Tuesday, 18 July 2017

Mendamaikan Dunia

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya
Setiap manusia waras dan sehat otak pasti menginginkan perdamaian. Hanya para anak buah syetan dan Iblis yang tidak menginginkan perdamaian di antara manusia di dunia ini. Mayoritas manusia menginginkan perdamaian, ketenangan, keharmonisan, dan ketertiban. Dunia ingin perdamaian, tetapi manusia tetap berada dalam konflik, baik itu konflik politik maupun konflik ekonomi. Hal itu jelas menunjukkan bahwa manusia kehilangan arah dan kehilangan cara untuk memperbaiki kehidupan dalam menata pergaulan di antara hubungan manusia.

            Sesungguhnya, jalan perdamaian itu bukan ada di langit atau dalam angan-angan setiap ahli pikir, melainkan ada di dalam diri manusia sendiri. Permasalahannya adalah apakah manusia mampu dan mau menggunakan dirinya sendiri untuk terciptanya perdamaian atau tidak.

            Saya memiliki teori tentang perdamaian ini. Apabila kita ingin dunia damai, setiap negara harus terlebih dahulu membuat negaranya sendiri aman dan damai. Jika setiap negara damai di dalam negerinya sendiri, perdamaian itu akan mendorong perdamaian manusia di dunia. Jika di dalam setiap negara tidak ada kedamaian, pengaruh konflik di negara itu akan mendorong konflik dunia. Jika setiap negara damai, mereka akan berinteraksi secara damai pula. Negara yang kalut akan melakukan interaksi dengan negara lain secara kalut pula.

            Untuk menciptakan negara yang aman dan damai, setiap wilayah atau setiap provinsi di negara itu harus berada dalam keadaan damai pula. Untuk mendapatkan provinsi yang aman, setiap kota di provinsi tersebut harus aman dan damai pula. Agar setiap kota aman dan damai, masyarakat di kota itu harus berada dalam kehidupan yang tertib, aman, dan damai. Agar kehidupan masyarakat damai, hubungan bertetangga pun harus aman dan damai. Kehidupan bertetangga yang damai didahului oleh terbentuknya keluarga-keluarga yang damai. Untuk menjadi keluarga yang damai, setiap orang di dalam keluarga tersebut harus berdamai dengan dirinya dan selalu menciptakan hubungan yang baik dan aman di dalam keluarga tersebut. Jadi, kunci perdamaian dunia adalah adanya keinginan dan perubahan yang baik dalam setiap diri manusia untuk berperan serta dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis.

            Begitu bro.

            Tidak susah kan?

            Sesungguhnya tidak sulit. Hal yang membuat sulit adalah kebiasaan kita yang sering menyalahkan orang lain sebagai pengganggu perdamaian, tetapi kita sendiri tidak berupaya mengoreksi diri dan tidak membuat diri kita menjadi orang yang lebih baik.

            Jika setiap orang berperilaku baik di dalam keluarganya, ia akan menjadi tetangga yang baik sehingga menciptakan situasi yang menyenangkan dan penuh kedamaian. Tentang kehidupan bertetangga yang baik, ada pengalaman hebat yang kemudian menjadi ajaran Islam. Pengalaman itu tentunya pengalaman Nabi Muhammad saw sendiri.

            Nabi Muhammad saw pernah dinasihati Malaikat Jibril berulang-ulang dan terus-menerus tanpa henti tentang kehidupan bertetangga. Perilaku Jibril itu mengherankan Nabi Muhammad saw. Dia merasa aneh mengapa Jibril sangat memperhatikan tetangga seolah-olah merupakan hal yang sangat penting sehingga terus saja bicara berulang-ulang kepada Nabi Muhammad saw.

            Kata Nabi, “Tak henti-hentinya Jibril memberikan nasihat kepadaku tentang tetangga sehingga aku menduga bahwa ia akan memberikan warisan kepadanya.” (Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)

            Saking pentingnya soal tetangga ini, Jibril bersikap seolah-olah akan mewariskan harta benda yang sangat banyak kepada tetangga Nabi Muhammad saw sendiri. Jibril mewanti-wanti Nabi Muhammad saw soal tetangganya, ini hingga membuat heran Nabi sendiri.

            Nasihat Jibril tentang tetangga ini ada sembilan hal yang penting, yaitu:

1. Jika ia minta pertolongan, tolonglah dia
2. Jika ia sakit, jenguklah dia
3. Jika ia meninggal, uruslah jenazahnya
4. Jika ia memohon pinjaman, pinjamilah dia
5. Jika ia mendapatkan kesenangan, ucapkanlah selamat kepadanya
6. Jika ia tertimpa musibah, sabarkanlah
7. Janganlah rumah mereka engkau tutup dengan bangunanmu sehingga mereka terhalang mendapatkan udara, kecuali dengan izinnya
8. Janganlah mengganggu mereka dengan bau masakanmu, kecuali kalau kauberi mereka ala kadarnya
9. Jika engkau membeli buah-buahan, hadiahilah mereka. Kalau hal itu tidak engkau lakukan, bawalah masuk ke dalam rumah dengan cara rahasia dan janganlah anakmu membawanya keluar yang menyebabkan anak tetangga itu menginginkannya.

            Tentang poin yang kesembilan, Nabi Muhammad saw mengajari kita, “Jika engkau memasak sayur, perbanyaklah kuahnya. Lalu, lihatlah keluarga tetanggamu, berikanlah sebagiannya kepada mereka dengan cara yang baik.” (Muslim)

            Bayangkan Saudara, jika kita menjadi tetangga yang baik dan tetangga kita pun berbuat baik kepada kita, kehidupan yang baik akan terjadi di sekitar kita. Itu artinya, kita sudah menciptakan perdamaian di lingkungan terdekat kita. Jika kehidupan masyarakat sudah baik dan harmonis, negara pun akan damai. Jika setiap negara damai, dunia pun akan damai pula.

            Mudah, bukan?

            Tidak perlu banyak teori untuk menciptakan perdamaian. Jadikanlah diri kita orang baik bagi tetangga kita sehingga tetangga kita pun akan menjadi orang baik terhadap kita.

            Bagaimana jika tetangga kita itu tidak baik terhadap kita dan terhadap tetangganya sendiri?

            Kata Nabi Muhammad saw, “Mulailah dari diri sendiri, mulai dari hal yang paling kecil, dan mulai lakukan saat ini juga.”

            Menjadi tetangga yang baik bagi tetangga kita akan mewujudkan perdamaian dunia. Insyaallah.


            Sampurasun

Monday, 17 July 2017

Meminjam Ayat Al Quran untuk Indonesia

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya
Al Quran itu sesungguhnya adalah petunjuk bagi orang-orang beriman dan pedoman bagi seluruh umat manusia. Siapa pun boleh menggunakan Al Quran sebagai pedoman hidupnya. Pemeluk agama apa pun boleh mempelajari Al Quran dan melaksanakannya. Orang-orang yang tidak beragama dan ateis pun boleh. Siapa saja berhak mendapatkan manfaat dari Al Quran karena Allah swt sesungguhnya Maha Penuh Cinta, Maha Pemberi Petunjuk, dan Maha Kasih Sayang.

            Thomas Jefferson pun menggunakan ayat-ayat Al Quran dalam memberikan dasar-dasar masukan bagi pendirian Negara Amerika Serikat dan itu tertulis jelas dengan huruf Arab dalam sejarah Amerika Serikat, terutama tentang kesamaan hak, kemanusiaan, kebebasan, dan keadilan. Cari saja ayat-ayat itu, banyak yang sudah meng-upload-nya di Youtube dan ditulis dalam berbagai artikel berbahasa Inggris.

            Indonesia yang jelas merupakan negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia sudah pasti tidak melepaskan Al Quran dalam hidup berbangsa dan bernegara. Bahasa-bahasa Al Quran selalu ada dalam perundang-undangan Indonesia meskipun tidak menggunakan bahasa Arab. Pancasila landasannya Al Quran, Pembukaan UUD 1945 pun berasal dari semangat Al Quran, bahkan mencantumkan kata Allah swt. Perda, Perwal, Perbup, Pergub, dan berbagai peraturan lainnya banyak yang terjiwai semangat Qurani.

            Kita pun bisa meminjam ayat Al Quran untuk digunakan Indonesia dalam membina hubungan manusia di Indonesia. Saya gunakan kata “meminjam” karena pelaksanaannya tidak sebagaimana yang tercantum dalam Al Quran, tetapi Indonesia dapat memanfaatkannya untuk kepentingan nasional.

            Ayat itu adalah potongan dari ayat Al Quran Surat Al-Fath ayat 29.

            “Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka ….”

            Kita bisa meminjamnya dengan mengubah kalimatnya menjadi seperti berikut ini.

            “Indonesia adalah negeri karunia Allah dan orang-orang yang bersama Indonesia bersikap keras terhadap orang-orang asing, tetapi berkasih sayang sesama mereka.”

            Pemahaman saya terhadap QS Al Fath 48 : 29 itulah yang saya pinjam agar bisa digunakan oleh bangsa Indonesia. Kalau tidak boleh dengan istilah “meminjam” karena mungkin ada yang mengatakan saya bidah atau sesat, saya bisa menggantinya dengan istilah “meniru”. Saya memang meniru ayat Al Quran agar kalimatnya bisa khusus untuk kepentingan Indonesia.

            Hasil kalimat tiruan saya itu memang sangat cocok dengan berbagai teori hubungan internasional. Dalam berbagai teori hubungan internasional, selalu memiliki kesamaan pandangan, yaitu bahwa setiap interaksi internasional yang terjadi harus berdasarkan kepentingan di dalam negeri sendiri. Artinya, hubungan internasional yang dilakukan Indonesia, baik negara, lembaga swasta, maupun pribadi, harus dilandaskan pada kepentingan diri sendiri dan bukan kepentingan orang lain atau bangsa lain. Sangat aneh jika kita berinteraksi secara internasional, tetapi menguntungkan orang lain dan merugikan diri sendiri. Saat ini memang teori-teori ini masih harus berlaku karena memang situasinya memaksa seperti itu. Meskipun demikian, teori-teori ini harus dibuang pada masa depan karena terlalu egois, tidak Islami, dan membatasi perasaan-perasaan kemanusiaan yang sesungguhnya tidak terbatas pada teritorial dan ras.

            Karena teori-teori ini masih berlaku, negara atau swasta yang berinteraksi secara internasional, tetapi menguntungkan bangsa lain dan merugikan bangsa sendiri, bisa jatuh menjadi “pengkhianat bangsa”. Wajar dia disebut pengkhianat karena merugikan bangsanya sendiri dan menguntungkan bangsa lain dari hasil menyedot energi bangsa sendiri.

            Hal yang paling benar dilakukan adalah kita sebagai warga bangsa Indonesia harus “keras” dalam arti “tegas” terhadap orang-orang asing ketika melakukan interaksi melewati batas-batas teritorial negara. Kita harus tegas tentang kedaulatan wilayah, politik, ekonomi, budaya, agama, adat, dan pandangan-pandangan hidup. Kita tidak boleh lembek dan terkesan patuh terhadap bangsa lain, bangsa apa pun dan dari mana pun, mau dari barat, timur, tengah, dan dengan bahasa apa pun. Kita harus tegas bahwa kita hidup adalah untuk mencapai kemakmuran lahir dan batin dengan cara Indonesia dan bukan dengan cara bangsa lain. Kita adalah kita. Mereka adalah mereka. Mereka tidak lebih baik dibandingkan kita. Kita adalah paling baik untuk kita sendiri. Kalau mereka mau mencontoh kita, kita persilakan saja. Kalaupun harus meniru dan belajar dari mereka, kita akan memilih yang sesuai dengan diri kita dan bukan sesuai dengan keinginan mereka. Seluruh sumber daya alam, sumber daya manusia, dan seluruh potensi Indonesia adalah untuk seluruh warga Negara Indonesia dan tidak boleh satu tetes pun yang dinikmati bangsa lain secara curang. Kalaulah ada yang curang berkolaborasi dengan bangsa lain dan merugikan bangsa sendiri, dialah pengkhianat yang harus dihentikan dengan keras. Itulah ketegasan yang harus dilakukan.

            Berbeda jika berhadapan dengan bangsa sendiri. Kita harus saling mengasihi, saling memberi, saling berbagi, saling mendorong, saling mencerdaskan, saling mengisi kekurangan, saling melindungi, dan saling-saling lainnya. Kita tidak boleh menganggap sesama bangsa sebagai musuh atau saingan berat. Kita tidak boleh saling menjatuhkan dan tidak boleh saling merugikan, bahkan tidak boleh saling fitnah agar kita menjadi bangsa yang kuat dan makmur bersama. Kita terlarang saling sikut, saling pukul, saling hina, dan saling caci karena kita adalah sama hidup di negeri yang diberkahi Allah swt. Kalaulah ada kesalahan di antara kita, bisa kita selesaikan dengan baik dengan cara Indonesia. Pendidikan, pelayanan kesehatan, pergerakan ekonomi, keamanan, dan keadilan adalah harus dilaksanakan dalam mewujudkan rasa kasih sayang di antara kita dan bukan saling menyedot energi yang ujungnya adalah keinginan bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Bahkan, pelaksanaan hukuman pun harus dilandaskan atas rasa kasih sayang, bukan kebencian. Negara harus melakukan hukuman adalah untuk menumbuhkan keadilan dan mengubah perilaku buruk menjadi perilaku positif, bukan melakukan penghukuman atas dasar kemarahan dan kebencian sehingga menutup kesempatan orang yang telah dihukum untuk berubah menjadi baik. Hukuman mati pun harus dalam rangka kasih sayang, yaitu menyayangi korban kejahatan dan menyayangi pelaku kejahatan agar dia terbebas dari tanggung jawab atas perbuatannya di akhirat kelak.

            Indonesia akan menjadi kuat jika kita menyadari bahwa kita harus tegas terhadap kepentingan dan pengaruh asing dari mana pun walaupun dengan dalih dasar agama apa pun, tetapi harus lembut dan penuh kasih di antara bangsa sendiri apa pun agamanya, apa pun sukunya, apa pun rasnya, bagaimana pun bentuk fisiknya. Sepanjang dia mencintai Indonesia dan menjaga kesepakatan negara yang bernama Indonesia, dia adalah saudara kita yang harus kita kasihi dan kita cintai.


            Sampurasun

Bayar Hutang Bayar Janji

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya
Hutang harus dibayar, berapa pun besarnya. Hutang uang sedikit atau banyak sama saja harus dibayar. Hutang apa pun harus dibayar, baik itu hutang uang, hutang barang, maupun hutang janji.

            Sesungguhnya, janji itu juga adalah hutang yang harus dilunasi. Janji-janji manis selama kampanye atau sebelum mendapatkan jabatan atau sebelum mendapatkan kesuksesan, harus dibayar dan harus dipenuhi. Demikian pula janji-janji yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, harus dipenuhi. Apabila tidak bisa dipenuhi, sampaikan dengan baik kepada orang yang kita hutangi atau kita beri janji tentang kesulitan kita dalam melunasi hutang atau janji tersebut. Selama orang itu mau menerima alasan kita, selamatlah kita. Apabila orang itu tidak mau menerima alasan kita, kita berkewajiban membayarnya karena hutang wajib dibayar dan janji wajib dipenuhi.

            Nabi Muhammad saw sangat memperhatikan persoalan hutang piutang ini karena akan berpengaruh dalam suasana hubungan antarmanusia. Oleh sebab itu, ia mengatakan bahwa jika seseorang datang menagih hutang, harus dibayar dan jika orang yang berhutang belum bisa membayarnya, wajib baginya menjual barang-barangnya untuk membayar hutang. Demikian pula dalam hal janji. Orang yang tidak menepati janjinya adalah dikategorikan orang yang munafik atau hipokrit.

            Sesungguhnya, bukan hanya seberapa besar kita berhutang atau berjanji yang sangat mempengaruhi kehidupan kita, melainkan pula sikap hati kita dalam menghadapi hutang atau janji tersebut. Memang jumlah hutang uang atau beratnya janji sangat berpengaruh dalam kehidupan kita karena hutang atau janji yang melebihi batas kemampuan kita akan mempersulit kita dalam memenuhinya. Akan tetapi, ada hal yang sangat penting lagi di samping hal itu, yaitu soal hati. Nabi Muhammad saw mengatakan bahwa siapa pun yang berhutang dengan niat dalam hatinya tidak akan membayar, maka hidupnya akan dipersulit oleh Allah swt.

            Sekarang mari kita koreksi diri kita sendiri. Bisa jadi segala kesulitan hidup yang kita derita disebabkan hati kita yang curang dalam berhutang dan berjanji. Bisa jadi di antara kita ada yang berhutang dengan niat tidak akan membayar hutang tersebut. Bisa jadi pula di antara kita ada yang pernah berjanji dengan niat tidak akan memenuhi janji tersebut. Sungguh, celaka kita, rugi kita, sengsara kita jika memang pernah melakukan hal itu.

            Tak heran banyak pengusaha yang disebut orang sebagai sukses, tetapi hidupnya penuh kegelisahan dan penderitaan karena memang Allah swt mempersulit hidupnya akibat niat buruk untuk tidak membayar hutang usahanya. Demikian pula tak perlu heran apabila banyak orang yang memiliki kekuasaan, tetapi hidup dalam kecemasan, kegalauan, dan masalah yang tidak pernah selesai. Bertubi-tubi permasalahan datang menimpa mereka tanpa henti, memalukan, dan sulit diatasi. Sangat mungkin mereka pernah berjanji dan berhutang dengan niat licik dalam hatinya, yaitu tidak akan membayar hutang dan menepati janji. Pengusaha dan penguasa licik hati saja bisa sangat kesulitan menjalani hidupnya karena niat tidak membayar hutang atau tidak menepati janji. Oleh sebab itu, mereka yang bukan pengusaha atau penguasa, hanya orang biasa, jangan coba-coba licik hati dalam berhutang dan berjanji karena hidupnya yang sudah sangat sulit akan menjadi lebih sulit. Tadinya menderita akan lebih merana karena kesalahan hati sendiri.

            Sungguh, Allah swt mengetahui hal itu semua dan Allah swt akan melakukan tindakan sesuai dengan kehendak-Nya kepada siapa pun dan agama apa pun, termasuk kepada orang yang tidak beragama. Nabi Muhammad saw telah menerangkan hal itu semua, kita harus koreksi diri kita masing-masing karena bisa jadi ada kecurangan yang hati kita lakukan untuk melakukan keburukan di antara manusia dalam hubungan hidup kita.

            Allah swt tidak pernah tidur. Allah swt memperhatikan segalanya. Hal itu sangat mudah bagi Allah swt.

            Mari perbaiki diri dan tidak perlu menyalahkan orang lain jika kita mendapatkan kesulitan dalam hidup kita, apalagi harus menyalahkan Allah swt, Zat Yang Penuh Cinta, Penuh Kasih Sayang, dan Mulia dengan Perdamaian.


            Sampurasun.

Monday, 10 July 2017

Vlog Jokowi Menggebuk

oleh Tom Finaldin

Bandung, Putera Sang Surya
Vlog Jokowi bersama Presiden Turki Recep Tayip Erdogan sangat menggebuk orang-orang Indonesia yang selama ini terlalu berlebihan mengagungkan Turki dan Erdogan. Orang-orang yang berlebihan ini selalu membanding-bandingkan kebijakan Turki dan sikap Erdogan dalam membela Islam dengan kebijakan Indonesia dan sikap para pemimpin Indonesia dalam membela Islam dan kaum muslimin. Orang-orang ini selalu saja menganggap Turki dan para pemimpin Turki lebih bagus dan lebih hebat dibandingkan Indonesia dan para pemimpin Indonesia. Bahkan, tak jarang mereka merendahkan para pemimpin Indonesia sebagai lebih lemah, lebih bodoh, dan lebih tidak berpihak terhadap Islam dibandingkan Turki. Malahan, hal yang lebih parah adalah mereka kerap menjelek-jelekkan Indonesia dan para pemimpin Indonesia serta membuat khayalan bahwa kebijakan dan sikap pemerintah Indonesia berlawanan atau berhadapan dengan kebijakan Turki dan Erdogan.

            Saya memandang orang-orang Indonesia yang berlebihan mengagungkan Turki dan Erdogan adalah orang-orang yang pikiran dan jiwanya masih terjebak dalam kejatuhan sistem kekhalifahan masa lalu. Mereka masih terjebak dalam nostalgia yang sebenarnya tidak akan pernah kembali lagi. Mereka pun terkurung dalam harapan-harapan kosong tentang terulangnya kekhalifahan Islam di Turki.

            Hal itu disebabkan memang Turki merupakan wilayah terakhir kekhalifahan Islam yang masih sempat berdiri kuat sampai diubah menjadi sekuler oleh Kemal Ataturk. Pengubahan sistem pemerintahan ini pun sesungguhnya disebabkan kecintaan Kemal Ataturk terhadap Islam. Ia tidak ingin kaum muslimin menjadi cengeng dan manja yang selalu harus dilindungi oleh pemerintah yang berkuasa. Ia ingin menjadikan orang-orang Islam kuat dan mampu menawarkan berbagai gagasannya dengan ilmu pengetahuan dan alasan yang jelas tanpa harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah. Begitu kira-kira yang dipaparkan oleh Pemimpin Besar Revolusi Indonesia Soekarno.

            Orang-orang yang berlebihan mengagungkan Turki dan Erdogan adalah orang-orang yang berharap bahwa Turki mampu kembali menjadi negara kekhalifahan untuk mendorong dunia Islam dan berharap bahwa sosok Erdogan yang memang memiliki kecintaan terhadap Islam dan kaum muslimin menjadi lokomotif dalam mendorong sistem kekhalifahan Islam di dunia.

            Saya menyarankan untuk tidak perlu berlebihan mengagungkan Turki dan Erdogan, biasa saja. Sebagai saudara sesama muslim, memang kita harus saling mendukung dan menjaga untuk kejayaan Islam dan kaum muslimin sepanjang berada dalam koridor yang benar, bukan berada dalam kesamaan hawa nafsu negatif yang ujungnya hanya menginginkan kekuasaan politik dan ekonomi. Kita harus saling bahu-membahu mewujudkan Islam rahmatan lil alamin sehingga dunia ini hidup dalam keseimbangan yang harmonis.

            Sesungguhnya, Turki bangga dengan sistem pemerintahannya yang sekarang dan bukan bangga dengan sistem kekhalifahan. Mereka masih menjaga dan menghormati patung Kemal Ataturk yang mengubah sistem kekhalifahan menjadi sekuler.

            Jadi, untuk apa mengagungkan Turki sebagai negeri yang kuat untuk mewujudkan kembali kekhalifahan, sementara mereka sendiri betah dengan sistemnya yang sekarang dan bangga dengan Kemal Ataturk?

            Tentang ketegasan Turki dan Erdogan dalam bersikap terhadap Israel yang kerap dibanggakan orang itu, sesungguhnya jauh lebih tegas Indonesia dalam bersikap terhadap Israel. Indonesia mengharamkan dirinya untuk berhubungan dengan Israel sepanjang Israel melakukan penjajahan terhadap Palestina. Tak ada pintu hubungan diplomatik itu terjadi. Pintu tertutup rapat. Jika mau berhubungan, Israel harus mengetuk pintu Indonesia dengan membawa hadiah kado perdamaian dengan Palestina. Berbeda dengan Turki dan Erdogan yang kadang bersikap tegas, kadang lembut terhadap Israel. Bahkan, Turki dan Erdogan sering melakukan hubungan dengan Israel serta hubungan mereka naik dan turun. Indonesia dan Israel tidak naik dan tidak turun dalam berhubungan karena tidak ada hubungan sama sekali.

            Mana yang lebih tegas, Indonesia atau Turki?

            Mikir!

            Soal kehebatan para pemimpin Indonesia dalam membela Islam dan kaum muslimin, catatan sejarahnya panjang, tetapi sering dilupakan oleh rakyat Indonesia sendiri. Hal itu disebabkan kaum muslimin Indonesia masih berpandangan bahwa Islam berasal dari Arab. Di samping itu, segala hal berbau Arab dan Timur Tengah dianggap lebih Islami dan lebih baik. Itu pikiran sesat. Islam itu sesungguhnya berasal dari mana-mana karena Allah swt menurunkan para rasul untuk setiap umat dengan menggunakan bahasa umat itu masing-masing. Masih segar ingatan kita bahwa Jokowi mengkritik dunia yang selalu memperhatikan korban-korban teror yang dilakukan umat Islam, tetapi kerap mengesampingkan korban-korban teror nonmuslim terhadap kaum muslimin. Demikian pula dalam penanganan pengungsi Rohingya. Bahkan, Wapres Jusuf Kala pernah datang langsung ke Myanmar untuk membantu saudara-saudara sesama muslim. Indonesia pun membuat rumah sakit di Palestina, mengeluarkan banyak bantuan untuk kaum muslimin dunia yang sedang kesusahan. Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengkritik keras media massa internasional yang membesar-besarkan teror yang dilakukan sebagian umat Islam, tetapi menutup mata terhadap teror-teror yang dilakukan nonmuslim. Menlu Ali Alatas melakukan lobi yang luar biasa hebat untuk mendamaikan kaum muslim Filipina dengan pemerintah Filipina dan itu berhasil. Menlu Retno Marsudi mendatangi pemerintah Palestina untuk menguatkan hubungan negara sesama muslim sambil menutup telinga dari kebohongan-kebohongan yang dilakukan Israel terhadap kunjungannya itu. Soeharto mendirikan masjid di Bosnia dan ingin datang langsung ke daerah konflik tempat kaum muslimin dibantai pihak Serbia. Sayangnya, keinginannya itu harus batal karena tidak ada satu kekuatan militer dunia pun yang mampu menjamin keselamatan Soeharto.

            Banyak sebenarnya kehebatan Indonesia dan para pemimpinnya dalam membela Islam dan kaum muslimin di seluruh dunia. Tulisan ini tak akan cukup untuk menuliskan jasa-jasa mereka. Sayangnya, pandangan kaum muslimin Indonesia masih terkurung dengan pikiran bahwa Arab dan Timur Tengah lebih Islami sama dengan Barat lebih pintar dibandingkan Timur dan Indonesia.  

            Paling tidak, vlog Jokowi bersama Erdogan telah menggebuk pikiran orang-orang bahwa Indonesia tidak seperti Turki atau lebih rendah daripada Turki dalam membela Islam dan kaum muslimin. Faktanya, Indonesia dan Turki bekerja sama saling mengisi untuk memperbaiki kehidupan kaum muslimin dan menciptakan perdamaian dunia.

            Luruskan pikiran kita tentang Islam, kaum muslimin, dan dunia. Tebarkan salam, cinta, dan kasih sayang agar dunia ini seimbang dan harmonis.


            Sampurasun.

Thursday, 6 July 2017

Jangan Menganggap Diri Suci

oleh Tom Finaldin

Bandung, Putera Sang Surya
Banyak sekali orang yang menganggap dirinya suci melebihi orang lain. Mereka menganggap bahwa dirinya yang paling pandai, paling beriman, paling harus dipatuhi, dan paling harus didengar. Bahkan, mereka mempengaruhi orang lain agar orang lain menganggap dirinya paling suci, tempat segala masalah dan pertanyaan mendapatkan solusi dan pemecahan. Lebih jauh lagi, mereka dengan mudah menyalahkan orang lain dan merendahkan orang lain yang memiliki pandangan atau ilmu yang berbeda dibandingkan dirinya. Di dalam lingkungan setiap agama, selalu ada orang-orang seperti ini. Mereka tampil sebagai para pemuka agama yang sok berkuasa dan sok tahu.

            Sungguh, orang-orang ini sangat tidak bijak dan cenderung menyesatkan orang lain karena membuat manusia memusatkan perhatian kepada dirinya. Sementara itu, mereka hanya baru belajar agama sedikit saja. Segala hal yang tidak disetujuinya dianggap melanggar agama. Hal yang paling berbahaya adalah memprovokasi orang lain untuk membenci orang-orang yang tidak disetujuinya. Padahal, bisa saja tidak ada agama yang dilanggar orang lain, tetapi hanya harga dirinya saja merasa terusik. Sungguh, mereka telah membajak agama untuk kepentingan diri dan kelompoknya.

            Allah swt menyuruh kita untuk mempelajari orang-orang seperti ini agar kita tidak terjebak hidup seperti mereka.

            “Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci? Sebenarnya, Allah yang menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.” (QS An Nisa 4 : 49)

            Jelas sekali bahwa ada banyak orang yang menganggap diri mereka suci. Allah swt sendiri yang mengatakan hal itu. Sebenarnya, Allah swt yang menyucikan orang-orang yang dipilih-Nya sendiri. Seseorang atau sekelompok orang yang menganggap diri mereka suci sama sekali tidak diperhitungkan Allah swt sebagai sebuah kebaikan. Bahkan, anggapan mereka itu justru menyesatkan mereka sendiri dan orang-orang yang mematuhi serta bersikap sama seperti mereka.

            Nabi Muhammad saw pun pernah mengingatkan hal seperti bahwa siapa pun orang yang telah menganggap dirinya terbebas dari godaan syetan, sesungguhnya orang itu telah tersesat. Syetan tak pernah berhenti menggoda. Tak ada manusia yang luput dari godaan syetan karena itulah niat dan janji Iblis beserta seluruh syetan dari jenis jin dan manusia, yaitu menyesatkan kehidupan manusia supaya tidak harmonis, tidak bahagia, dan tidak menemukan jalan menuju Allah swt.

            Orang-orang yang benar-benar suci adalah orang-orang yang disucikan sendiri oleh Allah swt. Orang-orang ini tidak memerlukan perhatian dan anggapan orang lain bahwa dirinya suci. Bahkan, orang-orang ini akan merasa resah jika dianggap suci karena anggapan itu justru akan berpotensi mengotori hatinya. Dia selalu takut terhadap Allah swt dan selalu merasa dirinya penuh kesalahan sehingga setiap saat dia memohon ampunan kepada Allah swt. Mereka merasa tak ada tempat yang aman dari pengawasan Allah swt. Mereka merasakan benar bagaimana Allah swt memperhatikan mereka sehingga mereka berbicara dengan hati-hati dan bijaksana. Demikian pula sikap dan tingkah laku mereka, hati-hati, sadar, tidak ceroboh, bermakna, berkualitas, arif, dan bijaksana.

            Berbeda jauh dengan orang-orang yang sudah menganggap dirinya suci, bahkan mengira bahwa syetan sudah tidak mampu menggodanya lagi. Mereka kerap berbicara seenaknya karena telah menganggap dirinya paling benar dan paling pintar. Mereka berbicara dan berpendapat sembrono dan tidak hati-hati. Akibatnya, mereka bisa terjebak dalam kedustaan yang mereka bikin-bikin sendiri pula.

            Hal ini telah diingatkan Allah swt.

            “Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah! Cukuplah perbuatan itu menjadi dosa (bagi mereka).” (QS An Nisa 4 : 50)

            Perbuatan menganggap diri suci, paling benar, dan sudah tidak lagi bisa digoda syetan adalah perilaku penuh dosa. Sebaiknya, katakan saja diri kita ini sedang belajar berbuat baik agar diri kita menjadi suci. Kita akan menjadi suci atau tidak hanya Allah swt yang tahu. Kalaupun ada yang menganggap diri kita sebagai orang suci, kembalikanlah pujian itu kepada Allah swt dengan ucapan hamdalah, kemudian diikuti istighfar agar hati kita tidak terlena dan terbuai pujian manusia karena itu bisa membuat hati kita kotor dan tidak bernilai positif di hadapan Allah swt.


            Sampurasun 

Tuesday, 4 July 2017

Obama Merindukan Indonesia

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya
Sebagaimana yang kita tahu bahwa mantan Presiden Amerika Serikat Barack Husein Obama menghabiskan hidup masa kecil di Indonesia. Dia bersekolah di sekolah dasar Indonesia paling tidak sampai dengan kelas tiga atau kelas empat, sampai antara usia 9-10 tahun. Ia pertama kali belajar melancarkan membaca, menulis, dan berhitung di Indonesia. Demikian pula belajar kepemimpinan semasa kecilnya di Indonesia. Menurut gurunya sewaktu di sekolah dasar, sifat kepemimpinan Obama sudah mulai terlihat. Saya suka berkelakar bahwa Obama yang lulusan kelas 3 SD di Indonesia bisa menjadi presiden Amerika Serikat, sedangkan Amien Rais yang lulusan S3 di Amerika Serikat tidak bisa menjadi presiden Indonesia. Artinya, kualitas pendidikan di Indonesia jauh lebih baik dibandingkan  dengan di Amerika Serikat.

            Maaf Pak Amien Rais, saya cuma berkelakar.

            Tidak ada yang marah, kan?

            Maaf, bercanda.

            Ketika awal pertama kali terpilih menjadi presiden Amerika Serikat, Obama segera datang ke Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pengaruh jiwa Indonesia sudah tertanam cukup kuat dalam diri Obama. Dia sudah memiliki sifat dan sikap sebagaimana orang Indonesia pada umumnya. Sifat orang Indonesia itu jika sudah mendapat kesuksesan selalu kembali ke kampungnya dan memberitakan keberhasilan dirinya. Ini ada dalam tradisi mudik. Setiap hari raya Idul Fitri, mereka yang sudah mendapatkan kesukesan di kota-kota besar, seperti, Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Makasar, dan lain sebagainya, selalu pulang ke kampung halamannya menemui orangtuanya, saudara-saudaranya, teman-temannya, tidur dengan nyaman di tempatnya semasa kecil, dan berbagi dengan orang-orang terdekatnya.

            Demikian pula Obama, dia datang ke Indonesia dengan kalimat, “Pulang kampung, nih.”

            Dia pun menemui saudara-saudaranya di Indonesia, sekolahnya ketika kecil, rumahnya, teman-temannya, saudara-saudaranya, dan yang pasti adalah menyantap makanan paling lezat di dunia yang ada di Indonesia, the most delicious food in the world.

            Apa makanan yang paling lezat di dunia?

            Nomor satu rendang dari Indonesia. Nomor dua nasi goreng dari Indonesia juga. Beruntung, hampir setiap orang Indonesia bisa memasak nasi goreng. Saya bisa memakan nasi goreng kapan saja kalau mau. Kalau rendang, harus beli ke restoran.

            Nomor tiga dan seterusnya ada di negara lain di luar Indonesia.

            Obama pun tampaknya ingin sekali tidur lagi di Indonesia dan memang kenyataannya demikian. Dia berlibur dengan keluarganya sangat lama di Indonesia serta merindukan suara adzan dan gamelan.

            Indonesia memang ngangenin, ‘membuat rindu siapa saja’.

            Indonesia memang unik. Setiap orang yang lahir di Indonesia selalu ingin pulang kembali ke Indonesia jika pergi ke luar negeri. Berapa lama pun dia berada di luar negeri, selalu saja ingin pulang ke Indonesia. Mereka tak pernah ingin tua di luar negeri. Mereka selalu menginginkan menghabiskan sisa umurnya di Indonesia dan jika mati, dikubur pun ingin di Indonesia. Tak pernah ada orang Indonesia yang menyatakan ingin mati dikubur di Amerika Serikat, Jepang, atau Eropa. Paling banter, kalau tidak di Indonesia, mereka ingin dikubur di Mekah, Arab Saudi.

            Demikian pula orang-orang asing yang pernah ke Indonesia, selalu ingin datang lagi dan lagi ke Indonesia. Mereka selalu rindu dengan Indonesia. Bahkan, anehnya, ada yang ingin menghabiskan masa tua di Indonesia dan mati pun ingin dikubur di Indonesia. Tak heran jika Barack Husein Obama ingin “pulang” ke Indonesia.

            Dari seluruh wilayah Indonesia ini, ada wilayah khusus yang sangat dirindukan, yaitu tanah sunda. Siapa pun orang Indonesia yang lahir di Sunda dan pernah ke wilayah Sunda selalu ingin pulang ke tanah Sunda. Jakarta juga termasuk tanah Sunda. Orang Batak, Jawa, Minang, Bugis, dan puluhan ribu suku lainnya yang pernah lama di tanah Sunda selalu ingin kembali ke Sunda, ingin tua di Sunda, dan mati dikubur di tanah Sunda. Anehnya, orang Sunda sendiri tidak pernah ada yang ingin dikubur di wilayah suku lain, tetapi selalu ingin pulang ke tanah kelahirannya di Sunda.

            Unik memang.

            Dari seluruh wilayah Sunda, ada wilayah yang sangat khusus yang paling dirindukan, yaitu wilayah Bandung. Tempat inilah yang menjadi ikon Sunda. Wilayah Sunda memang luas, tetapi Bandung adalah tempat yang paling spesial dan paling dirindukan. Entah kenapa.


Indonesia Surga Dunia
Saya menduga bahwa surga yang dulu didiami Nabi Adam as dan Siti Hawa adalah sebuah tempat di Indonesia, terutama di tanah Sunda, khususnya di wilayah Bandung Raya.

            Ini dugaan, belum menjadi kenyataan karena harus jelas dalil naqli dan dalil aqli-nya. Harus bisa diterima dengan landasan ayat Al Quran, hadits, dan logika.

            Dugaan ini berangkat dari kerinduan orang-orang dari mana saja di dunia ini ke wilayah Indonesia dan ingin bertempat tinggal di Indonesia, bahkan ada orang asing yang sudah puluhan tahun berjuang keras untuk menjadi warga Negara Indonesia dengan keringat dan cucuran air mata. Ini menunjukkan seolah-olah Indonesia adalah “dirinya”, awal dirinya berasal.

            Di samping itu, dari beberapa diskusi, disebutkan bahwa surga yang nanti setelah kiamat itu belum diciptakan, sedangkan surga yang pernah didiami Adam as adalah surga yang berbeda. Surga ini jauh berbeda dengan surga yang nanti kekal abadi. Surga Adam as yang dulu tampaknya memang sebuah tempat di Bumi yang menyenangkan, penuh dengan pepohonan rindang, binatang jinak yang bisa dimakan, banyak aliran sungai, cuacanya tidak ekstrim, dan tanahnya subur. Itu adalah Indonesia. Pendapat ini pun dikuatkan bahwa surga yang pernah didiami Nabi Adam as adalah tempat yang “tidak steril” dari keburukan. Buktinya, di sana ada pohon khuldi yang dilarang dimakan, bahkan harus dijauhi. Hal yang teramat jelas adalah surga itu pun ternyata bisa didatangi syetan, Iblis Laknatullah.

            Bukankah Adam as dan istrinya digoda Iblis sehingga memakan buah khuldi yang menyebabkannya diusir dari surga?

            Mengapa di surga ada hal-hal yang dilarang dan masih dapat dimasuki Iblis?

            Bukankah surga itu tempat segalanya diperbolehkan untuk dinikmati dan bersih dari kebusukan syetan?

            Hayo, bagaimana penjelasannya?

            Mari kita berpikir karena berpikir menggunakan akal itu tidak berdosa bahkan bermanfaat. Justru jika kita percaya begitu saja tanpa proses berpikir bisa berbahaya dan bisa jatuh dalam taklid yang menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan.

            Penjelasannya adalah surga yang pernah dihuni Nabi Adam as itu berbeda dengan surga yang nanti diciptakan setelah kiamat terjadi.

            Persoalannya, di mana surga yang pernah didiami Nabi Adam as tersebut?

            Allah swt tidak pernah mengatakan telah menghancurkannya. Artinya, tempat itu tetap ada dan masih ada.

            Di mana?

            Saya menduga ada di Indonesia jika dilihat dari cuaca, jenis tumbuhan, kesuburan tanah, jenis binatang, dan makanan-makanan.

            Bukankah makanan yang paling lezat di dunia berasal dari Indonesia?

            Bukankah setiap orang Indonesia dan orang yang pernah tinggal di Indonesia selalu merindukan Indonesia?

            Sayangnya, untuk meyakini hal ini tidak cukup dengan beberapa gelintir kesamaan antara Indonesia dengan surga, diperlukan dalil-dalil naqli dan aqli yang sangat kuat sehingga bisa diterjemahkan dan dipahami dengan logika manusia. Ada memang satu atau dua ayat Al Quran yang saya rasa menunjukkan letak surga itu, tetapi saya masih belum yakin karena masih harus dihubungkan dengan ayat lainnya serta jalan logika yang benar berdasarkan perubahan geografi Bumi dari zaman ke zaman dan sejarah kehidupan manusia yang juga dari zaman ke zaman.

            Indonesia memang unik dan bisa saja memang di dalamnya ada tempat yang disebut surga yang pernah ditinggali Adam as.

            Allah swt yang lebih tahu tentang hal itu dan akan memberikan penjelasan-Nya jika Dia mau menjelaskannya kepada manusia. Akan tetapi, jika Allah swt ingin tetap menjadikan surga itu sebagai misteri, hal itu pun tetap akan jadi misteri. Dia menginginkan sesuatu yang Dia inginkan sendiri.

            Kita boleh berpikir dan Allah swt yang berkuasa atas segalanya.

            Sampurasun

Monday, 3 July 2017

Waspadai Para Penyesat Manusia

oleh Tom Finaldin


Bandung, Tom Finaldin
Dari zaman ke zaman dunia diwarnai oleh aksi-aksi teror dan kekerasan yang menggunakan agama. Seluruh agama di dunia ini pernah digunakan untuk alasan melakukan kekejian manusia terhadap manusia lainnya. Sesungguhnya, Allah swt, Tuhan seluruh manusia dan seluruh alam semesta, selalu memberikan pengajaran yang lurus tidak pernah salah kepada setiap suku bangsa di dunia ini. Setahap demi setahap, sebagian demi sebagian, sedikit demi sedikit, Allah swt menurunkan pedoman bagi manusia untuk hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Ajaran Allah swt itu disempurnakan pada masa nabi paling akhir, yaitu Muhammad saw.

            Allah swt tidak pernah menginginkan kerusakan terhadap manusia dan seluruh ciptaan-Nya. Allah swt selalu menginginkan kebaikan. Kalaupun Allah swt menghancurkan seluruh kehidupan dunia ini melalui kiamat, Allah swt akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik lagi, yaitu kehidupan akhirat.

            Segala kerusakan dan kejahatan yang mengatasnamakan agama pada dasarnya adalah penyimpangan yang dilakukan oleh manusia. Ajaran-ajaran, pedoman-pedoman, dan kitab-kitab yang telah diturunkan Allah swt kepada manusia dibelokkan pemahamannya oleh manusia-manusia jahat yang menginginkan kekuasaan ekonomi, politik, dan kesenangan pribadi. Manusia-manusia semacam inilah yang patut diwaspadai karena mereka memiliki penyakit dalam jiwanya untuk menyesatkan manusia sehingga manusia diupayakan hanya mendengarkan dirinya dan selalu percaya bahwa merekalah yang paling benar, orang lain selalu salah jika berbeda pendapat dengan dirinya.

            Allah swt mengingatkan kita terhadap orang-orang semacam ini.

            “Tidakkah kamu memperhatikan orang yang telah diberi bagian Kitab? Mereka membeli kesesatan dan mereka menghendaki agar kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).” (QS An-Nisa 4 : 44)

            Allah swt menerangkan bahwa ada banyak orang yang telah diberi kitab suci atau mempelajari kitab suci atau membaca kitab suci. Akan tetapi, mereka enggan menerima kebenaran kitab suci itu karena bertentangan dengan pendapat pribadinya. Mereka berpandangan bahwa pendapat pribadi mereka adalah benar, sedangkan Allah swt salah. Mereka tidak mau menerima kebenaran karena mereka sudah tenggelam dalam kesesatan. Di samping itu, mereka mengganti ayat-ayat dari kitab suci agar sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Kalaupun ayat-ayat itu tidak bisa diganti atau sulit diubah, mereka memutarbalikkan pemahaman-pemahaman yang benar sehingga sesuai dengan kepentingan dan hawa nafsu mereka. Orang-orang inilah yang sesungguhnya musuh dunia. Merekalah sesungguhnya para penjahat kemanusiaan karena menggiring manusia pada kesesatan dan kekusutan.

            Bagi kitab agama lain, saya tidak begitu paham pemalsuan, penggantian, atau pemutarbalikkan fakta oleh orang-orang yang gemar menyesatkan orang lain. Bagi Islam sendiri, saya agak sedikit tahu bahwa banyak orang-orang yang inginnya disebut ahli agama, tetapi menggunakan dongeng-dongeng sebagai alat untuk menyesatkan orang lain, mengatakan bahwa dongeng itu adalah hadits, membuat hadits-hadits palsu dan mengatakannya sebagai shahih, serta memutarbalikkan pemahaman-pemahaman ayat Al Quran menjadi kabur dan menyimpang dari pemahaman yang sebenarnya. Di samping itu, mereka menganggap kafir dan bidah orang yang berbeda pemahaman dengan dirinya. Mereka tidak berupaya mencari dan mendapatkan kebenaran melalui diskusi atau debat ilmiah, tetapi mereka bersembunyi dan berlindung dibalik gerombolannya sendiri dan mimbar-mimbarnya sendiri serta menutupi kebenaran dengan menuding kebenaran itu sebagai sesat.

            Merekalah sesungguhnya musuh-musuh Allah swt dan musuh-musuh orang-orang beriman. Merekalah sesungguhnya yang membuat manusia membenci kebenaran illahi karena dengan kampanye dan propaganda mereka Tuhan terkesan kejam, sadis, dan pendukung huru-hara. Padahal, Allah swt adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah swt mencintai setiap hal yang diciptakan-Nya. Allah swt menginginkan kehidupan penuh cinta, harmonis, damai, tertib, dan bahagia.

            Allah swt menyatakan mereka para penyesat manusia itu sebagai musuh dan musuh para penganut ajaran Allah swt yang sejati.

            “Allah lebih mengetahui tentang musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi pelindung dan Allah menjadi penolong (bagimu).” (QS An-Nisa 4 : 45)

            Allah swt tahu kesesatan yang mereka kampanyekan. Allah swt tahu kedalaman hati mereka. Allah swt tahu hawa nafsu mereka. Allah swt tahu rencana jahat mereka, baik yang menyerang pikiran, jiwa, maupun fisik. Oleh sebab itu, sebelum berbicara, bertindak, melangkah, membaca Al Quran, mendengarkan ceramah, belajar, bekerja, dan melakukan apa pun, ucapkanlah taudz agar terlindung dari godaan syetan yang berbentuk manusia dan jin. Ucapkan pula basmallah agar kita selalu dalam gelombang kasih sayang Allah swt.

            Hati-hati dengan orang yang terlalu banyak mengoceh tentang agama yang ujungnya adalah menipu manusia untuk mendapatkan keuntungan pribadi, baik itu kehormatan, kedudukan, uang, maupun kepatuhan.

            Berlindunglah kepada Allah swt dan selalu memulai segalanya bersama bersama Allah swt.


            Sampurasun

Sunday, 2 July 2017

Guru Jangan Belagu

oleh Tom Finaldin


Bandung, Putera Sang Surya
Biasanya, perasaan kita masih mengharuskan kita untuk menghormati guru. Beberapa tulisan saya di blog ini pun menyiratkan penghormatan saya terhadap guru. Akan tetapi, harus dan wajib diingat bahwa saya dan banyak orang yang menghargai guru karena memiliki memori yang baik terhadap guru-guru kita masa lalu yang tidak hanya memberikan pengajaran berupa materi pelajaran, tetapi  juga etika, cara bersikap, cara berbicara, rasa hormat, cara menyelesaikan masalah, cara berhubungan dengan Tuhan dan manusia, serta berbagai hal lain yang membuat para guru itu dihormati. Oleh sebab itu, tak heran jika banyak orang, termasuk saya menghormati guru.

            Sayangnya, guru-guru zaman sekarang banyak yang tidak seperti itu. Banyak di antara mereka yang justru terkesan bukan sebagai pembina dan pembimbing, tetapi bertindak sebagai penguasa sekolah atau kampus. Mereka bertingkah selalu ingin dihormati dengan rasa takut dan segan dari siswa. Karena keenakan berperilaku tidak terpelajar, cara berbicara mereka menjadi kasar, kampungan, cenderung premanisme, dan penuh ancaman. Tak heran mereka menjadikan ancaman pemberian sanksi untuk membuat siswa takut dan patuh. Ketika situasi memberikan mereka kelonggaran untuk berkuasa di kampus, tindakan berlebihan pun terjadi, misalnya, teguran dengan kata-kata kotor dan kasar, ancaman dikeluarkan dari sekolah, dan hukuman fisik yang sangat tidak perlu. Akibatnya, banyak guru yang terlibat masalah, baik dengan orang tua siswa maupun dengan aparat hukum. Tak jarang ada guru yang dipukul orangtua siswa dan masuk penjara. Salah satu sebabnya di antara guru itu ada yang berlebihan dalam bertindak. Padahal, hubungan antara guru dengan orangtua siswa itu harus dijalin dengan serasi, segala kesalahan guru dan siswa dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan di lingkungan kampus sendiri. Apabila ada masalah di dalam sekolah yang sampai melibatkan pihak luar sekolah, seperti, kepolisian, BNN, dan atau Dinas Pendidikan, hal itu menunjukkan para guru dan pihak sekolah tidak memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan yang serasi dengan orangtua siswa.

            Jika kita memperhatikan beberapa kasus negatif yang terjadi di lingkungan kampus, kita harus mendorong para guru untuk menyadari diri bahwa mereka adalah juga manusia-manusia yang masih belajar untuk menjadi guru yang baik. Mereka harus masih meningkatkan kemampuannya dalam berbagai kompetensi yang dimilikinya, baik yang bersifat materi pelajaran maupun hubungan dengan manusia. Ada empat kompetensi guru yang wajib dimiliki setiap pribadi guru. Pelajari dengan saksama keempat kompetensi itu. Sesungguhnya, saya melihat setelah berkeliling dari sekolah ke sekolah, mayoritas guru belum memiliki keempat kecerdasan kompetensi tersebut secara utuh. Mereka kebanyakan masih menggunakan kebiasaannya masing-masing dan itu menghambat proses pembinaan generasi muda.

            Kesadaran untuk menyadari kelemahan diri dalam menjadi guru akan membuat guru semakin bijak dan dihormati karena mereka akan belajar setiap hari untuk menjadi guru yang lebih baik lagi dan terus lebih baik lagi. Tanpa kesadaran itu, guru akan petantang petenteng sebagai penguasa sekolah atau penguasa kampus yang berakhir konflik dengan siswa, orangtua siswa, bahkan dengan aparat hukum.

            Pelajari keempat kompetensi yang wajib dimiliki guru sehingga guru benar-benar akan menjadi sosok yang “digugu dan ditiru”.

            Apa saja keempat kompetensi guru itu?

            Banyak yang sudah menulisnya. Banyak pula pelatihan dan seminar mengenai itu. Pelajari dalam-dalam sehingga kualitas generasi muda Indonesia akan terus baik dan selalu meningkat. Bukan hanya mengikuti seminar, mendengarkan ceramah, atau membaca sebuah tulisan, melainkan wajib mempraktikkan kompetensi tersebut sedikit demi sedikit sehingga menjadi terbiasa dalam perilaku positif.


            Sampurasun

Thursday, 29 June 2017

Libur Menulis

oleh Tom Finaldin

Bandung, Putera Sang Surya
Hampir dua bulan ini saya tidak menulis di blog. Akibatnya, jumlah pengunjung blog menurun cukup drastis, baik pengunjung dari dalam negeri maupun luar negeri. Biasanya, jumlah pengunjung cukup banyak. Kalau diranking pengunjung dari Amerika Serikat paling banyak, nomor satu. Kemudian, pada peringkat kedua dari Indonesia. Peringkat ketiga dan seterusnya sering berubah-ubah, kadang-kadang Rusia, Jerman, Malaysia, dan sebagainya. Saat saya libur menulis blog, pengunjung Indonesia menjadi peringkat pertama, sedangkan Amerika Serikat menjadi peringkat kedua. Akan tetapi, jumlahnya menjadi sangat sedikit. Tidak apa-apalah karena para pembaca di seluruh dunia ini selalu menginginkan hal-hal yang baru dan bermanfaat bagi mereka.

            Sebetulnya, saya tidak libur menulis. Saya selalu menulis, tetapi menulis untuk keperluan lain sehingga kegiatan menulis di blog berkurang sangat drastis. Kemarin-kemarin saya “libur menulis” di blog karena harus membantu penelitian yang dilakukan istri saya. Dia harus menyelesaikan skripsinya tentang Peranan Guru dalam Meningkatkan Minat Siswa Mempelajari Baca Tulis Al Quran. Lokasi penelitiannya di sebuah raudhatul athfal atau taman kanak-kanak. Saya membantunya dengan cara membimbingnya sehingga mendapatkan data yang lengkap, baik, akurat, dan bisa dipercaya. Kemudian, membantunya memperbaiki bahasa-bahasa yang ditulisnya agar baik dosen pembimbing dan dosen penguji dapat memahami isi penelitian yang dilakukan istri saya.

            Alhamdulillah, skripsi itu telah selesai dengan baik. Dengan demikian, istri saya mengikuti sidang dengan baik pula. Saya pun kembali dapat menulis di blog ini lagi. Seperti biasa, saya berusaha menulis sesuatu yang baru dan mudah-mudahan belum dipikirkan oleh orang lain sehingga orang lain dapat mengambil manfaat yang baru dan memiliki pengetahuan yang baru pula. Saya pun berharap sesungguhnya ada dari pembaca yang mau bertukar pikiran dengan saya tentang tulisan-tulisan saya, baik itu mendukung, mendebat, atau memberikan tambahan. Komentar-komentar positif dari pembaca sesungguhnya sangat bermanfaat bagi saya karena saya akan mendapatkan pengetahuan baru dan semakin bijak dalam berpikir, menulis, dan bertindak.

Itu mah baju wisuda S2 saya 



            Semoga Allah swt selalu memberikan kita petunjuk, pengetahuan baru, dan pemahaman baru sehingga hidup kita semakin hari semakin baik hingga hidup kita berada di tempat yang baik di dunia ini dan di akhirat nanti. Amin.

            Sampurasun