilmu pengetahuan bagi rakyat Kalimantan. Mereka tidak mau pembangunan IKN yang sudah mencapai sekitar 35% ini diganggu ataupun dihina. Rocky dianggap mereka sebagai pengganggu dan penghina. Oleh sebab itu, mereka marah dan ingin Kapolri memenjarakan Rocky.

            Rakyat Kalimantan cerdas. Mereka menuntut Rocky bukan soal penghinaan kepada Presiden, melainkan penghinaan dan gangguan kepada dirinya. Ini sangat mungkin bisa menjerat Rocky. Kita lihat saja nanti. Foto demontrasi rakyat Samarinda, Kalimantan saya dapatkan dari PusaranMedia com.


Demonstrasi Rakyat Samarinda, Kalimantan, tuntut Rocky Gerung ditangkap (Foto: PusaranMedia.com)

            Bagi kita, sebagai rakyat harus memahami. Hujatan, makian, hinaan Rocky itu dalam demokrasi barat sangatlah biasa, saya pernah melihat seseorang yang menggunakan kostum anjing dengan kepala Presiden Amerika Serikat George Bush dan bersedia ditendang oleh siapa saja di jalanan AS. Orang-orang yang benci presiden pun banyak yang menendangnya. Akan tetapi, itu di Barat. Kita harus sadar bahwa kita diciptakan sebagai orang Timur yang dianugerahi nilai-nilai kebaikan dan kesopanan sebagai orang Timur mulai berbahasa hingga berperilaku. Jangan rusakkan anugerah keramahan dan kelembutan dari Allah swt dengan perilaku-perilaku yang tidak mencerminkan ketimuran. Apalagi, kita mayoritas muslim yang berkata “ah” saja kepada orangtua bisa berakibat dosa.

            Bedakan antara mengkritik dan menghina. Kalimat “bajingan tolol” itu bukan kritikan, melainkan penghinaan. Jaga diri kita dan tetaplah dalam anugerah Allah swt dengan kelembutan yang telah dilekatkan Allah swt mungkin sejak kita berada dalam kandungan ibu kita.

            Sampurasun.

Tuesday, 25 July 2023

Pendukung Capres Jangan Berlebihan

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Musim kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2024 makin dekat. Setiap hari, waktu mengarah ke sana. Para pendukung sudah mulai lebih memperkenalkan jagoannya. Para calon presiden (Capres) atau sebetulnya bakal calon presiden (Bacapres) sudah mulai banyak menghiasi obrolan dan berbagai tayangan di media sosial. Mereka itu sebenarnya bukan Capres karena baru diusulkan partai, belum didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka itu baru Bacapres dan belum tentu juga menjadi Capres.

            Paling tidak, ada empat Bacapres yang saya ketahui, yaitu: Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Airlangga Hartarto. Mungkin ke depannya akan bertambah atau berkurang, kita belum tahu. Mereka inilah yang mulai dielu-elukan pada berbagai media, baik maya maupun nyata.

            Sayangnya, para pendukungnya banyak yang berlebihan dalam memberikan dukungan dan memperkenalkan jagoannya hingga ke hal-hal yang tidak masuk akal, bodoh, dan menyesatkan. Anies Baswedan, misalnya, disebut sebagai “utusan Allah swt, adik nabi, bahkan Allah swt sendiri”. Saya tidak tahu apakah mereka yang menyebut hal-hal itu adalah benar-benar pendukung Anies atau malah orang-orang yang anti-Anies. Hal itu disebabkan kalimat-kalimat seperti itu merusakkan nama Anies Baswedan sendiri. Orang cerdas sudah pasti bisa menilai betapa bodohnya kalimat-kalimat seperti itu. Bahkan, yang sedang viral akhir-akhir ini adalah yang disampaikan oleh Abah Aos yang katanya ulama dari Cimahi. Abah Aos dengan terang benderang mengatakan bahwa Anies adalah “imam mahdi”. Jadi, siapa pun yang tidak memilih Anies adalah dajjal.

            Kan lucu, ya nggak?

            Imam Mahdi itu levelnya dunia, bukan lokal negara. Tak ada riwayat Imam Mahdi daftar jadi Capres dan berusaha keras mendapatkan dukungan dari tiga partai oposisi untuk menggenapi 20% suara.

            Hadits mana yang mengungkapkan hal-hal itu?

            Tidak ada!

            Bagaimana kalau kalah?

            Masa Imam Mahdi kalah?

            Itu cuma ngarang berdasarkan hawa nafsu yang memalukan.

            Demikian juga terhadap Ganjar Pranowo. Pendukungnya berlebihan menurut saya. Di spanduk-spanduk yang beredar di Jawa Barat Ganjar disebut “Nyantri-Nyunda”. Kalau nyantri, okelah, Ganjar memang dekat dengan kalangan nahdliyin. Bahkan, istrinya sendiri, Atikoh, adalah anak kiyai yang punya pesantren besar. Akan tetapi, kalau disebut “nyunda”, itu berlebihan. Ganjar itu orang Jawa yang jelas bukan orang Sunda. Tidak tepat jika disebut “nyunda”. Istilah nyunda itu menunjukkan bahwa seseorang itu paham kesundaan, hidup dengan cara Sunda, bertata-titi Sunda, berbahasa Sunda, serta tahu sejarah dan uga Sunda.

            Nyunda dari mananya Ganjar Pranowo?

            Ganjar Pranowo mungkin lebih tepat disebut “njowo”!

            Dia orang Jawa dan bukan Sunda.

            Kalaulah Ganjar diperkenalkan agar mendapat tempat di hati orang Sunda sehingga orang-orang Sunda memilihnya menjadi presiden Indonesia, cari kalimat lain yang lebih tepat dan lebih menyatukan rasa antara orang Jawa dengan orang Sunda. Tim suksesnya harus lebih kreatif untuk hal ini, jangan mengada-ada dan jangan berlebihan.

            Kalau berlebihan, kasihan Anies, kasihan Ganjar. Mereka diperkenalkan dengan cara yang tidak tepat dan salah. Perkenalkan mereka dengan baik, masuk akal, dan sesuai dengan kenyataan.

            Kalau Prabowo dan Airlangga, saya belum melihat kalimat-kalimat yang tidak masuk akal dalam mendukung mereka hingga saat ini. Entah kalau nanti. Jika saya melihat ada yang tidak masuk akal dan memalukan, akan saya kritik lagi agar kita semua semakin cerdas dan mencerdaskan.

            Sampurasun.

Saturday, 15 July 2023

Antek Asing & Antek Aseng Sebenarnya


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Dalam musim kampanye atau bersaing politik, kita suka mendengar  tuduhan-tuduhan dengan kalimat “antek asing” atau “antek aseng”. Kedua istilah itu menunjukkan bahwa pihak yang dituduh adalah orang-orang yang merupakan kaki tangan negara asing dan negara Cina untuk menguasi Indonesia, merampok Indonesia, serta merugikan rakyat Indonesia. Pihak yang dituduh diisukan sebagai penjahat negara yang berkhianat terhadap Negara Indonesia.

            Sekarang, mari kita lihat fakta atau kenyataan yang sebenarnya. Pemerintah Indonesia sudah menegaskan dengan sangat kuat bahwa tidak ingin lagi menjual bahan tambang mentah ke luar negeri karena harganya murah dan keuntungannya sedikit. Pemerintah menginginkan Indonesia menjual barang setengah jadi atau bahkan barang yang sudah jadi. Artinya, negara mana pun yang ingin mendapatkan barang mentah dari Indonesia harus membuat pabrik pengolahan barang setengah jadi atau barang jadinya di Indonesia. Tidak boleh membeli bahan mentah, lalu diproduksi di negaranya. Dengan demikian, Indonesia mendapatkan banyak keuntungan, baik dari pajak, penyerapan tenaga kerja, maupun alih teknologi sehingga pada masa depan kita mampu berdiri sendiri dengan kemampuan sendiri untuk keuntungan yang lebih banyak. Contohnya, nikel yang merupakan bahan mentah baterai sudah dilarang dijual dan wajib diproduksi di dalam negeri.

Cina adalah negara yang ikut untung karena patuh pada keputusan pemerintah Indonesia dengan mendirikan pabrik di Indonesia untuk mengolah nikel. Berbeda dengan negara-negara Eropa yang marah kepada Indonesia, tetap menginginkan bahan mentah dari Indonesia, dan tidak mau mendirikan pabrik di Indonesia. Bahkan, mereka menggugat Indonesia untuk berperang pada sidang pengadilan internasional. Dengan demikian, pada ujung pemerintahannya, Jokowi tetap harus bertarung dengan 27 negara Eropa Barat, termasuk Amerika Serikat di dalamnya untuk mempertahankan kekayaan alam berupa bahan tambang agar lebih dinikmati oleh bangsa dan rakyat Indonesia.

Siapa pun yang merecoki dan menganggu pemerintah Indonesia dan Jokowi dalam bertarung mempertahankan sumber daya alam dan hak rakyat Indonesia adalah antek-antek asing. Langsung ataupun tidak langsung, mereka telah menguntungkan pihak barat serta merugikan bangsa dan Negara Indonesia dalam hal perebutan sumber daya ini.

Paham ya?

Setelah mempertahankan nikel dari asing, pemerintah Indonesia maju lagi melarang bauksit untuk dijual mentahnya ke luar negeri. Bauksit adalah bahan mentah untuk dijadikan alumunium. Kali ini negara yang dirugikan akibat kebijakan pemerintahan Jokowi untuk mempertahankan bauksit ada di dalam negeri Indonesia adalah Cina. Para ahli mengatakan bahwa Cina kemungkinan akan marah dan melakukan protes kepada Indonesia. Akan tetapi, tampaknya Jokowi tetap kukuh untuk menetapkan keinginannya agar bauksit diproduksi di Indonesia, dikerjakan rakyat Indonesia, mendapatkan keuntungan dari situ, serta rakyat Indonesia mendapatkan pula keuntungan dari alih teknologi untuk meningkatkan ilmu dan keterampilannya dalam mengolah bauksit.

Siapa pun yang merecoki dan menganggu kerja-kerja pemerintah dalam membela sumber daya alamnya agar tidak dikuasai Cina adalah antek-antek aseng. Merekalah sesungguhnya antek-antek aseng itu.

Sekarang paham kan siapa sesungguhnya antek-antek asing dan aseng itu?

Mereka menuduh orang yang bekerja memperjuangkan sumber daya Indonesia sebagai antek asing dan antek asing karena paham bahwa rakyat Indonesia itu mudah ditipu, apalagi dengan bahasa-bahasa agama, seperti, kafir, dzalim, thagut, sorga, dan neraka. Sudah, kita tidak perlu bodoh lagi ditipu orang-orang itu. Merekalah sebenar-benarnya antek asing dan antek aseng yang hendak menguasai Indonesia untuk mereka kuasai dan sama sekali tidak menguntungkan rakyat Indonesia.

Sampurasun.

Monday, 10 July 2023

Rakyat Lebih Cerdas Dibandingkan Mahasiswa

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Hal ini berkali-kali saya kemukakan pada beberapa kesempatan, termasuk ketika pembukaan dan penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 “The Retorica”  Universitas Al Ghifari, 7 Juni s.d. 10 Juli 2023 di Kampung Cilandak, Desa Cipeujeuh, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Saya merasa perlu menyampaikan hal tersebut untuk mengingatkan bahwa mahasiswa sekarang itu berbeda dengan mahasiswa masa lalu.

        Dulu ketika saya masih di SD atau SMP, mahasiswa selalu lebih cerdas dibandingkan rakyat. Mahasiswa banyak memberikan pengajaran ilmu baru kepada masyarakat. Misalnya, di daerah Lembang, Bandung ada mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) pada saat KKN yang mengajari masyarakat untuk membuat inkubator penetasan telur ayam dengan teknologi sederhana menggunakan peti sabun dan lampu tempel. Hasilnya, masyarakat dapat hidup dan menghidupi keluarganya dengan teknologi sederhana itu. Itu dulu, ada banyak ilmu baru yang belum dikenal masyarakat dan didapatnya dari mahasiswa. Demikian pula, dalam bidang sosial, ideologi, dan politik, mahasiswa banyak memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang berbagai hak yang harus diterima rakyat dan kewajiban rakyat terhadap negara. Itu dulu.

        Sekarang, keadaan menjadi berbeda. Rakyat banyak yang sudah cerdas karena rakyat dulunya adalah mahasiswa dan sekarang telah menjadi anggota masyarakat yang berkiprah dalam bidangnya masing-masing. Di samping dulunya rakyat adalah mahasiswa, juga mendapatkan banyak ilmu dari pengalaman hidupnya dalam menerapkan berbagai pemahaman dari bangku kuliahnya dulu. Dengan demikian, rakyat lebih cerdas dan memiliki berbagai pengalaman yang membuatnya berada di atas para mahasiswa yang statusnya masih belajar, pelajar.

        Hal ini diakui oleh Prof. Dr. Ganjar Kurnia ketika masih menjadi Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) yang mahasiswanya pernah ditantang petani ketika sedang KKN. Petani itu memandang bahwa para petani lebih berhasil dalam bertani dibandingkan para mahasiswa yang sedang KKN. Para petani menantang para mahasiswa untuk membuktikan siapa yang lebih berhasil dalam bertani. Melihat hal tersebut, Prof. Ganjar mengubah cara KKN mahasiswa dengan tidak perlu memberikan pengajaran kepada masyarakat, melainkan belajar kepada rakyat, bermitra dengan petani, dan berdiskusi tentang kesulitan rakyat dalam pertanian agar didapat pemecahan masalah yang positif dan menguntungkan semuanya.

        Ada pula kenyataan yang lebih mengejutkan. Kali ini saya tidak akan sebut nama perguruan tingginya. Ada mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi negeri dalam bidang pertanian yang sama sekali tidak bisa menanam kangkung. Padahal, orang kampung sangat memahami cara menanam kangkung. Saya juga bisa dan sudah berkali-kali panen kangkung, lalu  berbagi dengan tetangga. Ada juga mahasiswa yang KKN berasal dari perguruan tinggi negeri yang berbasis keagamaan, tetapi tidak bisa membaca Al Quran. Kemampuannya jauh di bawah para santri yang muridnya para ustadz itu.

        Banyak hal yang bisa saya tulis, tetapi cukuplah untuk menjelaskan bahwa rakyat sekarang banyak yang lebih cerdas dibandingkan mahasiswa. Rakyat dulunya adalah mahasiswa yang kemampuannya sudah semakin meningkat diasah oleh pengalaman hidupnya.

        Dalam bidang sosial-politik sekarang sangat kentara bahwa aktivis mahasiswa berada jauh pengetahuan dan pemahamannya dibandingkan rakyat. Demonstrasi-demonstrasi yang dilakukan mahasiswa banyak yang tidak berdasarkan data dan fakta yang ada. Mereka tak ubahnya menjadi provokator yang tidak mendasarkan diri pada kajian komprehensif berdasarkan analisa terhadap data dan fakta yang menggunakan teknik triangulasi. Mereka hanya mendengar dari para mentor yang juga provokator sehingga hal yang disuarakannya banyak yang berupa ilusi dan tidak ada kenyataannya sama sekali. Rakyat yang dulunya adalah mahasiswa dan telah ditempa oleh pengalaman hidupnya menjadi tidak simpatik terhadap mahasiswa yang berdemonstrasi itu. Rakyat yang dulunya mahasiswa itu sudah terbukti lulus kuliah, sedangkan para mahasiswa itu belum tentu berhasil lulus. Kita bisa lihat sekarang pada berbagai media sosial, banyak rakyat yang menyayangkan sikap dan pendapat mahasiswa yang tidak berbeda dari ocehan-ocehan murahan dan tidak berdasar pengetahuan.  

        Melihat kenyataan bahwa rakyat sekarang sudah banyak yang lebih cerdas dibandingkan mahasiswa, ketika pembukaan KKN Kelompok 6 “The Retorica” Universitas Al Ghifari yang terdiri atas mahasiswa Farmasi, Teknologi Pangan, dan Manajemen, saya menitipkan para mahasiswa selama satu bulan kepada masyarakat, tokoh masyarakat, dan aparat pemerintahan Kampung Cilandak, Desa Cipeujeuh, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung untuk dibina, dididik, diajak bermitra agar mampu mengabdi dan bermanfaat di tengah masyarakat. Saya meminta izin agar masyarakat dan pemerintahan setempat bersedia menerima mahasiswa agar menjadi bagian dari masyarakat setempat. Apabila ada pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki mahasiswa yang dianggap bermanfaat, silakan untuk berbagi dengan masyarakat.

"The Retorica" KKN Kelompok 6 Universitas Al Ghifari

        Pada saat penutupan KKN, saya berterima kasih kepada masyarakat dan aparat pemerintahan yang telah menerima para mahasiswa sebagai bagian dari mereka. Saya pun mendengar ternyata berdasarkan pengakuan masyarakat, para mahasiswa yang saya bimbing banyak membantu masyarakat dalam bidang pendidikan, aktivitas keagamaan, pelayanan kesehatan, terutama untuk Lansia, serta memberikan pengetahuan baru berupa inovasi pengolahan pangan sehingga memiliki nilai tambah.

        Saya melihat perbedaan yang sangat tajam ketika datang pertama kali saat pembukaan KKN yang masih sangat kaku, formal, dan banyak yang “Jaim”. Akan tetapi, saat penutupan para mahasiswa dengan masyarakat dan aparat setempat sudah sangat cair dalam berkomunikasi dan bergaul. Mereka tampaknya seperti sudah hidup bersama-sama dalam waktu yang lama di tempat tersebut.

        Dengan melihat suasana tersebut, saya tidak ragu untuk tidak akan memberikan nilai kepada mahasiswa saya. Saya justru meminta nilai untuk mahasiswa saya kepada masyarakat, Kepala Desa, ustadz, dan DKM. Saya akan mengikuti pendapat rakyat dan pemerintah setempat.

        Kepala Desa memberikan nila “A”. Akan tetapi, banyak ibu-ibu yang protes menyalahkan Kepala Desa karena nilai para mahasiswa itu tidak layak “A”, tetapi “A+”. Begitulah mereka berkelakar dan saling memiliki satu sama lain. Saya sangat bersyukur untuk hal itu.

        Rakyat sudah banyak yang lebih cerdas dibandingkan mahasiswa. Sebaiknya, memang mahasiswa tidak perlu bergaya lebih hebat dibandingkan rakyat. Para mahasiswa belum tentu berhasil lulus, sedangkan rakyat sudah lulus dari kuliahnya. Belajarlah dari rakyat, pelajari rakyat, dan berbuatlah untuk rakyat dalam rangka mengabdikan diri kepada Allah swt.

            Sampurasun.