oleh
Tom Finaldin
Bandung,
Putera Sang Surya
Biasanya, kalau melewati jalan
jalur sebelah situ selalu tidak nyaman karena banyak lubang, tidak rata, dan
becek. Akan tetapi, suatu pagi tiba-tiba jalan itu mulus sekali, tidak tampak
kerusakan. Ini ajaib. Kemarin sore masih jalan masih rusak seperti biasa,
tetapi pagi itu rapi banget.
Tiba-tiba anak bungsu saya mengirimkan foto lewat grup WA
keluarga. Dia berfoto bersama Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan di sekolahnya.
Saya baru paham mengapa jalan yang biasanya berlubang dan becek itu lubangnya
hilang dan nyaman dipakai. Ternyata, ada pejabat setingkat menteri lewat jalan
itu. Memang sekolahan anak saya menggunakan jalan itu sebagai lalu lintas
harian.
![]() |
| Anak bungsu saya bersama Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan |
Saya berpikir positif saja, mudah-mudahan kehadiran
pejabat menggunakan jalan itu menjadi pemicu pemerintah untuk memperbaikinya
sehingga rakyat bisa menggunakannya dengan nyaman. Perbaikan jalan itu bukan
hanya untuk menteri, melainkan untuk rakyat pengguna jalan itu.
Kalau memang untuk rakyat, teorinya, jalan itu harus
bertahan sepuluh tahun untuk kemudian dilakukan pemeliharaan dan perbaikan
kembali. Akan tetapi, kalau hanya bertahan satu atau dua minggu, berarti jalan
itu diperbaiki dan dipoles untuk pejabat, bukan untuk rakyat.
Kalau ternyata setelah dua minggu, jalan jebol lagi dan kembali
becek, itu sangat menyedihkan. Ternyata, pemerintah hanya mementingkan pejabat
dan bukan berbuat baik untuk rakyat sebagai pemiliki sah negeri ini.
Kita lihat nanti kondisi dan daya tahan jalan itu.
Apakah untuk rakyat atau hanya untuk pejabat?
Kalau mendengar celoteh para siswa dan rakyat di sana,
mereka yakin bahwa dalam waktu di bawah satu bulan, jalan itu jebol lagi.
Mudah-mudahan mereka salah.

No comments:
Post a Comment