oleh
Tom Finaldin
Bandung,
Putera Sang Surya
Ketika Taliban mulai
berkuasa di Afghanistan, muncul banyak narasi bahwa kekhalifahan pintunya mulai
terbuka untuk menguasai dunia. Banyak sekali orang Indonesia para pemimpi
kekhalifahan yang gembira. Kemenangan Taliban adalah kemenangan mereka pula.
Ini adalah kesempatan baik bagi orang-orang Indonesia
penggemar kekhalifahan untuk segera pindah ke Afghanistan. Cita-cita mereka
lebih mudah dan lebih ringan dijalani dibandingkan harus bergabung dengan Isis.
Bergabung dengan Isis menyusahkan karena harus berperang dan kehilangan nyawa.
Bahkan, kini Isis kalah. Kalau tidak berkumpul di penjara, mereka berada di
kamp-kamp tahanan. Banyak orang Indonesia yang ingin pulang, banyak anak-anak
yang dibawa orangtuanya dari Indonesia ke Suriah menangis kehilangan harapan
karena cita-cita mereka menjadi dokter, guru, dan yang lainnya menjadi gelap.
Hal itu disebabkan Indonesia menolak untuk memulangkan mereka ke kampung
halamannya. Mereka bergerombol tak tentu arah di negeri orang.
Berbeda
dengan di Afghanistan. Taliban yang dianggap sebagai pasukan surga telah
menang. Jadi, tidak perlu perang dan tidak akan ditangkap di sana karena
bergabung dengan para pemenang. Pergilah secepat mungkin ke sana untuk hidup
dalam sistem pemerintahan yang terbaik dan sudah dicita-citakan sejak lama.
Pindahlah ke sana dan berganti kewarganegaraan menjadi warga Negara Afghanistan.
Akan tetapi, jangan balik ke Indonesia lagi karena Indonesia dipenuhi thagut.
Selain itu, kalian sudah bukan lagi warga Negara Indonesia.
Jalan
untuk menjadi warga Afghanistan semakin terbuka lebar karena orang-orang banyak
yang kabur dari kekuasaan Taliban. Minggu kemarin saja sudah tercatat lebih
dari 300 ribu orang berlarian ke luar dari Afghanistan melalui jalan darat dan
udara. Sampai hari ini pun masih ribuan orang berkumpul di Bandara Internasional
Hamid Karzai untuk kabur ke Amerika Serikat, Eropa, dan lain-lain karena tidak
mau dikuasai Taliban. Orang-orang yang kabur itu rata-rata orang-orang pintar,
para birokrat, aktivis, akademisi, dan mereka yang membenci Taliban. Di samping
itu, sudah banyak pula orang yang mati dibunuh Taliban sejak berkuasa.
Dengan
banyaknya orang yang kabur dan mati dibunuh Taliban, berarti penduduk
Afghanistan berkurang. Itu artinya, semakin banyak tempat yang bisa diisi oleh
orang Indonesia yang memimpikan hidup dalam sistem kekhalifahan di Afghanistan.
Pergilah secepat mungkin dan berbahagialah di sana. Tak perlu lagi ngoceh soal
mendirikan kekhalifahan di Indonesia karena sulitnya luar biasa. Kalian harus
berhadapan dengan para pecinta NKRI, terancam masuk penjara, dan organisasinya bisa dibubarkan pemerintah
Indonesia.
Jika
pindah ke Afghanistan sekarang, kalian mungkin akan bahagia hidup dalam
kekhalifahan di bawah Taliban. Orang Indonesia tetap bahagia dengan keindonesiaannya.
Surga kekhalifahan menunggu kalian di Afghanistan. Surga Indonesia adalah tetap
menjadi bangsa Indonesia yang dicintainya.
Kalau
kalian ke Afghanistan, tak perlu berdebat lagi dengan para pecinta NKRI soal
kekhalifahan karena semuanya telah mendapat tempat sesuai keinginannya
masing-masing. Pecinta kekhalifahan berada bersama Taliban di Afghanistan,
pecinta NKRI tetap hidup berada di negerinya sendiri.
Sampurasun.
No comments:
Post a Comment