oleh
Tom Finaldin
Bandung,
Putera Sang Surya
Presiden Indonesia Prabowo
memang sudah dikenal, tetapi kalau diibaratkan lampu, masih sebatas lampu
petromak yang nyala dengan cara dipompa. Lampu itu bersinar kelap-kelip di
antara lampu-lampu LED yang besar-besar, seperti, Donald Trump, Vladimir Putin,
Xi Jin Ping, Charles, Emanuel Macron, Muhammad bin Salman Al Saud (MBS), dan Mohammed
bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Demikian pula Negara Indonesia, cahayanya masih
mirip petromak. Bahkan, baru ada yang mengenalinya dan merasa kaget, kok ada
negara seindah dan seramah Indonesia. Mulai dikenalnya Indonesia banyak
disebabkan aktivitas para seniman, terutama musisi semisal Putri Ariani, VoB,
Alfy Rev, Chakra Khan, Iwan Fals, Ahmad Dhani, dan Rhoma Irama.
Presiden Prabowo akan lebih dikenal dunia jika melakukan
hal yang mengagetkan, yaitu menarik pasukan TNI sebagai penjaga perdamaian di
tempat-tempat yang ada Israel di dalamnya serta keluar dari “Board of Peace”
(BoP). Dia akan lebih dipertimbangkan dunia jika mampu menjelaskan
alasan-alasan logis penarikan pasukannya.
Sekarang ini situasi dunia sudah sangat buruk sehingga
harus melindungi diri masing-masing. Keinginan kita untuk menciptakan
perdamaian semakin sulit karena negara-negara yang harus didamaikan tidak
memiliki kehendak untuk berdamai, terutama Israel.
Beberapa tahun belakangan Israel masih menghormati
Indonesia yang ditandai dengan keinginan untuk berhubungan yang selalu ditolak
Indonesia. Akan tetapi, saat ini bukan saja tidak menghormati, melainkan sudah
menjadikan pasukan TNI yang menjaga perdamaian menjadi sasaran tembak. Meskipun
belum ada investigasi resmi dari PBB, kita bisa memastikan bahwa Israel memang
sengaja menembak pasukan Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari pernyataan Israel
sendiri bahwa pasukan Indonesia terkena serpihan Rudal Israel di Libanon karena
tidak berada pada tempat yang aman. Itu artinya mereka tahu pasukan TNI, tetapi
tetap menembak. Sementara itu, TNI tidak diperbolehkan membalas, bahkan
terlarang untuk meletuskan senjata. Kita sudah lama memang menyaksikan Israel
tidak lagi menghormati hukum-hukum internasional karena merasa punya kekuatan
didukung Amerika Serikat (AS).
![]() |
| Pasukan TNI Penjaga Perdamaian yang gugur di tangan Israel (Foto: suaraislam.id) |
Kita tidak bisa mengatakan bahwa TNI yang mati kan hanya
4 orang, 1 di Kongo dan 3 di Libanon, sementara pasukan Indonesia yang menjaga
perdamaian di seluruh dunia ada lebih dari 2.000 orang, itu hanya sedikit.
Salah besar berpendapat seperti itu. Satu orang saja yang terluka atau mati,
baik TNI atau bukan, itu harus dilindungi dan kewajiban negara untuk melakukannya,
begitu aturannya dalam berinteraksi secara internasional.
Indonesia sudah punya cukup alasan untuk menarik
tentaranya dari dunia dan berkonsentrasi di dalam negeri, termasuk keluar dari
BoP. Hal itu disebabkan Israel sudah sangat membahayakan dan Amerika Serikat
tidak bisa diharapkan untuk menciptakan perdamaian, malah merusakkan kedamaian
yang sedang menuju stabil.
Prabowo tak perlu takut jika Donald Trump mengancam
Indonesia dengan soal tarif karena menarik pasukan TNI dari dunia. Donald Trump
itu hanya dewa mabuk yang tidak bisa dipegang omongannya, sekarang dan lima
menit kemudian bisa tiba-tiba berubah.
Jika berani, Prabowo akan lebih dikenal dunia. Orang yang
beberapa waktu lalu sangat ramah, tegas, dan cerdas dipuji Donald Trump, tetapi
mengundurkan diri dari BoP serta menarik pasukannya sebagai bentuk protes
kepada PBB yang sudah harus dirombak itu. Indonesia layak protes, itu sikap
yang lembut dibandingkan Presiden Pertama Indonesia Soekarno yang menyatakan
keluar dari PBB. Prabowo akan menjadi sorotan dunia jika melakukan itu dan
meningkat dari sekedar petromak menjadi LED yang besar mulai sejajar dengan
pemimpin dunia lainnya saat ini.
Foto prajurit TNI yang gugur dalam tugas negara sebagai
penjaga perdamaian saya dapatkan dari suaraislam id.
Prabowo cerdas dan gemoy pertanda sering minum susu.
Tinggal keberaniannya untuk menarik TNI dari wilayah konflik sebagai bentuk
protes pada dunia yang tampak gagal menyelesaikan konflik di antara manusia.
Sampurasun.

No comments:
Post a Comment