Thursday, 29 January 2026

Politik Luas Hati Merajut Cinta

 

 

oleh Tom Finaldin

 

Bandung, Putera Sang Surya

Maksud judul di atas adalah sikap dan rasa berpolitik yang mau menerima perbedaan, tidak harus bermusuhan jika berbeda pandangan, dan membangun kebersamaan untuk tujuan yang sama. Banyak tokoh di Indonesia ini yang sudah melakukan hal itu, tetapi kurang diperhatikan dan tidak diteladani. Contohnya, Soekarno berdebat keras dengan Syahrir sampai urat leher tegang keluar dengan mata melotot merah, tetapi pulangnya berboncengan bareng naik sepeda ontel. Prabowo memerangi Panglima Aceh Merdeka selama 25 tahun saling bunuh, tetapi akhirnya mereka bersatu dalam partai yang sama.

            Contoh lain yang masih segar dalam ingatan kita adalah Jokowi yang telah mengalahkan Prabowo dua kali bisa saling mendekat dan saling memahami. Keduanya meluaskan hatinya untuk bersama, kemudian sepakat untuk saling mendukung karena memiliki rasa cinta yang sama. Mereka sama-sama mencintai negara dan rakyatnya dalam versi mereka. Padahal, perbedaan keduanya bisa menghancurkan persatuan Indonesia, tetapi karena ada rasa cinta yang sama, Indonesia hingga tulisan ini dibuat, tetap berada dalam keadaan kokoh dan bersatu. Ini namanya fakta.

            Ada contoh lain yang juga menarik. Provinsi Jawa Barat telah menyelesaikan masa pemilihan gubernur yang juga ketat, penuh dinamika, hingga makian kotor dan hujatan-hujatan rendah. Akan tetapi, setelah Dedi Mulyadi memenangkan pertarungan, semua kompetitor bisa saling menahan diri untuk tidak melakukan kerusakan, terutama terhadap psikologi masyarakat Jawa Barat. Bahkan, saingan Dedi Mulyadi, yaitu Gitalis Dwi Natarina yang dikenal dengan panggilan Gita KDI menyanyikan dengan merdu dan cantik lagu ciptaan Dedi Mulyadi yang dikenal pula dengan sebutan Kang Dedi Mulyadi (KDM). Judul lagu KDM yang dinyanyikan Gita adalah “Rindu Purnama”. Bagi yang belum menikmati lagunya dan ingin menikmatinya, saya kasih linknya, mudah-mudahan lagu ini bisa melunakan hati-hati yang keras, https://www.youtube.com/watch?v=YdTUqfAaUrY

            Foto Gita saya dapatkan dari INewsBandungRaya dan KDM yang diciumi emak-emak dari Merdeka com.


Gitalis Dwi Natarina (Foto: INewsBandungRaya)


            Baik KDM maupun Gita dan pesaing lainnya, telah melunakkan hatinya demi merajut cinta. Mereka semua mencintai kedamaian, persatuan, dan rakyat Jawa Barat. Apabila di antara mereka mulai tampak saling bertengkar hingga berpotensi merusakkan Provinsi Jawa Barat, rakyat harus mengingatkan mereka dengan cinta juga sehingga mereka kembali pada jalan yang benar, yaitu mencintai rakyatnya.


Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diciumi emak-emak (Foto: Merdeka.com)


Perilaku atau sikap berpolitik luas hati merajut cinta menandakan bahwa kita berbeda dengan orang barat, timur tengah, dan timur atau asia lainnya. Kita punya sikap dan rasa sendiri yang harus dipertahankan untuk kehidupan kita. Kalau orang lain dari belahan dunia lain menganggap bahwa perilaku kita itu “aneh” karena beda pandangan politik itu harus bermusuhan, itu patut kita syukuri. Kita bisa menjadi contoh dalam merajut perdamaian dunia dengan perilaku cinta tanpa harus menggurui.

Sampurasun

No comments:

Post a Comment