Wednesday, 1 April 2026

Prabowo Bakal Terkenal Sedunia

 


oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Presiden Indonesia Prabowo memang sudah dikenal, tetapi kalau diibaratkan lampu, masih sebatas lampu petromak yang nyala dengan cara dipompa. Lampu itu bersinar kelap-kelip di antara lampu-lampu LED yang besar-besar, seperti, Donald Trump, Vladimir Putin, Xi Jin Ping, Charles, Emanuel Macron, Muhammad bin Salman Al Saud (MBS), dan Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Demikian pula Negara Indonesia, cahayanya masih mirip petromak. Bahkan, baru ada yang mengenalinya dan merasa kaget, kok ada negara seindah dan seramah Indonesia. Mulai dikenalnya Indonesia banyak disebabkan aktivitas para seniman, terutama musisi semisal Putri Ariani, VoB, Alfy Rev, Chakra Khan, Iwan Fals, Ahmad Dhani, dan Rhoma Irama.

            Presiden Prabowo akan lebih dikenal dunia jika melakukan hal yang mengagetkan, yaitu menarik pasukan TNI sebagai penjaga perdamaian di tempat-tempat yang ada Israel di dalamnya serta keluar dari “Board of Peace” (BoP). Dia akan lebih dipertimbangkan dunia jika mampu menjelaskan alasan-alasan logis penarikan pasukannya.

            Sekarang ini situasi dunia sudah sangat buruk sehingga harus melindungi diri masing-masing. Keinginan kita untuk menciptakan perdamaian semakin sulit karena negara-negara yang harus didamaikan tidak memiliki kehendak untuk berdamai, terutama Israel.

            Beberapa tahun belakangan Israel masih menghormati Indonesia yang ditandai dengan keinginan untuk berhubungan yang selalu ditolak Indonesia. Akan tetapi, saat ini bukan saja tidak menghormati, melainkan sudah menjadikan pasukan TNI yang menjaga perdamaian menjadi sasaran tembak. Meskipun belum ada investigasi resmi dari PBB, kita bisa memastikan bahwa Israel memang sengaja menembak pasukan Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari pernyataan Israel sendiri bahwa pasukan Indonesia terkena serpihan Rudal Israel di Libanon karena tidak berada pada tempat yang aman. Itu artinya mereka tahu pasukan TNI, tetapi tetap menembak. Sementara itu, TNI tidak diperbolehkan membalas, bahkan terlarang untuk meletuskan senjata. Kita sudah lama memang menyaksikan Israel tidak lagi menghormati hukum-hukum internasional karena merasa punya kekuatan didukung Amerika Serikat (AS).


Pasukan TNI Penjaga Perdamaian yang gugur di tangan Israel (Foto: suaraislam.id)


            Kita tidak bisa mengatakan bahwa TNI yang mati kan hanya 4 orang, 1 di Kongo dan 3 di Libanon, sementara pasukan Indonesia yang menjaga perdamaian di seluruh dunia ada lebih dari 2.000 orang, itu hanya sedikit. Salah besar berpendapat seperti itu. Satu orang saja yang terluka atau mati, baik TNI atau bukan, itu harus dilindungi dan kewajiban negara untuk melakukannya, begitu aturannya dalam berinteraksi secara internasional.

            Indonesia sudah punya cukup alasan untuk menarik tentaranya dari dunia dan berkonsentrasi di dalam negeri, termasuk keluar dari BoP. Hal itu disebabkan Israel sudah sangat membahayakan dan Amerika Serikat tidak bisa diharapkan untuk menciptakan perdamaian, malah merusakkan kedamaian yang sedang menuju stabil.

            Prabowo tak perlu takut jika Donald Trump mengancam Indonesia dengan soal tarif karena menarik pasukan TNI dari dunia. Donald Trump itu hanya dewa mabuk yang tidak bisa dipegang omongannya, sekarang dan lima menit kemudian bisa tiba-tiba berubah.

            Jika berani, Prabowo akan lebih dikenal dunia. Orang yang beberapa waktu lalu sangat ramah, tegas, dan cerdas dipuji Donald Trump, tetapi mengundurkan diri dari BoP serta menarik pasukannya sebagai bentuk protes kepada PBB yang sudah harus dirombak itu. Indonesia layak protes, itu sikap yang lembut dibandingkan Presiden Pertama Indonesia Soekarno yang menyatakan keluar dari PBB. Prabowo akan menjadi sorotan dunia jika melakukan itu dan meningkat dari sekedar petromak menjadi LED yang besar mulai sejajar dengan pemimpin dunia lainnya saat ini.

            Foto prajurit TNI yang gugur dalam tugas negara sebagai penjaga perdamaian saya dapatkan dari suaraislam id.

            Prabowo cerdas dan gemoy pertanda sering minum susu. Tinggal keberaniannya untuk menarik TNI dari wilayah konflik sebagai bentuk protes pada dunia yang tampak gagal menyelesaikan konflik di antara manusia.

            Sampurasun.