Thursday, 5 February 2026

Dewa Mabuk Amerika Serikat Bikin Iran-Cina Genit dan Rusia Berdehem, Ehem

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Sesungguhnya Amerika Serikat (AS) bergaya mabuk disebabkan pemimpinnya sendiri Presiden Donald Trump yang berperilaku dan berbicara seperti Dewa Mabuk. Sekarang dengan kemarin omongannya bisa beda, sikapnya kadang pakai akal kadang pakai emosi, kadang seperti jagoan, tetapi buktinya nggak ada.

            Beberapa waktu lalu AS melecehkan dan sesumbar akan menghancurkan Iran pada 1 Februari 2026, mengirimkan kapal induk Abraham Lincoln yang membawa puluhan pesawat tempur dan dikawal kapal-kapal perang mendekati laut Iran. Akan tetapi, sampai tulisan ini dibuat, AS tidak juga menyerang Iran. Kelihatannya hanya menggertak.

            Sikap AS yang seperti itu membuat Iran dan Cina berperilaku genit. Dengan melihat dan merasakan AS yang ketakutan dan mulai mundur dari perairan internasional, Iran mulai genit. Iran menggoda AS dengan mengirimkan drone shaheed yang kalau di Indonesia dibacanya drone syahid. Drone itu terbang menuju kapal induk AS dengan agresif, lalu ditembak jatuh oleh jet tempur F55 AS. Iran tidak rugi karena drone itu harganya murah, sekitar Rp30 jutaan, tetapi sudah mampu memberikan data aktivitas dan peralatan tempur laut AS pada militer Iran. Cina juga tampaknya melihat AS ketakutan, lalu mendekatinya dengan menggunakan kapal laut penelitian Da Yang Yi Hao. Semakin dekat kapal Cina mendekati kapal tempur AS. Sementara itu, Rusia ikut meramaikan dengan berlatih tempur bersama Iran dan Cina di dekat kapal milik AS.

            Tampaknya Iran dan Cina yang berteman itu mulai genit menggoda AS. Kalau dalam istilah Sunda, mereka itu sedang “ngalonyeng” pada AS. Mereka meniru gaya AS yang mengancam, tetapi dengan cara meledek dan bertindak rese mengesalkan. Rusia memanfaatkan situasi itu dengan bergabung ke Iran dan Cina.


Kapal AS diusir kapal Iran (Foto: Disway)


            Kalau diilustrasikan dalam kisah sehari-hari di Indonesia, AS itu ibarat preman yang sedang mabuk berat, ngomongnya ngaco, tetapi punya fisik yang besar dan menyeramkan. Preman itu mengancam ke siapa saja, termasuk ke Iran. Ketika ditantang balik oleh Iran, AS mundur teratur menjauh. Ketika situasi itu terjadi, Iran tiba-tiba mencolek preman AS itu.

            Seolah-olah Iran berkata sambal mencolek AS, “Mau ke mana lu? Katanya ngajak berantem, sekarang kok pergi?”

            Cina yang paham hal itu, mulai menggoda mendekati preman AS sambil berkata, “Tenang, kalem, gua cuma cari cacing di sini buat umpan mancing.”

            Rusia yang paham situasi hanya berdehem, “Ehem, … ehem.”

            Kehadiran Rusia membuat AS kaget, lalu pergi makin menjauh mengambil jarak aman. Preman AS mulai mencium bahaya lebih besar ketika Iran, Cina, dan Rusia mulai berlatih perang dekat armada laut AS. Situasi mulai berbalik, AS yang kini tampak terusir dari wilayah perairan Iran.

            Ini tampak lucu, tetapi juga menakutkan. Jika salah satu pihak tidak mampu menahan diri, mereka akan habis-habisan membela keberlangsungan hidup dan martabat mereka. Seperti itulah.

            Ilustrasi kapal tempur AS yang diusir Iran saya dapatkan dari Disway.

            Sampurasun.