oleh
Tom Finaldin
Bandung,
Putera Sang Surya
Suatu negara atau wilayah
akan tumbuh ekonominya jika mampu menjaga industrinya atau pabrik-pabriknya
berkembang dengan baik. Industri yang berkembang akan memerlukan tenaga kerja
yang secara bertahap semakin banyak. Dengan demikian, akan tercipta rantai
kemakmuran di kawasan itu.
Kita selalu mengeluh dengan sulitnya lapangan pekerjaan,
tetapi anehnya ketika ada industri atau pabrik yang berkembang, kita juga yang
mempersulitnya, bahkan membunuhnya dengan aksi-aksi aneh tak punya dasar
logika. Kita selalu menagih janji pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja,
tetapi tidak mendukung lapangan itu tercipta. Kita ingat janji Wakil Presiden
RI Gibran yang akan membuka 15-19 juta lapangan kerja baru, kita menuntutnya.
Akan tetapi, ketika lapangan kerja mulai ada, kita juga yang membuatnya menjadi
kacau balau. Dengan demikian, kita tidak akan pernah lepas dari kemiskinan dan
pengangguran jika tidak mendukung terciptanya perkembangan industri yang
kondusif.
Provinsi Jawa Barat adalah provinsi yang terbesar
penduduknya di Indonesia. Oleh sebab itu, kebutuhan lapangan kerja sangat
banyak. Untuk saat ini, alhamdulillah, Allah
swt memberikan banyak jalan bagi Jawa Barat untuk maju dengan industrinya. Ada
banyak perusahaan yang antre membangun bisnis di Jawa Barat. Itu artinya
terbuka lapangan kerja baru. Dalam
catatan saya sudah banyak investor dan pemodal asing yang mulai berkomitmen
untuk membuka usaha di Jawa Barat. Mereka membutuhkan tenaga kerja. Orang-orang
Jawa Barat seharusnya yang mengisi lapangan kerja itu. Ada BYD, mobil listrik
dari Cina membangun usaha di Jawa Barat; Vinfast Vietnam yang memproduksi mobil
setir kanan untuk seluruh dunia dari Jawa Barat; masuk juga Mazda dari Jepang;
Ford dari Amerika Serikat; Volkswagen dari Jerman.
![]() |
| Pabrik Mobil Vinfast Dikunjungi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (Foto: Instagram) |
Dari janji belasan juta lapangan kerja baru itu, sekarang
sudah mulai tercipta 3,1 juta pekerja baru. Itu artinya ada perkembangan yang
nyata untuk menumbuhkan ekonomi baru. Ini
harus dijaga. Dengan demikian, tercipta pula orang-orang dengan pekerjaan baru,
gaji tinggi, dan berdaya beli tinggi.
Jika sistem usahanya tidak kondusif, bukan hanya
perkembangannya yang akan rusak dan kesulitan mendapatkan kerja, melainkan
pekerjaan yang sudah tercipta pun akan mati dan hancur. Orang-orang Jawa Barat
bisa jatuh lagi menjadi tukang rongsokan. Ini sudah terjadi. Ketika para
pengusaha sudah tidak merasa kuat lagi usaha di Jawa Barat dan Indonesia,
mereka pindah ke negara lain, seperti, Thailand, Filipina, dan Vietnam yang
lebih kondusif untuk mengembangkan usaha. Para pengusaha yang pindah itu
meninggalkan perusahaannya dan membuat ribuan para pekerjanya menganggur yang
kemudian menjadi tukang rongsokan. Itu sejarahnya.
Hal-hal yang membuat rusaknya industri dan pabrik-pabrik
itu, antara lain, premanisme yang melakukan pemalakan mulai ribuan, ratusan
ribu, miliaran, hingga triliunan; percaloan pekerja yang menyodorkan para
pengangguran yang tidak punya keahlian; aparat keamanan yang ikut-ikutan
ngumpulin uang receh haram; arogansi penduduk setempat yang memaksakan diri
untuk ikut kebagian kerja, padahal tak punya kompetensi apa pun.
Baru-baru
ini terjadi aksi demo dari warga setempat yang tidak kebagian menjadi pekerja
di perusahaan yang ada di wilayahnya. Ketika diperiksa, mereka itu hanya
lulusan SD, tidak tamat SD, lulusan SMP. Lulusan SMA atau pernah kuliah, tetapi
tidak memiliki keahlian atau keterampilan yang dibutuhkan. Pantas saja tidak
diterima kerja karena tidak memiliki kualifikasi yang diperlukan. Kalau ingin
bekerja di tempat yang diinginkan, sudah seharusnya membekali diri dengan
keterampilan yang diperlukan perusahaan.
Perusahaan
bodoh mana yang akan menerima orang yang tak punya keterampilan untuk bekerja
di tempatnya?
Mereka
itu akan hanya menjadi beban perusahaan dan membuat bangkrut industri.
Ada pula aksi-aksi aneh yang mengganggu pemerintah soal
besaran gaji atau honor yang diterima. Mereka ingin bergaji besar, tetapi tidak
memperhitungkan kemampuan perusahaan untuk menggajinya. Mereka mendesak
pemerintah agar menetapkan aturan yang memaksa perusahaan untuk menggaji dengan
besaran seperti yang mereka inginkan. Kalau pemerintah salah mengambil tindakan
dengan membuat perusahaan merasa terintimidasi untuk mengeluarkan uang yang
tidak mampu mereka keluarkan, para pengusaha itu akan membuat perusahaannya
pailit dan segera menghentikan usahanya, lalu pindah ke negara lain yang lebih
tenang. Akibatnya, ribuan pekerja akan kocar-kacir mencari pekerjaan baru dan
akan lebih banyak lagi tukang rongsokan, saya sudah banyak melihat hal yang
seperti itu.
Kalau sudah seperti itu, kemiskinan bertambah. Beban
negara bertambah besar karena harus menyalurkan Bansos yang lebih besar. Di
samping itu, kriminalitas pun bertambah karena orang-orang lapar dan tidak
punya uang.
Untuk membuat ekonomi lebih berkembang, jumlah belasan
juta lapangan kerja baru itu tercipta, orang-orang Sunda yang sudah pasti
mayoritas di Jawa Barat harus menjaga dan melindungi iklim bisnis yang sudah
tercipta dan akan diciptakan. Bisnis yang sudah tercipta akan menumbuhkan
bisnis-bisnis baru. Perusahaan mobil itu akan membutuhkan barang-barang
lainnya, seperti, jok mobil, cat, kaca, atau suku cadang lainnya. Jangan
dilupakan pula, para pekerjanya butuh makanan, pakaian baru, dan tempat
nongkrong yang lebih berkualitas. Itu akan menumbuhkan lagi ribuan orang untuk
bekerja.
Orang Sunda wajib menjaga industri di Jawa Barat. Bukan
hanya untuk kalian, melainkan pula untuk anak-anak dan kerabat kalian.
Sampai sini sudah mengerti kan?
Ilustrasi pabrik mobil Vinfast yang didatangi Gubernur
Jawa Barat Dedi Mulyadi saya dapatkan dari Instagram.
Kalau ingin maju, berhenti bergabung dengan grup-grup WA
yang kerap memberitakan hal-hal tidak jelas serta menyebarkan energi negatif
penuh pesimisme. Bertemanlah dengan orang-orang yang punya pandangan positif
dan penuh optimisme dalam menghadapi masa depan.
Sampurasun.

No comments:
Post a Comment