Friday, 23 January 2026

Perbaikan Jalan untuk Pejabat atau untuk Rakyat?

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Biasanya, kalau melewati jalan jalur sebelah situ selalu tidak nyaman karena banyak lubang, tidak rata, dan becek. Akan tetapi, suatu pagi tiba-tiba jalan itu mulus sekali, tidak tampak kerusakan. Ini ajaib. Kemarin sore masih jalan masih rusak seperti biasa, tetapi pagi itu rapi banget.

            Tiba-tiba anak bungsu saya mengirimkan foto lewat grup WA keluarga. Dia berfoto bersama Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan di sekolahnya. Saya baru paham mengapa jalan yang biasanya berlubang dan becek itu lubangnya hilang dan nyaman dipakai. Ternyata, ada pejabat setingkat menteri lewat jalan itu. Memang sekolahan anak saya menggunakan jalan itu sebagai lalu lintas harian.


Anak bungsu saya bersama Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan


            Saya berpikir positif saja, mudah-mudahan kehadiran pejabat menggunakan jalan itu menjadi pemicu pemerintah untuk memperbaikinya sehingga rakyat bisa menggunakannya dengan nyaman. Perbaikan jalan itu bukan hanya untuk menteri, melainkan untuk rakyat pengguna jalan itu.

            Kalau memang untuk rakyat, teorinya, jalan itu harus bertahan sepuluh tahun untuk kemudian dilakukan pemeliharaan dan perbaikan kembali. Akan tetapi, kalau hanya bertahan satu atau dua minggu, berarti jalan itu diperbaiki dan dipoles untuk pejabat, bukan untuk rakyat.

            Kalau ternyata setelah dua minggu, jalan jebol lagi dan kembali becek, itu sangat menyedihkan. Ternyata, pemerintah hanya mementingkan pejabat dan bukan berbuat baik untuk rakyat sebagai pemiliki sah negeri ini.

            Kita lihat nanti kondisi dan daya tahan jalan itu.

            Apakah untuk rakyat atau hanya untuk pejabat?

            Kalau mendengar celoteh para siswa dan rakyat di sana, mereka yakin bahwa dalam waktu di bawah satu bulan, jalan itu jebol lagi.

            Mudah-mudahan mereka salah.

            Sampurasun.

No comments:

Post a Comment