Saturday, 3 January 2026

Orang Sunda Wajib Jaga Industri di Jawa Barat

 

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Suatu negara atau wilayah akan tumbuh ekonominya jika mampu menjaga industrinya atau pabrik-pabriknya berkembang dengan baik. Industri yang berkembang akan memerlukan tenaga kerja yang secara bertahap semakin banyak. Dengan demikian, akan tercipta rantai kemakmuran di kawasan itu.

            Kita selalu mengeluh dengan sulitnya lapangan pekerjaan, tetapi anehnya ketika ada industri atau pabrik yang berkembang, kita juga yang mempersulitnya, bahkan membunuhnya dengan aksi-aksi aneh tak punya dasar logika. Kita selalu menagih janji pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja, tetapi tidak mendukung lapangan itu tercipta. Kita ingat janji Wakil Presiden RI Gibran yang akan membuka 15-19 juta lapangan kerja baru, kita menuntutnya. Akan tetapi, ketika lapangan kerja mulai ada, kita juga yang membuatnya menjadi kacau balau. Dengan demikian, kita tidak akan pernah lepas dari kemiskinan dan pengangguran jika tidak mendukung terciptanya perkembangan industri yang kondusif.

            Provinsi Jawa Barat adalah provinsi yang terbesar penduduknya di Indonesia. Oleh sebab itu, kebutuhan lapangan kerja sangat banyak. Untuk saat ini, alhamdulillah, Allah swt memberikan banyak jalan bagi Jawa Barat untuk maju dengan industrinya. Ada banyak perusahaan yang antre membangun bisnis di Jawa Barat. Itu artinya terbuka lapangan kerja baru.  Dalam catatan saya sudah banyak investor dan pemodal asing yang mulai berkomitmen untuk membuka usaha di Jawa Barat. Mereka membutuhkan tenaga kerja. Orang-orang Jawa Barat seharusnya yang mengisi lapangan kerja itu. Ada BYD, mobil listrik dari Cina membangun usaha di Jawa Barat; Vinfast Vietnam yang memproduksi mobil setir kanan untuk seluruh dunia dari Jawa Barat; masuk juga Mazda dari Jepang; Ford dari Amerika Serikat; Volkswagen dari Jerman.


Pabrik Mobil Vinfast Dikunjungi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (Foto: Instagram) 

            Dari janji belasan juta lapangan kerja baru itu, sekarang sudah mulai tercipta 3,1 juta pekerja baru. Itu artinya ada perkembangan yang nyata untuk menumbuhkan ekonomi baru.  Ini harus dijaga. Dengan demikian, tercipta pula orang-orang dengan pekerjaan baru, gaji tinggi, dan berdaya beli tinggi.

            Jika sistem usahanya tidak kondusif, bukan hanya perkembangannya yang akan rusak dan kesulitan mendapatkan kerja, melainkan pekerjaan yang sudah tercipta pun akan mati dan hancur. Orang-orang Jawa Barat bisa jatuh lagi menjadi tukang rongsokan. Ini sudah terjadi. Ketika para pengusaha sudah tidak merasa kuat lagi usaha di Jawa Barat dan Indonesia, mereka pindah ke negara lain, seperti, Thailand, Filipina, dan Vietnam yang lebih kondusif untuk mengembangkan usaha. Para pengusaha yang pindah itu meninggalkan perusahaannya dan membuat ribuan para pekerjanya menganggur yang kemudian menjadi tukang rongsokan. Itu sejarahnya.

            Hal-hal yang membuat rusaknya industri dan pabrik-pabrik itu, antara lain, premanisme yang melakukan pemalakan mulai ribuan, ratusan ribu, miliaran, hingga triliunan; percaloan pekerja yang menyodorkan para pengangguran yang tidak punya keahlian; aparat keamanan yang ikut-ikutan ngumpulin uang receh haram; arogansi penduduk setempat yang memaksakan diri untuk ikut kebagian kerja, padahal tak punya kompetensi apa pun.

Baru-baru ini terjadi aksi demo dari warga setempat yang tidak kebagian menjadi pekerja di perusahaan yang ada di wilayahnya. Ketika diperiksa, mereka itu hanya lulusan SD, tidak tamat SD, lulusan SMP. Lulusan SMA atau pernah kuliah, tetapi tidak memiliki keahlian atau keterampilan yang dibutuhkan. Pantas saja tidak diterima kerja karena tidak memiliki kualifikasi yang diperlukan. Kalau ingin bekerja di tempat yang diinginkan, sudah seharusnya membekali diri dengan keterampilan yang diperlukan perusahaan.

Perusahaan bodoh mana yang akan menerima orang yang tak punya keterampilan untuk bekerja di tempatnya?

Mereka itu akan hanya menjadi beban perusahaan dan membuat bangkrut industri.

            Ada pula aksi-aksi aneh yang mengganggu pemerintah soal besaran gaji atau honor yang diterima. Mereka ingin bergaji besar, tetapi tidak memperhitungkan kemampuan perusahaan untuk menggajinya. Mereka mendesak pemerintah agar menetapkan aturan yang memaksa perusahaan untuk menggaji dengan besaran seperti yang mereka inginkan. Kalau pemerintah salah mengambil tindakan dengan membuat perusahaan merasa terintimidasi untuk mengeluarkan uang yang tidak mampu mereka keluarkan, para pengusaha itu akan membuat perusahaannya pailit dan segera menghentikan usahanya, lalu pindah ke negara lain yang lebih tenang. Akibatnya, ribuan pekerja akan kocar-kacir mencari pekerjaan baru dan akan lebih banyak lagi tukang rongsokan, saya sudah banyak melihat hal yang seperti itu.

            Kalau sudah seperti itu, kemiskinan bertambah. Beban negara bertambah besar karena harus menyalurkan Bansos yang lebih besar. Di samping itu, kriminalitas pun bertambah karena orang-orang lapar dan tidak punya uang.

            Untuk membuat ekonomi lebih berkembang, jumlah belasan juta lapangan kerja baru itu tercipta, orang-orang Sunda yang sudah pasti mayoritas di Jawa Barat harus menjaga dan melindungi iklim bisnis yang sudah tercipta dan akan diciptakan. Bisnis yang sudah tercipta akan menumbuhkan bisnis-bisnis baru. Perusahaan mobil itu akan membutuhkan barang-barang lainnya, seperti, jok mobil, cat, kaca, atau suku cadang lainnya. Jangan dilupakan pula, para pekerjanya butuh makanan, pakaian baru, dan tempat nongkrong yang lebih berkualitas. Itu akan menumbuhkan lagi ribuan orang untuk bekerja.

            Orang Sunda wajib menjaga industri di Jawa Barat. Bukan hanya untuk kalian, melainkan pula untuk anak-anak dan kerabat kalian.

            Sampai sini sudah mengerti kan?

            Ilustrasi pabrik mobil Vinfast yang didatangi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saya dapatkan dari Instagram.

            Kalau ingin maju, berhenti bergabung dengan grup-grup WA yang kerap memberitakan hal-hal tidak jelas serta menyebarkan energi negatif penuh pesimisme. Bertemanlah dengan orang-orang yang punya pandangan positif dan penuh optimisme dalam menghadapi masa depan.

            Sampurasun.

No comments:

Post a Comment